Rindrianie's Blog

All I Ask

Masih episode telat nih. Setelah telat menonton (dan suka banget) sama film Before We Go, saya telat tahu (dan kemudian suka banget juga) sama album 25-nya Mbak Adele!! sok ikrib banget yah manggil mbak qiqiqiqi.

Jadi selain lagu Hello, ya paling lagu berikutnya yang saya tahu di album terbaru -yang sebetulnya sudah lama juga sih ya, November 2015 bok!- When We’re Young itu saja. Suara Adele yang khas itu emang juara ya. Meskipun liriknya itu terkadang … apa ya, bukan agak lebay sih, tapi lebay beneran halah.

Pasti tahu lagu pertamanya baheula itu kan, yang Someone Like You? Meni susah move on banget kan ya liriknya hihihihi. Saya ingat betul zaman saya baru ngejomblo, terputarlah lagu itu dari laptop, terus sahabat saya ngomel-ngomel dong, “ngapain dengerin lagu kayak begitu? Awas ya jangan terinspirasi Adele sampe nyari-nyari cowok baru yang mirip banget sama mantan!” hahahaha. Lebih heboh sih sebetulnya sahabat saya itu ngomel-ngomelnya, padahal mah saya dengerin lagu itu karena ya emang suka aja kan, nggak ada maksud lain atau apa.

Kembali ke album 25, Lagunya enak-enaaaaak, udah seminggu ini saya belum bosan, terus weeeeeh diputerin si album itu pergi-pulang kantor. Send My Love, Turning Table, Sweetest Devotion. Bahkan lagu ada beberapa lagu yang sangat saya suka hingga bisa diputar 2-3 kali balikan. Misalnya Remedy, dan seperti judul postingan ini, All I Ask.

Meskipun mbak Adele ini orang Inggris yang cenderung lebih mudah dimengerti pelafalan bahasa Inggrisnya, tetep weh kadang saya tidak bisa mengerti secara utuh keseluruhan isi lagunya. Jadilah tanya Om Gugel, dan ampuuuun ya liriknya.

I will leave my heart at the door
I won’t say a word
They’ve all been said before, you know
So why don’t we just play pretend
Like we’re not scared of what is coming next
Or scared of having nothing left

Look, don’t get me wrong
I know there is no tomorrow
All I ask is

If this is my last night with you
Hold me like I’m more than just a friend
Give me a memory I can use
Take me by the hand while we do what lovers do
It matters how this ends
‘Cause what if I never love again?

I don’t need your honesty
It’s already in your eyes
And I’m sure my eyes, they speak for me
No one knows me like you do
And since you’re the only one that matters
Tell me who do I run to?

Look, don’t get me wrong
I know there is no tomorrow
All I ask is

If this is my last night with you
Hold me like I’m more than just a friend
Give me a memory I can use
Take me by the hand while we do what lovers do
It matters how this ends
‘Cause what if I never love again?

Let this be our lesson in love
Let this be the way we remember us
I don’t wanna be cruel or vicious
And I ain’t asking for forgiveness
All I ask is

If this is my last night with you
Hold me like I’m more than just your friend
Give me a memory that I can use
Take me by the hand while we do what lovers do
It matters how this ends
‘Cause what if I never love again?

Gimana? Kesian banget kan liriknya? 😀

Kenapa saya sedikit ‘tersentuh’ oleh lagu ini, adalah karena salah seorang sahabat saya sedang mengalami persis seperti yang diceritakan dalam lagu. Mencintai sahabatnya yang -sayangnya- mencintai perempuan lain. Pediiiih, sodara-sodara. Hampir tiap hari kami chat, saya cukup bisa mengerti (meskipun terkadang masih gagal paham) tentang mencintai sahabat itu. Mungkin karena saya belum pernah mengalami naksir berat sama sahabat sendiri ya, tapi saat ini saya merasa menyayangi AM seperti layaknya sepasang sahabat dekat. Bingung? Iya sama saya juga hahaha abaikan.

Jadi demikianlah temans, kasus ‘all I ask’ ini rupanya terjadi di kehidupan nyata. Tapi ya balik lagi, toh hidup memang berisi pilihan keputusan-pilihan keputusan yang kita ambil. Life goes on, entah sesuai dengan keinginan kita atau tidak, iya kan ya? nyari temen. Dinikmati ajalah ya.

Ya sudah begitu saja postingan teu pararuguh hari ini. Jangan lupa ikutan  giveaway yaa hehehe.

Have a great life, Pals ;).

 

 

2 Comments

  1. Agung Rangga

    di album 25 ini, lagu favorit saya “Love In The Dark”. suka sama musik latarnya yang ala-ala orkestra, dan liriknya yang…uhuk…pernah saya rasakan sendiri. ?

    Reply
  2. nyonyasepatu

    sedih banget liriknya yaa 🙂

    Reply

Leave a Reply

%d bloggers like this: