Rindrianie's Blog

[Berani Cerita #12] Taruhan

Lapangan basket mulai sepi, tapi beberapa anak masih berlatih memasukkan bola. Padahal latihan sudah aku hentikan sejam lalu. Ah, anak muda, energi mereka seolah tak bisa habis. Aku tersenyum sendiri melihat mereka, bernostalgia ke zaman berseragam putih biru bertahun lalu.

Dado dan Faisal rupanya sudah hendak pulang, mereka sedang membereskan tas sambil mengobrol. Iseng, aku dengarkan percakapan mereka tanpa menoleh dari tempatku berdiri.

“Do, lo serius ngga punya sepatu lain?”

“Ngga. Emangnya kenapa? Masalah buat lo?”

“Iya lah, lo bakalan malu-maluin tim kita dengan sepatu butut itu.”

“Selama ini gue pake sepatu ini, Sal. Kenapa tiba-tiba sekarang lo rese?”

“Karena besok pertandingan gede, Do. Pak walikota mau nonton lho.”

“Yang penting tim kita nanti menang, Sal. Iya kan?”

“Ngga bisa! Pokoknya di pertandingan besok lo harus pake sepatu basket ‘beneran’, sepatu yang enggak kucel bolong-bolong kayak gitu.”

“Atau apa?”

“Atau lo ngga usah ikut main!”

Coach aja ngga pernah ngelarang gue pake sepatu ini, Sal. Lo jangan sok deh!”

“Tapi gue kapten tim kita, Do. Dan lo harus nurutin apa kata gue! Lagian kaki lo pasti sakit kan maen basket ga pake sepatu basket?”

“Heh, Faisal, gue tantang lo nge-shoot 3 point sekarang juga.”

“Hah? Apa maksud lo nantangin gue?”

“Kalo lo bisa lima kali berturut-turut masukin bola, gue setuju besok enggak ikut main.”

“Oke. Siapa takut?”

“Tapi kalo lo kalah, lo harus nurutin apa mau gue.”

Deal.” Kulihat Dado dan Faisal saling menjabat tangan. Semua anak lain menyingkir saat mereka mendekati ring di ujung sebelah sana, aku pun ikut bergabung dengan mereka, menyaksikan Dado dan Faisal bertanding 3 point shoots.

Kemampuan Dado dan Faisal sebetulnya sama, tapi karakter Faisal yang cenderung temperamental bisa menjadi kelemahannya dalam pertarungan kali ini. Dan aku memang berharap Dado yang menang tantangan kali ini, penasaran apa permintaannya yang harus dikabulkan Faisal?

Pertarungan berlangsung seru, keduanya adalah 3 point shooter yang tangguh. Masing-masing sudah melempar 4 kali, dan semuanya masuk dengan sempurna. Aku bisa lihat Faisal mulai tegang, menatap Dado yang tengah bersiap-siap membidik si ring dengan bola di tangannya dengan cemas, menahan nafas saat si bola melambung mendekati ring, untuk kemudian meluncur masuk melewati jaring nyaris tanpa suara. Aku, dan anak-anak yang lain di pinggir lapangan, bertepuk tangan gempita.

Sorak sorai kami rupanya membuat Faisal yang sedang menyiapkan lemparan terakhirnya semakin tegang. Dia terlihat sangat kesal sekaligus berambisi untuk menyamakan kedudukan. Semua penonton -tak terkecuali Dado- terdiam saat bola yang dilempar Faisal melambung sempurna, memantul sebentar di papan lantas bergulir menuju bibir ring, detik berikutnya sang bola tergelincir jatuh, di luar ring.

Dado menang!

Walaupun gontai, Faisal menyalami Dado yang tersenyum menatap sang kapten tim yang berhasil dikalahkannya. Kami para penonton, aku khususnya, menanti dengan tidak sabar apa yang Dado minta dari Faisal.

“Gue mesti ngapain nih, Do?”

“Di pertandingan besok kita tukeran sepatu ya Sal.”

Aku tersenyum menatap Faisal yang bertambah lunglai dan Dado yang terpingkal-pingkal. Tak berapa lama teman-temannya mengalungkan sepatu butut Dado di leher Faisal yang kini bisa ikut tergelak menertawakan dirinya sendiri.

Semoga saja mereka bisa bersikap sportif seperti itu hingga dewasa kelak.

Note : 499 kata. Klik banner-nya untuk ikutan bercerita yaa 😉

0 Comments

  1. junioranger

    Selalu datar tapi fantastis. Gak selamanya FF harus ada twist kan yah? ini buktinya. Kerennnnnn
    ___
    hehehe…ini contoh yg salah Jun 😛

    Reply
  2. riga

    ujung ceritanya asik…. 🙂
    ___
    hehehe…tengkyu bang..

    Reply
  3. della

    Hmmmm.. *mulai ngedit*
    hihihihi..
    ___
    waduh? qeqeqeqe 😛

    Reply
  4. prih

    Orin, selalu berhasil melewati tantangan berani cerita
    Menunggu karya Orin dibukukan.
    Salam
    ___
    Aamiin…semoga segera ya Bu 🙂

    Reply
  5. monda

    I wonder idenya dari sepatu yg dulu itu ya…
    Orin kan jago basket
    jadi kangen jaman keranjingan main basket, biarpun asal2an tapi seneng
    ___
    hehehe…iya Bun, dulu sepatuku jg gitu soalnya, bukan sepatu basket dan udah buluk 😀

    Reply
  6. yisha

    keren bangetssssssss…….
    yisha likeeeeeeee…………..likelikelike!!!!
    ___
    makasih Yisha 🙂

    Reply
  7. eksak

    Bhahaha, cerita juga butuh sportivitas kan? Kalo keren ya gue bilang keren! Dan cerita ini sederhana tapi …

    KEREN BANGET!!! 😉
    ___
    he he he…tengkyu mas 🙂

    Reply
  8. Nathalia DP

    sukaaa ih 🙂
    ___
    tengkyuuu^^

    Reply
  9. aritunsa

    itu.. itu.. yg memasukkan bola terakhir kayak di film-film gitu teh, hihi…pake slowmotion
    ___
    susah ternyata Ri nulisnya yg slowmotion begituh 😛

    Reply
  10. Susindra

    Yep…. sportif.
    pengen mulai menulis untuk berani bercerita. tapi masih ditunda2 terus.

    Reply
  11. Lidya

    trus jadinya menang gak pertandingannya setelah tukeran sepatu ? 🙂
    ___
    ntar orin tanyain ya Teh qiqiqi

    Reply
  12. myra anastasia

    hihihi buat Faisal, kasian deeeeeehhh! 😀

    Bukti kalo sepatu gak jadi jaminan menang, ya 🙂
    ___
    hahahaha… iya mba Chi, ga ngaruh sepatu mah 😛

    Reply
  13. De

    Waakkss ini baru namanya persahabatan. Keren

    Reply
  14. Imelda

    RASAIN! 😀

    Reply

Leave a Reply

%d bloggers like this: