Rindrianie's Blog

Bijak Mengelola Keuangan, Yuk!

Tanggal 1 Agustus lalu, ceritanya saya menghadiri jumpa blogger yang diselenggarakan oleh Sun Life Indonesia berjudul “Yuk Kelola Keuangan dengan Bijak”, pembicaranya Certified Financial Planner Safir Senduk yang terkenal ituh!

Mau tahu bagaimana keseruannya? Mari saya ceritakan, temans.  

SAMSUNG CAMERA PICTURES

Siapa yang paling kaya di antara Karyawan, Profesional dan Pengusaha? Ini adalah pertanyaan pertama yang diajukan Safir Senduk.

Sebelum bisa menjawab pertanyaan ini, mesti tahu dulu dong ya definisi masing-masing seperti apa. Karyawan ya mereka yang bekerja di perusahaan dan mendapatkan gaji reguler. Profesional adalah mereka yang bekerja memberikan jasanya, dan mendapatkan penghasilan dari situ (Blogger masuk ke definisi profesional ini). Sementara Pengusaha tentu saja adalah yang memiliki bisnis sendiri, sehingga penghasilannya tergantung dari bisnis yang ditekuninya tersebut.

Kembali pada pertanyaan siapa yang paling kaya di antara ketiganya, ternyata bukan siapa yang jabatannya paling tinggi, atau yang penghasilan per bulannya paling besar, apalagi yang punya tas hermes paling baru *halah*. Tapi, yang paling kaya adalah mereka yang memiliki investasi yang paling banyak! Hayo ngacung siapa yang horang kayah di siniiii? Hihihhi *melipir cantik ke pojokan*.

SAMSUNG CAMERA PICTURES

Kalau yang paling kaya adalah yang paling banyak investasinya, yang paling miskin yang seperti apa nih? Rupanya, Anda berkategori orang miskin jika seluruh pendapatan Anda (berapa pun buanyaknya) habis dipakai untuk biaya hidup dan membeli barang/harta konsumtif!

Nah, untuk menjadi orang kaya dalam definisi di atas, ada 3 tips cara mengelola keuangan dengan bijak yang dipaparkan Safir Senduk. Cuma tiga bijik  lho sodara-sodara!

  1. Miliki investasi sebanyak mungkin
  2. Siapkan dana untuk masa depan
  3. Atur Pengeluaran

Errrr…Cuma tiga sih, tapi sepertinya tidak sesederhana kalimatnya ya? hihihhi. Mari kita bahas satu per satu, temans.

  1. Miliki investasi sebanyak mungkin

Investasi seperti apa? Untuk menjawab pertanyaan ini, Safir Senduk menjelaskan ada beberapa jenis investasi yang bisa kita pertimbangkan, tiga di antaranya adalah:

Saham

Ini kayaknya investasi ‘langitan’ ya, agak-agak serem duluan gitu buat kita yang orang awam (lo aja kali, Rin! :P). Makanya kenalan dulu deh sama dia, pelajari baik-baik, tanya si ini si itu yang paham, baca di website keuangan dan sebagainya dan sebagainya, untuk kemudian beranilah membelinya. Memiliki saham sama dengan memiliki bisnis, tanpa kita harus pusing riweuh memikirkan ini itu-nya kan. Jujur saja saya belum pernah punya saham, tapi sepertinya membeli saham Astra Internasional yang nggak sampai sejutaan gitu mah bisa kan ya dari hasil job review? #eeaaa hihihihi.

Investasi yang dikelola Manajer Investasi

Nah yang ini cenderung mudah. Sudah tahu reksadana atau unit link kan? Pergi saja ke bank yang menjadi MI untuk membeli reksadana (ada kok yang cuma seratus ribu), atau menghubungi agen asuransi untuk membeli unit link. Saya pernah memiliki keduanya, tapi si unit link saya hentikan dan fokus ke reksadana saja. Bukannya apa-apa, khawatir saya terlalu kaya nanti kan kebanyakan investasi? *minta ditabok pisan ini anak! Hahahaha* *abaikan*.

Properti

Investasi ini memang menjanjikan, tapi perlu modal besar, yes? Lah, cicilan rumah yang ditinggali saja masih baru selesai tahun kapan kan ya buibu, gimanalah lagi beli properti lain untuk disewakan? *nyengir*. Ada tips dari Safir Senduk terkait investasi properti ini, usahakan tujuannya bukan untuk dijual (karena menjual rumah kan biasanya nggak bisa cepat ya, bisa bertahun-tahun bok!), tapi untuk disewakan. Akan lebih baik jika disewakan pada banyak orang dengan frekuensi pendek (baca : kamar kos-kosan per bulan) dibandingkan dengan menyewakan pada  satu orang dengan frekuensi panjang (misalnya satu rumah untuk dikontrak per tahun oleh sebuah keluarga). Cara seperti itu akan jauh lebih menguntungkan. Yuk, bikin kos-kosan yuuuk.

Oh iya, tetap hati-hati saat berinvestasi ya. Sering baca berita kan ya ada investasi bodong? Teliti dulu reputasinya seperti apa, hindari investasi tidak jelas agar uang kita tidak lenyap. Ciri-ciri scam bisa ditandai dengan penawaran bunga yang sangat tinggi, janji cash bulanan, jaminan tidak akan rugi, pemberian bonus untuk member baru, dan skema yang mustahil atau terlalu muluk. Dan yang paling penting, jangan lupa baca bismillah sebelum berinvestasi!

  1. Siapkan Dana untuk Masa Depan

Menurut Safir Senduk, dana ini adalah: menikah, rumah beserta isinya (termasuk mobil), sekolah anak, dan dana pensiun. Kata orang bijak, masa depan kita ditentukan oleh apa yang kita kerjakan hari ini. Termasuk urusan duit. Misalnya nih, siapa sih yang tidak ingin menyekolahkan anak-anak di sekolah terbaik? Atau menjalani masa pensiun kelak dengan nyaman tanpa harus membebani anak cucu? Jadi harus segera dipersiapkan dong ya dari sekarang.

  1. Atur Pengeluaran

Peribahasa lawas ‘besar pasak daripada tiang’ berlaku di tips ketiga ini. Jangan sampai membeli sesuatu yang tidak perlu, melakoni lifestyle di luar kemampuan, apalagi menggunakan kartu kredit sebagai ‘income tambahan’. Ada beberapa tips dari Safir Senduk yang bisa diterapkan dalam mengatur pengeluaran ini.

Ketahui di mana borosnya, dan kurangi pelan-pelan. Saya ngaku nih, pengeluaran terbesar saya adalah membeli buku (dan kemudian baju haha :P). Jadi saya buat peraturan, kalau bulan ini saya beli baju, dilarang beli buku, dan vice versa. Sudah lumayan terkurangi kan ya keborosan saya hehehe.

Kendalikan keinginan. Klise sih ya, ini adalah perihal butuh dan ingin yang kayaknya rauwisuwis. Entahlah kapan kebutuhan dan keinginan ini bisa akur hahahaha. Tapi terbayang kan ya maksudnya bagaimana. Dahulukan yang WAJIB dibeli, lantas yang BUTUH dibeli, baru deh kalau ada sisa (jangan diada-adain tapi ya!) yang INGIN ini bisa dibeli. Jangan dibalik, bahayaaa.

Prioritaskan pengeluaran. Prioritas pertama adalah cicilan utang (30%), tabungan dan investasi (10%), premi asuransi (10%), baru sisanya untuk biaya hidup (50%). Jadi menabung itu diusahakan di awal ya, bukan sisa setelah dipakai ini itu :P.

SAMSUNG CAMERA PICTURES

Etapi pengeluaran ini tidak termasuk pengeluaran untuk zakat dan sedekah ya. Pokoknya sisihkan dulu setidaknya 10% dari pendapatan untuk zakat-infaq-sedekah ini, biar jadi horang kayah yang diberkahi Tuhan *kibas jilbab*.

Sudah, tipsnya cuma segitu kok, gampil kan ya? hehehehe.

Oh iya, ada yang belum sempat dibahas yaitu perlindungan, atau dalam hal ini, ASURANSI. Safir Senduk menganalogikan asuransi sebagai sebuah payung. “Payung tidak bisa menjamin hujan tidak turun, tapi menjamin anda tidak akan basah kalau ada hujan”, logis banget kan ya? Seluruh pembahasan cara bijak mengelola keuangan dan sebagainya dan seterusnya di atas akan percuma saja jika tidak memiliki perlindungan.

Asuransi jiwa untuk pencari nafkah utama sangat penting. Asuransi kesehatan untuk seluruh anggota keluarga juga tidak kalah penting. Asuransi untuk aset utama yang kita miliki juga tidak bisa dipandang sebelah mata. Dan salah satu ‘payung’ yang bisa kita pilih adalah Sun Life.

Kenapa Sun Life? Karena perusahaan asuransi yang berkantor pusat di Toronto, Canada ini memiliki misi : membantu nasabah mencapai kesejahteraan melalui kemapanan finansial. Sun Life menyediakan berbagai jenis produk perlindungan yang kita butuhkan. Sudah berdiri selama 150 tahun, artinya terpercaya dan terbukti bisa bertahan dalam kondisi ekonomi dunia yang naik turun. Telah menerima berbagai penghargaan, di antaranya Most Sustainable Corporation in the World Global100. Dan bahkan kini memiliki unit asuransi syariah yang pengelolalannya benar-benar terpisah dari asuransi konvensional mereka lho.

Gimana? Bisa diaplikasikan kan, ya? Yang baca postingan ini ingin jadi orang kaya semua kan ya? (Aamiin.) Untuk hidup yang #LebihBaik, yuk kita mulai bijak mengelola keuangan sesegera mungkin ;).

SAMSUNG CAMERA PICTURES

0 Comments

  1. Evi

    Asyik juga kalau jagomemenej uang ya Teh. Pastinya gak bakal sering kekurangan kalau ada sumber 🙂

    Reply
  2. gunawan

    Saya memang sedang mempersiapkan poin no 2..

    Reply
  3. anak presiden jokowi

    Memang kita harus bisa mengendalikan keinginan kita..
    Jika tidak uang yang dicari pasti akan terus terasa kurang..

    Gampar paling akhir ada benar nya juga tuh..

    Reply
  4. prih

    Ooh indikatornya inpestasi ya Neng Orin, lah buku termasuk kan ya [maksadotcom]
    Trim Orin sharing berharganya. Salam

    Reply
  5. Arman

    investasi tuh yang paling pusing ya. pengennya yang low risk but high profit. hahaha.

    Reply
    1. dani

      Kalo ada kabar-kabarin saya yah Ko Arman.. Hihihi

      Reply
  6. lindaleenk

    Sedang menuju investasi property, buat dipakai sendiri sih sebenernya. :)))

    Reply
  7. gerhanacoklat

    ternyata orin masih sering ikutan acara blogger yaaa kirain udah jarang hehehe
    aku ini paling males kalo disuruh ikutan tentang kaya gini hahahhaa pasti dalam ati gini:
    ahh paling2 disuruh investasi tapi memang topiknya bagus itu apalagi safir senduk

    Reply
  8. Lia

    hehehe indah emang kalau ada uang

    Reply
  9. PutriKPM

    Emang kudu dikelola dengan baik biar nggak ribet ya mbak. Saya kemarin datang di acara ini, kok ndak ketemu ya huhu

    Reply
  10. Febriyan Lukito

    langsung itung dulu.
    cicilan utang berapa % ya, terus asuransi, tabungan, berapa ya??? sepertinya gak sama dengan rumus di atas nih mbak

    Reply
  11. sutoro.web.id

    management uang itu perlu…
    pengeluaran dan pemasukan harus di rinci..
    jangan seperti saya.. keluar masuk nggak tau entah kemana.. :3
    kadang berangan2..
    perasaan uangnya tadi banyak,, kok udah abiss yaa..

    Reply

Leave a Reply

%d bloggers like this: