Rindrianie's Blog

Cerita di Balik #thebestnine2017

Postingan kali ini terinspirasi dari postingan adik perempuan semata wayang saya. Pas saya baca eh kok ya seru juga, jadi ikutan boleh dong ya hihihihi.

Seperti yang sudah saya ‘keluhkan’ di postingan IG, abaikan baju saya yang itu-itu saja itu ya, kawan ha ha.  Mari kita fokus saja pada cerita di balik setiap foto tsaaaah. Yang rupanya karena saya aplod #thebestnine ini tanggal 9 Desember, ketika saya cek lagi hari ini, lah kok si #thebestnine2017-nya jadi #thebestnine2017 juga hahahaha. Jadilah satu foto tergeser. Ya sudahlah ya tak apa :P.

neng_orin

Foto 1, 2 dan 7, mari kita gabung saja karena memang berada di lokasi dan waktu yang sama. 13 Oktober 2017, Sky terrace 428, Victoria Peak, Hong Kong. Pagi-paginya kami baru sampai di bandara Macau, langsung menyebrang dengan kapal ferri ke Hong Kong. Buru-buru cari makan, semacam brunch, karena waktu sarapan sudah lama lewat tapi makan siang pun masih lama.

Berhubung kami makan di restoran halal yang satu gedung dengan masjid, ya sudah menunggu waktu sholat jumat dan dzuhur saja sekalian. Alhamdulillah meski tidak bisa mandi saya sempat ganti baju, secara yaaa, itu kan berangkat langsung pulang ngantor hihihihi.

Nah, setelah sholat barulah kami ke si The Peak ini, antriannya tidak terlalu panjang sebetulnya, tapi ya lumayan lama juga sih. Perjalanan ke atas naik tram tidak terlalu cepat ternyata (karena nanjak :P), dan buat saya lumayan ngeri hihihihi. Sampai di atas masih puanas pwol, tapi mau nunggu sunset juga keburu bosan sih ha ha, mana belum check in hotel pula kan, masih bawa-bawa gembolan backpack. Jadi ya begitulah, setelah puas melihat-lihat panorama kota Hong Kong dari ketinggian 552 meter, dan foto-foto (tentu saja!), kami kembali turun sebelum senja datang. Padahal pasti keindahannya berbeda saat senja (atau bahkan malam) datang ya, semoga next time bisa kembali ke sana :).

baca juga pengalaman saya terjebak di bandara Macau di postingan ini.

Foto 3, 16 April 2017, berlokasi di tempat fitnes (Helios, di lantai 3 Technomart, Karawang). Well, saya sudah lama tidak menjadi anggota sih hihihihi, sampai lupa sejak kapan. Mungkin karena niat awal saya memang cuma ingin beryoga (saya jaraaaaaaang sekali ikutan kelas zumba, misalnya, atau nge-gym menggunakan alat-alat fitnes yang disediakan di sana), maka saat guru yoga favorit saya tidak lagi mengajar di sana, males-malesan deh saya. jadi daripada mubazir yasud membershipnya tidak diperpanjang.

Tapi saya masih berlatih yoga sih, meskipun teteuup weh nggak bisa mulu :P.

Foto 4. 24 April 2017, di dapur saya yang imut-imut *halah. Agak aneh sih kenapa foto ini lumayan banyak yang like. Maksud saya, dari segi artistik foto rasanya foto ini biasa saja (seadanya banget deh itu :P), menunya pun cuma tumis selada-ayam bakar-sambal tomat, nyempil sendiri begitu ya, nggak nyambung di antara foto-foto yang lain hihihihi.

Apakah masuknya foto ini ke dalam the best 9 di 2017 adalah pertanda saya harus lebih sering masak? hahaha.

Foto 5. 1 Oktober 2017 (meskipun diunggah beberapa hari kemudian), di depan kolam renang Hotel Harper Purwakarta. Hari sabtunya kami keliling-keliling Purwakarta, ke Waduk Jatiluhur, mampir ke stasiun lamanya (tapi ternyata tidak boleh masuk kalau cuma untuk foto-foto heuheu), lantas (semacam) staycation di Harper ini, biasalah ya dapet harga promo hihihihi. Setelah check out sebelum pulang mampir di Sate maranggi Hj, Yetti yang terkenal itu. Ehem, mesti jadi satu postingan tersendiri nih sepertinya ngebolang ke Purwakarta ini, mudah-mudahan kesampain ya he he.

Foto 6. 2 Desember 2017, Gasibu, karena kami berdiri masih di seberang jalan menuju Gedung Sate :D.Memang seharusnya jangan berkunjung ke Bandung saat long weekend, tapi kok ya nggak kapoook hahaha. Ceritanya kami mengubah ‘cara’ berlibur, belajar dari sebelumnya, kami nge-bus ke sana (mobil juga kebetulan sedang di bengkel sih heuheu).

Menunggu bus AC ke Leuwipanjang dari depan rumah tak kunjung muncul, jadi ya sudahlah naik bus ekonomi yang mampir ke Purwakarta dulu. Ampuuuun deh, literally muter-muter hahahaha. Berangkat jam 10an baru sampai Bandung jam 3an nyengir. Tapi selama di Bandung lumayan menyenangkan sih, cukup nge-grab atau naik Damri atau naik angkot atau jalan kaki sahaja, tidak perlu pegal menyetir atau pusing cari parkir. Tidak ada agenda khusus sebetulnya, cuma iseng berkunjung ke beberapa FO dan akhirnya pagi-pagi sebelum pulang itu memaksakan diri ke Gasibu lanjut museum Geologi agar liburannya sedikit berarti *halah.

Foto 8. Foto #thebestnine2017 yang menjadi foto #thebestnine2017 mbulet. Tidak ada penjelasan lebih lanjut :P.

Foto 9.  3 Desember 2017, lapangan basket perumahan Victoria Galuh Mas. Ini salah satu ‘kelas’ yoga saya setelah tidak lagi menjadi member di klub kebugaran. Jadwalnya setiap minggu pagi. Lupakan leyeh-leyeh bangun siang di hari Minggu, karena beryoga di pagi hari begitu (bagi saya) lebih menyenangkan daripada malam hari pulang kantor. Mungkin karena memang masih fresh ya, bukan sisa-sisa tenaga selepas bekerja sepanjang hari.

Sayangnya, latihan pagi-pagi begini jadi ‘disalahgunakan’ karena masih banyaknya waktu yang tersedia. Yamasa habis latihan kita suka ngebakso atau makan soto? hahahaha.

**

Wuiiiih lumayan panjang juga ternyata postingan ini ya hahaha. Baiklah mari kita sudahi saja sebelum kepanjangan. Terima kasih yang sudah jadi follower IG saya yaa, yang belum sok atuh di-follow akunnya @neng_orin :D.

2 Comments

  1. L J

    sate maranggi purwakarta itu hanya impian bagi emak.. *ngacai

    Reply
  2. Ella

    Duuuuw pengin ikut kelas yoganya dong mbak.. Hhh

    Reply

Leave a Reply

%d bloggers like this: