Rindrianie's Blog

Beda? Siapa takut…

Minggu lalu saya berkesempatan berkunjung ke salah satu gedung pencakar langit Jakarta di lokasi segitiga emas kota metropolitan ini untuk sebuah meeting. Lokasi kantor yang berada di negeri antah berantah, membuat saya memang tidak berpenampilan seperti “mbak-mbak kantoran” lainnya. Baju kerja saya ya celana jeans, t-shirt (atau kadang kemeja biasa), plus sepatu kets (atau sepatu boots), dan tentu saja memakai seragam saat berada di kantor dan memakainya kemana pun untuk keperluan pekerjaan. Begitulah.

Lantas, apa hubungannya dandanan saya yang lumayan ajaib itu dengan sang gedung pencakar langit?

Well, saat naik ke lantai 6 tempat meeting itu diadakan, saya merasa menjadi alien di dalam lift, karena orang-orang lain yang berada di lift yang sama dengan saya berpakaian kantor seperti seharusnya. You know lah ya penampilan mereka seperti apa. Tatapan tajam -kalau bukan dibilang ‘tatapan hina’- dari para pengendara lift saat itu sempat membuat saya sedikit salting bin malu, walaupun tentu saja saya bisa berakting cuek dan asyik-asyik saja. Dan kemudian beralih menjadi sebuah kebanggaan tersendiri karena saya ‘beda’ dengan mereka. sigh

Beda. Kata ini entah sejak kapan, telah berteman baik dengan saya. Peristiwa lift di atas mengingatkan saya kembali akan hal ini. Yup, saya seringkali ingin berbeda dari orang kebanyakan (atau kebanyakan orang?). Bukan asal beda tentu saja, saya sulit menjelaskannya. Mari saya beri contoh dari beda yang saya maksud. kepedean stadium akut

Misalnya, saat kelas 2 SMP dulu, guru bahasa Indonesia meminta kami membuat puisi bertema “Pahlawan”. Maka beramai-ramai lah teman-teman saya menulis puisi dengan memasukkan unsur RA. Kartini-Diponegoro-Imam Bonjol-Cut Nyak Dien dan sebagainya dan seterusnya dalam puisi yang mereka buat. Saya ingin membuat puisi yang berbeda. Saya tidak ingin memasukkan satu dari sekian nama pahlawan-pahlawan itu dalam puisi saya. Maka puisi saya saat itu berjudul “Sang Pahlawan Kecil”, yang menceritakan seorang anak yang kehilangan orang tuanya saat perang, dan tetap tabah bahkan ikut berperang untuk kemerdekaan bangsanya. Puisi yang berbeda itu masih saya ingat hingga sekarang, karena memperoleh nilai bagus dan membuat saya (lumayan) suka membuat puisi hingga sekarang.

Selanjutnya saat membuat sakubun (karangan) sebagai tugas akhir kuliah Diploma saya. Saat itu temanya hanya harus menceritakan kebudayaan Indonesia. Apapun itu. Makanan khas, tari-tarian, obyek wisata, bahasa daerah, alat musik, adat istiadat atau tradisi khusus, semacam itu. Lagi-lagi, saya mencari kebudayaan apa yang kecil sekali kemungkinannya sudah dipilih senior saya terdahulu ataupun teman-teman seangkatan. Dari waktu yang diberikan untuk menyerahkan naskah sakubun untuk disidangkan, saya baru menemukan ide satu minggu sebelum deadline, membuatnya super ngebut beberapa malam saja, dan saat sidang berlangsung kedua dosen penguji yang telah membaca ratusan naskah sakubun bertahun-tahun itu, mengaku belum pernah membaca naskah dengan tema yang saya pilih. Apa itu? Bebegig sawah a.k.a orang-orangan sawah. heuheu..

Nah, ternyata virus ‘beda’ itu juga masih menjangkiti saya. Seperti saya jelaskan sebelumnya, saya sedang membuat skripsi. Jika memungkinkan, saya bisa sidang tanggal 29 Juli nanti, maju dari target sebelumnya tanggal 19 Agustus. Tapi masih belum pasti, saya mengejar si tanggal 29 itu, berharap bulan puasa nanti tidak ‘terganggu’ lagi dengan sidang dan embel-embelnya itu. Semoga ya πŸ™‚

Sebuah skripsi memang diharuskan berbeda ya, walaupun menganalisa hal yang sama, pasti HARUS dilihat dari pendekatan yang lain, seperti itulah, teman-teman tentu lebih tau daripada saya :). Singkat cerita, skripsi yang akan disidangkan nanti itu berjudul “Analisis Ideologi Marxisme dalam Novel Madogiwa no Totto-chan karya Tetsuko Kuroyanagi”. Iyaa… belum pernah ada -setidaknya di kampus saya ini- yang membahas novel Totto-chan menggunakan pendekatan Marxisme! hohohoho…

Kenapa saya bisa nekat untuk se-beda itu? Kapan-kapan saya ceritakan ya kawan, karena waktu istirahat sudah habis πŸ˜‰

Have a gorgeous Monday, Pals πŸ˜‰

0 Comments

  1. Mabruri Sirampog

    hebat hebat bun,,,
    beda asal masih dalam garis2 yang benar ya ga masalah, malah bagus..

    smoga lancar2 semuanya aja bun target2nya..

    Orin : Aamiin….tengkyu ya Mab doanya πŸ˜‰

    Reply
    1. Abi Sabila

      Betul, untuk apa sama kalau justru terlihat biasa, apalagi bila ternyata yang sama itu tidak lebih baik dari yang tampil beda.

      Orin : Semoga beda yg ini lebih baik ya Bi πŸ˜‰

      Reply
  2. lylianathia

    Waaaa… novel Toto Chan dari sudut pandang Marxisme…
    Otakku belum nyampe Rin ngebayanginnya…
    Boleh dong diceritain nanti disini ya…
    Sukses skripsinya nanti ya… Lancar…
    semoga dgn “bedA” bisa dapat nilai A…!
    AAAmiiiinnnn… πŸ˜€

    Reply
  3. Lyliana Thia

    Kok yang masuk URL nya beda sih… haduuh… salah ketik apa yah?
    jadi masuk ke komen moderasi deh Rin… huehuheueh….

    Reply
  4. Lyliana Thia

    Waaaa… novel Toto Chan dari sudut pandang Marxisme…
    Otakku belum nyampe Rin ngebayanginnya…
    Boleh dong diceritain nanti disini ya…
    Sukses skripsinya nanti ya… Lancar…
    semoga dgn β€œbedA” bisa dapat nilai A…!
    AAAmiiiinnnn… πŸ˜€

    Orin : Hihihi….sampai sekarang aku jg ga habis pikir mba :p
    Aamiin… semoga kesampean dapet A ya mbaaa *peluuuk*

    Reply
  5. Lyliana Thia

    Ahahaaaa… ketik lg aja dueh… πŸ˜€

    Reply
  6. Susindra

    Bisa membayangkan ekspresi mereka yang berada di dalam lift. Hehe…
    Meski sering beda, tapi tetap istimewa, jadi… selamat, ya…
    Heu..heu.. asal jangan seperti diriku yang selalu tidak sama dengan kebanyakan orang dibuanyak hal tapi tak pernah spesial.

    Orin : Iya mba, terintimidasi dengan pandangan aneh2 orang di lift itu heuheu…
    Ah mba Sus, setiap individu kan spesial, tak terkecuali dirimu, iya kan…iya kaann?? *wink…wink….*

    Reply
  7. Lidya Fitrian

    Orin memang beda πŸ™‚

    Orin : Makacih Teeeeh *tersipu*

    Reply
  8. itacasillas

    ihiiiyyy,,ada yang mau seminar nih,,
    congratz ya teh!! keep calm :’)
    aku mendukungmuuu,, *bawa pompom (:D)/

    PS: kalo ada acara makan2 Ita siap diundang..hihihihi..

    btw,,aku juga baca Totochan lho,,buku 1&2nya,,tp menurutku buku 1 lbh ok πŸ˜‰

    Orin : Tengkyu dukungannya Taaaa *terharu*.
    nah, baca novel yg versi aselinya Ta, sense-nya beda lho πŸ˜‰

    Reply
  9. nia/mama ina

    wahh aku juga suka minder kalo ke gedung2 mewah itu..secara kalo ke kantor cuek juga hehehe…

    pernah loch aku ke gedung pertamina pusat mau ambil bukti potong Pph pasal 23, biasanya kalo aku kesana ke gedung yang dibelakang, bukan gedung utama…tapi kali itu harus ke gedung utama, dan sukses di tolak masuk sama Satpam karena aku ngga pake sepatu hihihi……jadi kalo kesana harus pake sepatu yang tertutup depannya…ngga boleh pake sepatu sandal seperti yang aku pake hihihih….

    Orin mah biar beda tetep cantik

    Orin : Hah? ditolak pak satpam mba? ckckck….turut berduka yaa *halah* hihihi…

    Lho? kok kalimat terakhirnya jadi cantik gituh? hahahah….tengkyu eniwey mba *malu* :p

    Reply
  10. ~Amela~

    Wah,, salut,, salut.. saya pun salah satu yang mendukung paham..”Beda, Siapa takut?” tapi belum bisa seektrim mbk rien

    Orin : Tos ah sm Amel hehehe… hoh? aku ekstrim yah? hihihihi

    Reply
    1. ~Amela~

      lha.. kalau masalah tugas akhir dan lain2nya saya belum bisa bikin yang beda sih..
      temanya masih mengikut arus.. hehhehe

      Orin : heuheu…kalo sama dg yg lain kurang menantang mel *halah*

      Reply
  11. giewahyudi

    Kata Mas @yoris, berani beda itu syarat utama manusia kreatif.. πŸ™‚

    Orin : Aku jg suka mas @yoris mas Gieee… *lho?* hihihihi

    Reply
  12. tunsa

    hheheehe…sampai ngebahas novel ??? wah..gmn jadinya pada sidang nanti? kita tunggu selanjutnya, hehehe

    Orin : Iya mas Ri, yg dianalisa memang novel he he

    Reply
  13. monda

    Skripsimu berat banget temanya…weleh2, Orin memang pintar.

    Orin : huwaaa….Orin tidak se-pintar itu Bun, cuma nekat ajah hihihi

    Reply
  14. hilsya

    rin..
    jangan-jangan samakan… *gaya A.Rafiq*

    euleuh.. marxisme di totto chan, apakah pentium 1-eike nyampe?

    Orin : lagu nu mana tea eta teh?? teu apal Orin mah Teh :p

    Reply
  15. dey

    berbeda itu indah .. *ceunah .. hehe

    Orin : Oh kitu nya Bu? hihihi

    Reply
  16. Pendar Bintang

    Berani beda itu luar biasa Mbak…kereeennnn…sejauh ini sih menjadi orang yg beda menurut aku sulit lho,….gotta keep up gotta keep going, sukses ya…..

    Orin : hmmm…gitu ya Han, mari kita sama2 berusaha jd orang yang ‘beda’. chayooo… heuheu

    Reply
  17. Sofyan

    Semoga sukses dengan skripsinya yang beda dengan yang lainnya ya Kak hehehe….

    Orin : Aamiin…tengkyu doanya ya Sof πŸ˜‰

    Reply
  18. yadiebaroos

    menurutku beda itu bagus sekali ya, kalo kita biasa-biasa saja dan sama dengan yang lainnya, apa yang bisa diandalkan dari diri kita? Walaupun kadang menjadi beda itu harus siap dan tahan mental…

    Orin : Kalau terlalu sama jadi tidak ‘terlihat’ ya Pak πŸ™‚

    Reply
  19. neq2769

    Jangan bilang beda=aneh yah….yang harus ditekankan adalah beda=unik. Sebuah keunikan harus dijaga terus agar kita dapat terus berada di luar kotak (outside the box) karena begitu kita sudah berada di dalam kotak terus… maka hilanglah keunikannya….

    Orin : Sepakat mas, bukan beda dg arti ‘aneh’, tetapi unik yang khas πŸ˜‰

    Reply
  20. Necky

    Nedia sepertinya ga beda jauh dari elo deh rin. Dia itu selalu tidak mau ikut2an arus. Bagi dia yang penting dirinya nyaman dengan perbedaan yang terlihat.
    Ayo jangan malas yah…semoga target skripsi dapat tercapai dengan baik go go go go go….

    Orin : Ohya? tos ah sama Nedia πŸ˜‰ Bener bgt, ga asal beda, tetap nyaman jadi diri sendiri yang beda *sigh*.
    Semangaaatt…doakan yaa…. πŸ˜‰

    Reply
  21. kakaakin

    Aku malah belum kenal dengan Toto Chan…
    Salut deh pada dirimu yang berani beda itu.. Semoga sukses dan dapat nilai yang memuaskan ya… πŸ™‚

    Orin : Hayu kenalan dulu sm Totto-chan Ka hihihi..
    Aamiin…tengkyu doanya ya Kaaa *peluuuk*

    Reply
  22. Ikkyu_san

    sip sip harus berani tampil beda. Marxisme dalam Totto-chan? Ngga kebayang πŸ˜€
    Bisa tuh dilanjut beda di thesis dan disertasi πŸ˜‰

    EM

    Orin : dilanjut thesis dan disertasi?? ehem…skripsi aja blm tentu lulus ini mbaaaa huhuhuhuhu

    Reply
  23. dinanti kelanjutannya kak…

    Orin : Ditunggu yaa πŸ˜‰

    Reply
  24. arman

    jadi beda itu perlu lho. supaya bisa stand out the crowd. yang penting beda nya harus positif, bukan negatif. πŸ™‚

    Orin : Sepakat mas Arman, ga asal beda ya πŸ˜‰

    Reply
  25. @brus

    Orin.. tampil bedamu menurut hematku, beda yang menarik dan unik … bukan beda murahan or sembarangan .. nice πŸ˜›

    Orin : Duh, jadi tersapu2 aku nih Om @brus heuheu

    Reply
  26. han

    wah kalimat treakhir nyindir saya,
    saya baca ini lg jam kerja, dia nulis di jam istirohat

    best regards
    HAN
    http://mhprihantoro.blogdetik.com/

    Orin : heuheu…tenang aj mas HAN, aku jg kalo BW kalo pas jam kerja kok *ups* :p

    Reply
  27. frezyprimaardi

    mending kita berfikiran positif aja menanggapi tatapan kagum”bukan tatapan hina” dari orang lain tersebut…hahahahaha

    Orin : Syiiip, tetap positif ya πŸ˜‰

    Reply
  28. genksukasuka

    yang beda itu luar biasa biasanya hehehe

    Orin : Aamiin…mudah2an begitu ya πŸ˜€

    Reply
  29. melly

    Mantap mba
    tampil beda itu memang menyenangkan, kadang jadi pusat perhatian.
    tp ya asal positif ya mba πŸ™‚

    Orin : Iya Mel, dg tampil beda, kalo ga dapet tatapan kagum ya itu tadi, dipandang aneh deh hohoho…

    Reply
  30. Alam

    wah.. gpp mbak, justru yang beda-beda itu tanda orang kreatif.. BTW unik judul skripsinya, hehehe..

    Orin : Hmm…kalo kreatif kyknya msh jauh Lam he he

    Reply
  31. Arief Bayu Saputra

    Skripsinya kok bueda banget ya mbak,,,,hehehehe tak doain sukses mbak skripsinya

    Orin : Iya Bay, skripsi harakiri nih *ups* hihihi…
    Makasih doanya yaa πŸ˜‰

    Reply
  32. Irfan Handi

    Bhineka Tunggal Ika aja lah mba. he.he . . .

    Orin : Merdekaaa!!! he he

    Reply
  33. Majalah Masjid Kita

    gak apa apa menjadi berbeda dengan yang lain asal kita bisa mempertahankannya dengan jutaan argumen yang kita punya “)

    Orin : Sepakat mba…beda yg bertanggung jawab ya he he

    Reply
  34. djangan pakies

    beda, menjadi diri sendiri dan apapun istilahnya itu akan memberikan warna dan makna tersendiri bagi kita. Tentu saja beda tersebut masih dalam koridor yang wajar.

    Orin : Semoga begitu ya Pak Ies, beda yang tetap bermakna ^^

    Reply
  35. nyiell

    aku ngeliat profilnya kok kita banyak kesamaan yaa.. a wife, a soon-to-be mom, a writer wanna be.. hehehe..

    *maap nih jadi gak nyambung sama tema postingan*

    Orin : eh…tapi ‘a soon-to-be mom’nya entah kapan bu, blm ada tanda2 soalnya *halah…malah curcol* :p
    Terima kasih sudah mampir Nyiell πŸ˜‰

    Reply
  36. dewifatma

    Beda?
    Nggak banyak orang berani tampil beda, Rin. Asal yakin dengan yang kita usung dalam per’beda’an itu ya bole-boleh saja. Hasilnya juga bakalan beda. Jika yang lain dapat B, dengan beda Orin bisa dapet A. Ya kan? Siapa tau, siapa tau?

    Ayooo..jangan takut tampil beda! πŸ˜€

    Good luck buat skripsi-nya, Rin. Moga bisa sidang sebelom puasa. Biar puasanya lebih afdol dan tenang. πŸ˜€

    Orin : Aamiin…semoga ya mba Dew, sayang bgt nih 6 sks kalo ga dapet A hehehe…
    Tengkyu doanyaaaaa *peluuuk*

    Reply
  37. fanny

    selama itu beda yg positif gak ada salahnya kok. Btw, semoga bisa dikejar ya sidang skripsinya. good luck.

    Orin : Iya mba Fan, harus beda yg positif ya πŸ˜‰

    Reply
  38. mechta

    Salut! Tak banyak yg berani tampil beda & berprestasi dg kebedaannya itu! Tetep semangat Orin… Semoga sidang skripsi tgl 29 juli nanti sukses ya!

    Orin : Aamiin..terima kasih banyak doanya Auntie *pelukkk* ^^

    Reply
  39. Evan

    Keren!!!! keren bgt mbak, hihiihi… out of the box.. ckckck.. selamat deh bwt mbak, (sambil cengar-cengir..)
    saya doakan semoga dapat yg terbaik untuk sidang skripsinya.. aamiin..

    Orin : Kok sambil cengar cengir Van? he he… Aamiin…tengkyu untuk doa terbaiknya yaa πŸ˜‰

    Reply
    1. Evan

      cengar-cengir bayangin kostum di pencakar langit itu, hehehe

      Orin : Ish…ga usah dibayangin Van :p

      Reply
  40. bintangtimur

    Berbeda itu kan bukan berarti salah Orin, malah unik…asal bukan beda yang punya konotasi negatif lo ya πŸ˜‰

    Hihihi, bebegig sawah itu istilah yang udah lamaaaaa banget nggak pernah saya denger langsung…
    πŸ˜›

    Orin : Mudah2an memang beda yg unik dan positif ya bu πŸ˜‰
    hehehe…iya Bu, dan skrg sepertinya udh jarang bisa ditemui ya si bebegig sawah inih πŸ™

    Reply
  41. apikecil

    hehehe..
    sepakat mbak..
    hidup hanya sekali, kenapa kita tidak mewarnainya dengan beda dan sesuai dengan keputusan sendiri?heheheh
    sangat inspiratif..

    Orin : Toss dulu ah Prit πŸ˜‰ Tengkyu yaa…

    Reply

Leave a Reply

%d bloggers like this: