Rindrianie's Blog

Balada Si Dul

Karena tak pernah memiliki kekasih sepanjang hidupnya, Dul protes pada El Maut sesaat sebelum nyawanya dibawa pergi.

“Tolonglah, aku tidak mau mati sebelum punya pacar.”

“Pacar?” tanya El Maut tak percaya. Dul mendengus, merasa sangat kesal, malaikat sepertinya manalah mengerti betapa merananya hidup sebagai jomblo dan bujang lapuk semacam dirinya. Jangankan menikah dan memiliki istri, tak seorang perempuan pun yang sudi menjadi kekasih Dul.

“Apakah betul-betul tidak bisa dibatalkan?” rayu Dul lagi, enggan menyerah.

El Maut melotot, kurang ajar sekali manusia ini bernegosiasi dengan kematian, pikirnya tidak suka. Dul menunduk, pasrah atas hidupnya yang akan berakhir dalam kesendirian.

“Baiklah kalau begitu, biarlah aku mati sebagai jomblo sejati,” pilu, Dul terisak, membuat El Maut jatuh iba padanya.

“Kau hidup sebagai manusia yang baik, mungkin kau bisa punya banyak kekasih di kehidupan berikutnya,” kata El Maut menghibur hati. Dul pun meregang nyawa dengan sebuah senyuman pengharapan.

“Bangun kamu lelaki bajingan!” Teriakan penuh kebencian itu membangunkan Dul yang tergeragap kaget. Bukankah aku baru saja mati? Pikirnya tidak mengerti.

“Ka-kamu siapa?” tanyanya pada perempuan yang tengah menatapnya murka.

Perempuan itu begitu jelita. Dul harus mendeguk ludah, saat melihat perempuan cantik itu memakai kemeja miliknya. Kemeja flanel kotak-kotak merah yang begitu Dul kenal, yang terlihat kebesaran di tubuh mungil Si Perempuan Jelita, tak mampu menyembunyikan lekuk indahnya yang tak memakai apapun di balik kemeja. Apa yang sudah mereka berdua lakukan? Pikir Dul khawatir, sekaligus senang, apalagi saat disadari dirinya juga telanjang di balik selimut.

Rupanya, pertanyaan Dul semakin membuat Si Perempuan bertambah murka. “Kautahu siapa yang menunggu di luar kamar kita?” tanyanya dingin.

Dul hanya menggeleng lemah.

“Istri pertama dan keduamu, berengsek! Sialan kamu menipuku untuk jadi istri ketiga, ha!” Makian berikutnya tak sanggup lagi Dul dengar. Di kehidupan ini, Dul memiliki tiga orang istri! Entah apakah Dul harus merasa bahagia atau nestapa karenanya.

***

Note: 300 kata, untuk MFF- Reinkarnasi

0 Comments

  1. bukanbocahbiasa

    Wowww!! Al kemana mak? #eh

    Reply
    1. Orin (Post author)

      eh…aku baru ngeh ternyata bisa juga mengacu ke ‘mereka’ ya hahahaha

      Reply
      1. bukanbocahbiasa

        Hlo?? Emangnya kesamaan nama ini disengaja kan Mak? Hueheheh :))

        Reply
        1. Orin (Post author)

          nggaaaa…nggak sengajaaaaa. nama Dul ini udh sering bgt aku pake, lg males mikir nama jd lgsg weh pake nama itu hahahaha

          Reply
  2. chiemayindah

    ckckck… Dul … Dul …. =)))

    Reply
  3. chocoVanilla

    Waahahaha … nyesel2 sedep ituuu 😆

    Reply
  4. jampang

    ajiiiib

    Reply
  5. nengwie

    Si Dul berarti ganteng atau kaya 😀

    Reply
  6. donna imelda

    Hahaha, makanya jangan berani2 nawar. Noh bukan cuma dapat pacar, dapat bonus 2 istri plus masalah hahaha

    Reply
  7. Ryan

    Dul… Nasibmu…. Menyenangkan?

    Reply
  8. bintangtimur

    Waduh, si Dul punya isteri tiga aja sampe lupa, repot nih Ahmad Dani kalo harus nyanyiin lagu Madu Empat…
    😀
    Oriiiiin, kenapa postingnya ngebut bener?
    Seharian ini dua postingan nih kayaknya…hehehehe

    Reply
  9. ajenangelinaa

    ya ampun Dul
    sungguh terlalu :v

    Reply
  10. joeyz14

    Buahahaha…. Orinnnnn!!!

    Reply
    1. dani

      Komen gw sama persis Jo. Gw tulis dulu yaaa:
      Buahahahahahahahahaahahahaha!!! Oriiiiiiinnnnn!!!! :))

      Reply
  11. detik.website

    ajib sekali mbak orinnnn

    Reply
  12. junior

    Lanjutkan dul! Keren.

    Reply
  13. prih

    metamorfose jomblowan ke poligami, kereeen khas Orin

    Reply
  14. Lidya

    Tadi mohon-mohon biar punya pacar, sekarang punya tiga bingung si dul 🙂

    Reply
  15. refzyyyyy

    Nggak tahu mesti bahagia apa sedih karena nasih Dul, Mbak. Ahahaha

    Reply
  16. inci73

    keren ceritanya … …

    Reply
  17. eksak

    Nikmati aja, Dul! Daripada jomblo seumur hidup? bhahaha

    Reply
  18. Attar Arya

    Hajar, Dul! *ehh 😀

    Reply
  19. Pingback: Berguru Fiksi pada Mak Rindrianie | bukan bocah biasa

Leave a Reply

%d bloggers like this: