Rindrianie's Blog

Suwarga nunut neraka katut

Pepatah jawa ini saya peroleh dari dosen kritik sastra saya beberapa hari yang lalu, menurut Pak Agustinus Heriyana -salah satu dosen faforit saya yang seorang Jawa banget dan katolik taat-, makna harfiah dari pepatah tersebut adalah “masuk surga menumpang, masuk neraka terbawa”. Pepatah Jawa zaman dulu yang lebih berkonotasi negatif, memposisikan para istri -wanita pada umumnya- merupakan second citizen alias pendamping yang hampir tidak memiliki hak a.k.a kaum inferior di dunia patriarkal, yang selalu meng-attach pada suaminya.

Tentu hal ini sudah tidak banyak berlaku lagi di masyarakat kita ya. Terlepas dari feminisme maupun paham-paham lainnya, saya pikir kita hidup dalam sebuah dunia yang sudah sanggup me-manusia-kan manusia lainnya, tidak peduli apakah dia berkelamin pria atau wanita, atau perannya di masyarakat.

Saya menuliskan pepatah ini di buku catatan saya, pertama karena saya suka saat Agus sensei mengucapkannya, medhok dan tidak bisa saya tirukan he he. Yang kedua, karena entah bagaimana, saat Sensei mengatakan pepatah ini saya teringat akan suami -Pak Rahman Apriyanto itu- saya 🙂

Mungkin, pepatah yang baru saya dengar itu telah menyentuh alam bawah sadar saya, membuat saya berpikir tentang hubungan surga dan neraka, dengan saya dan suami saya. Bingung? Ya…ya…memang sedikit membingungkan heuheuheu.

“Surga dibawah telapak kaki Ibu”, hafal diluar kepala kalimat ini ya? Rasanya dari kecil kita sudah di’doktrin’ akan ajaran ini.  Ibu itu siapa? selalu dan pasti wanita kan? Saya wanita, maka suatu saat saya akan menjadi seorang Ibu (Amiiin..), maka saya bisa berkuasa karena surga berada dibawah telapak kaki saya. Hmm… agak-agak seram kesimpulan saya ini he he

Lantas, bagaimana dengan letak surga bagi para wanita? Bagi mereka yang sudah menikah, saya menemukan hadits berikut sebagai rujukan “Wanita yang taat berkhidmat kepada suami nya akan tertutup pintu-pintu neraka dan terbuka pintu-pintu syurga. Masuklah dari mana-mana pintu yang dia kehendaki dengan tidak dihisab.” Wow, amazing ya. Subhanalloh.. Alangkah mudahnya 🙂

Kembali pada suwarga nunut neraka katut itu, saya jadi melihatnya dari sudut ini, bahwa ketaatan seorang istri pada suaminya lah yang akan ‘membawanya’ ke surga -terlepas dari kualitas si suami yang ahli surga atau ahli neraka-.

Semoga analisa ini tidak ngaco atau ngawur ya 🙂 Dan semoga saya bisa masuk surga lewat pintu manapun karena suami saya selalu ridho terhadap saya. Amiiiinnn…

0 Comments

  1. agustinus

    hehehe, namaku disebut. selamat nge-blog Bu

    Reply
  2. kahlil gb

    Assalamualaikum ukhty..
    Tentang suargo nunot neraka katot bgmn itu bs trjd jika is3nya sholekhah smentara pihak suami bejat(slingkuh,main prmpuan n mlakukn kkerasn fisk pd suami?

    Reply

Leave a Reply

%d bloggers like this: