Rindrianie's Blog

BBM naik!

BBM naik?!? So what? selama masih bisa terbeli ya no problemo, kan? hihihihi

Saya tidak sedang mendukung atau setuju apalagi senang atas kenaikan BBM (dan kenaikan-kenaikan lain yang pasti akan segera menyusul) ini, tapi saya juga tidak akan protes-berdemo-mengeluh atau apapun tentangnya.

C’est la vie, me cherie… masih ingat ungkapan ini, bukan? πŸ™‚

Marah? Kesal? Sedih? Kecewa? ya boleh saja sih, wajar bahkan, tapi bumi tetap berputar dan hidup tetap melaju teman *tsaaaahhh… πŸ˜›
Maksud saya, suka atau tidak, siap tidak siap, yang akan terjadi pasti menjadi, sebagaimana yang telah terjadi sudah terjadi, karena tidak semua hal bisa kita kendalikan.

Kembali ke BBM, saya membayar 20 ribu rupiah untuk harga minum si Kupi hingga dia kenyang kemarin. Naik (kurang lebih) lima ribu rupiah dari biasanya. Tidak terlalu besar rasanya, tapi jika si Kupi harus diisi per 3 hari sekali, maka si 5000 ini harus dikalikan -paling tidak- 10x, totalnya 50.000! Satu bulan bertambah expense lima puluh ribu?? Well, itu mengurangi jatah nyalon saya berarti πŸ˜€

Saya membeli bensin di SL, bukan di SPBU Pertamina seperti seharusnya (?). Maafkan jika saya bukan bangsa Indonesia yang baik dan jauh dari kata nasionalis karena hal ini ya, tapi kenapa saya membeli disana? Alasannya simpel saja kok, hanya karena saya malas antri! he he. Pom bensin SL cenderung tidak terlalu ramai, dan ada pom bensin S***L yang berlokasi di arah jalan pulang saya. Tapi baru-baru ini alasan saya bertambah. Karena si pom bensin ini tidak menimbun Pertamax seperti temannya itu.

Tentu sahabat tahu, Shell (aiih…akhirnya disebut juga :P) membeli gasoline di Plumpang, which is ya Pertamina juga. Bensin tipe Super -yang merupakan tipe terendah- di Shell, berkualitas sama dengan Pertamax. Harga jualnya pun -kurang lebih- sama, per kemarin saat saya isi bensin ada di titik Rp. 8.100. Jika langka-nya minyak dunia menyebabkan hampir semua SPBU Pertamina menyatakan Pertamax tidak ada, lantas kenapa Shell masih bisa menjual si Super ini dengan lancar jaya? Ada apakah gerangan? Ada penimbunan? Ada spekulan yang oportunis? Apa? Saya tidak tertarik untuk membahasnya lebih lanjut.

Saya hanya sedang merasa ‘panas kuping’ saat teman-teman saya beramai-ramai mengeluhkan kenaikan BBM ini, mengutuk Pemerintah lah, menyalahkan menteri iniΒ  dan pengusaha itu lah, mendumel soal si boss yang enggan menaikkan gaji lah, merana betapa sulitnya hidup ini lah, blah…blah…blah… dan BMM tetap naik ! Wew, rasain lo ! lho?!? hihihihi

Baru BBM lho ya. Belum kebutuhan hidup sehari-hari yang pasti ikutan naik. Belum biaya bersenang-senang juga bertambah. Belum biaya pendidikan anak-anak kelak yang tentunya berkali-kali lipat. Belum rencana ibadah haji sekian tahun lagi pasti membengkak. Belum impian berlibur dengan ortu. Belum biaya obat + rawat inap kalo sakit yang sekarang saja sudah super mahal. Belum expense belanja belanji yang tidak boleh dihilangkan (halah… :P). Belum dana untuk masa pensiun nanti.

Jreng…jreng… sudah semakin pusing? Congrats then πŸ˜›

Saya pikir, prepare for the worst thing sangatlah penting. Saat kemungkinan terburuk sudah disiapkan ‘alat’ untuk menghadapinya, maka hal-hal yang baik dan indah akan lebih ternikmati, bukan? Sudah pernah dengar soal Financial Plan, belum? Sudah ‘berkenalan’ dengan para financial planner seperti Ligwina Hananto, Aidil Akbar, Safir Senduk, Ahmad Gozali, Prita Hapsari Ghozi, dan teman-teman seprofesinya, belum? Sudah familiar dengan istilah dana darurat-reksadana-magical shopping account-investasi logam mulia- sukuk, belum? Kalau belom jangan diam ajaaa, ayo cari tau!!

Bukaaaan, saya bukan tim marketing mereka, saya juga tidak menerima royalti, insentif, atau sekedar ucapan terima kasih atas ‘promosi’ yang saya lakukan ini. Saya hanya sedang belajar untuk tidak selalu menyalahkan keadaan (baca : kenaikan BBM, inflasi, de es be), ataupun mengandalkan sesuatu di luar diri saya yang tidak bisa saya kendalikan (baca : kenaikan gaji sekian % per tahun dari kantor, bonus yang belum tentu diterima, de el el) dari para financial planner itu. Saya hanya sedang belajar membuat rencana hidup, spesifiknya, membuat perencanaan keuangan yang baik untuk masa depan yang -semoga- akan jauh lebih baik lagi.

Dan saya sungguh berharap sahabat-sahabat yang telah berkenan membaca tulisan ini pun bersama-sama saya ikut mempersiapkan diri, sehingga tidak perlu mengeluh saat BBM naik, sehingga tidak usah panik saat harga cabe melonjak, sehingga tidak akan marah saat inflasi bertambah parah. Karena kita sudah SIAP! We should control our own life, rite?

Hah? Masih nanya caranya gimana??? Baca oi bacaaaaa…. kabur

Have a great weekend, Pals πŸ™‚

0 Comments

  1. R07

    Hehe.. gayanya udah mulai provokatif.. I like this much, biar pada sadar πŸ™‚

    Reply
    1. Orin (Post author)

      Whoooaaaa… dipuji suamiku *blushing…* πŸ˜€

      Reply
  2. Abidanish

    Biar gak bingung… gak usah dipikirin atuh teh… mikirin buat mesin uang terus aja ya..

    Salam Tepang πŸ™‚

    Reply
    1. Orin (Post author)

      Eh…ada teman lama πŸ˜€ Sama sekali ga bingung kok Pak, kan udh tau ilmunya hehehe. Hatur nuhun ah tos mampir πŸ™‚

      Reply
  3. bintangtimur

    Orin…saya juga suka dengan tulisan Orin yang ini…hehe, sudut pandangnya beda banget dengan kebanyakan orang yang selalu mengeluh dan tidak puas πŸ˜€
    Hidup itu akan terus berjalan. Naik nggak naik BBM, bumi toh btetap berputar.
    Saya juga pernah baca nasihat para financial planner itu, dan hasilnya…ehm, sukses membuat saya tambah panik πŸ™
    Jadi, dinikmati sajalah seperti yang Orin bilang disini. Bukan boros, tapi juga jangan pelit πŸ˜‰

    Reply
    1. Orin (Post author)

      Uhuk…blushing lg dipuji mba Irma *tersipu2*. hehehe…betul mba, ga usah panik, tetap ‘menikmati’ hidup tapi tetap merencanakan masa depan dengan baik.
      Semangaaaat πŸ™‚

      Reply
  4. Pakde Cholik

    Setuju, asal masih bisa membeli yo gak apa-apa daripada gak bisa naik mobil/motor yo nduk.
    Santai saja lah.

    Salam hangat dari Surabaya

    Reply
    1. Orin (Post author)

      Asyik….Pak Dhe setuju πŸ˜€ Kesuwun udah mampir ya Pak Dhe ^^

      Reply
  5. Aziz Hadi

    Hehehe, ternyata suaminya blogger juga nih, hehe

    salam kenal dari Surabaya, aziz hadi

    Reply
    1. Orin (Post author)

      Salam kenal juga Azis. Foto2nya baguuus πŸ˜€ Terima kasih sudah mampir yaa…

      Reply

Leave a Reply

%d bloggers like this: