Rindrianie's Blog

An eye for an eye, and the whole world would be blind.

Tunggu dulu, kalimat tersebut belum selesai. Berikut yang lengkapnya :

“An eye for an eye, and the whole world would be blind.  If The other person injures you, you may forget the injury; but if you injure him you will always remember”.

Such another nice quote from Kahlil Gibran, rite? Setidaknya bagi saya, yang pernah tersakiti dan tentu saja pasti pernah juga menyakiti. Kalimat itu terbukti, karena saya bisa lebih cepat memaafkan (dan melupakan) mereka-mereka yang telah (sengaja atau tidak) menyakiti saya, daripada penyesalan saya karena telah berbuat salah dan menyakiti (sengaja ataupun tidak) orang-orang di sekitar saya.

Kenapa saya teringat akan quote ini, karena ternyata ‘ideologi’ mata dibalas mata ini masih banyak sekali terjadi di sekeliling kita. Saya tertakjub-takjub saat seorang teman bercerita, bahwa beliau telah melakukan sesuatu (yang cukup negatif) pada seseorang, karena orang tersebut pernah melakukan hal yang sama padanya bertahun yang lalu. Padahal, sang teman ini rasanya bukan termasuk pada kategori pendendam. Tetapi beliau telah dengan sadar membalas sebuah perlakuan tidak baik yang diterimanya pada si pelaku. Apakah ini tandanya ‘the whole world would be blind’ betul-betul terjadi? Semoga tidak ya. Bukankah apapun yang kita lakukan -baik atau buruk- suatu saat akan ‘kembali’ pada kita? Bukankah ‘forgiving is beautiful’?. So, walaupun memang bukan hal yang mudah dilakukan, saya ingin belajar untuk memaafkan 🙂

Leave a Reply

%d bloggers like this: