Rindrianie's Blog

[Berani Cerita #27] Asing

Aneh, akhir-akhir ini jarang sekali orang yang lewat pos rondaku. Ralat, bukan jarang, tapi memang sama sekali tidak ada! Cuma si Ableh yang tetap duduk entah melamun entah tidur menemaniku di pos ini. Yang lainnya tak pernah lagi aku lihat.

Pak Raden yang pelit itu tak pernah lewat. Jangankan membawa jambu yang sulit sekali aku minta, kumisnya yang lebat itu pun tak pernah Β keliatan. Biasanya Pak Raden rajin jalan-jalan pagi, kenapa dia tidak melakukannya lagi?

Para bocah, Si Unyil, Usro, Meilani, Cuplis juga tak pernah melintas. Padahal biasanya mereka berisik berceloteh sepulang sekolah lewat pos ronda mengganggu waktu tidur siangku. Tapi lumayan kalau ada mereka lewat, kadang-kadang aku dikasih permen kojek atau cepek-an sisa uang jajan. Apa mereka pindah sekolah ya?

Ibunya Unyil juga tidak lagi belanja ke pasar. Dulu, kalau wanita itu lewat pos rondaku, dia kadang berbaik hati memberiku satu dua buah jajanan pasar. Belanja kemana dia sekarang ya?

Oh iya, bahkan si Ibu Bariah pun tak pernah lagi bertandang menjajakan rujaknya ke pos rondaku. Apakah sekarang dia sudah berganti profesi dan tidak berjualan rujak lagi?

Aneh sekali.

“Bu, itu siapa?” Sayup, sebuah suara terdengar, seperti suara anak perempuan.

“Yang Β botak plontos itu si Pak Ogah, dia suka malakin orang tuh, bilang gini ‘cepek dulu dooong’ gitu.” Pasti ini ibunya yang menjawab, dan tak lama si anak perempuan tertawa. Sialan, berani-beraninya dia menertawakanku. Tapi aneh juga, aku bisa mendengar suara mereka tapi tak bisa melihat keduanya. Sepertinya aku berada di sebuah tempat yang asing.

“Bleh…Ableh…” panggilku sedikit panik. tapi Ableh tak merespon. Dan saat aku ingin mengguncang-guncang tubuhnya, ternyata kakiku tak bisa bergerak! Ada apa ini?

“Kepada para pengunjung Museum Si Unyil yang terhormat, dipersilakan memasuki ruang Melati untuk menonton pertunjukan film si Unyil. Terima kasih.”

Hah? Apa maksudnya itu??

Note : 292 kata, ceritanya aseli geje ya? hahahaha :P. Sila klik bannernya untuk ikutan bergeje, eh, ber-FF ria bersama Berani Cerita πŸ™‚

0 Comments

  1. jampang

    sudah masuk musium ternyata….
    ___
    Iyaaa hihihi

    Reply
  2. danirachmat

    tak menyangka. sediiiih Rin bayangin perasaannya Pak Ableh. Teganyaaa.. Huhuhuhu
    ___
    hahahaha *ups*

    Reply
  3. Wong Cilik

    jadi kangen si Unyil. Dulu sempat menjadi tontonan wajib mingguan … hi.hi.hi..
    ___
    Seru keknya kalo ditayangin lg ya Wong hehehe

    Reply
  4. mama hilsya

    ooo… gitu maksudnya? *setelah baca komen2 di atas*… aduh, tulalit banget ya eike? ….
    ___
    bukan tulalit, ini ceritanya emang teu pararuguh qiqiqi

    Reply
  5. fannywa

    Miris bacanya.. budaya negeri yang memang mulai tersisih ya..
    ___
    Begitulah πŸ™

    Reply
  6. titi esti

    Haiyaaah… klo gak baca komen Bang Rifki aku gak tau lhoooo… maksud cerita ini..
    Top, Rin!
    ___
    hihihihi…berarti Orin belum berhasil nulisnya Teh πŸ˜€

    Reply
  7. bintangtimur

    Weleeeh…Orin memang paling jago kalo nyuruh saya mikir…hihihihi…udah bawaan kali ya, saya telat melulu ngertinyaaaa πŸ˜€
    ___
    gpp Bu Ir, emang geje ini fiksinya hihihihi

    Reply
  8. Evi

    Ableh, Unyil dan Pak Raden..Hidup lagi melalui Teh Orin untuk mendidik bangsa πŸ™‚
    ___
    he he, makasih tanteeee^^

    Reply
  9. herma1206

    tokoh2 ini harusnya dihidupkan lagi..jgn masuk museum terus…
    ___
    semoga suatu saat bisa muncul lg ya

    Reply
  10. myra anastasia

    iya, hrs diidupin lagi. Masa anak2 skrg kenalnya sm upin-ipin aja πŸ™‚
    ___
    Padahal si Upin terinspirasi dr si Pak Ogah tuh keknya mbak Chi ya hihihihi

    Reply
  11. Arman

    jadi boneka pak ogah ternyata hidup ya. serem dong… πŸ˜›
    ___
    iyaa…emang serem hihihi

    Reply
  12. Zizy Damanik

    Serem kaliiii hahahaa….
    Ah spooky ini ceritanya.
    ___
    hati2 lho mbak Zy, malam jum’at nih hihihihi

    Reply
  13. riga

    membangkitkan kenangan masa kecil yah…. πŸ™‚
    ___
    qiqiqiqi…begitulah baaang πŸ˜›

    Reply

Leave a Reply

%d bloggers like this: