Rindrianie's Blog

[Berani Cerita #20] Obsesi

“Mas, ada kaset Chrisye, ngga?”

“Hah? Kaset?” aku tergeragap dari kantuk yang terusir segera begitu perempuan itu datang. Dan lebih terkejut saat mendengar pertanyaan perempuan itu. Kaset? Helloooow…

“Iya, yang album Badai Pasti Berlalu. Keluaran tahun 1977 itu lho.” katanya lagi.

Kutaksir usia perempuan itu baru 30an. Mata kecilnya sayu, hidungnya bangir, rambutnya legam, tubuhnya semampai. Cukup cantik sebetulnya, tapi sayang katrok, ucapku dalam hati.

“Hari gini udah ngga ada yang jual kaset, mbak.” jawabku menahan tawa, “Nih, ada CDnya kalo mbak mau.”

“Mas ngga dengar ya? Kaset, mas, kaset, bukan yang kayak gini.” CD yang kusodorkan ditepisnya hingga terjatuh. Gila nih cewek, rutukku kesal. Tapi sebelum aku mengomel panjang lebar, perempuan itu berlari keluar toko berurai air mata. Bah!

***

“Cari CD apa, mbak” tanyaku pada seorang perempuan bergaun biru laut yang tengah mencari-cari di rak ‘Lagu 90-an’. Perempuan itu menoleh, aku merasa mengenalnya, tapi siapa ya? Hmm.

“Halo mas, saya lagi nyari kaset KLa Project nih, mas. Yang album pertama. Ada?” Aha, ternyata si perempuan gila!

“Ngga ada, mbak.” jawabku ketus. Β Lantas aku khawatir si perempuan gila ini berlari keluar sambil menangis seperti tempo hari, tapi ternyata tidak, dia hanya menatapku dengan pandangan bertanya.

“Serius?”

“Seratus rius, mbak.”

“Kamu pikir saya gila yah?”

“Lhoh?”

“Memang lelaki itu ngga ada satu pun yang bisa ngehargain perempuan!” Detik berikutnya dia menamparku! Pipi kiriku terasa panas, sepanas hatiku yang tidak terima dengan perlakukan si perempuan gila itu padaku.

Aku mulai menjambak rambut panjangnya, perempuan itu menjerit, lantas mencakar lenganku. Aku hendak mencekiknya saat tersadar, kalau aku demikian, aku akan sama gilanya dengan si perempuan. Maka aku mundur, melepaskan diri dari perempuan itu. Dia juga terdiam, menatapku beberapa detik tanpa berkedip.

“Sayang, pulang yuk.” seorang lelaki datang, langsung memeluk pinggang si perempuan.

“Aku lagi nyari kaset KLa yang pertama mas.”

“Iya, nanti mas yang cari.”

“Janji?”

“Janji.”

Lantas si perempuan gila, dan lelaki -yang sama gilanya- keluar dari pintu toko, meninggalkanku yang masih tetap menatap mereka hingga tak terlihat.

***

Beberapa pekan ini cukup ‘aman’, si perempuan gila yang mencari kaset tidak datang lagi. Tapi entah kenapa, kegilaannya justru mengusikku. Kenapa dia begitu terobsesi pada kaset? Aku mengingat kapan terakhir kalinya aku mendengarkan lagu dari sebuah kaset dalam tape recorder, rasanya sudah terlalu lama untuk diingat.

Maka aku beranjak ke gudang, tempat kaset-kaset lama yang tak sempat terjual masih disimpan. Kuambil secara acak, kaset Dewa 19, entah album ke berapa, aku masukkan ke dalam tape recorder berdebu di pojok ruangan. Lagu Kangen menyapa, suara Ari Lasso bergema, pita kaset yang berkemerisik menimbulkan sensasi tersendiri di telingaku. Aku terdiam di sana hingga berjam-jam. Hingga berlagu-lagu. Hingga berkaset-kaset.

Sepertinya aku resmi tertular kegilaan si perempuan gila.

Note : 438 kata. Absurd sekali cerita ini ya hahahaha *abaikan*. Yang ingin ikutan bercerita, sila klik bannernya yaa πŸ˜‰

0 Comments

  1. LJ

    yawdah klo kaset chrisye gak ada, tapi kaset cherry belle pasti ada dunk, mbak..?!! aquwh mau yang kamu cantik cantik dari hatimu itu loh…

    kaset ya mbak, bukan cd..!
    ___
    ahahahaha…mana ada kaset ceribel πŸ˜› qiqiqiqi

    Reply
  2. danirachmat

    Eh Rin, bisa merasakan kegilaan mereka loh. Gw juga sukak dengerin kaset..
    ___
    gw jg masih nyimpen kaset2nya Dan, tapi si radio tape-nya rusak gegara kebanjiran :((

    Reply
  3. Ryan

    mendengarkan kaset itu ada kenikmatan tersendiri ya. πŸ™‚
    ___
    Iyaa…beda aja sensasinya ya hohohoho

    Reply
  4. chocoStorm

    Ah, aku masih punya banyak kaset lhoo. Sayang ndak punya tape nya πŸ™
    ___
    aku jg ada beberapa buCho, tapi tapenya rusak kebanjiran πŸ™

    Reply
  5. saidah

    Ahahaha akupun lupa kpn terakhir kali pegang sebuah kaset, etapi kynya msh punya deh kaset Gigi yg album religi tahun kpn tau πŸ˜€
    ___
    aku punya lumayan banyak Dang, masih generasi kaset soalnya aku mah *halah* hahahaha

    Reply
  6. afan

    Beli kaset di toko musik udah gak ada, giliran beli CD musik di warung ayam goreng malah ada πŸ™‚
    Ceritanya bagus
    ___
    hahahaha…iya ya, beli ayam goreng bonusnya CD πŸ˜›

    Reply
  7. De

    Rafa baru liat disket aja ketawa-ketawa. Gimana kalo dia liat kaset yah.
    ___
    ahahahaha…iya ya, pastinya udh antik bgt disket sama kaset buat anak sekarang

    Reply
  8. bintangtimur

    Orin, segeerrr banget ide ceritanya!
    Saya jadi inget ibu dan tante saya yang masih tergila-gila sama radio kecil pake batere itu…diganti yang canggihan dikit juga nggak mau, kurang seru katanya…hehe πŸ˜€
    ___
    kalo radio yg pake kabel ga bisa dibawa2 kali ya Bu hihihihi

    Reply
  9. niken kusumowardhani

    Aku punya tuh kaset Crisye yang Badai Pasti Berlalu. Apa aku termasuk gila? huuft
    ___
    hihihihi…ya ngga atuh Bun πŸ˜€

    Reply
  10. 'Ne

    saya masih ada banyak kaset2 Teh, masih tersimpan rapi di rak bareng buku2 πŸ˜€

    Reply
  11. eksak

    Bhahaha, moga yang pada komen gak ketularan gila juga!

    Reply
  12. mamayara

    enakan kaset, kalo putus bisa disambung pake selotip πŸ˜†

    kalo CD…paling dilempar ke tong sampah
    ___
    Iya ya, CD tuh kalo rusak ya dibuang

    Reply
  13. abi_gilang

    Tau nggak Orin dulu tuh kalo pita kaset kusut Akang suka setrika biar nggak kusut lagi, tapi dilapisin kain lho biar nggak rusak :mrgreen:
    ___
    Eh??? baru tau lho kang bisa disetrika begitu hihihihi

    Reply

Leave a Reply

%d bloggers like this: