Rindrianie's Blog

[Berani Cerita #29] Mencari Mempelai

Percobaan pertama, entah beberapa tahun yang lalu.

“Sorry…aku tidak bisa.”

“Tapi kenapa? Apakah karena aku perokok?”

“Itu hanya salah satu sebab.”

“Tapi itu hanya sekedar hobi. Aku akan punya banyak buku kalau hobiku membaca, kalau hobiku fotografi aku akan punya kamera bagus. Nah, hobiku merokok, apa bedanya dengan hobi-hobi yang baru saja aku sebut tadi?”

“Kakekku meninggal karena kanker paru-paru.”

“Apa hubungannya denganku?”

“Pokoknya aku tidak bisa menerima pinanganmu. Kita putus.”

Bah! Bilang saja kalau memang tidak cinta, tidak perlu berputar seperti itu segala. Sepuntung rokok tak berdosa aku lempar jauh-jauh.

***

Percobaan kedua, beberapa tahun berikutnya.

“Jadi?”

“Jadi aku bersedia menjadi istrimu dengan syarat kau berhenti merokok.”

“Seharusnya cinta itu tak bersyarat apapun. Kalau begitu artinya kamu tidak betul-betul mencintaiku.”

“Aku ragu kamu betul-betul mencintai dirimu sendiri atau tidak.”

“Maksudnya?”

“Ya itu…nikotin dan teman-temannya yang sering kamu isap berkali-kali dalam sehari itu, bukankah pertanda kamu tidak sayang dirimu sendiri?”

“Apa-apaan itu? Kita putus.”

Bah! Seharusnya pasangan itu saling menerima dengan utuh, bukan? Perempuan itu memang tidak pantas untukku. Aku menatap sepuntung rokok yang masih berasap di antara jemariku, lantas menginjaknya perlahan.

***

Percobaan berikutnya, beberapa tahun berikutnya lagi.

“Maaf, aku ingin punya anak banyak.”

So?

“Sperma seorang perokok konon tidak bagus.”

“Teori darimana? Bapakku perokok, kamu tahu aku anak ke berapa?”

“Ya, kamu anak ke sebelas dan adikmu masih ada 3.”

See?

“Tapi tetap aja, aku tidak bisa jadi istrimu.”

“Tidak bisa atau tidak mau?”

“Apa bedanya, hasilnya sama saja. Hubungan kita cukup sampai di sini.”

Bah! Apakah sudah tidak ada lagi perempuan-perempuan waras yang tidak sok anti rokok di bumi ini? Aku menatap sepuntung rokok yang sudah tergeletak di dekat kakiku, kita ini sudah satu paket, dimana perempuan yang bisa menerima kita berdua? Tanyaku padanya.

***

Percobaan ke sekian, beberapa bulan yang lalu.

“Kenapa kamu tidak berhenti merokok?”

“Kenapa tidak?”

“Benda itu bisa membuatmu mati muda.”

“Kamu bisa jamin aku bisa hidup lama tanpanya?”

“Ya tentu saja tidak, tapi-”

“Ya sudah, tidak perlu dibahas. Jadi kamu mau tidak menerima pinanganku?”

“Maaf. Jawabannya adalah tidak. Aku tidak suka lelaki beraroma tembakau.”

“Baiklah. Semoga kamu menemukan lelaki beraroma entah apa yang kamu suka.”

Bah! perempuan itu tak tahu rupanya ada teknologi bernama parfum yang bisa memilih aroma apapun yang kita mau. Manisnya isapan terakhir masih terasa di ujung lidah, sepuntung rokok yang masih hangat aku endus dekat-dekat. Mungkin tidak ada perempuan yang bisa aku jadikan mempelai.

***

Hari ini, detik ini, saat aku akhirnya menemukan belahan jiwaku.

“Wah? Mau dinikahkan di sini saja?”

“Iya, Pak Penghulu.”

“Mana pengantin perempuannya? Saya nikahkan lewat skype atau bagaimana.”

“Tidak, Pak Penghulu.”

“Lantas?”

“Ini Pak Penghulu, di sebelah saya, mempelai perempuan ada di sebalah saya.”

“Apa? Kau ingin menikah dengan sekotak puntung rokok?”

“Iya, Pak Penghulu.”

“Gila!”

Aku tersenyum bahagia, memandang entah berapa banyak puntung rokok yang sengaja aku kumpulkan, aku memang tergila-gila pada mereka. Hanya mereka yang bisa mengerti lelaki seperti aku.

Note : 475 kata, sila klik bannernya untuk ikut Berani Cerita, maafkan cerita geje yang absurd inih hehehehehe

0 Comments

  1. nurlailazahra

    TOP juga ide gilanye, Teh 😀
    ___
    tau aja Sarah aku lg gila #eh? qiqiqiqi

    Reply
  2. herma1206

    waduh…nikahnya ama rokok..
    sy juga gak mau ama yg perokok.. *emang ditanya 😀
    ___
    Aamiin…semoga ya mbak 🙂

    Reply
  3. Mayya

    Kyahahahaha, mantep mbak!
    ___
    hihihihi….geje seperti biasanya May 😛

    Reply
  4. abi_gilang

    Saya terima nikah dan kawinnya PUNTUNG BINTI ROKOK dengan mas kawin seperangkat asbak :mrgreen: Selamat buat pasangan sejiwa-nya ya Orin 🙂
    ___
    hahahahaha….pikaseurieun akaaaaaang hahahahaha

    Reply
  5. jampang

    menjiwai sekali, mbak 🙂

    kerennn
    ___
    hihihi…menjiwai bagaimana nih bang? hihihi. Terima kasih ya 🙂

    Reply
  6. prih

    wah pabrik rokok dan asosiasi petani tembakau langsung hadir kondangannya nih neng Orin. Idenya ada ajaaaa. Salam
    ___
    hahahahaha….seru jg resepsinya ya bu kalo mereka datang hihihih

    Reply
  7. rahmattrans

    Wlau saya cowok, tp apapun ceritanya saya tdk suka perokok.. 🙂
    ___
    hehehehe… 🙂

    Reply
  8. Lidya

    Peroko berat ya sampe mau nikah sama rokok
    ___
    hehehe….iya Teh

    Reply
  9. liannyhendrawati

    he he.. aku juga nggak suka liat org ngerokok. Kena asapnya saja sudah membuat pusing kepala ..
    ___
    heuheu…iya mbak, sama 🙂

    Reply
  10. noichil

    ♥
    ___
    🙂

    Reply
  11. mama hilsya

    merokok tidak baik bagi kesehatan… kanker paru-paru sudah pasti itu..
    ___
    Iya Teh..

    Reply
  12. hana

    bener itu skak mat 😀
    ___
    hehehe

    Reply
  13. nyonyasepatu

    hahahahha……waduh dia nanti mencumbui si rokok2 dong yaa, ehh udah yaaa
    ___
    entah gimana itu bentuk cumbuannya Non *halah* qiqiqiqi

    Reply
  14. sulunglahitani

    Kalimat yang ini kok agak membingungkan ya, mbak?

    “Aku ragu kamu betul-betul mencintaimu sendiri atau tidak.”

    Apa maksudnya mencintai diri sendiri, gitu ya?
    ___
    tengkyu koreksinya Luuuung, udah ta’ edit hehehehe

    Reply
  15. jiah al jafara

    errrr
    aq gak suka perokok
    ___
    Iya, aku jg Jiah 🙂

    Reply
  16. Baginda Ratu

    Haha… ide ceritanya asli kereeeennn!
    Ehm, walopun tadinya berharap ada kejadian si laki2 berhenti ngerokok juga, sih… hihihi…
    ___
    heuheu…sengaja nyari ide gila mbak 😀

    Reply
  17. niken kusumowardhani

    Aku menikah dengan perokok. ^_^
    ___
    Bapakku jg perokok Bun 🙂

    Reply
  18. heldaferapuspita

    Wah, suamiku harus baca nih 😀
    ___
    hihihihi 😀

    Reply
  19. Arman

    gila beneran jadinya. hahaha
    ___
    hihihihi…iya mas 😀

    Reply
  20. ejiebelula

    salam kenal…

    perokok ya? ejie gatau mau komen apa..
    sekeliling ejie pun bnyk perokok. hhhh….

    ejie suka ya cara berceritanya. ejie belum pernah nulis beginian.
    sangat ingin 😀
    ___
    Terima kasih sudah mampir Ejie^^

    Reply
  21. masichang

    beruntung bener yg jadi tuh rokok? ampe dinikahin segala
    ___
    hehehehe

    Reply
  22. @brus

    Semangat tulisan ini ‘ANTI ROKOK – se7 banget – karena ‘merokok adalah ‘membakar rezeki kita alias mubazir … kenapa begitu? Coba saja hitung berapa uang dibakar percuma plus bawa penyakit dlm 1tahun. 🙁
    Misalnya, 1 hari 1 bungkus rokok @ Rp. 10rb x 30 (1bulan) x 12 (1tahun) = Rp. 3,6 jeti kan..? Lumayan utk beli yg lain … susu anak dll.
    ___
    3,6 juta, bisa dibeliin kambing buat qurban tuh om @brus hihihihi

    Reply
    1. @brus
      1. @brus

        saya sudah nulis postingan ttg perokok : 😛

        http://abrussiana.wordpress.com/2011/05/19/perokokberat/

        Reply
  23. 12 Menit

    Hadeeehhh…. gila itu sih namanya 😀
    ___
    he he…iya, tergila2 sm rokok 😀

    Reply
  24. riga

    cara bertutur dalam cerita ini unik. ujung kisahnya pun menarik. Good job, Orin.. 🙂
    ___
    heuheu…aku emang suka dialog banyak2 kek gitu bang 😀

    Reply
  25. titi esti

    Oriiiin… aku baru baca ini. Etapi si lelaki itu tabah banget ya.. ditolak cewek berkali kali tetep aja ngerokok :p
    ___
    istiqomah dalam merokok dia Teh hihihihi

    Reply

Leave a Reply

%d bloggers like this: