Rindrianie's Blog

Berburu Wisata Halal ke Jepang

Wisata halal? Ke Jepang? Errr… sepintas tampak tidak masuk akal sih ya. Tapi temans, kepariwisataan dunia akhir-akhir ini rupanya sudah berubah lho, Halal Tourism ternyata sedang menjadi ‘tren’. Saat saya ngebolang ke Lombok tempo hari, misalnya, driver mobil sewaan kami bercerita, bahwa tempatnya bekerja dimintai pendapat oleh teman mereka di Korea bagaimana kota Lombok menjadikan dirinya sebagai salah satu destinasi utama Halal Tourism. Teman Koreanya itu rupanya ingin mengadopsi konsep kota Lombok tentang wisata halal di negara mereka. Nah!

Tapi teman-teman, sebelum ke wisata halal Jepang, mari saya ceritakan sedikit kisah.

Alasan kenapa saya ingin berwisata ke Jepang

 

Barangkali ada yang belum tahu, saya ini lulusan bahasa Jepang ya sodara-sodara, jadi sudah jelaslah ya alasan terbesar saya ingin ngebolang ke Jepang. Tiga tahun kuliah di Jatinangor, lantas meneruskan kuliah S1 sambil bekerja di Jakarta, dua perusahaan tempat saya bekerja pun selalu perusahaan Jepang. Berkali-kali saya ikut test beasiswa sekolah di Jepang, bahkan setelah saya sudah menikah sekali pun. Saya juga pernah ikut Benron taikai (lomba pidato dalam bahasa Jepang) karena hadiah utama bagi pemenang adalah pergi ke Jepang. Tapi seperti sudah bisa diduga, impian saya untuk pergi ke Jepang belum terlaksana pukpuk si Orin :D. Aplikasi beasiswa saya ditolak, saya pun belum beruntung menjadi pemenang lomba pidato.

Bisa berbahasa Jepang tapi belum pernah menginjak kaki di Jepang itu serupa punya pacar tapi belum pernah nonton bareng gitu nggak sih? abaikan analoginya, please. Bos saya di kantor sekarang saja terheran-heran kenapa saya belum pernah ke Jepang hihihihi. Padahal mah ya banyak juga teman-teman kuliah saya yang senasib sama saya, and we’re just fine. Tapi tetap saja, rasanya ada yang ‘salah’ dengan kondisi ini. Maksudnya nih, saya tidak bisa bahasa Thailand atau Vietnam tapi sudah pernah pergi ke dua negara itu. Tapi pergi ke Jepang kenapa belum sih? KZL.

 

Tinggal beli tiket aja sih, Rin, jangan kayak orang susah!

Siapa ini yang berani bilang gini? Siapaaa?! mulai lebay hihihihi. Tapi ya memang betul juga sih ya, toh tiket promo murah sekarang ini bertaburan, tinggal nabung aja atulah plis. Seandainya ada yang gratisan ya mari mengkhayal berjamaaah.

dua pasang kaki ini suatu saat akan menginjakkan kaki di tanah para samurai

 

Wisata halal ke Jepang

 

Keinginan untuk pergi ke Jepang akhir-akhir ini memang sedikit bergeser bagi saya. Cukuplah untuk berwisata beberapa lama saja, tidak perlu menetap seperti bersekolah atau bekerja di sana seperti keinginan saya sebelumnya. Dan satu lagi, harus HALAL!

Kenapa harus wisata halal? Karena setiap perjalanan (seharusnya) adalah perjalanan jiwa. Mbulet? Baiklah, kalau quote berikut mungkin lebih familiar, yes?

“The world is a book, and those who do not travel read only one page.” – Saint Augustine

Atau yang ini?

“Once a year, go someplace you’ve never been before.” – Anonymous

Atau mungkin yang ini?

“Travel far enough, you meet yourself.” – David Mitchell

Yang satu ini bahkan bukan lagi quote, tapi sebuah ayat di al Quran.

“Say, [O Muhammad], Travel through the land and observe how He began creation. Then Allah will produce the final creation. Indeed Allah, over all things, is competent.” – Surah Al Ankabut: ayat 20

Maka sejatinya, setiap perjalanan yang saya lakukan (seperti juga seluruh apa pun yang saya perbuat di muka bumi) adalah untuk menambah keimanan saya terhadap ke-MAHA-an Allah SWT. Saya ingin kepergian saya ke Jepang juga demikian, perjalanan itu akan membuat saya semakin mengimani kebesaran-Nya, mengagumi kekuasaan-Nya, dan mensyukuri segala nikmat-Nya.

Saya ingat betul, bagaimana bahagianya kami saat menemukan sebuah masjid di kota Ho Chi Minh yang notabene memang adalah kota di negara komunis, kota tempat bendera merah bergambar palu dan arit berkibar di setiap trotoar. Atau saat memasuki sebuah restoran di Bangkok dengan logo halal besar menghiasi salah satu dinding, lantas menikmati semangkuk tom yum yang lezat tanpa harus merasa sedikit pun khawatir.

Dan sepertinya Cheria Wisata Tour, Travel Halal Terlengkap di Indonesia bisa menjawab keinginan saya untuk berwisata halal ke Jepang. Paket Tour Jepang Wisata Halal yang dimilikinya sangat menggiurkan. Saya tak perlu lagi repot membawa bekal abon-mie instan cup saat traveling, atau sibuk membaca bayangan matahari jatuh untuk menentukan arah kiblat, atau kekhawatiran-kekhawatiran lainnya yang kerapkali menjadi ujian tersendiri saat ngebolang.

Paket Tour Wisata Halal Jepang dari Cheria Wisata ini tujuannya ke mana saja? Mau ke mana? Semuanya bisa! hehehe. Tidak usah saya sebutkan lagi lah ya destinasi-destinasi wisata di Jepang yang keren-keren itu, Gunung Fuji, Disneyland dan Tokyo Tower, kuil-kuil tua atau sekaddar menikmati bunga sakura yang sedang mekar di sana pastinya sangat menarik. Maafkan keudikan saya, tapi saya sungguh ingin mencoba menaiki shinkansen atau pun mandi air panas di ofuro. Atau tak usahlah yang neko-neko, duduk di bangku taman dan memerhatikan keseharian orang Jepang pun rasanya akan sangat menyenangkan bagi saya. Dan saya bisa menikmatinya sepenuh hati karena tak perlu lagi pusing di mana harus salat dan memilih makanan yang halal? Ah, betapa menyenangkannya.

Sebelum saya akhir postingan ini, saya ingin mencoba membagikan (semacam) tips untuk berwisata halal. Iya sih ya, negara-negara yang saya kunjungi masih terlampau sedikit, tetangga-tetangga dekat saja macam Singapore, Malaysia, Thailand, dan Vietnam. Tapi mudah-mudahan bisa bermanfaat bagi teman-teman :).

(Semacam) Tips Berwisata Halal

steam ikan khas Thailand yang super endeeus

  • Jangan lupa baca bismillah #eeea hehehe. Tapi ini serius lho ya, karena toh semua hal yang dilakukan berakar pada niatnya, betul? Maka jangan pernah lupa untuk berwisata dengan niat ingin menambah keimanan pada Sang Penggenggam Semesta.
  • Siapkan ‘peralatan perang’ yang tidak bisa tidak harus dibawa. Misal: alat salat. Bekal semacam makanan instan yang awet juga sebaiknya dibawa untuk menghindari kesulitan mencari makanan halal di tempat tujuan. Mencari kuliner vegetarian adalah yang paling aman. Atau paling tidak seafoodlah ya, atau makan buah aja juga kenyang lho (pengalaman waktu pertama kali ke Bangkok, hari pertama saya cuma makan mangga dan jambu karena bingung makan apa di mana hahahaha).
  • Miliki kemampuan dasar semacam membaca peta atau membaca bayangan matahari. kalau dulu sempat jadi anak pramuka mah gampil lah ya urusan ini (meskipun saya mah tetep sih, suka ngaco kalau membaca peta ha ha :P).
  • Kuasai (setidaknya) bahasa Inggris untuk bisa berkomunikasi dengan penduduk setempat. Walaupun ‘bahasa tubuh’ pun rasanya bisa-bisa saja nyambung ya, karena jajan di di abang-abang gerobak di trotoar itu sungguh luar biasa.

Sudah, tipsnya sebegitu saja hehehe. Doakan saya bisa segera berwisata halal ke Jepang yaa ;).

lomba-menulis-artikel5#

12 Comments

  1. Abdul Kholiq Hasan

    jauhnya mbak sampe ke jepang, saya boro2 ke jepang, keluar kandang saja tidak pernah. Lebih senang menyendiri ketimbang jalan2

    Reply
  2. Agung Rangga

    Saya pun ingin juga berwisata kuliner di Jepang teh~ 😀
    Semoga menang ya lombanya! 🙂

    Reply
  3. adelinatampubolon

    3 tahun lalu gagal ke Jepang sekarang yang ada jadi semangat lagi nich mau ke Jepang. Soalnya banyak tempat-tempat yang lucu di Jepang.

    Semoga menang yach Orin.

    Reply
  4. Prih

    Nungguin Neng Orin ngebolang halal ke negeri Sakura ah. Sukses diperhelatan ini.

    Reply
  5. sulis

    Semoga segera bisa mbolang ke Jepang ya mbak..
    *eh, aku tetanggaan ma tmn kuliah mb orin yang di Jogja. Indri..

    Reply
    1. Orin (Post author)

      Wahhhh tetanggaan sm Indri toh, senang berkenalan denganmu, mbak Sulis 🙂

      Reply
  6. D I J A

    Dija juga kepingin suatu saat bisa jalan jalan ke Jepang Tante
    bisa piknik hanami di bawah sakura yang mekar

    bawa bekal dari rumah ya, lontong dan abon
    hahahahaha

    Reply
  7. Kerupuk Kulit Sapi

    biasanya kalau ke luar negeri berburu tempat wisata, hehe
    tpi bagus buat yg belm tahu jadi tahu.

    Reply
  8. indah nuria Savitri

    Jepang pun ada di list aku! Soalnya belum sempat menjejakkan kaki ke sana..but I’m comiiing 🙂

    Reply
  9. sepatu pantofel

    Bagus mbak tipsnya. Mungkin bisa saya pake pas ke luar negeri nanti. Belum pernah soalnya

    Reply
  10. Bunda Aisyah

    besok ke jepang ah. hihihi

    Reply
  11. Jual Green Coffee

    kapan ya bisa ke Jepang..hehehe *think*

    Reply

Leave a Reply

%d bloggers like this: