Yang Tak Tertahankan Saat Puasa

Bombastis sekali judulnya ya? hihihihi.

Tapi pasti adaaaa saja yang sulit untuk bisa menahan diri saat berpuasa, iya nggak sih? Teman kantor saya dulu nih misalnya, mengaku dirinya sulit sekali untuk menahan diri agar tidak marah-marah (atau paling tidak mengomel) selama puasa. Wajar juga sih, dengan kondisi jalanan ibu kota yang … yaa gitu deh, dan pressure di kantor yang sami mawon di semua bulan, membuat teman saya ini susah menjadi orang sabar meskipun sedang berpuasa. Saya mah lumayan sabar orangnya, jadi urusan marah-marah ini bisa diskip lah ya *gaya*.

Bagi saya, yang paling sulit ditahan saat berpuasa itu justru adalah rasa haus, Cemen banget sih ya, kayak anak kecil *ngumpet*. Tapi ya begitulah, mungkin karena saya ini memang lumayan suka minum air putih ya, jadi merasa tersiksa sekali saat tidak bisa minum, tenggorokan kering, mulut terasa lengket, ujung-ujungnya jadi kepengen marah juga sih hahahaha *sama aja :P*. Tapi dulu, waktu kelas 2 SMP, sempat ada endapan batu di ginjal saya gara-gara kurang minum, eyampun itu sakit banget lho. Bolak balik ke dokternya juga lumayan lama. Nggak boleh makan ini dilarang minum itu-nya juga ribet, jadi mungkin karena itu jugalah saya jadi gila-gilaan minum air putih sampai sekarang, daripada sakit kan ya :).

Balik lagi ke masalah haus, buat saya ini memang ujian terbesar saat berpuasa. Apalagi menjelang berbuka saya kan biasanya masak, nggak puasa aja yang namanya di depan kompor itu ya panas, yes? Jadi kadang kalau azan maghrib terdengar saya suka kalap minum, sampai pernah ditegur AM segala dianggap saya lupa berdoa, padahal sih udaaaah, dalam hati aja tapi hihihihi.

Cara menyiasatinya rasa haus yang mendera saat siang ini adalah sebisa mungkin saya tidak tidur saat berpuasa, karena bangun tidur itu saya suka merasa haus banget sodara-sodara. Cara lainnya ya memperbanyak minum, meskipun sistem tubuh kita tidak seperti unta ya, yang bisa menampung air banyak untuk dimanfaatkan sedikit demi sedikit hehe. Saat taraweh, saya pasti membawa bekal air minum minimal sebanyak 500 mililiter. Dan saat sahur, tidak lupa memakan buah (seperti melon atau pepaya atau semangka) yang memiliki kandungan air yang cukup banyak.

Alhamdulillah sih, cara-cara itu berhasil. Jadi meskipun saya ada kegiatan siang-siang dan atau panas-panasan, tidak sampai membatalkan puasa karena kehausan. Buat temans muslim, apa sih yang tak bisa tertahankan saat kalian puasa? Share dwong.

Cara Merawat Rambut Rusak dengan Creambath Bahan Alami

Meskipun saya berhijab, kesehatan dan perawatan rambut tentu saja tetap penting. Masalah rambut bagi perempuan berhijab pun banyak, karena rambut yang tertutup berjam-jam akan membuat kulit kepala panas, berminyak dan lembab, yang lama kelamaan bisa saja membuat kerusakan pada rambut, misalnya saja jadi berketombe, bau apek hingga rontok. Masalah utama rambut saya yang cukup tebal, adalah rambut yang cenderung rontok akibat panas tertutupi hijab itu, sehingga mau tidak mau, saya harus mencari cara untuk merawat rambut rontok ini, diutamakan yang berbahan dasar alami atau tradisional.

Sesekali, kalau ada rezeki dan bisa creambath di salon, biasanya saya meminta si mbak kapster menggunakan krim creambath dari Makarizo ENERGY. Kenapa? Karena produk-produk Makarizo ENERGY dibuat dari unsur-unsur alam yang ada di bumi dong. Dengan bantuan matahari melalui daya transformatifnya, bahan-bahan yang digunakan Makarizo ENERGY memiliki kemampuan menyembuhkan, memperbaiki, dan meregenerasi–tergantung pada fungsi produk tersebut. Produk Makarizo ENERGY dimulai dari rangkaian Shampoo, Creambath, dan Parfum Rambut yang saling melengkapi sangat cocok dipakai sebagai perawatan rambut secara menyeluruh.

Ada 3 varian untuk masing-masing jenis kerusakan rambut. Hair energy creambath royal jelly untuk merawat rambut yang cenderung kering, rusak dan bercabang, Hair Energy Creambath Aloe Vera untuk membantu pertumbuhan rambut dan mencegah kerontokan, mengurangi ketombe, merawat kekuatan akar rambut agar tetap sehat dan  berkilau alami, dan Makarizo Hair Energy Creambath Kiwi yang berkhasiat untuk rambut yang mengalami proses pewarnaan/pelurusan.

Sebagai informasi tambahan, Makarizo Hair Energy mengandung vitamin dari bahan dasar alami yang terpercaya dapat menyehatkan rambut, misalnya saja :

  • Vitamin B5, vitamin ini mampu meresap ke dalam batang rambut serta mampu melembabkan rambut lebih lama. Membuat bentuk rambut menjadi lebih berkilau dan mengembang, serta membantu proses perbaikan rambut yang rusak.
  • Vitamin C, mampu meningkatkan pertumbuhan rambut dan memperbaiki kulit kepala tidak sehat. Solusi cara merawat rambut rusak karena diwarnai sehingga mampu mengembalikan rambut agar tumbuh sehat.
  • Antioksidan, yang berfungsi enutrisi rambut, mampu melindungi rambut dengan membuat lapisan film forming yang menjembatani rambut dengan udara langsung. Solusi tepat untuk merawat rambut rusak karena bleaching.

Dengan ketiga kandungan utama tersebut, Makarizo Hair Energy adalah creambath praktis untuk pemakaian dirumah atau dimana saja yang mampu menjadikan rambut Anda lebih lembut, lebih sehat, dan wangi.

Varian yang cocok untuk masalah rambut saya yang berjenis normal dan sering kali mengalami kerontokan adalah yang mengandung bahan alami Aloe Vera. Saya jadi ingat, Mamah saya sering bercerita, waktu kecil saya rambut saya sering diolesi lidah buaya agar hitam dan lebat, dan Alhamdulillah rambut saya memang tumbuh hitam dan lebat. Dan ternyata, jika sekarang rambut saya rontok, solusinya masih bisa menggunakan si lidah buaya yang sama!

Berhubung di rumah belum ada lidah buaya, saya menggunakan kebaikan Makarizo yang sudah membuat Hair Energy Aloe Vera yang bisa saya gunakan di rumah. Harga satu sachet (30 gram) cuma 5000an rupiah saja lho, banyak tersedia di Carrefour, Giant, Hypermart, Hero, Yogya, Century, Guardian, Watson, Alfamart, Indomaret, serta toko–toko kecantikan terdekat. Tapi manfaatnya sangat jelas, selain mengandung zat untuk melembutkan dan menutrisi, juga kaya fungsi dengan manfaat ganda yaitu menghitamkan sekaligus menyuburkan  rambut serta membersihkan kulit kepala dari gangguan ketombe.

Tidak bisa dipungkiri, creambath mampu membuat rambut menjadi lebih lembut. Bisa dilakukan sendiri di rumah kok, meskipun kalau di salon lebih menyenangkan ya. Tapi kalau tidak memungkinkan, melakukan perawatan sendiri di rumah pun tidak mengapa, bukan? Cara creambath memakai Hair Energy Creambath Aloe Vera ini mudah saja, hanya tinggal diaplikasikan pada rambut secukupnya, lantas pijat dengan lembut. Biarkan krim meresap selama kurang lebih 5 – 10 menit lalu bilas hingga bersih. Mudah kan?

Jadi, walaupun saya berhijab hampir sepanjang hari, beraktivitas di daam ruang ber-AC atau panas-panasan di siang terik, rambut tebal saya tetap terawat dengan baik. Dan saya bisa terlihat tetap segar dan cantik kan ya? :)

#FFRabu – Liburan Kali Ini

“Bu, jadi kan kita Lebaran ini liburan ke rumah Simbah di kampung?”

“Insyaalloh, Nak.”

“Naik kereta api, Bu?”

“Kita naik bus saja ya Nak? Lebih murah.”

“Kapan-kapan kita naik pesawat ya, Bu, biar lebih cepat nyampenya.”

Si Ibu hanya tersenyum, miris. Si bocah tersenyum lebar, berkhayal naik pesawat terbang.  Tak berapa lama pintu rumah kecil mereka terbuka.

“Pak? Sudah gajian kan, Pak? Kita jadi liburan di kampung kan, Pak?” Si bocah berlari menyongsong, lantas gegas bertanya.

“Jadi,” jawab Si Bapak singkat. “Langsung dibawa semua saja baju-baju kita, Bu,” ucapnya kini pada Si Ibu.

“Lho? Kenapa, Pak?”

“Bapak kena PHK, Bu.”

***

Note : 100 kata, untuk tantangan menulis #FFRabu di @MondayFF

#KEBukber Serentak 2015

Acara ini berlangsung hari Minggu yang lalu temans, serentak di berbagai kota, acara tahunan KEB ini alhamdulillah kembali berhasil dilaksanakan.

#KEBukber Serentak 2015

#KEBukber Serentak 2015

Tapi saya ceritakan yang di Jabodetabek ajalah ya hihihihi.

Lokasi dipilih di rumah Mak Vema yang terletak di daerah Utan Kayu, Jakarta Timur. Dari rumah saya bawa motor, deketlah dari rumah ke Rawamangun doang mah. Saya pergi sendiri saja, AM lagi jadi suami sholeh nggak mau tinggal tarawih di masjid katanya jadi tidak menemani :D. Dan seperti biasa, saya nyasar-nyasar dulu dong ya, padahal sebelumnya sudah meminta uraian detail pada tuan rumah menuju ke sana, teteuup weh, nyasar! hahahaha.

Singkat cerita, saya pun tiba, orang kedua yang datang setelah Mak Icoel, lumayan jadi seksi riweuh merangkap tukang foto gitulah ya seperti biasa :D. Kami memakai sistem potluck, dimana setiap peserta bukber membawa makanan sendiri dengan jenis yang berbeda. Tapi ya, walaupun sudah di list siapa yang akan bawa apa, pas hari H tetep aja sih ada beberapa jenis makanan yang dobel. Risol mayones dan lapis talas keju, misalnya. Dan entah kenapa yang membawa makanan ‘berat’ cuma Mak Elisa Koraag yang membawa sepanci bubur Menado, jadilah pas pulang ke rumah saya ngebakso lagi sodara-sodara, lapaaar hahahaha *ngumpet*.

Ada yang menarik dari sistem Bukber kali ini, kami mengkampanyakan no gadget no socmed selama acara berlangsung. jadi sampai pukul 7 malam, para emak-emak dilarang mentwit, mengaplod foto di IG atau path, dan atau membuat status fesbuk mengenai acara ini. Kenapa? Karena harapannya, kami bisa bersilaturahmi face to face, ngobrol binti ngerumpi, berbicara tentang banyak hal di dunia nyata tanpa ‘gangguan’ media sosial yang kadang-kadang bikin riweuh ituh di acara bukber. Banyak di antara kami yang baru bertemu sekali itu, padahal sudah sering saling mengunjungi blog dan berinteraksi di dunia maya. Saya misalnya, baru kali ini berhasil bertemu sama Mpok Istiadzah yang lagi menghabiskan summer holiday di sini, etapi kenapa kita nggak foto berdua ya Mak? :D

Jadi begitulah, kami cuma foto-foto (harus itu mah :P), saling berbincang, dan seseruan berbuka saat azan maghrib berkumandang. Salat bergantian, dan kembali ngobrol sambil menikmati hidangan yang ada. Nah, pas pukul 7, banyak deh tuh yang langsung cepet-cepetan update/upload di socmed, termasuk saya juga sih hihihihi :D.

Sisa makanan tentu saja masih banyak. Tapi jangan khawatir, disediakan banyak plastik untuk membungkus makanan untuk dibawa pulang ke rumah, horeeeey, jadi ada oleh-oleh buat pak suami hehehehe.

Ya sudah begitu saja cerita saya hari ini temans, semoga tahun depan acara rutin ini bisa kembali dilakukan dan lebih banyak peserta yang hadir. Teman-teman ada cerita bukber seru, tidak? :)

Strange Question from Stranger

Judulnya bukan gaya-gayaan itu lho ya, biasalah saya suka nggak bisa ngasih judul, dan ‘pertanyaan aneh dari orang asing’ kok kayaknya nggak banget untuk sebuah judul postingan, betul? :P

Peristiwa ini terjadi saat taraweh semalam. Ibu-ibu di sebelah saya tiba-tiba saja bertanya saat jeda salat “Mbak, beli mukenanya di mana? Berapaan? Mahal kayaknya ya? Bisa dicicil nggak?”

Hah?!

Untungnya saya terselamatkan salat sehingga tidak perlu menjawab pertanyaan si Ibu, etapi jeda berikutnya dia nanya lagi lho *tepok jidat*. Bingung jugalah saya menjawab pertanyaan-pertanyaannya yang semi-ajaib itu. Bisa dicicil segala macem itu gimana coba ngejawabnya? bhuahahaha.

FYI, mukena saya mah sebetulnya biasa ajaaa, beli di online shop (which is susah kalo dijelasin sama si Ibu itu kan ya :P), nggak seberapa mahal (baca: sama aja kayak kalo belanja di tanah abang), dan tentu saja saya bayar duluan sebelum barangnya dateng jadi nggak bisa diciciiiil. Hedehhh.

Dalam perjalanan pulang ke rumah, saya jadi teringat pertanyaan aneh lain dari orang asing yang pernah saya alami. Saat itu di Commuter Line menuju pulang, lupa lah ya habis dari mana dan ngapain hihihi. Ibu-ibu juga yang bertanya “Mbak, itu sepatunya ori atau KW?” *sambil nunjuk sepatu kets eike yang pink itu*.

Saya jawablah, kalau saya belinya di toko anu yang jual sepatu-sepatu olahraga ntu, jadi ya sepertinya sih ori yah. Dan kemudian dia bercerita anaknya bekerja di pabrik sepatu yang memproduksi sepatu yang -dia yakin- persis sama dengan sepatu yang saya pakai. Jadi dia -sekali lagi- yakin banget sepatu saya juga KW. Oh baiklaaah hahahaha.

Kenapa buat saya pertanyaan-pertanyaan semacam itu termasuk aneh? Ya karena rasanya saya tidak akan pernah mengajukan pertanyaan yang sama pada seseorang yang tidak saya kenal, yang hanya saya temui sepintas lalu seperti itu. Aneh kan ya kan ya? *nyari temen*.

Teman-teman pernah dapet pertanyaan aneh kayak gitu nggak sih?

#FFRabu – Tidur

Malam tertidur diam-diam, remang di sebuah kamar memeluk sepasang manusia yang seharusnya terlelap.

“Mas?”

“Hmm.”

“Udah tidur?”

“Hmm.”

“Ya udah deh kalo udah tidur, nggak jadi.”

“Ada apa?”

“Nggak apa-apa. Besok aja.”

“Hedehhh. Ada apa sih?”

“Lho? Jadi Mas belum tidur?”

“Gimana mau tidur kalau kamu ngomong terus.”

“Oooh.”

Jeda yang hening.

“Lah? Jadi mau ngomong apa?”

“Eh? Gimana, Mas?”

“Tadi kamu mau ngomong apa?”

“Oh iya. Anu … Lupa, Mas.”

“Ya ampuuuun!”

“Maaf, namanya juga lupa. Tidur yuk, Mas.”

“Iya!”

Jeda yang hening sekali lagi datang.

“Mas?”

“Apa?!”

“Kok malah bangun toh?”

“Sebentar lagi sahur. Nggak usah tidur aja sekalian!”

***

Note : 100 kata, untuk tantangan menulis #FFRabu di @MondayFF