Rindrianie's Blog

Am I?

Baiklah saya mengaku, di sela-sela bekerja saya kerap kali BW ke blog teman-teman pssttt…. ga usah bilang-bilang boss saya ya.
Ini adalah salah satu upaya saya untuk tidak jenuh dalam bekerja, jadi bukan pembelaan ya hihihi… maksud saya, prioritas utama tentunya bekerja, dan intinya pekerjaan beres walaupun diselingi BW-chating-fesbukan-etc, kan? Saat BW itu pula sering kali saya menemukan ide tulisan, dan akan dengan sistem kebut seperti biasa, menuliskannya saat jam istirahat. Seperti postingan kali ini.

Saya berkunjung ke rumah sosok itu, yang memposting ‘Gadis Tomboy’ dan Dek Anin -sang putri- yang juga tomboy. Itu membuat saya berkelana jauh ke masa kecil dan episode-episode hidup saya yang penuh liku itu gubrak.

Adik pertama saya -yang berjarak 4 tahun dari saya- adalah laki-laki, maka seringkali Mamah saya membelikan kami baju yang sama, pasti berupa celana dan kaos atau kemeja lah yaa, karena tidak mungkin adik saya ber-rok ria, bukan? sementara kalau saya kan masih tetap cantik dengan celana jeansΒ  (hihihi…). Walaupun banyak juga pakaian berpita ber-renda atau berwarna pink dan sejenisnya itu. Tapi di kemudian hari saya memang lebih suka dengan ber-celana (pendek atau panjang) dan kaos itu. Kenapa?

Karena saya seringkali ikut main layangan dengan adik saya dan Bapak di sawah. Karena saya suka memanjat pohon jambu dan pohon mangga yang ada di halaman rumah kami. Karena saya sering bermain kelereng dengan anak-anak tetangga yang semuanya pria. Karena saya suka bersepeda ke sana ke mari. Karena saya suka beramai-ramai berenang (baca : sekalian mandi) di sungai. hihihihi….

Tentu saja saya pun memilik banyak teman perempuan. Main boneka atau masak-masakan, bahkan main rumah-rumahan, tahu duunkk…bermain peran seperti itu lho. Daan…seringkali saya berperan sebagai tokoh ‘ayah’ atau ‘suami’, karena hanya saya sendiri yang bercelana panjang seperti pria di antara teman-teman cantik jelita itu.

Dari kelas 3 SD hingga lulus SMP, saya bersepeda ke sekolah. Masa itu sepeda santai sedang sangat nge-trend di kampung saya. Hingga Bapak saya memiliki pekerjaan sampingan berjualan sepeda-sepeda bermerk Mustang, Federal, BMX, dan lain sebagainya. Saya sering bergonta ganti sepeda, karena jika ada pembeli yang naksir sepeda saya, maka sepeda itu pun akan terjual dengan sukses, dan saya bisa segera memiliki sepeda baru hahaha…

Hal ini membuat sepeda yang saya miliki beragam, dari yang stang-nya melengkung mirip tanduk domba itu, hingga yang berkeranjang di depan. Sepeda yang paling awet saya miliki (bahkan masih ada hingga sekarang), adalah sepeda balap Mustang hitam dengan palang lurus (bukan yang miring, biasanya dipakai laki-laki), dengan setang tanduk yang saya ganti menjadi lurus. Errr… agak susah menaikinya saat saya memakai rok SMP, tapi teteuuup, kemana-mana saya memakai sepeda itu πŸ˜€

Kelas 5 SD, saya belajar menari, yang saya pelajari adalah tari klasik Sunda. Jadi jangan bayangkan saya memakai kebaya dan ber-jaipong ria ya. Mungkin sahabat ada yang mengenal tari Sekar Putri, Anjasmara (maaf, bukan Asmarandana seperti sebelumnya, saya salah ingat he he) atau Kandagan? Bayangkan saja tarian ini seperti wayang orang atau pertunjukan ketoprak, kostumnya persis seperti itu. Tarian Sekar Putri menceritakan sekumpulan putri di kayangan yang sedang bermain-main di taman. Anjasmara berkisah tentang seorang putri yang tengah mempercantik diri demi memikat pangeran (Anjasmara) sang pujaan hati. Kedua tarian ini berkostum bak putri-putri kayangan yang anggun cantik mempesona.

Sementara Kandagan adalah tarian tentang seorang putri kstaria yang menunjukkan pada dunia bahwa dia pantas untuk pergi berperang. Satu-satunya tarian yang berkostum memakai celana, bahkan ada sebuah keris terselip di belakang yang digunakan sebagai salah satu adegan tari. Sudah bisa ditebak kan saya lebih suka menari yang mana? hehehe. Dan menurut pelatih tari saya, jarang ada penari yang bisa menarikannya dengan bagus, dan saya adalah sedikit dari orang yang bisa dengan betul memainkannya bangga. Itu karena -menurut beliau- saya memang sangat gagah hiks…hiks….

Masuk SMP, zaman itu NBA masuk ke kampung kami. Walaupun Mamah saya melarang keras karena menurut beliau basket adalah olahraga ‘cowok’, saya tetap ikut tim basket sekolah, bersepatu dan berkostum khas pemain basket, punya tas bergambar tim Chicago Bulls, dan mati-matian berlatih lay up shoot a la Michael Jordan. Hobi ini berlanjut hingga SMU, dan membuat rok-rok saya berada di tumpukkan paling bawah lemari karena teramat sangat jarang dipakai. Sepatu saya selalu sepatu kets. Bahkan saat (semacam) ‘prom nite’ di sekolah saya, saya tidak memiliki baju ‘wanita’ yang bisa dipakai dalam acara itu, dan harus meminjam ke teman-teman saya. Baju atasan pinjam si A, rok pinjam ke si B, high heel pinjam si C hehehehe.

Di SMU juga saya ikut ekstra kurikuler Teater. Yup, saya belajar menjadi pemain drama. Dan believe it or not, saya seringkali memainkan peran sebagai pria dalam karier per-teater-an saya itu ! halah. Bagaikan de javu dari permainan rumah-rumahan semasa kecil itu. Kenapa saya yang cantik-manis-imut ini diberi peran sebagai pria? Karena menurut sang sutradara, saya cocok dan pas memainkannya. Entah saya harus tersipu atau tersinggung dengan fakta itu ups.

Saat kuliah, teman-teman terkaget-kaget saat saya muncul di suatu pagi yang indah dengan busana muslimah dramatis banget seh :p, kekagetan mereka bisa dimengerti, karena (mungkin) adalah sebuah hil yang mustahal melihat si Orin tomboy yang berjilbab manis ya he he.

(Haduuuuh, udah jam 1 lewat, tapi tanggung sedikit lagi. Diteruskan saja ya qiqiqiqiq).

Nah, dengan semua cerita ngacapruk saya di atas, apakah saya berkategori si gadis tomboy itu??? Ah, tidak penting sodara-sodara, saya percaya dan bersyukur saya adalah seorang wanita yang ‘cantik’, apapun definisi cantik itu sigh.

Happy Thursday, Pals πŸ˜‰

0 Comments

  1. Monda

    Tp sekarang berbusana muslimah, kan udah nggak tomboi lagi kan? Istirahat sambil ngeblog, makannya kapan Rin?

    Orin : Errrr… ‘sikap’nya masih kyknya Bun dikit2 hihihihi. makannya ngebut jg Bun, 15 menit cukup kok πŸ˜€

    Reply
  2. bintangtimur

    Hihihihi…yang penting tetep cantik ya, Rin!

    *mau dong dilihatin foto Orin yang lagi lay up shoot ala Michael Jordan itu*
    πŸ˜›

    Orin : Sepakaaaat hihihi.
    Whuaa…entah kemana putu2 itu Bu πŸ˜€

    Reply
    1. niQue

      tapi dikirim via email japri aja kali ya mba Ir πŸ˜€
      klo dipajang di blog huaaaa ….
      emang boleh? Kan udah berhijab sekarang πŸ˜€

      Orin : Iya Kak, kecuali foto waktu kecil kali yaa…walaupun belum berhijab boleh dipublish hihihihi

      Reply
  3. Mabruri Sirampog

    satu lagi, bisa berantem ga bun?? πŸ˜€

    Orin : waktu SMP pernah belajar silat Mab, tapi untuk seni, bukan bela dirinya, jadi ga bisa berantem heuheu

    Reply
    1. niQue

      ah pertanyaan ini menohok saya, emang klo bisa berantem itu sama dengan tomboy?

      Orin : iya kak, aku jg malah pengen bisa taekwondo, sempet daftar tapi ga jadi ikut *lupa kenapa*

      Reply
      1. Lyliana Thia

        Haii,.. bela diri kan utk olahraga… hihihi… dan nggak mesti yg hobi bela diri itu tomboy πŸ˜€

        aku dulu pernah ikut karate sebentar, walau aku org netral (bukan tomboy, bukan feminim)… aku punya senpai cewek yang cantik dan feminiiim banget… padahal udah sabuk hitam! hihihi…

        Orin : Wuiiih…keren banget si senpai ituh mba Tia…

        Reply
  4. anny

    Dulu anak tomboy itu orang paling keren ya πŸ˜€
    dan banyak disukai he..he…selain gayanya nyentrik juga kemandiriannya

    Orin : *terssapu2* hihihi…

    Reply
  5. niQue

    predikat tomboy ato tidak, selama kita bertingkah positif, sah2 saja πŸ˜€ makin bnyak julukan makin terkenal bukan xixixi
    yang penting, jangan sampai menyimpang aja ‘itu’nya hahaha

    Orin : Sepakat Kak, keknya dulu aku jg lumayan terkenal lho *halah*
    Ish…. Kak Niq, banyak anak kecil neeeh. *emang maksutnya apaan sih?* hihihihi

    Reply
  6. Puteriamirillis

    kayanya bakalan ga suka mbak orin deh kalo dulu kenal,,hihi *kabooorrr…

    Orin : hahaha….masa sih Puuut :p

    Reply
  7. Bang Aswi

    Hihihihihihihi …
    Nanti gedhenya Anin kayak Orin gak ya?
    *menerawang*

    Orin : waduh…jangan bang, Dek Anin harus jauh lebih baik dari Orin *tumben bijak* πŸ˜€

    Reply
  8. phiy

    dulu aku jg ga cewe-cewe amat. Main layangan di genteng sampe item, mainnya juga sama sodara-sodara cowo krn emang yg ada cuma mereka πŸ˜€

    Orin : Toss ah sama mba Phiy. Main layangan itu emang seru bgt ya mba Phiy πŸ˜‰

    Reply
  9. bundamahes

    aku juga dibilang gitu lho Teh! bahkan yang bilang si suami sendiri -_-”

    Teh Orin tomboy?! dikiiiit…. πŸ˜›

    Orin : Oops, suamiku jg bilang gitu sih Bun. banyak jg gpp kok hihihihihi

    Reply
  10. melly

    mbaaa
    masa kecilnya indah banget, sedikit sama dengan saya

    apalagi yg dibagian ini ” Karena saya seringkali ikut main layangan dengan adik saya dan Bapak di sawah. Karena saya suka memanjat pohon jambu dan pohon mangga yang ada di halaman rumah kami. Karena saya sering bermain kelereng dengan anak-anak tetangga yang semuanya pria. Karena saya suka bersepeda ke sana ke mari. Karena saya suka beramai-ramai berenang (baca : sekalian mandi) di sungai. hihihihi…

    seruuuu..seruu
    ke sekolah naik sepede pun seru

    Orin : Toss ah sama Melly πŸ˜‰ Alhamdulillah masa kecil kita seru ya he he

    Reply
  11. Lyliana Thia

    Aaah masa’ sih tomboy = lesbian (ini baca di blognya Bang Aswi)…

    Keknya gak juga yah Rin.. Orin bukan “itu” kan? ehehehee…

    *just kiddiing

    happy thursday too.. lusa is weekend… semangaaat!

    Orin : Hiiiy…bukan “itu” dunk mba Tia, tapi dulu teman kuliah memang ada yg begitu mba, tomboy abis dan ternyata…. hiks *semoga sekarang udah ga*

    Reply
  12. Desita Hanafiah

    Heheh teh Orin, hobi kita sama, dulu saya juga suka bersepeda, sehingga waktu SD kaki saya penuh luka bekas jatuh dari sepeda, tapi saya gak tomboy kaya teh Orin πŸ˜€

    Orin : Wah…sama itu, zaman kecil itu kakiku jg hancur lebur bekas jatuh2 dari sepeda hihihihihi

    Reply
  13. Gaphe

    iya deeh cantik koqq.. udah ada suami yang mengakui *Plaak..

    heey.. ternyata masa kecil kita nggak jauh beda yah?.. tapi saya nggakk belajar nari siih.. dulu belajar drumband malahan.

    Orin : whuahahaha…. emang aku cantik kok, wew qiqiqiq..
    drumband? aku jg pernah belajar mas Phe, waktu SMP, tapi ga sempet perform πŸ˜€

    Reply
  14. choirul

    emang kalau tomboy salah ya? yang penting menurut saya adalah wanita beneran, bukan jadi-jadian….

    Orin : ups? wanita jadi2an? di Thailand banyak lho hihihihi

    Reply
  15. Sofyan

    semua pasti berubah kok kak,,tapi anak tomboy tuh asyik juga lo,,hehehe

    Orin : Sofyan ga tomboy kan? hihihihi *peace ah*

    Reply
  16. ais ariani

    Teteh ikut drama?kok sammma… aku juga dulu ikut drama! ikut basket juga? sammmaaa aku juga! bedanya aku gak ikut belajar tari klasik
    πŸ™‚
    tapi aku belajar nari dikit lah pas awal-awal kuliah dan berhenti karena menyadari aku berbadan kaku. hahahahahha…

    ah jadi pengen bikin postingan soal ke ‘tomboy-an ku. terinspirasi nih. hihihihihi…

    Orin : Nah, itu dia Is, si ‘kaku’ itu yg membuat aku bagus nari Kandagan hihihihi… Sok lah ditunggu postingan tomboymu πŸ˜‰

    Reply
  17. yadiebaroos

    kelakuan boleh tomboy, tapi hati tetap feminim ya khan?
    BTW hobi kita sama ya, ngantor sambil BW…hehehe

    Orin : Yang penting saya wanita Pak he he. Toss ah kita hobinya sama πŸ˜‰

    Reply
  18. arman

    yah people change lah ya… yang dulunya tomboy gak akan selalu selamanya tomboy kan… πŸ™‚

    Orin : Sepakat mas πŸ˜‰

    Reply
  19. jasmineamira

    teh orin cantik kok πŸ˜‰ *padahal blm pernah ketemu πŸ˜€

    aku waktu SD jadi penari Sekar Putri loh πŸ˜‰

    Orin : whuaa….ketemu sesama penari, salaman ah *halah*

    Reply
  20. tunsa

    mbak..mbak..bangun..udah hari jumat nih.. :mrgreen:

    **
    bukan ngimpi kan? memang sekarang jadi wanita cantik, terbukti sudah ada yang nyantol, πŸ˜€
    Bersyukurlah bu, masih diberikan hidayah untuk berpakaian muslimah, banyak yang nggak (belum) mendapatkan hidayah itu.

    salam.

    Orin : Hah?? udah hari jum’at ya?? *gubrak*
    Iya Ri, Alhamdulillah ya πŸ™‚

    Reply
  21. gerhanacoklat

    gak papa dek yang penting kerjaan selesai mau sambil ngapain juga ya kan?
    btw awak mau juga lah menari lagi

    Orin : Sepakat Kak πŸ˜‰ Whuaa…kakak suka nari apa kah?

    Reply
  22. nia/mama ina

    hahh…belum bisa ngbayangin Orin dulunya tomboy…soale skrang cantikk bangettt….suerrr…ngga bohonggg

    Orin : Wahai sodara2 sekalian, silahkan simak pernyataan mba Nia ini, Orin cantik banget katanyaaa…huaaaa…. *jingkrak-jingkrak di atas genteng*

    Reply
  23. Susindra

    Mbak Orin pake difinisi cantik yang manapun jawabannya tetap cantik, kok.
    Kalo jaman dulu tomboy, yang penting kan sekarang, ya.
    Btw, sama nih seperti Susi, suka curi2 waktu tuk BW.

    Orin : salaman dulu ah sesama orang cantik *hihihi…*.

    Reply
  24. ceritabudi

    Meskipun tomboy, tapi sifat kewanitaannya masih tetap kan? ngak apa mbak…kalau cerita pengalaman dari kecil sampai kita seperti sekarang ini pasti seru ya mbak

    Orin : Betul sekali Bli, mengingat masa kecil itu seru banget, sangat antusias waktu kemarin saya menuliskannya πŸ™‚

    Reply
  25. Emanuel Setio Dewo

    Lha kakak2 adik daku perempuwan. Pernah dapat pinjeman sepatu rada feminin dari kakak gara2 sepatuku jebol. Akhirnya brantem deh di sekolah karena diledekin, hihihi…

    Untungnya daku ngga jadi tomgirl, hehehe…

    Salam hangat dari Makassar

    Orin : Wah? kebalikannya ya mas hihihi…

    Reply
  26. nh18

    Memakai jilbab kan bisa berjiwa tomboy juga ya ?
    hahaha

    Yang jelas …
    Saya tetap dengan pendapat saya semula …

    Orin itu lebih indah penampakan aslinya … !

    Salam saya Orin …

    Orin : Hihihihi…ci Om keukeuh pisan. makasih ya Oooom πŸ˜‰

    Reply

Leave a Reply

%d bloggers like this: