Rindrianie's Blog

-5- Yoghurt Cisangkuy

Temans, seperti yang sudah diduga, saya tereliminasi! hiks hiks mewek di pojokan. Tapi ya resiko lah ya, toh yang dibutuhkan dalam permainan ini memang komitmen, alasan apapun tidak diterima. Jadi per hari ini saya tidak menerima mention judul dan setting yang harus dibuat. Yasud saya buat judul dan setting sendiri sajah 😛

Jadi -seperti biasa- jadwal menulis saya di kantor adalah saat jam makan siang, walaupun kadang nge-publishnya bisa jam berapa saja tergantung mood plaaak. Kebetulan hari ini shaum jadi istirahat tadi tidak terpotong makan. Entah kenapa tiba-tiba kepengen yoghurt Cisangkuy (apapula lagi shaum malah inget yoghurt cuba? :P), mudah-mudahan ceritanya masih nyambung di kisah sebelumnya.

Baiklah, ini dia kelanjutannya.

***

Cerita sebelumnya di sini.

 

Pertandingan berjalan dengan sangat bagus, tim mas Ghani menang telak, seperti biasanya. Aku bukan pecinta olahraga basket, tapi menonton mas Ghani berlari di lapangan, men-drible dan mengoper bola itu ke teman-temannya, sesekali melambungkan si bola itu masuk ke jaring seperti tadi, selalu menyenangkan buatku.

Tapi ada yang aneh dari mas Ghani di pertandingan sore ini, dia seperti kurang konsentrasi. Berkali-kali tembakan 3 point shoots-nya gagal, rebounce-nya juga seringkali malah diambil pihak lawan. Dia juga terlihat lebih banyak passing bola ke teman-temannya daripada memasukkannya sendiri. Kenapa ya?

“Hai Deliaaa, maaf lama ya.” Mas Ghani muncul dengan senyum yang selalu bisa membuatku menahan nafas. Menenteng tas besarnya dengan mudah dan mengajakku keluar stadion.

Seragamnya –yang pasti sudah basah- telah berganti dengan kaos gombrong berwarna biru, dan celana pendek hitam yang baru. Rambutnya masih basah pertanda baru mandi, menguarkan wangi shampo yang unik. Dan –ini yang paling aku suka- dia bersandal jepit! Yeah, seleraku mungkin aneh.

“Ngga apa-apa mas,” Jawabku seraya menggandeng tangannya, “jadi mau ke mana kita?” Aku merasa seperti kurcaci imut berjalan di sampingnya yang tegap menjulang.

“Cisangkuy yuk, kamu suka yoghurt kan?” Aku mengangguk cepat. Dan tak lama kami meninggalkan GOR C-Tra Arena yang masih hiruk pikuk oleh pertandingan berikutnya.

Dari Cikutra ke daerah Gasibu ini memang cukup dekat, setengah jam berikutnya kami sudah ada di Cisangkuy. Walaupun aku cukup sering ke sini, tapi datang bersama mas Ghani membuat tempat ini terkesan lebih romantis. Ya Tuhan, sepertinya aku telah betul-betul jatuh cinta pada mas Ghani!

Di depan kami, kini terhidang 2 gelas yoghurt –punyaku rasa stroberi, mas Ghani memilih rasa Mocca- yang segar menggiurkan. Mas Ghani juga memesan sepiring kentang sosis goreng, dua buah serabi bertoping keju dan seporsi siomay. Melihatnya saja membuatku kenyang, tapi bermain basket selama itu pasti membuatnya lapar.

“Laper ya mas?” Godaku, yang dibalas oleh mas Ghani dengan menyuap potongan kentang goreng dengan ekspresi lahap yang dibuat-buat. Kami tertawa bahagia. Sore yang indah.

Tapi ada yang ingin aku tanyakan.“Mas kenapa tadi?”

“Tadi kapan? Kenapa apanya?”

“Tadi, pas pertandingan, kayaknya kurang konsentrasi begitu.” Mas Ghani yang kini beralih ke piring somay setelah kentang-sosis gorengnya habis, menatapku heran.

“Begitu ya?” tanyanya seraya menyuapkan si somay ke dalam mulut. Aku hanya mengangguk, menikmati melihatnya makan dengan lahap.

“Ada yang sedang mas pikirkan?”

“Mmm…” dia tetap mengunyah. Kini si serabi yang sedang dalam perjalanan menuju lambungnya.

“Tentang Seruni yah?” Mas Ghani cepat-cepat meraih gelas yoghurt-nya dan minum hingga tak bersisa. Membuatku takjub betapa cepat dia makan. Kemudian detik berikutnya dia menatapku dengan pandangan bertanya.

“Kenapa kamu pikir aku memikirkannya?” Ah, ternyata dugaanku benar. Mengecewakan sekali. Aku meminum yoghurt-ku perlahan.

“Asal menebak kok…” gumamku pelan, tapi rupanya bukan jawaban itu yang ingin mas Ghani dengar. “Aku tidak mungkin ada di masa depan mas Ghani, jika mas masih teringat Seruni yang telah menjadi masa lalu mas. Iya kan?” tanyaku hati-hati.

Mas Ghani masih menatapku, dan tak lama tangannya menggenggam tanganku. Entah apa yang sedang ada di kepalanya, yang jelas speertinya itu bukanlah aku. Ah, betapa menyakitkan. Mas Ghani ada di depanku, menggenggam tanganku, tapi hati dan pikirannya untuk wanita lain.

Tadinya aku ingin bertanya pada mas Ghani tentang Kak Seruni. Aku ingin tahu kenapa Kak Seruni memintaku menyelidiki ayah mas Ghani, aku ingin tahu apa yang sudah dilakukan mas Ghani pada Kak Seruni hingga mereka berpisah, aku ingin tahu semuanya. Jika Kak Seruni tidak mau memberitahuku, aku ingin mencari cara mas Ghani yang akan menceritakannya padaku.

Tapi buktinya? Keingintahuanku terkalahkan oleh perasaan kecewa dan sakit hatiku sendiri. Aku tenggelam sebelum sempat berenang. Menyedihkan.

“Dulu…aku pernah berikrar pada diriku sendiri untuk tidak pernah jatuh cinta lagi…” mas Ghani mulai berkisah, aku berasumsi ‘dulu’ itu adalah saat mas Ghani putus dari Kak Seruni, “tapi kemudian aku mengerti cinta adalah hadiah dari Tuhan, yang tidak bisa aku tolak saat pemberian itu datang,” aku menahan nafas menunggu apa yang akan selanjutnya mas Ghani katakan, “Dan aku tidak akan menyiakan hadiah seindah dirimu, Del.”

Seketika pipiku merona, rupanya tertular hatiku yang sedang menghangat. Aku berdoa dalam diam semoga mas Ghani tidak bisa mendengar degup jantungku yang seperti ingin melompat. Aku begitu bahagia.

Kak Seruni? Misi-ku untuk mas Ghani? Itu bisa menunggu. Sekarang aku ingin menikmati diriku yang –kata mas Ghani- telah menjadi hadiah indah bagi seorang lelaki tegap ini.

Aku menghabiskan yoghurt berwarna pink di depanku hingga tandas dengan rasa yang berbeda, yoghurt Cisangkuy tak pernah sesegar ini sebelumnya.

Bersambung…

Note : 722 kata

***

Eeeeaaaa… imajinasi hari ini terbukti kurang cihuy, trus kenapa coba itu detail makanannya kuat banget? muahahahahaha. Si kentang sosis yang ada dalam cerita pernah saya pesan di kehidupan nyata bertahun lalu yang saya sesali dengan sangat saat itu. Kenapa? karena mahaaaaal, padahal sih rasanya masih dibawah 20 ribu perak gitu, tapi berhubung masih jobless jadi terasa sangat mahal hehehehe.

Psssttt…kalau ada yang punya judul yang cihuy dan juga usulan setting, sok atuh bilang ke saya, judul dan setting yang oke akan saya buat kisahnya besok 😉

0 Comments

  1. Bang Aswi

    Yuk kapan ke sana lagi? ^_^
    ___
    Hayuk bang *kapan ke bandungnya ya* hihihihihi

    Reply
  2. Melly Feyadin

    BIkin cerita ini apa ga sambil ngiler teh? 😀
    ___
    Sedikit Mel hahahaha

    Reply
  3. fitrimelinda

    teh..aku kok jadi pengen yogurt abis baca ini.. 😀
    ___
    Hayuk Fit kita nge-yoghurt 😉

    Reply
  4. iqoh

    Kaciri nu lapar ieu mah… :p
    ___
    kanyahoan euy hahahaha

    Reply
  5. mechtadeera

    ga papa di eliminasi Riin..asala jangan berhenti ditengah-tengah ceritanya ya…. pliiiiis 🙂
    ___
    mihihihihi….insyaALLAH ya auntie^^

    Reply
  6. danirachmat

    iya heran Rin. deskripsi makanannya kuat bangettt. hihihi. btw ada dobel penggunaan kata ganti waktu makanan mulai dihidangkan. *editor*
    ___
    qiqiqiqi….alam bawah sadarku laper bgt rupanya Dan 😛
    asyeeekk…punya editor pribadi 😉 tengkyu ya

    Reply
  7. yustha tt

    jadi dilanjutin dengan ide sendiri nih??
    Lanjooooot Teh!!
    ___
    Iya nih Tt chan, jd dilanjutin sendiri aja 🙁

    Reply
  8. LJ

    cisangkuy memang pelopor kafe yoghurt pd jaman dulu.. emak sering pesan yoghurt leci, dulu dikasih buah lecinya lumayan banyak.. enak banget, Rin..!

    setting berikutnya.. Taruko..! wkwkkkk.. gak ding.. sekitaran bandung, hutan pinus jayagiri ajah.. 😛
    ___
    Ehem…sepertinya eMak punya cerita tersendiri nih tentang yoghurt Cisangkuy hihihi…
    hutan pinus Jayagiri? pernah hiking ke situ pas naik ke tangkuban parahu

    Reply
  9. monda

    setting Bandung juga ?
    he..he…banyak nyasarnya mah kalau di Bandung ..nggak bisa kasih saran…
    atau tiba2 ingat .. setting Villa Isola….
    judul?.. terserah Orin ah..nyerah
    ___
    Villa Isola? hmm… bisa dijadikan tempat tnggalnya Seruni tuh BunMon hihihi… tengkyu ya^^

    Reply
  10. Lidya

    judulnya kentang sosis aja rin hehehe. duh jadi mas ghaninya mau dinikmati sendiri dulu ya 🙂
    ___
    Nah kan, skrg jd kepengen kentang sosis hihihihi

    Reply
  11. pnckvc

    Cisangkuy.. hmm..
    ___
    🙂

    Reply
  12. Arman

    gua juga mau dong yogurt cisangkuy!! hahaha
    ___
    qiqiqiq….jadi banyak yg mupeng 😀

    Reply
  13. Evi

    Sayang yah Teh tereliminasi padahal cerita mas Ghani dan Kak Seruni ini seru nian..Gak sabar deh nunggu kelanjutannya . Apa tuh yg dipikiran Mas Ghani, ayuh cepetannnnn…
    ___
    hehehe….mudah2an kelanjutannya bs tetap seru ya tante 😀

    Reply
  14. Akhmad Muhaimin Azzet

    kalo saya nulis kayak gini, langsung lapperrrr deh, hehehe…. [bagus ceritanya, Mbak]
    ___
    Terima kasih pak ustadz^^

    Reply
  15. saidah

    Aku ngelap iler ajah mupeng yoghurtnya sambil nunggu crita lanjutannya hihihihihiii
    ___
    eyampun, knp jd pada kepengen yoghurt ya? hehehehe

    Reply
  16. nurlailazahra

    Perkebunan Teh
    dg judul: “Berbincang dengan Hati”

    hihihihi…….ga pa2 tereliminasi, hal itu bukan indikasi kalau kita kalah, hanya memang masih ada yg lebih baik dari kita. Asal tetap semangat, semua orang bisa menjadi yg terbaik tanpa harus menang 😀
    ___
    Berbincang dengan hati? wah menarik nih Sarah, tengkyu ya 😉
    permainan ini emang ga ada yg menang/kalah sih Sarah, hari minggu aku ga ngerjain ‘tugas’, makanya dieliminasi deh hihihihi

    Reply
  17. uni

    seger klo siang2 makan yoghurt 🙂
    ___
    iyaa…yoghurt dingin pas bgt diminum siang2 begini ya 🙂

    Reply
  18. ~Amela~

    ayo teteh semangat ngelanjutinnya..
    kalau ga dilanjutin nanti malah banyak yang kecewa lhoo..
    cerita berikutnya coba berkaitan dengan nama hewan teh, heheheh
    ___
    hoh? nama hewan Mel? *berpikir keras* hihihihi
    eh? banyak yg kecewa ya? *blushing* 😀

    Reply
  19. kakaakin

    Semangat nulis ya, Rin!
    Aku lagi lesu 🙁
    ___
    Itu dia Ka, aku inih mesti ‘dipecut’ mulu 🙁

    Reply
  20. kids party

    i love yogurt…yummy…
    ___
    hehehehe

    Reply
  21. tips merawat payudara katalogibu.com

    Emang beda yoghurt cisangkuy sama yang lain apa?

    Reply

Leave a Reply

%d bloggers like this: