Rindrianie's Blog

[Berani Cerita #24] Vivienne

Vivienne menatapku dengan mata yang basah. Untuk waktu yang lama kami berpelukan tanpa kata-kata. Β Tak ingin saling melepas, berharap detik berhenti berdetak, dan kami berdua membeku abadi bersama sang waktu.

Tapi tentu saja itu tidak mungkin terjadi, Vivienne akan tetap pergi, suka atau tidak, dia tidak memiliki pilihan lain, selain meninggalkankanku. Dan aku, akan tetap sendiri bersama sepi di rumah ini, merana tanpa kehadiran dirinya, seperti seharusnya. Menyedihkan.

Mungkin aku bisa menculik Vivienne. Melarikannya ke sebuah desa yang jauh dari semua orang yang pernah mengenal dia. Hidup berdua dengannya di rumah sederhana penuh cinta hingga selamanya. Aku yakin gadis jelita itu akan menuruti semua pinta dan inginku tanpa bertanya. Walaupun ide gila seperti ini bisa membuatku berakhir di penjara, tapi tidak apa-apa, bukan?

Atau, mungkin aku bisa membujuknya saja, merayunya dengan semua benda kesukaannya, memohon padanya untuk menolak pergi dan tetap di sini bersamaku.

“Viv…” kalimat yang sudah di ujung lidah ternyata tak mampu aku selesaikan. Detik berikutnya, aku hanya mampu memeluk tubuhnya, sekali lagi, lebih erat. Dan kali ini, tanpa malu terisak dalam dekapannya. Aku tak peduli lagi jika Vivienne menganggapku seorang lelaki cengeng yang tak bisa menahan air mata di depannya. Dia mungkin tidak akan pernah tahu sedalam apa cintaku untuknya. Sungguh, aku rela mati untuknya.

Bagaimana aku akan menjalani hari-hariku tanpa dirinya? Bagaimana malam-malamku akan berlalu tanpa mencium keningnya sebelum tidur seperti biasanya? Bagaimana aku bisa bertahan tanpa membelai lembut rambut panjangnya saat dia bercerita tentang segalanya? Bagaimana mungkin aku…

“Mas, taksi kami sudah menunggu,” suara Lita memutus lamunanku, “Mas bisa bertemu Vivienne kapanpun mas mau di rumah Ibu di Bandung, jangan lupa mengabariku dulu. Aku adukan ke polisi kalau mas menemuinya diam-diam, karena itu artinya mas tidak mematuhi keputusan hakim. Cukup jelas kan, mas?” Istriku, ralat, mantan istriku meracau panjang lebar. Dan aku hanya mengangguk pasrah.

Vivienne -dengan matanya yang masih basah- menatapku dalam diam. Tangan mungilnya melambai mengucap perpisahan, matanya memintaku untuk ikut bersamanya, tapi itu tidak mungkin lagi. Aku terlanjur mengkhianati cinta ibunya, kesalahan fatal tak termaafkan yang harus aku bayar dengan kehilangan dirinya. Seandainya aku bisa kembali memutar waktu…

Note : 347 kata, sila klik bannernya untuk ikut Berani Cerita yaa πŸ˜‰

0 Comments

  1. fatwaningrum

    wow, twistnya kerren. suka ^^
    ___
    heuheu…tengkyu mbak Na πŸ˜‰

    Reply
  2. Dewi

    oohhh viviene…….. ceritanya gut mbak,, hampir nangis loh,, πŸ™‚
    ___
    wahhh…makasih ya bundagawul πŸ™‚

    Reply
  3. herma1206

    hiks..kasian sih ama “aku”nya…paling pedih itu klo hrs berpisah sama anak..tapi ya salah sendiri knp berkhianat.. *kok jdi kayak curcol πŸ˜€
    ___
    moral of the story : jangan selingkuh kali ya hehehe

    Reply
  4. η©Ίγ‚­γ‚»γƒŽ

    Oh, anaknya? Kiraiiin… :O
    ___
    hehehe…begitulah πŸ™‚

    Reply
  5. myra anastasia

    penyesalan emang selalu aja dtg belakangaaaaannnn πŸ˜€
    ___
    hihihihi…iya mba Chi πŸ™‚

    Reply
  6. eksak

    Vivienne anaknya, Lita ibunya! Hehe, tumben gue mudeng? Xixixi
    ___
    jadi sebelum2nya ga mudeng yah? qiqiqi

    Reply
  7. saidah

    Aaaaahhh sukaaaaa, buruan nulis novel Teh πŸ˜€
    ___
    hehehe, tengkyu Dang. Aamiin, semoga ya^^

    Reply
    1. nyonyasepatu

      Iya bikin novel dong orin
      ___
      ahahahah.. eh, Aamiin..semoga ya Non :))

      Reply
  8. miss rochma

    huwaaa… kasihan vivienne.. tapi gmn lagi, akibat kesalahan bapaknya.
    ___
    Iyaa…biarin aja bapaknya kena ‘hukuman’ ya hehehe

    Reply
  9. chocoStorm

    Hihihihihi…judulku sama, Orin πŸ˜› πŸ˜€

    Nah, pelajaran berharga untuk tidak main mata lagi :mrgreen:
    ___
    ahahahaha….sehati kita ya buCho *ketjup*

    Reply
  10. linda

    kecele, ternyata bapak dan anak hehehehe
    ___
    ah senangnya ada yg kecele #eh? qiqiqiqi

    Reply
  11. Syahru Al Banjari

    tulisannya, ceritanya bagus banget,, makasih mbak.. πŸ™‚
    ___
    Terima kasiiiih^^

    Reply
  12. jampang

    serasa menjadi “aku”
    tapi di luar bagian selingkuhnya πŸ˜€
    ___
    hehehehe

    Reply
  13. haya

    Kasihan juga dong Viviennenya… ^^d
    ___
    Iya, kasian dia terpisah dari ayahnya ya

    Reply
  14. Ayu Citraningtias

    aku ketipuu.. kirain mau bawa lari gadis tetangga sebelah..:D
    ___
    mihihihi…maabh ketipu ya Yu πŸ˜€

    Reply
  15. Pendar Bintang

    Cinta sampai berani mati?
    SO sweeet Mbak… πŸ˜€
    ___
    eh? hehehe

    Reply

Leave a Reply

%d bloggers like this: