Rindrianie's Blog

[Berani Cerita #07] Si Pendiam yang Aneh

“Selamat pagi, Ben.” Sapaku ceria. Ben hanya menunduk menatap lantai, membuatku harus berjongkok untuk kembali bicara padanya.

“Ayo, simpan tasmu.” Tanpa suara Ben menuruti perintahku. Menyimpan ranselnya di loker di dekat jendela, dan kemudian tetap berdiri di sana seperti memandang jalanan sibuk di bawah.

“Ben, duduk di sini yuk.” Aku sudah duduk di kursi kecil tempat kami berlatih setiap harinya. Sesi bersama Ben hanya satu jam, tapi dengan monolog seperti ini, satu jam akan lebih dari cukup untuk membuatku lelah. Walaupun sudah terbiasa, bagiku kebersamaan kami tetap luar biasa.

Ben akhirnya duduk di depanku, terpisahkan meja kecil dengan berlembar-lembar kertas HVS putih dan sekotak crayon. “Kamu sudah sarapan, Ben?” Ben tetap sunyi, kini menunduk menatap kertas putih di depannya.Β “Mau susu coklat?” aku menyodorkan sekotak susu coklat ke arahnya. Ben menerimanya tanpa kata.

“Kamu suka susu coklat?” Kali ini BenΒ mengangguk. “Kenapa tidak diminum?” Lagi-lagi Ben membisu, hanya menatap si kotak susu di depannya.

Detik berikutnya aku harus menenangkan diriku sendiri. Menganalisa kenapa dia menolak untuk berbicara memang sebuah PR besar bagiku, tapi berharap mendengar sepatah kata yang terucap dari Ben rupanya sudah menjadi keajaiban. Kapan aku bisa mendengar mukjizat itu darinya? Sekali lagi aku menatap Ben yang sedang menatap susu kotak. Β  Seandainya aku bisa membaca apa yang sedang dipikirkannya saat ini.

“Kamu mau menggambar?” Ben mengangguk cepat, dan tak perlu menunggu instruksi berikutnya, dia mulai menggambar.

Gambar pertama adalah sebuah bulatan berwarna merah yang mendominasi hampir seluruh kertas, Ben mengisi bagian kertas yang masih putih dengan warna biru langit. Aku berasumsi dia menggambar matahari.

“Matahari ya, Ben?” Dia hanya mengangguk, dan mulai menggambar di kertas berikutnya. Bocah berusia 7 tahun itu kini menggambar sebentuk mobil dengan banyak sekali roda, tapi tanpa satu pun jendela. Lantas sebuah kolam dari batu dengan bunga teratai berwarna ungu. Lalu semacam monster bertaring hijau dengan bulu-bulu berwarna oranye. Kemudian seekor penyu yang berjalan di atas rumput. Dan entah apa lagi. Di antara aktifitasnya menggambar, aku mencoba mengajaknya berbicara. Sebuah usaha sia-sia yang tak pernah menghasilkan apa-apa.

Tapi kemudian satu jam berlalu. Ben sudah dijemput sang ibu yang terlihat sangat tua melebihi usianya. Meninggalkanku sendiri dengan gambar-gambar Ben yang masih berserakan di atas meja kecil kami. Semoga besok aku lebih beruntung, doaku dalam hati.

Gambar terakhir yang rupanya belum aku lihat adalah gedung-gedung dengan lidah api merah menyala di salah satu ujungnya. Membuatku tertegun karena pemandangan yang sama sedang aku saksikan di luar jendela. Salah satu gedung di seberang sana sedang terbakar.

Note : 405 kata, yang mau ikutan, sila mampir ke sini yaa πŸ˜‰

PS : Terinspirasi dari serial TV “Touch”

0 Comments

  1. Lidya

    kaya kisah anak kecil yang punya six sense πŸ™‚
    ___
    heuheu…iya Teh πŸ™‚

    Reply
  2. carra

    autis πŸ™‚
    ___
    berkebutuhan khusus mba hehe

    Reply
  3. Susanti Dewi

    iya, anak yg aneh…
    ___
    Begitulah mba…

    Reply
  4. titi esti

    waduuuh, sampai merinding pas di akhir ituh..
    ___
    heuheu…tengkyu Teh πŸ˜‰

    Reply
  5. De

    de rajin loh nonton serial Touch. Keren banget
    ___
    He-eh, si jake di serial itu emang keren bgt ya mba De πŸ˜‰

    Reply
    1. Zizy Damanik

      Sama nih. Saya pun sukaa sekali nonton Touch itu….. πŸ™‚
      ___
      Episode semalam bikin gregetan ya mba heuheu

      Reply
  6. Mechta

    naah… ini kisah keren yg klop dengan judulnya… gak kaya’ punyaku, hehe…
    ___
    Ish…punya auntie jg kereeeen πŸ˜‰

    Reply
  7. Evi

    Si Ben punya kemampuan melihat masa depan ya Teh..Dia bukan pendiam kayaknya, cuma terlalu banyak tahu jadi takut buka suara hehehe..
    ___
    sepertinya begitu ya tan hihihi

    Reply
  8. LJ

    minta liatin sama Ben, pada akhirnya eMak bakal ketemu akang Depp apa kagak..? πŸ˜›
    ___
    ntar mak, nunggu Ben ngegambar eMak sm akang Depp ketemuan di great wall of Padang πŸ˜‰

    Reply
  9. saidah

    Waaaaahhh six sence ini mah πŸ™‚ kereeeeeeeennn selalu Teh…
    ___
    heuheu…tengkyu Dang πŸ˜‰

    Reply
  10. yuniarinukti

    Ending yang tak terduga..
    Bagus Mbak πŸ˜‰
    ___
    Terima kasih mba Yun πŸ˜‰

    Reply
  11. Wong Cilik

    anak yang spesial …
    endingnya mengagetkan … πŸ˜€
    ___
    hehe…tengkyu Wong πŸ˜‰

    Reply
  12. lea

    ini Ben pun six sense atau dia psikopat Teh? hehehhehee
    bagussssssssss, selalu suka sama FF nya Teh Orin πŸ˜€
    ___
    sepertinya dia bisa ‘melihat’ masa depan gitu lah jeng hihihihi

    Reply
  13. prih

    Ben dengan karunia khusus, keren Orin.
    ___
    Terima kasih Ibu^^

    Reply
  14. Twist Hunter

    Mantep! Inilah twist itu, ketika pembaca dibikin iri ama akhir yang gak pernah disangka… πŸ˜‰
    ___
    hehehehe…tengkyu apresiasinya Mas πŸ˜‰

    Reply
  15. Ika Koentjoro

    Aku mau coba ikutan kok belum dapet ide ya. padahal DL dah mepet πŸ™
    ___
    Hati2 kelewat DLnya ya mba, besok udah ditutup^^

    Reply
  16. Ayu Citranigtias

    wahh.anak kecil peramal inihh
    ___
    kyknya sih begitu ya Ayu hehe

    Reply

Leave a Reply

%d bloggers like this: