Rindrianie's Blog

[Berani Cerita #08] Sempurna

3 jam berlalu sudah. Sepuluh cangkir kafein berpindah ke perutku. Enam puluh delapan wanita sudah aku lihat. Tapi masih tak ada wanita yang memiliki bibir sempurna yang aku inginkan.

“Kandidat berikutnya, Pak.” Jon -asistenku- mengabari. Aku hanya mengangguk, mulai bosan.

Detik berikutnya seorang gadis usia SMU yang masuk, tapi dandanannya terlalu dewasa. Aku tidak menyukainya pada detik pertama. Dia sangat tidak cocok untuk karakter tokoh di film yang akan aku buat ini, aku perlu sosok wanita muda elegan, bukan remaja tanggung yang memaksakan diri menjadi dewasa sepertinya. Langsung aku suruh keluar bahkan sebelum dia duduk. Jon menatapku lelah, tapi tetap tersenyum untuk kemudian memanggil kandidat berikutnya.

Bibirnya terlalu tebal.

Bibirnya terlalu tipis.

Bibirnya terlalu biasa.

Bibirnya terlalu penuh.

Bibirnya terlalu palsu.

Argh… tak ada kah wanita berbibir sempurna?

Jon sedang mengganti cangkir putih ke-sekian, wangi kopi seketika menguar, membuatku meminum kopi ke-sebelasku yang terlanjur dingin. Dia menata si cangkir di meja kecil di depanku, kandidat berikutnya akan duduk di kursi kecil di sebelahnya, untuk kemudian meminum si kopi dari cangkir sialan itu dengan meninggalkan jejak lipstik di sana. Begitu saja. Tidak ada dialog yang perlu dihafal. Tidak ada emosi yang perlu diperlihatkan. Audisi ini seharusnya mudah saja.

“Kandidat berikutnya ya, Pak.” Lagi, Jon mengulang kalimat. Lama-lama dia terdengar seperti mesin penjawab telepon di telingaku. Tapi dia sudah sabar menjadi asistenku, maka aku memberinya sebuah senyuman. Jon membuka pintu untuk memanggil kandidat berikutnya.

Seorang wanita berambut panjang melenggang masuk. Bibirnya cukup lumayan. Dia tersenyum sekilas padaku sebelum aku memberinya tanda untuk memulai berakting. Setelah membuat dirinya nyaman duduk di kursi, tangannya meraih si cangkir, bisa aku lihat tangan itu sedikit gemetar, mungkin ini audisi pertamanya, wajar jika dia gugup begitu.  Sebelum si cangkir menyentuh bibirnya, entah kenapa cangkir itu terbalik, kopi panas tumpah, teriakan histeris, rapalan caci maki, dan selanjutnya adalah drama. Sempurna!

Aku berdiri kesal, tanpa kata aku menyeduh kopiku sendiri saat sebuah cangkir putih di ujung meja memiliki jejak lipstik dari bibir yang sempurna. Kenapa aku bisa melewatkannya?

“Jon!”

“Ya, Pak.” Jon segera menghampiriku dari kesibukannya membereskan kekacauan yang baru saja terjadi.

“Ini cangkir siapa?”

“Euh… itu…itu cangkir saya, Pak.”

“Hah?”

***

Note : 351 kata

  • Bagi teman yang ingin ikut, sila cek di sini yaa 😉

0 Comments

  1. ceritasofi

    Jadi jon itu…joni apa jonita..hihihi…
    ___
    hermaprodit keknya dia Sof *halah* hihihihi

    Reply
  2. Mayya

    hihihi ternyata ada ya audisi bibir….hihihi…
    ___
    mau ikutan audisi ngga May? hihihihi

    Reply
  3. nyonyasepatu

    Waduh 10 cangkir kopi yaa , bny bgt hihi
    ___
    bisa ngga tidur 3 hari tuh non hihihihi

    Reply
  4. LJ

    sekian lama aku mencari… ternyata bidadari berbibir sempurna itu ada di depan mata.. ah, joni… qiqiqi…

    Orin, ini keren..!
    ___
    hahahaha…yg dkeet emang suka ga keliatan sih Mak 😛

    Reply
  5. Lidya

    Jonna nama malamnya ya rin hehehe
    ___
    kyknya sih begitu ya Teh hihihihi

    Reply
  6. Wong Cilik

    memang, yang dekat-dekat itu kadang malah terlewatkan … *halah …
    ___
    gitulah Wong, suka ngumpet 😛

    Reply
  7. danirachmat

    Hihihihi. Oriiiiiiin I knew it! Dirimu selalu menggigit bikin twistnya tapi entah kenapa pas waktu anak sma itu diusir gw dah kepikiran pasti cowok nih yang punya bibir sempurna tapi gak nyangka ternyata si Jon. Eh Jon cowok kan? Bukan Joana yang dipanggil Jon biar gampang kan? 😀
    ___
    Ish..kan gpp seorang cowok berbibir sempurna Dan *halah* hahahaha

    Reply
  8. mamayara

    merek lipstiknya apa sih…? wkwkwkwk
    ___
    rahasia katanya mam hahahaha

    Reply
  9. Rini si.Maya

    baca ulang,. karena bingung di akhir, sebenrnya ‘aku’ itu jon, bukan..
    trnyata ada yg trlewatkan bacanya “Jon -asistenku- mengabari.” Hehe..

    btw, itu kenapa ada setripnya?
    ke-sekian
    ke-sebelasku
    ___
    iya, pengen aja ada stripnya *halah* hihihihi

    Reply
  10. saidah

    Audisi utk iklan lipstik ini ya Teh? hihihi 😀
    ___
    bisa jadi Dang hihihihi

    Reply
  11. ais ariani

    Jon..lipstik akikah balikin joooon :mrgreen:
    ___
    dia punya sendiri kok Iiiis…ga minjem2 😛

    Reply
  12. hana sugiharti (@kinzihana)

    ya ellahhh audisi bibir kerennn
    ___
    mau ikuta ga mba? hihihihi

    Reply
  13. myra anastasia

    joooooonnn bibirnya sempurnya hihi
    ___
    kalah sempurna kita mba Chi hihihihi

    Reply
  14. Syahru Al Banjari

    Langsung pingsannnn…. XD

    Reply
  15. sulunglahitani

    Idih, si Jon ikut2an pake lipstik 😆

    Reply
  16. Susanti Dewi

    hahaha…. Jon. Joni ato Jona? hehehe…

    Reply
  17. Mechta

    Yawda… tinggal ngedandani si Jon saja toh? Sempurna! 😉

    Reply
  18. rinibee

    Dan kenapa pula Jon berlipstik? 😀

    Reply
  19. eksak

    Udah, Bos! Cipok aja si Jononya! Bhahaha

    Reply
  20. muamdisini

    kebayang-bayang si Jon itu seperti apa?…
    hehehehehe…

    Reply
  21. chocoVanilla

    Waduh, kok sekarang jadi banyak cowok berdandan ya, Orin? Mesti hati-hati nih buat para single, jangan sampai kelak berebut lipstik dan maskara ama pacarnya :mrgreen:
    ___
    kan biar bibirnya tetep moist gitu bu Cho hohoho

    Reply
  22. ~Amela~

    waah.. jadi curiga ama jon.. keren teh..
    upredictable

    Reply

Leave a Reply

%d bloggers like this: