Rindrianie's Blog

Autobiografi Parenting

Jakbook-Edufair

Kemarin saya datang ke Jak Book & Edu Fair lho, bukaaaan, bukan ingin tahu kenapa Pak Gubernur marah-marah, tapi memenuhi undangan untuk menyaksikan talkshow singkat terkait buku autobiografi parenting yang ditulis Astrie Ivo.

Nggak tahu Astrie Ivo? Duh, kemana ajaaaa. Kalau Inneke Koesherawati tahu? Pokoknya mah mbak-mbak berdua itu makhluk jelita yang membuat saya merasa seperti itik buruk rupa #eeaaa, penasaran sih, sepertinya hukum gravitasi kok nggak berlaku ya di mereka? Mbak Aci itu usianya sudah lima puluh tahun lebih lho! *takjub*.

Talkshow-nya sendiri merupakan sharing kedua narsum dalam mendidik buah hati mereka. Mbak Astrie memiliki 3 anak lelaki, yang bungsu sudah usia SMU. Mbak Inneke memiliki sepasang anak-anak yang masih terbilang kecil. Sehingga dari keduanya para hadirin bisa menerima ilmu yang sedikit berbeda dalam parenting karena zamannya yang sedikit berbeda.

Mbak Inneke misalnya, melarang anak-anaknya untuk menonton sinetron yang tayang di banyak stasiun TV, sama sekali tidak boleh, karena khawatir memberikan pengaruh buruk. Sementara Mbak Astrie bercerita sejak anak-anaknya kecil di keluarga mereka diwajibkan setidaknya untuk sholat maghrib-Isya-Shubuh berjamaah di rumah. Kebiasaan ini harapannya adalah agar ketiga anaknya selalu ingat akan Alloh SWT dalam seluruh aspek kehidupannya.

Talkshow ini memang dimaksudkan juga untuk launching buku ‘Sepasang Sayap Menuju Surga’ yang ditulis oleh Yugha Erlangga dan Astrie Ivo, diterbitkan oleh Emir, imprint dari Penerbit Erlangga yang khusus menaungi buku-buku Islami. Buku ini bercerita tentang bagaimana seorang Astrie memulai rumah tangga dan mendidik ketiga putranya. Frasa sepasang sayap ini dimaksudkan adalah sinergi dari kedua orang tua dalam mendidik anak-anak, bahwa peran ini bukan menjadi tugas seorang Ibu semata, tapi juga Ayah.

Saya belum selesai sih baca bukunya, nanti Insyaalloh saya tuliskan reviewnya kalau sudah selesai semua ya. Tapi membaca buku ini, memang seperti mendengarkan mbak Astrie bercerita tentang hidupnya. Bagaimana dia ber-first sight love dengan suaminya, bagaimana dia ingin menyerah waktu keduanya kuliah di Jerman dan merasa sangat sulit menjadi seorang istri. Baru sampai bab itu sih, jadi belum bisa bercerita banyak saya hehehe.

Yang paling saya ingat dari acara kemarin ini adalah nasihat dari Ivo Nilakresna, ibunda dari Astrie Ivo, saat mbak Astrie tengah bertengkar hebat dengan suaminya, Ibu Ivo berkata (kurang lebih) “Telan saja, yang pahit-pahit itu akan membuatmu lebih kuat. Terima kekurangan suamimu karena kamu juga tidak sempurna.” Makjleb ya Ceuuu heuheu.

Ya sudah sebegitu dulu saja ya, barangkali mampir ke toko buku, ini nih penampakan bukunya.

Sepasang Sayap Menuju Surga

Sepasang Sayap Menuju Surga

0 Comments

  1. -n-

    Cantik memang mbak Astri Ivo. Ada keturunan Arab apa gmn ya? Cantiknya beda. Dirimu jgn bilg itik buruk rupa dong ukhti…. Nanti Alloh ga suka loh dengernya…. Kan dirimu cantik juga. Ya lumayanlah. Meski emang masih lbh cantik Mbak Astri Ivo wakakakak…. *ujung2nya tetep gak enak*

    Reply
    1. Orin (Post author)

      qiqiqi, becanda aja itu mah Mem, alhamdulillah kok aku suka ngerasa pede jadi muslimah cantik nan sholehah *tsaaaah* 😀 😀

      Ayahnya orang Aceh, ibu Ivo-nya juga bukan arab sih kyknya kemarin lihat mah

      Reply
      1. -n-

        Gt ya? Selalu pnasaran klo liat mbak Astri Ivo. Kirain sebangsa Shahab atau apa gt marga2 Arab.

        Reply
  2. dani

    Wah, Astri Ivo udah 50 ya? Gak kerasa euy. Beliau berdua emang cantik ya Rin. Btw jadi penasaran ama bukunya.

    Reply
    1. Orin (Post author)

      heh? ga kerasa apanya, Daaaan? hahahahaha

      Reply
      1. dani

        Gak kerasa kita juga udin tuwir. Eh kita.. Guweh maksudnya

        Reply
        1. Orin (Post author)

          tenang aja Dan, tante yg ini udah tuwir duluan daripada lo qiqiqiqi

          Reply

Leave a Reply

%d bloggers like this: