Rindrianie's Blog

A New Beginning

Another re-post. Tulisan ini dibuat tepat 1 tahun lalu, tanggal 20 Desember 2009. Membaca kembali mengingatkan saya akan 2 hal :

  1. I am always a dreamer, now and then. And I am so proud of it. Lebay ya hihihi…

  2. Saya masih belum mengaplikasikan kalimat “tugas kita bukan untuk berhasil, tapi untuk mencoba”, saya masih penakut, saya masih omdo (baca : omong doang) no action, saya masih peragu, saya masih belum memantaskan diri bagi doa saya. Too bad 🙁

Well, saya tidak ingin menamainya sebagai resolusi atau semacamnya, saya hanya ingin memulai (kembali) dari tempat saya berada. A new beginning…

Wish me luck, Pals 🙂


Dear Sahabat, semoga sapa saya menjumpai Anda yang selalu dalam penjagaan Beliau Yang Maha Melindungi.

Bermimpilah, maka Tuhan memeluk mimpi-mimpimu

Apakah Sahabat merasa tak asing dengan kalimat ini? Ya, tepat sekali. Kalimat tersebut diucapkan seorang ‘Arai’, tokoh dalam novel dan film berjudul sama ‘Sang Pemimpi’. Arai, seorang anak melayu miskin yang tak mengizinkan keterbatasan membatasi mimpinya, yang begitu berani bermimpi besar, dan membesarkan dirinya sehingga pantas bagi mimpi itu.

Sahabat yang damai hatinya, sudahkah kita bermimpi?

Lantas, sudahkah mimpi itu tercapai?

Masih banyak diantara kita yang bahkan tak cukup berani sekedar untuk bermimpi, bukan?

Dalam sebuah seminar yang saya ikuti beberapa waktu yang lalu, Pak Mario Teguh membagikan pada kami yang berbahagia, sedikit perjalanan hidupnya.

Bahwa dulu beliau adalah seorang anak sederhana yang berkekurangan, menggoreng tempe dengan air, bahkan berbaju lebaran dengan gorden kamar, tetapi beliau memilih untuk menjadikan rasa sedih dan sakit hatinya itu sebagai pemicu besar untuk kehidupan yang lebih baik.

Bahwa sebagai siswa SMU yang menerima beasiswa ke Amerika, beliau pun pernah sangat ‘udik’ dan ‘ndeso’, tetapi terus menerus belajar banyak hal. Menurutnya, seseorang itu tidak perlu pintar untuk sukses, hanya perlu tahu banyak. 

Bahwa bath tube beliau dulu berwarna hijau terang bermerk ‘lion star’ (baca : ember), tetapi beliau tahu itu hanya sementara, karena beliau tidak pernah berhenti berupaya menjadikan dirinya pribadi yang dibutuhkan banyak orang, tidak hanya disukai.

Sahabat yang berbahagia, Andrea Hirata telah menjadi salah satu penulis kesukaan saya dengan tetralogi Laskar Pelangi-nya. Keempat novelnya, -yang walaupun fiksi tetapi memang dilatarbelakangi oleh kehidupan nyata beliau-, begitu menginspirasi saya. Membuat saya terus memelihara impian-impian saya, dan berupaya terus mewujudkannya.

Dan Pak Mario Teguh, bagi saya adalah wujud ‘Arai’ dalam kehidupan nyata, ‘Arai’ yang bisa saya jabat tangannya, ‘Arai’ yang bisa saya dengar langsung nasihatnya. Seorang ‘Arai’ yang telah berani meminta pada Beliau Yang Maha Mengabulkan, dan kemudian memantaskan diri untuk doa tersebut.

Permintaan dan Kepantasan, adalah pasangan dari sebuah ‘doa’

(Mario Teguh, Life Changer)

Sahabat yang Super, baru beberapa hari saja Tahun Baru Hijriah 1431 berlalu, dan tak lama lagi pun tahun baru Masehi 2010 segera menjelang. Apakah kita masih saja membuat resolusi, rencana, atau target yang tetap sama setiap tahunnya karena memang belum bisa terwujud?

Bagaimana jika kita memulainya dengan sesuatu yang baru? Sebuah circle of life yang telah dibuktikan banyak orang. Dengan bermimpi, memberi tanggal pada mimpi itu untuk menjadikannya sebuah cita-cita, membuat rencana dengan memampukan diri bagi impian tersebut, dan ikhlas membangun harapan yang tinggi sebagai tanda keberserahan diri pada Beliau Sang Pemungkin.

Bukankah tugas kita bukan untuk berhasil, tetapi untuk mencoba?

Sahabat yang kecemerlangan hidupnya telah dijanjikan Tuhan, mari kita pantaskan diri untuk setiap impian yang kita mintakan pada Beliau Yang Maha Mendengar.

Semangat yaa….

Jakarta, 20 Desember 2009

Leave a Reply

%d bloggers like this: