Rindrianie's Blog

Fiction

It’s a fiction! Period.

Kisah Tiko dan Cici

Di suatu siang yang panas. Tiko berjalan gontai, lemas. Tak lama dia terduduk diam di sudut. “Ko, kenapa kamu?” Tanpa Tiko sadari ternyata Cici sudah ada di dekatnya. “Aku lapar, Ci.” Jawab Tiko pelan. Cici si cicak merayap lebih mendekati…
Read more

Jatuh Cinta

Hari ini aku telah jatuh cinta Ah, ini lagu favoritku. Marini berseru seraya menambah volume radio di mobilnya. Perjalanan Pancoran-BSD malam ini akan sangat menyenangkan karena lagu ini. Ucap Marini riang. Tak kan mampu aku menyangkalnya Jatuh cinta kepadamu Sosok…
Read more

Belum ada judul

“Bu…bu…sabar bu..” “Perempuan kurang ajaaarr…” “Pergi kamu wanita tua!” Bising. Ribut. Pekak. Lantas senyap sesaat. Dan sirine meraung. Ambulance, mobil polisi, wartawan, tetangga kanan-kiri-depan-belakang, para bocah kecil, pedagang tak tahu diri, pemulung tak tahu adat. Aku mendekat mengendap. Terkadang informasi…
Read more

Ketika keikhlasan teruji

“Mel, aku akan segera menikah.” Ucap Lintang ceria. Kacamatanya yang besar menjadi terlihat lucu saat bibirnya tersenyum lebar, matanya yang bulat menyipit. Aku hanya mampu terbelalak kaget, dan detik berikutnya memeluk tubuh mungilnya dengan erat. “Ya ampun Lin, kapan? Sama…
Read more

Ayah

Ah…bahagia-nya hatiku berjumpa kembali dengan Ayah. Rasanya Ayah lebih kurus sekarang, apakah Ayah juga tidak suka makan? Sama sepertiku? “Son, mau pesan sup kesukaanmu?” hanya Ayah yang sering memanggilku ‘son’. Dulu Ayah pernah menjelaskannya padaku, bahwa  panggilan itu ditujukan untuk…
Read more

Lelaki dalam Cermin

Setelah jeda yang begitu lama, lelaki itu menghabiskan isi gelasnya dengan sekali tegukan. “Apa gunanya?” Maksudmu? “Datang ke rumah Ibu tidak akan merubah apapun.” Tapi beliau memintamu datang. “Dan aku menolak untuk pergi.” Kenapa? “Dimana salahnya?” Karena kau sudah mengecewakannya.…
Read more

Cinta Sesaat

Kevin Hari ini dia memakai t’shirt berleher ‘V’ warna merah marun, jeans belel yang dipakainya juga kemarin, dan sepatu sandal yang sama. “Nama kamu bagus yah, terdengar indah” Pujiku tulus. “Ah, masa sih Pak? Kayaknya biasa aja deh, banyak kok…
Read more

Penyesalan Yang Terlambat

Alvian “Yang tersisa dari kita berdua hanyalah masa lalu…” ucapku perlahan, entahlah dia mendengar desisanku atau tidak. “Ya..” jawabnya samar, aneh suara itu terdengar di telingaku. “Kau benar, seperti biasanya” tambahnya pedih. Dan kalimat pendek itu menyayat hatiku yang telah…
Read more