Rindrianie's Blog

Anak Karang Taruna

Hari ini, saya buka bersama dengan tetangga satu RT. Acaranya sederhana saja sih, tapi lumayan seru karena setelah kurang lebih 3 tahun saya tinggal di sini, baru kali ini ada buka bersama begini.

Kalau dilihat dari undangannya, panitia bukber ini adalah para remaja Karang Taruna, yang setahu saya isinya adalah pemuda pemudi abege usia SMU-Kuliah, saya lumayan tahu karena salah satunya adalah anak tetangga persis di kanan rumah saya, dan anak-anak itu sering ngumpul di rumah tetangga sebelah. Tapi sepertinya tetap sajalah ya ibu-ibu terlibat, bahkan sebagian besar makanan takjil disediakan oleh Ibu Nasi Uduk, yang setiap hari memang berjualan aneka gorengan, bihun goreng, asinan hingga es buah.

Acara dimulai pukul 5 sore. Tapi ya gitulah, melihat tempat bukber masih sepi saya sama Akang suami jadi batal pergi pukul 5 hahahaha. Ya bingung juga kan kalau belum ada siapa-siapa terus kucluk-kucluk dateng *ngeles*. Akhirnya baru setengah 6 kami ke tempat bukber, yang adalah perempatan gang yang dialasi tikar plastik, cukup luas dan nyaman, bahkan kami memang sholat maghrib berjamaah segala setelah menikmati teh manis hangat dan es buah.

Nah, karena saya datang saat masih sepi, saya pun ikut membantu menyiapkan ini itu di rumah Ibu Nasi Uduk. Blio ini juga tetangga yang cukup kenal baik sama saya (setelah ibu RT dan tetangga-tetangga dekat hihihihi). Jadi meskipun saya sudah beberapa kali ikut acara RT, tetap saja sebagian besar ibu-ibu tidak mengenali saya, selalu bertanya “Baru ya, Bu? Rumahnya yang mana?” atau semacam itu, sepertinya wajah saya susah diingat :D.

Klimaksnya adalah, seorang Ibu menyuruh saya menghidangkan makanan untuk para peserta yang sudah duduk melingkar di atas tikar. Belakangan, dia akhirnya mengakui, bahwa blio salah mengira, disangkanya saya adalah salah satu anak karang taruna yang memang bertugas jadi panitia! bhuahahaha *kibas jilbab*.

Si Ibu ini sampai berkali-kali minta maaf, padahal mah ya nggak apa-apa sih, seneng juga dianggap masih remaja kan ya bhuahahahaha. Tapi akhirnya blio bilang “Ya habis mbak pakai rok jeans begitu sih, pake kaos lagi. Lihat deh ibu-ibu lain, pakai gamis, atau kalau pun pake celana atasannya blouse batik”. Oalaaah, ternyata penyebab kekeliruan si Ibu adalah dari pakaian sodara-sodara! hihihihi.

Jadi, moral of the story adalah, kalau mau disangkain anak Karang Taruna di acara RT, pakai baju ‘anak muda’ aja ya buibu #eeaaa. 😀

0 Comments

  1. dani

    Hahahaha. cieee yang masih (dikira) anak karang tarunaa….. Uhhuyy! 😀

    Reply
    1. Orin (Post author)

      Gitu deh, Dan *kibas jilbab* hahahahah

      Reply
  2. -n-

    Kostum menyesuaikan ya mbak, hehehe

    Reply
    1. Orin (Post author)

      hihihihi…kostum sangat berpengaruh ternyata 😀

      Reply
  3. alrisblog

    hehe…masih disangkain anak karang taruna tentu karena memang face-nya masih muda.

    Reply
    1. Orin (Post author)

      hahaha…mungkin jg ya *nyengir*

      Reply
  4. Lia

    cobaih ah pakai jenas sama kaos kalau acara RT hehehe biar awet muda

    Reply
    1. Orin (Post author)

      hihihihi…sok Teh dicobain 😀

      Reply

Leave a Reply

%d bloggers like this: