Rindrianie's Blog

[Berani Cerita] #15 : Cinta Gila

Kantin lengang, dan kulihat Adam terduduk lesu di salah satu sudut, seragamnya kusut, rambutnya kusut, wajahnya kusut. Teh botol dingin di depannya tak tersentuh. Aku bisa segera tahu apa yang terjadi.

“Ditolak lagi?”

“Begitulah.”

“Trus?”

“Yaa…nanti aku coba lagi.”

“Sudahlah Dam, cari gadis lain. Di sekolah ini pasti ada yang naksir kamu.”

“Tapi tidak ada yang seperti Kirara, Jim.”

“Jadi?”

“Jadi aku akan menunggunya.”

***

“Kirara melanjutkan kuliah di Aussie, Jim.”

So?”

“Aku juga akan kuliah di sana.”

“Hei, bukankah kamu selalu bermimpi kuliah di ITB? Menjadi insinyur seperti kakekmu? Seperti ayahmu? Seperti Om-ommu?”

“Mimpi terkadang bisa berbelok, Jim.”

“Tapi tidak perlu mengejar gadis yang tidak ingin kau kejar, Dam.”

“Suatu saat dia akan tahu, Jim. Aku akan tetap menunggunya, untuk mencintaiku.”

“Itu terlalu gila, Dam.”

“Katanya kalau tidak gila maka namanya bukan cinta.”

“Bah!”

“Aku akan tetap ke sana, Jim. Bersama gadis yang selalu hadir dalam mimpiku, tak peduli saat aku terbangun atau terlelap.”

“Kamu positif gila, Dam!”

Dan Adam meninggalkanku dengan senyum di bibir. Aku bisa melihat matanya penuh harapan, impian, dan…cinta.

***

Kafe ramai, tapi Adam seolah terpisah dari hiruk pikuk kedai kopi ini. Kopi di depannya mendingin tanpa sempat tersentuh. Matanya redup, seolah kehidupan telah menyembunyikan sinar darinya.

“Ada apa dengan Kirara, Dam?”

“Dia menikah, Jim.”

“Bagus. Jadi kamu bisa mencari wanita lain, mencintainya, menikahinya, memiliki anak-anak yang lucu dengannya, lantas melupakan si Kirara sialan itu!”

“Aku akan menunggunya, Jim.”

“Apa??”

“Aku akan menunggunya, Jim. Aku akan menunggunya.”

“Adam, Tuhan sudah menciptakan seorang wanita untuk mendampingi hidupmu. Dan itu bukan Kirara! Please, jangan siakan hidupmu dan carilah wanita lain!”

“Aku akan menunggunya, Jim. Bahkan jika aku harus menunggu hingga 100 tahun.”

“Tapi mungkin kamu tidak akan hidup selama itu, Dam.” Adam terlanjur pergi, entah dia mendengar teriakanku atau tidak.

***

“Suaminya meninggal, Jim. Kirara sendirian. Kasihan sekali dia.”

“Aku lebih mengasihani kamu, Dam.”

“Aku akan menemuinya, Jim.”

“Dan kembali menyatakan cinta padanya?”

“Ya.”

“Kamu pikir dia akan menerimamu kali ini?”

“Mungkin. Aku tidak tahu. Tapi aku tahu aku mencintainya, jadi mungkin kali ini dia akan menerima cintaku.”

“Dia akan melakukannya berpuluh tahun lalu jika dia memang mencintaimu, Dam.”

“Aku tidak akan menyerah, Jim. Aku akan menunggu, hingga Kirara mencintaiku.”

“Kamu ingat usia kita sudah 63?”

Adam menatapku tajam, tak bisa kubaca maknanya apa. Tapi kemudian dia beranjak dalam diam, sahabatku itu sudah terlalu lama gila.

 ***

“Kamu benar, Jim.”

“Apanya?”

“Aku gila.”

“Kamu baru menyadarinya setelah Kirara pergi mendahului kita?”

“Aku menyimpan sebagian abu dirinya, Jim.”

“Apa? Kenapa aku baru tahu kamu menyimpan abu Kirara?”

“Berjanjilah padaku abu ini akan ikut dikubur bersamaku saat aku mati nanti, Jim.”

“Kenapa kamu begitu mencintai wanita itu, Dam?” Jeda sesaat, Adam menatapku beberapa detik tanpa berkedip. Seketika aku menyesal, tidak seharusnya aku bertanya. “Lupakan saja pertanyaanku tadi, Dam.”

“Kenapa kamu tidak pernah menikah, Jim?” Tapi terlambat, Adam terlanjur bertanya sebuah pertanyaan yang aku sendiri tidak tahu jawabnya apa.

Mungkinkah aku mencintai Adam yang selalu mencintai Kirara? Tapi kenapa?

Note : 485 kata

PS : another ‘geje’ story of mine 😛 aselinya cerita ini panjang dan lebih absurd, tapi saya pangkas sana sini dan dimodifikasi agar bisa sedikit ‘nyambung’ dengan lirik lagu, ndilalah malah tambah absurd *ups* hahahahaha. Ah sudahlaaah 😛

0 Comments

  1. LJ

    cerita yang unik.. utamanya mengisahkan kegilaan Adam.. padahal sebenarnya si Jim lebih lagi sablengnya.. wkwkk

    eMak suka, tidak bertele2.. tidak banyak penjelasan tapi bikin nyengir.
    ___
    Iya Maaaak, duo sableng qiqiqiqi

    Reply
  2. ryan

    konsep gilanya keren. bacanya juga asik.
    ___
    tengkyuuu^^

    Reply
  3. Lidya

    mending Adam dong normal hehehe
    ___
    gila normal berarti ya Teh hihihi

    Reply
  4. dea

    whuaahahaha 😀 keren keren
    ___
    hehehe…tengkyu De

    Reply
  5. Lyliana Thia

    Hahahaha… Jd ikutan gila iniii…
    Orin sukanya bikin surprise di akhir cerita.. Bisa banget.. Hehe..
    ___
    Nah, aku yg nulis jg gila dunk mba #eh? qiqiqiqi

    Reply
  6. Adi Nugroho

    #Entahkenapa pengen nabokin Adam. Jadi cowok kok dudul. Hahaha.

    Aku nggak tahu ya. Kenapa ending seorang cowok terungkap gay-nya selalu dibuat jadi twist di FF. Hag hag.
    ___
    Eh…aku ga maksud bikin si Jim in gay lho, Di. Dia tuh ‘sahabat’ yg gila aja, solidaritas si Adam ga nikah jd dia jg ga nikah *halah* qiqiqiqi

    Reply
  7. Evi Sri Rezeki (@EviSriRezeki)

    Heu ceritanya ironis. Suka deh 🙂
    ___
    makasih mbak^^

    Reply
  8. kakaakin

    Wow… ini versi jeruk makan jeruk yang paling nge-twist menurutku 😀
    Keren, Rin 🙂
    ___
    tengkyu Kaaa

    Reply
  9. Rini Uzegan

    hihihi… ngetwist bgt ini mah 😀
    ___
    lumayan ngetwist ya Rin? hehehe

    Reply
  10. fatwaningrum

    saya ngakak sampe akhir :D. keren 🙂
    ___
    hahahaha….tengkyu lho Mba Na udh ngakak 😛

    Reply
  11. nyonyasepatu

    Kocak haha
    ___
    hehehehe 😀

    Reply
  12. yuniarinukti

    Lha ujung-ujungnya kok jadi sama gilanya.. justru lebih gila si Adam 😀

    Reply
  13. Social Bookmarking Indonesia

    Kereen. orin bisa aja nulis kaya ginih,..

    Reply
  14. chocoVanilla

    Lhadalah…dua manusia ini mestinya konsultasi padaku yaa…bukaaann…bukan biar sembuh gilanyaaa…tapi…biar kucariin jodoh wkwkwkwkw….

    Keren, Oriiiin, like usually….. 😀

    Reply
  15. Wong Cilik

    cinta itu memang buta kalau tidak buta bukan cinta … *nyanyi
    ceritanya keren teh …

    Reply
  16. cumakatakata

    cerita yang unik Teh… buat bergidik di akhirnya 🙂

    Reply

Leave a Reply

%d bloggers like this: