Rindrianie's Blog

Amba dan Pulang

*Warning : bukan resensi atau review novel ๐Ÿ™‚

2013-08-19 14.03.30

Amba dan Pulang, di atas meja kerja saya di kantor yang berantakan ๐Ÿ˜›

Itu adalah dua buah judul novel yang saya selesaikan beberapa waktu lalu. Dua-duanya ditulis oleh penulis perempuan, dua-duanya bersetting (berkisar) pada tragedi 1965, dua-duanya memasukkan unsur pewayangan dalam ceritanya, dua-duanya tipe novel yang membuat ‘candu’.

Nah, berhubung saya memang tidak sedang mencoba membuat review, tulisan ini semata-mata adalah ‘kesan’ saya setelah membaca keduanya.

Amba

Seperti judulnya, tokoh utama novel yang ditulis Laksmi Pamuntjak ini bernama Amba Kinanti, seorang wanita jelita bermata kenari yang berasal dari sebuah desa bernama Kadipura di Jawa Tengah. Lantas kemudian dia tak sengaja bertemu Bhisma Rashad, seorang dokter lulusan Universitas Karl Marx, Leipzig Jerman Timur di rumah sakit Kediri. Seperti sudah bisa diduga, mereka berdua jatuh cinta, padahal Amba sudah bertunangan dengan Salwani Munir, dosen muda yang mengajar di Gadjah Mada. Tapi seperti dalam kisah pewayangan, Amba memilih Bhisma sebagai kekasihnya.

Berikutnya, sebuah penyerangan di Yogya di tahun 1965 membuat mereka terpisah, berakhir dengan ‘kepergian’ Bhisma ke Pulau Buru, dan tak pernah meninggalkan tempat itu hingga akhir hayatnya. Tak bisa menemukan Bhisma, Amba kemudian pergi ke Jakarta. bertemu dengan Adalhard lantas menikah dengannya. Saat Adalhard meninggal dunia, dia bersama Zulfikar -teman Bshima saat di Buru- bertemu dengan Samuel yang kelak menjadi guide mereka di kapal Lambelu menuju Namlea, demi menemukan Bhisma di Pulau Buru, hidup atau mati.

Novelย setebal 491 halaman ini alurnya melompat-lompat, berawal dari 2006, saat Amba baru datang di Buru, kemudian mundur ke tahun 1956-1965 yang menceritakan kehidupan Amba di Kadipura, sebelum akhirnya dia berpetualang ke Yogya untuk kuliah bahasa Inggris di UGM, lantas kembali ke tahun 2006, bahkan berakhir di pameran Srikandi, anak perempuan Amba. Menggunakan Point of View orang ketiga, hampir semua tokoh ini sempat ‘bercerita’, walaupun banyak juga cerita yang disampaikan dalam bentuk surat.

Saya cukup lama menyelesaikan novel ini, mungkin sekitar 2 bulan, selain karena saya memang suka ‘loncat-loncat’ saat membaca buku (maksudnya tidak dihabiskan satu judul terlebih dulu sebelum mulai membaca judul lain), novel ini juga -bagi saya- terlalu berat, karena banyak istilah-istilah politis di dalamnya. Jadi walaupun saya penasaran apa yang terjadi selanjutnya, ada sedikit rasa sungkan (baca : males hihihihi) saat harus bertemu dengan informasi-informasi yang sanggup membuat saya mengerutkan kening.

Tapi untungnya, banyak juga ilmu-ilmu lain yang saya peroleh saat membaca novel ini, selain belajar sejarah tragedi 1965 dan Pulau Buru, juga belajar bahasa Jerman, menikmati cerita pewayangan Mahabrata hingga ikut-ikutan membaca serat Chentini dan puisi-puisi klasik dunia.ย Owesome! ๐Ÿ™‚

Pulang

Novel ini lebih tipis,ย cuma 449 halaman (dengan ukuran buku yang lebih kecil daripada Amba) dan bisa saya selesaikan hanya dalam 2 hari saja. Selain karena saya membacanya saat masih libur ngantor, novel ini memiliki kekuatan magis *halah* yang membuat saya tidak berhenti membacanya jika tidak sangat sangat sangat terpaksa, padahal tokoh dalam novel ini buanyak, tapi saya merasa punya keterikatan khusus dengan masing-masing tokoh sehingga tidak gampang melupakan mereka.

Tokoh sentral dalam novel ini adalah Dimas Suryo, seorang wartawan yang ‘terjebak’ di Paris karena tragedi 1965 yang tidak memungkinkannya pulang kembali ke Indonesia. Jatuh cinta pada seorang wanita Perancis bernama Vivienne Deveraux, yang melahirkan gadis jelita yang diberi nama Lintang Utara. Saat masih muda, cinta pertama Dimas Suryo jatuh pada Surti Anandari, walaupun Surti memilih menikah dengan Hananto Prawiro, seorang pria pro ‘kiri’ yang sudah seperti kakak bagi Dimas Suryo.

Alur dan setting dalam novel ini juga melompat-lompat. Prolognya bersetting di Jalan Sabang tahun 1968, untuk kemudianย pindahย ke Perancis saat demo mahasiswa di Universitas Sorbonne di tahun yang sama. Lantas melompat (dan kemudian berakhir) di tahun 1998 saat Presiden Soeharto lengser, dan endingnya bersetting di pemakaman Karet.

Dalam novel ini saya belajar bahasa Perancis, tahu berbagai macam kuliner khas Indonesia, cerita pewayangan Mahabrata (lagi), hingga mupeng menjadiย Flaneurย (baca : pengelana) yang menjelajahi Terre D’asile dan Cimetiere du Pere Lachaise,ย Le Grand Palais,ย sungai Seine hingga toko Shakespeare & Co di Paris sana. Bahkan karena restoran ‘Empat Pilar Tanah Air’ (yang memang didirikan oleh eksil politik) betul-betul ada, membuat saya ingin berkunjung ke sana untuk mencicipi ikan pindang serani.

Mungkin karena saya pernah bertemu dengan Leila S. Chudori,ย dan mendengarkan penjelasannya tentang menulis, saya membaca novel ini dengan perasaan yang berbeda. Saya bisa merasakan riset-riset yang dilakukan, atau tajamnya karakter-karakter tokoh yang dikumpulkan. Dan mungkin karena Leila adalah seorang wartawan senior Tempo, informasi-informasi sejarah tentang 1965 maupun 1998 begitu akurat sekaligus tidak terasa ‘berat’ untuk dicerna. Sepertinya saya akan membaca ulang novel ini kapan-kapan hihihihi.

Jadi begitulah temans, jika Anda menyukai novel sejarah, mungkin Amba dan Pulang bisa dijadikan daftar baca berikutnya. Tapi tenang saja (psssttt…rahasia ini mah ya :P), kedua novel ini juga penuh dengan cerita cinta lengkap dengan adegan berkategori (sedikit) ‘panas’ di dalamnya *ups*, jadi tetap bisa dianggap bacaan yang menghibur hahaha.

Nah, novel apa yang terakhir temans baca? ๐Ÿ˜‰

0 Comments

  1. nyonyasepatu

    aku mau beli yang amba. ehh tapi gak berat kan ya? mirip2 ama pulang gak??
    ___
    Beda bgt Non, dua2nya seru sih, dg cara berbeda *halah*

    Reply
  2. bemzkyyeye

    Pinjemmmmmm *teu modal*

    Terakhir baca novel judulnya Milana. Krn sama ky namanya Millie jd gw beli deh tuh novel hahahaha
    ___
    bagus ga Ye novelnya? hayuk kita tuker2an hehehe

    Reply
  3. dani

    eh boleh dicopaskan ga bagian panasnya kayak apa? *tergoda banget buat beli btw Rin, tapi lagi baca No. 1 Ladies dtective agency karena mau dibahas di bookclub. Hihihi..
    ___
    haisyahh, bagian panas kudu dinikmati ketika dingin, Dan, ga boleh dicopas *apaseh* ๐Ÿ˜›
    Hoh? dirimu ikutan bookclub Dan? kereeeeennnn

    Reply
  4. Ahmad Alkadri

    Kebetulan itu novel Pulang sudah berbulan-bulan ada di rak buku saya di rumah… belum sempat dibaca lagi. Jadi pengin baca sampai selesai, apalagi novel Amba itu. Saya selalu senang sama novel yang ada historikal-nya gitu… ๐Ÿ™‚
    ___
    Ayo selesaikaaaan, seru lho. Iya, novel sejarah selalu menarik ya, aku jg suka bacanya ๐Ÿ™‚

    Reply
  5. Aura Ide

    Pulang sudah saya baca, seru sekali aku suka ceritanya!
    ___
    Iya Pak, saya jg pgn baca ulang heuheu

    Reply
  6. Pakies

    wah orang macam saya sudah nggak kuat baca novel tebal kayak gitu, lagian kayaknya nggak punya kesempatan baca-baca. hhh
    Wah di rumah sakit Kediri ? itu kan dekat rumah saya, Teh
    ___
    he he…masih ada ga ya Pak rumah skaitnya sekarang *jadi penasaran*

    Reply
  7. titi esti

    Kapaan yaaa…pas lebaran kmrn. Pinjem punya kakak.
    ___
    tiap hari aku pasti baca sih Teh, walopun cuma 3-5 halaman hihihihi

    Reply
  8. Amin_Gro

    Yang kupikirkan sekarang, berapa harga novel tersebut….bikin tertarik aja…tapi makasih udah dapat cuplikannya…
    ___
    lupa harga tepatnya Pak, sekitar 50-70 ribu ๐Ÿ™‚

    Reply
  9. bebe'

    Aku baru kelar baca The Cuckoo’s Callingnya Robert Galbraith a.k.a J.K. Rowling.. sukaaaa.. ๐Ÿ˜€
    ___
    Wah? jd kepengen baca jg Be

    Reply
  10. ~Amela~

    aku juga ngebut baca pulang, penasaran terus pingin nyelesaiin bukunya..
    kalau amba belum baca,,
    ___
    Seru ya Mel Pulang ๐Ÿ˜‰

    Reply
  11. krismariana

    aku sudah lama pengen baca dua buku ini. tapi kutunda terus belinya. jadi pengen deh sekarang. ๐Ÿ™‚
    ___
    hehehe…selamat membaca nanti yaa ๐Ÿ˜‰

    Reply
  12. noe

    Apaah? 449 halaman dibilang cuma dan tipis? ๐Ÿ˜€ *salut aku kalo beli novel suka liat jumlah halaman dulu, 300 masih okelaah
    ___
    terkadang tambah tebal tambah menantang untuk dibaca mbak hehehehe

    Reply
  13. Bibi Titi Teliti

    Oriiiiiin…
    memang beberapa novel berat suka bikin kita males malesan bacanya yaaah…
    tapi biasanya pasti suka dapet sesuatu dari situ…

    Setiap kali baca novel nya John Grisham tentang hukum, selalu males awalnya…tapi selesai baca…mendadak suka jadi berasa pinter dan keren gitu lho…hihihi…
    ___
    Iya Biiii…kadang suka gitu yah, males, pdhl mah kalo udh beres ya bagus banget ๐Ÿ˜€

    Reply
  14. bundaMaRish

    Teteeeeeeeeeeeeeehhhh…
    kangeeeeeeeeeeeennnnn… :-*
    ___
    Bubuuuuuuun, kangen jugaaak *ketjup*

    Reply
  15. maminx

    membaca kalimat pertama langsung tercengang ” Itu adalah dua buah judul novel yang saya selesaikan beberapa waktu lalu” aku pikir teh orin baru buat n menyelesaikan itu novel ๐Ÿ˜€

    klo saya lagi baca yang “Ranah 3 Warna” teh, he malah curha ya
    ___
    ahahahaha….iya ya Minx, ambigu jg kalimat pertamanya qiqiqiqi.

    Reply
  16. BlogS oF Hariyanto

    cerpen amba sepertinya menarik..membawa tokoh-tokoh pewayangan dalam kehidupan modern….luarbiasa ๐Ÿ™‚
    ___
    Betuuuul, cerita pewayangannya banyak, menarik deh ๐Ÿ˜‰

    Reply
  17. niken kusumowardhani

    Lama nggak baca novel (baca:beli). Kayaknya bisa jadi referensi nih.
    ___
    Mau dipinjemin Bun? hehehe

    Reply
  18. Pendar Bintang

    Lama tak membaca buku sampai tuntas…
    Sebanyak halaman itu Mbak Orin bisa rampung meski lama sih, tetep keren….

    Pulang terlihat lebih menarik ๐Ÿ™‚
    ___
    Kalau Pulang rampung 2 hari aja Han ๐Ÿ™‚

    Reply
  19. chocoVanilla

    Hihihihihi…. dua-duanya sudah kubaca setengah dan dua-duanya pun belum selesai :P: :mrgreen: Aku juga hobi loncat-lontat ๐Ÿ˜›

    Orin, dah baca “Anak Bajang Menggiring Angin” belom? Ini juga keren, setidaknya cara penulisannya ๐Ÿ˜€
    Ada juga “Cantik itu Luka”, aku terjebak. Mungkin ceritanya bagus (lagi-lagi lom selese), tapi sayangnya ada kata-kata jorok yang membuatku ilfil ๐Ÿ™
    ___
    wah…dua2nya belom baca buCho, jadi penasaran kata2 joroknya Eh? qiqiqi

    Reply
  20. Elsa

    naaahh… setelah dipikir pikir, aku lupa kapan terakhir kali baca novel.
    hiks

    jadi pingin beli Amba dan Pulang juga aah
    ___
    hehehe…kalo udh sibuk memang jd lupa baca ya mba ๐Ÿ™‚

    Reply
  21. latree

    aku juga baca 2-2nya. tapi yang pulang belum selesai euy ๐Ÿ™
    ___
    Ayo diberisn mbak Laaa ๐Ÿ˜‰

    Reply

Leave a Reply

%d bloggers like this: