#FFRabu : Arti Mimpi

Dia terus mengejar, meliuk merayap begitu cepat. Aku segera bersembunyi di balik semak, tapi lihatlah, dia telah kembali berada tak jauh di belakangku. Gegas aku pergi, dia malah semakin mendekati. Bagaimana ini?

Jantungku berdegup kencang seolah ingin melompat keluar. Panik. Takut. Aku harus segera …

“Aduh.”

“Kenapa sampai jatuh dari tempat tidur, Nak?” Aku tertegun, rupanya yang tadi itu hanyalah mimpi. Kupeluk Ibu erat, matanya yang khawatir membuatku tahu aku ternyata baik-baik saja.

“Mimpi buruk?” Aku hanya mengangguk.

“Apa artinya jika aku bermimpi dikejar ular, Bu?”

Ibu tergelak sebelum menjawab. “Itu artinya kau sudah ditunggu teman-temanmu bermain kejar-kejaran.”

“Oh?”

“Sana main!”

***

Note : 100 kata, untuk tantangan menulis #FFRabu di @MondayFF

Mencuri (?)

Baiklah, mumpung hari Senin saya mau nyinyir *lho?* hihihihi.

Jadi seperti biasa, saya dan AM belanja bulanan di toko besar temennya Nobita itu malam minggu kemarin. Penuh mah sudah pasti ya, nama pun baru gajian, tapi bukan itu yang ingin saya ceritakan.

Akang suami ini suka sekali buah lengkeng. Bisalah dia makan sekilo sendirian dalam satu waktu sambil nonton TV hihihi. Di pasar harganya masih 25 ribu sekilo. Pas belanja kemarin itu cuma 20 ribu sekian-sekian begitulah harganya, langsung beli dong ya tanpa berpikir lagi, lumayan Bu selisihnya buat beli cabe #eeaaa :P.

Sudah diduga si lengkeng ini laris manis, bersama saya, berdiri 6-8 orang yang ikut memilih dan memasukkan lengkeng dari batangnya ke dalam plastik sebelum ditimbang. Proses pemilihan ini agak merepotkan juga ternyata, karena di dalam kotak banyak juga kulit + biji lengkeng di sana!

Sudah bisa menebak belum kenyinyiran apa yang ingin saya bahas? :D

Rupanya, para calon pembeli lengkeng ini memilih sambil ‘mencicipi’nya dengan santai, nggak cuma 1-2 bijik, tapi banyaaaak. Bahkan saya lihat ada seorang ibu yang dengan sengaja memanggil suami dan anak-anaknya untuk juga ikut mencicipi. Dan berhubung saya sedang nyinyir, saya perhatikan hampir semuanya melakukan hal yang sama lho (baca : memakan lengkeng).

Padahal, di plang di atasnya, persis bersebelahan dengan papan penunjuk harga, tertera kalimat yang isinya kurang lebih “terima kasih untuk tidak mencicipi”. Tapi ya gimana, kalimat itu bukan larangan sih ya, cuma nggak dikasih terima kasih doang mah nggak apa-apa kali ya, jadi cicipi saja toh sepuasnya?

Pencurian buah lengkeng rasanya terlampau berlebihan ya, kan ‘cuma’ mencicipi, masa nggak boleh? Tapi masalahnya adalah, yang jual ridlo nggak tuh? Logikanya, kalau si penjual ridlo (sudah dimasukkan ke dalam post ‘kerugian’ di neraca keuangan oleh pihak toko, misalnya), mereka tidak akan memasang plang ‘himbauan’ semacam itu kan?

Berbeda kalau belanja di pasar, atau sama si abang-abang tukang buah di pinggir jalan, kita kan bisa minta izin dulu ya buat nyicip, dan keterlaluan kalau nggak boleh (ga usah jadi beli aja! hahaha), jadi ijab kabulnya jelas, transaksinya tahu sama tahu. Definisi ‘mencicipi’ ini juga ambigu sih ya, seberapa banyak? Satu buah? Lima butir? Atau sekenyangnya? Tujuan mencicipi itu apa? Ingin mencoba sebelum membeli kan? Tapi memangnya ada lengkeng yang nggak manis? *serius nanya*.

Yah, nama pun nyinyir, jangan dianggap terlalu serius ya, temans hehehe. Kembali ke individu masing-masing saja sih tentunya. Dan mari kita ngemil lengkeng :).

Bijak Mengelola Keuangan, Yuk!

Tanggal 1 Agustus lalu, ceritanya saya menghadiri jumpa blogger yang diselenggarakan oleh Sun Life Indonesia berjudul “Yuk Kelola Keuangan dengan Bijak”, pembicaranya Certified Financial Planner Safir Senduk yang terkenal ituh!

Mau tahu bagaimana keseruannya? Mari saya ceritakan, temans.  

SAMSUNG CAMERA PICTURES

Siapa yang paling kaya di antara Karyawan, Profesional dan Pengusaha? Ini adalah pertanyaan pertama yang diajukan Safir Senduk.

Sebelum bisa menjawab pertanyaan ini, mesti tahu dulu dong ya definisi masing-masing seperti apa. Karyawan ya mereka yang bekerja di perusahaan dan mendapatkan gaji reguler. Profesional adalah mereka yang bekerja memberikan jasanya, dan mendapatkan penghasilan dari situ (Blogger masuk ke definisi profesional ini). Sementara Pengusaha tentu saja adalah yang memiliki bisnis sendiri, sehingga penghasilannya tergantung dari bisnis yang ditekuninya tersebut.

Kembali pada pertanyaan siapa yang paling kaya di antara ketiganya, ternyata bukan siapa yang jabatannya paling tinggi, atau yang penghasilan per bulannya paling besar, apalagi yang punya tas hermes paling baru *halah*. Tapi, yang paling kaya adalah mereka yang memiliki investasi yang paling banyak! Hayo ngacung siapa yang horang kayah di siniiii? Hihihhi *melipir cantik ke pojokan*.

SAMSUNG CAMERA PICTURES

Kalau yang paling kaya adalah yang paling banyak investasinya, yang paling miskin yang seperti apa nih? Rupanya, Anda berkategori orang miskin jika seluruh pendapatan Anda (berapa pun buanyaknya) habis dipakai untuk biaya hidup dan membeli barang/harta konsumtif!

Nah, untuk menjadi orang kaya dalam definisi di atas, ada 3 tips cara mengelola keuangan dengan bijak yang dipaparkan Safir Senduk. Cuma tiga bijik  lho sodara-sodara!

  1. Miliki investasi sebanyak mungkin
  2. Siapkan dana untuk masa depan
  3. Atur Pengeluaran

Errrr…Cuma tiga sih, tapi sepertinya tidak sesederhana kalimatnya ya? hihihhi. Mari kita bahas satu per satu, temans.

  1. Miliki investasi sebanyak mungkin

Investasi seperti apa? Untuk menjawab pertanyaan ini, Safir Senduk menjelaskan ada beberapa jenis investasi yang bisa kita pertimbangkan, tiga di antaranya adalah:

Saham

Ini kayaknya investasi ‘langitan’ ya, agak-agak serem duluan gitu buat kita yang orang awam (lo aja kali, Rin! :P). Makanya kenalan dulu deh sama dia, pelajari baik-baik, tanya si ini si itu yang paham, baca di website keuangan dan sebagainya dan sebagainya, untuk kemudian beranilah membelinya. Memiliki saham sama dengan memiliki bisnis, tanpa kita harus pusing riweuh memikirkan ini itu-nya kan. Jujur saja saya belum pernah punya saham, tapi sepertinya membeli saham Astra Internasional yang nggak sampai sejutaan gitu mah bisa kan ya dari hasil job review? #eeaaa hihihihi.

Investasi yang dikelola Manajer Investasi

Nah yang ini cenderung mudah. Sudah tahu reksadana atau unit link kan? Pergi saja ke bank yang menjadi MI untuk membeli reksadana (ada kok yang cuma seratus ribu), atau menghubungi agen asuransi untuk membeli unit link. Saya pernah memiliki keduanya, tapi si unit link saya hentikan dan fokus ke reksadana saja. Bukannya apa-apa, khawatir saya terlalu kaya nanti kan kebanyakan investasi? *minta ditabok pisan ini anak! Hahahaha* *abaikan*.

Properti

Investasi ini memang menjanjikan, tapi perlu modal besar, yes? Lah, cicilan rumah yang ditinggali saja masih baru selesai tahun kapan kan ya buibu, gimanalah lagi beli properti lain untuk disewakan? *nyengir*. Ada tips dari Safir Senduk terkait investasi properti ini, usahakan tujuannya bukan untuk dijual (karena menjual rumah kan biasanya nggak bisa cepat ya, bisa bertahun-tahun bok!), tapi untuk disewakan. Akan lebih baik jika disewakan pada banyak orang dengan frekuensi pendek (baca : kamar kos-kosan per bulan) dibandingkan dengan menyewakan pada  satu orang dengan frekuensi panjang (misalnya satu rumah untuk dikontrak per tahun oleh sebuah keluarga). Cara seperti itu akan jauh lebih menguntungkan. Yuk, bikin kos-kosan yuuuk.

Oh iya, tetap hati-hati saat berinvestasi ya. Sering baca berita kan ya ada investasi bodong? Teliti dulu reputasinya seperti apa, hindari investasi tidak jelas agar uang kita tidak lenyap. Ciri-ciri scam bisa ditandai dengan penawaran bunga yang sangat tinggi, janji cash bulanan, jaminan tidak akan rugi, pemberian bonus untuk member baru, dan skema yang mustahil atau terlalu muluk. Dan yang paling penting, jangan lupa baca bismillah sebelum berinvestasi!

  1. Siapkan Dana untuk Masa Depan

Menurut Safir Senduk, dana ini adalah: menikah, rumah beserta isinya (termasuk mobil), sekolah anak, dan dana pensiun. Kata orang bijak, masa depan kita ditentukan oleh apa yang kita kerjakan hari ini. Termasuk urusan duit. Misalnya nih, siapa sih yang tidak ingin menyekolahkan anak-anak di sekolah terbaik? Atau menjalani masa pensiun kelak dengan nyaman tanpa harus membebani anak cucu? Jadi harus segera dipersiapkan dong ya dari sekarang.

  1. Atur Pengeluaran

Peribahasa lawas ‘besar pasak daripada tiang’ berlaku di tips ketiga ini. Jangan sampai membeli sesuatu yang tidak perlu, melakoni lifestyle di luar kemampuan, apalagi menggunakan kartu kredit sebagai ‘income tambahan’. Ada beberapa tips dari Safir Senduk yang bisa diterapkan dalam mengatur pengeluaran ini.

Ketahui di mana borosnya, dan kurangi pelan-pelan. Saya ngaku nih, pengeluaran terbesar saya adalah membeli buku (dan kemudian baju haha :P). Jadi saya buat peraturan, kalau bulan ini saya beli baju, dilarang beli buku, dan vice versa. Sudah lumayan terkurangi kan ya keborosan saya hehehe.

Kendalikan keinginan. Klise sih ya, ini adalah perihal butuh dan ingin yang kayaknya rauwisuwis. Entahlah kapan kebutuhan dan keinginan ini bisa akur hahahaha. Tapi terbayang kan ya maksudnya bagaimana. Dahulukan yang WAJIB dibeli, lantas yang BUTUH dibeli, baru deh kalau ada sisa (jangan diada-adain tapi ya!) yang INGIN ini bisa dibeli. Jangan dibalik, bahayaaa.

Prioritaskan pengeluaran. Prioritas pertama adalah cicilan utang (30%), tabungan dan investasi (10%), premi asuransi (10%), baru sisanya untuk biaya hidup (50%). Jadi menabung itu diusahakan di awal ya, bukan sisa setelah dipakai ini itu :P.

SAMSUNG CAMERA PICTURES

Etapi pengeluaran ini tidak termasuk pengeluaran untuk zakat dan sedekah ya. Pokoknya sisihkan dulu setidaknya 10% dari pendapatan untuk zakat-infaq-sedekah ini, biar jadi horang kayah yang diberkahi Tuhan *kibas jilbab*.

Sudah, tipsnya cuma segitu kok, gampil kan ya? hehehehe.

Oh iya, ada yang belum sempat dibahas yaitu perlindungan, atau dalam hal ini, ASURANSI. Safir Senduk menganalogikan asuransi sebagai sebuah payung. “Payung tidak bisa menjamin hujan tidak turun, tapi menjamin anda tidak akan basah kalau ada hujan”, logis banget kan ya? Seluruh pembahasan cara bijak mengelola keuangan dan sebagainya dan seterusnya di atas akan percuma saja jika tidak memiliki perlindungan.

Asuransi jiwa untuk pencari nafkah utama sangat penting. Asuransi kesehatan untuk seluruh anggota keluarga juga tidak kalah penting. Asuransi untuk aset utama yang kita miliki juga tidak bisa dipandang sebelah mata. Dan salah satu ‘payung’ yang bisa kita pilih adalah Sun Life.

Kenapa Sun Life? Karena perusahaan asuransi yang berkantor pusat di Toronto, Canada ini memiliki misi : membantu nasabah mencapai kesejahteraan melalui kemapanan finansial. Sun Life menyediakan berbagai jenis produk perlindungan yang kita butuhkan. Sudah berdiri selama 150 tahun, artinya terpercaya dan terbukti bisa bertahan dalam kondisi ekonomi dunia yang naik turun. Telah menerima berbagai penghargaan, di antaranya Most Sustainable Corporation in the World Global100. Dan bahkan kini memiliki unit asuransi syariah yang pengelolalannya benar-benar terpisah dari asuransi konvensional mereka lho.

Gimana? Bisa diaplikasikan kan, ya? Yang baca postingan ini ingin jadi orang kaya semua kan ya? (Aamiin.) Untuk hidup yang #LebihBaik, yuk kita mulai bijak mengelola keuangan sesegera mungkin ;).

SAMSUNG CAMERA PICTURES

#FFRabu – Sherlock

“Hah? Detektif?” tanyaku kaget. Aneh sekali pacarku ini tiba-tiba ingin jadi detektif segala. “Semacam Conan Edogawa gitu maksudmu?”

“Ish. Sherlock Holmes, Mel!”

Aku tergelak. “Kan sama-sama fiktif, Yo.”

“Tapi kamu suka kan Benedict Cumberbatch?”

“Iya, keren banget soalnya dia.”

“Nah!”

“Tapi, Yo. Kenapa?”

“Kenapa apanya?”

“Iya, kenapa kamu pengen jadi detektif segala?”

“Biar aku bisa tahu apa maumu, Mel.”

“Maksudmu?”

“Iya, dengan jadi detektif, mirip si Sherlock itu, aku jadi bisa memahami bagaimana keinginan seorang perempuan.”

Aku tersenyum, sedikit salah tingkah, haruskah kuberitahu Rio, bahwa jangankan Sherlock, kadang aku sendiri pun tidak mengerti apa yang kuinginkan.

Note : 100 kata, untuk tantangan menulis #FFRabu di @MondayFF

Ketika Seorang Nomophobia Nonton di Bioskop

Meni panjang yah judulnya :P.

Barangkali ada yang belum tahu, nomophobia adalah rasa takut berlebihan untuk jauh-jauh dari ponsel, misalnya saat si ponsel ketinggalan, tidak ada sinyal, atau habis baterai, penderita nomophobia akan menunjukkan gejala orang ketakutan. Misalnya saja berkeringat dingin, gelisah, dan yang lainnya. Sejak bangun tidur yang dicari ponsel, seharian tak pernah lepas dengan ponsel, sebelum terlelap pun memegang ponsel.

Kasihan? Banget. Tapi ternyata lebih dari 50% populasi dunia pengguna ponsel, katanya adalah nomophobia lho. Mungkin karena zaman teknologi seperti ini hampir seluruh orang memerlukan gadget dalam kehidupan sehari-hari ya, dan efek negatifnya adalah ketergantungan yang berlebihan pada si gadget, seolah beberapa jam ‘berpisah’ dengannya saja, akan berakibat matahari berhenti berputar *beuh, lebay nian bahasa eikeh* hihihi.

Tapi begitulah maksud postingin ini temans.

Jadi ceritanya, seminggu lalu saya dan AM menonton filmnya Om Kece itu lho (Mission Impossible maksudnya ya :P), dan sepertinya ada seorang nomophobia di bangku barisan depan kami. Meskipun studio sudah gelap, si mas ini masih saja menyalakan ponselnya (walaupun ditutupi jaket), sampai-sampai ada seorang bapak-bapak di barisan saya yang menegurnya, baru si mas mematikannya.

Dan karena tempat duduknya di barisan persis di depan saya (1 bangku ke sebelah kanan dari bangku depan saya), sesekali, iseng saya memerhatikan gerak geriknya saat film berlangsung. Dan iya lho, 1-2 kali dia menyalakan ponselnya meski ngumpet-ngumpet. Si ponsel tetap berada di genggaman tangannya, dan begitu film hampir habis (studio masih gelap), cepat-cepat dia mengecek ponselnya. Saya intip dong apa yang dicek, ternyata facebook sodara-sodara hihihihi *kepo banget sayah :P*.

Iya, agak-agak nyinyir nih memang jadinya saya ya, tapi atulah, film paling seberapa lama sih, katakanlah 2 jam, tidak akan terlalu ketinggalan banyak jika harus ‘puasa’ mengecek gadget selama 2 jam kan ya?

Tapi detik berikutnya saya juga mencari ponsel di tas, dan si ponsel tidak ada! Panik dong ya, meskipun ponsel saya tidak seberapa pintar, kan sayang kalau hilang. Setelah mengeluarkan isi tas dan si ponsel tetap tidak ada, buru-buru saya balik lagi ke bangku saat nonton, dan si ponsel tergeletak di kolong bangku. Alhamdulillah. Rupanya si ponsel terjatuh saat saya masukkan ke dalam tas. Kepanikan yang sesaat itu bisa diartikan sebagai nomophobia nggak tuh? hahahaha

Kejadian di bioskop ini membuat saya berpikir, mungkin tanpa kita sadari, kita (saya tepatnya) juga sudah seperti nomophobia ya, tidak bisa hidup tanpa ponsel atau gadget *nyengir*.

Tapi kalau boleh saya minta tolong, saat nonton di bioskop ponselnya dimatikan dulu sebentar ya, temans ;).

Smartphone untuk Pencinta Audio Visual

Zaman memang semakin canggih, lihat saja ponsel yang dulu fungsinya hanya sebagai alat komunikasi belaka, sekarang sudah pinter bin cerdas plus multiguna kan ya?

Setelah minggu lalu ADVAN pre-launching Vandroid X7 di Fairmont Hotel, ADVAN kembali meluncurkan varian lain yaitu BARCA HIFI M6 yang dilangsungkan di Plaza Senayan siang ini. Seperti yang sudah sedikit saya singgung di atas, ponsel pintar ini dikhususkan untuk pencinta audio visual. Terbukti dengan dibukanya acara ini oleh DJ Alice Norin yang menghibur hadirin dengan musik.

SAMSUNG CAMERA PICTURES

Berdasarkan penelitian, ternyata sebagian besar pengguna smartphone di Indonesia terbiasa mendengarkan musik, menonton program televisi (dan bahkan film) di samping bermain games di ponselnya. Itulah kenapa ponsel pintar yang bisa memberikan hiburan-hiburan dengan kualitas yang baik, menjadi sebuah kebutuhan sendiri.

Embedded image permalink

dipinjam dari akun twitter @advan_id

Bapak Tjandra Lianto sebagai Marketing Director ADVAN masih memberikan sambutan utama. Kembali mengingatkan hadirin bahwa ADVAN adalah asli produk Indonesia. “Melalui teknologi yang ADVAN hadirkan, kemudahan menikmati hiburan yang benar-benar menghibur kini bukan sesuatu yang sulit”, tambah Pak Tjandra.

Sementara Bapak Yakobus selaku Product Manager ADVAN mengatakan, varian Barca hifi M6 ini istimewa, di antaranya karena spesifikasinya sebagai berikut:

  • Operating system berupa Android KitKat 4.4.2 with IDOS interface
  • Processor octacore MTK 1.4 GHz yang cepat dan tangguh
  • Bebas lag dengan RAM 2 GB
  • Memory 16 GB, Micro SD up to 64 GB
  • Dual Camera (rear camera 8 MP, Front 5 MP)
  • Dual SIM Card (WCDMA + GSM)
  • Dual front speaker yang sesuai tatanan akustik menghasilkan suara yang jernih dan kelas
  • Earphone HIFI dengan suara yang fantantis dan tidak membuat telinga sakit
  • Memiliki feature Air Gesture, Voice Typing, Letter gesture, Wi-Fi Direct/Mirroring, Double Knock to wake, Flip to mute
  • Battery 23000 mAh
  • Display 5″ berteknologi HD (1280×720) IPS

Canggihnyaaaa! *sejujurnya, hanya sebagian kecil saja yang bisa saya mengerti dengan benar hihihihi*.

“Kami percaya, ponsel pintar dengan kualitas audio terbaik seperti produk kami hadirkan kali ini akan mempermudah konsumen untuk menikmati hiburan audio visual secara nyata”, demikian penjelasan Pak Yakobus selanjutnya.

SAMSUNG CAMERA PICTURES

ADVAN bekerja sama dengan Telkomsel untuk BARCA HIFI M6. Seperti dijelaskan Bapak Basuki Ebtayani yang adalah GM Device Bundling Customization Strategy Telkomsel, membuat ponsel pintar ini berbeda dari ponsel audio visual lainnya karena pengalaman digital mobile lifestyle yang berkualitas. Fasilitas streaming, download lagu-lagu menarik dan berlangganan dari Langit Musik hanya 5.500/bulan, hingga gratis streaming untuk dua film menarik dari Moovigo. Paket spesial ini berlaku hingga Desember 2015 nanti.

Tentang harga, tak perlu khawatir, karena BARCA HIFI M6 masih di bawah 2 jutaan! Jauh lebih terjangkau daripada ponsel berspesifikasi sejenis, jadi silakan mupeng yaa :D.

SAMSUNG CAMERA PICTURES

Info tambahan untuk teman-teman blogger, ada writing competition dari tanggal 24 Agustus 2015 lho, cek di timeline twitter @Advan_id atau fanpage Facebook untuk keterangan lebih lanjut ya. Siapa tahu beruntung dapet hadiah ponsep pintar dari ADVAN kan ya? ;)

11892052_10153530042843684_8628118786563019875_n

#FFRabu : Perjalanan

“Masih jauh?”

“Ish! Baru juga berangkat sepuluh menit yang lalu. Tuh, port-nya aja masih kelihatan.”

“Jadi?”

“Apanya?”

“Masih lama?”

“Iyaaaa. Masih jauh!”

“Gitu, ya?”

“Masa lo nggak bisa bayangin seberapa jauh Thailand dari Singapore sih?”

“Jadi? Berapa lama lagi?”

“Ck! Emangnya kenapa sih? Dinikmati ajalah. Siapa tahu kita bisa seberuntung Jack Dawson bisa bertemu Rose DeWitt Bukater.”

“Lo ngarepin kapal kita nabrak gunung es?”

“Santai, Bro, kayaknya nggak ada gunung es di samudera Hindia.”

“Sok tau! Jadi masih jauh ya?”

“Kenapa sih? Nggak sabar mainan pasir di Phuket nanti?”

“Bukan.”

“Terus?”

“Errr … ada antimo nggak? Mabok laut gue kayaknya.”

***

Note : 100 kata, untuk tantangan menulis #FFRabu di @MondayFF