Rindrianie's Blog

Bintang

“We are all of us stars, and we deserve to twinkle.”

Marilyn Monroe


Saat membaca quote ini, saya jadi teringat zaman SD dulu, ada sebuah periode dimana kami sangat sangat suka bermain sepeda. Sepulang sekolah, atau sore-sore sebelum maghrib datang, atau menyengajakan diri bersepeda ria di akhir pekan. Saat itu, ada reorang teman yang tidak suka jika saya ikut rombongan. Dan saat saya tetap memaksa ikut, beliau selalu bersepeda mendahului saya, atau jauh di belakang saya, pokonya tidak mau dekat-dekat saya. Padahal, hubungan kami -di luar masalah persepedaan ini- cukup baik, sehingga saya tidak mengerti kenapa beliau bersikap demikian jika menyangkut hobby kami bersepeda.

Hingga suatu hari, saya pun bisa mengerti kenapa beliau tidak suka bersepeda bersama saya. Saat itu rombongan kami melewati segerombolan anak lelaki sepantaran kami yang sedang ‘nongkrong-nongkrong’. Seperti abege-abege pada umumnya, ramai lah para lelaki muda itu menggoda rombongan kami -yang memang perempuan semua- itu. Dan entah bagaimana prosesi goda-menggoda itu kemudian mengerucut hanya pada saya, mereka berteriak iseng “yang baju merah namanya siapa sih?” bla…bla…bla… dan sebagainya dan seterusnya, dengan saya sebagai ‘objek’nya. Lantas teman saya ini pun berkomentar spontan “tuh kan, kalo ada si Rinrin cuma dia aja tuh yang digodain”.

ha ha ha ha…. lucu sekali mengenangnya 😛

Saya tidak tahu kenapa dan bagaimana teman SD saya itu bisa merasa iri atau jealous -kalau boleh saya menganggapnya demikian- terhadap saya, karena rasanya saya tidak pernah merasa demikian terhadap orang lain. Saya tidak pernah merasa ‘paling’ cantik, ‘paling’ pintar, ‘paling baik’ dan ‘paling-paling’ lainnya diantara teman-teman atau lingkungan saya. Tapi terkadang ‘label’ itu entah kenapa seringkali menempel pada saya. Bahwa saya-lah “bintang”nya, saya lah yang “paling”, saya lah yang “bersinar”.  Alhamdulillah, saya selalu mensyukurinya -terlepas benar atau tidaknya label itu-, dan selalu berusaha untuk tidak menjadikan diri ini sombong bin takabur bin tinggi hati karenanya.

Tapi yang ingin saya garis bawahi adalah -merujuk pada statement Marylin Monroe diatas- bukankah setiap diri kita adalah bintang? yang sangat berhak untuk selalu bersinar? Jadi tidak perlu merasa ‘silau’ dengan sinar tetangga kita kan? Karena kita semua adalah bintang 🙂

Leave a Reply

%d bloggers like this: