Rindrianie's Blog

Certainty and Doubt

Just found an interesting post of Paulo Coelho (as always :)).

Hope you love it too, Pals πŸ˜‰


Buddha was gathered together with his disciples one morning, when a man came up to him:
β€˜Does God exist?’ he asked.
β€˜He does,’ replied Buddha.
After lunch, another man came up to him.
Does God exist?’ he asked.
β€˜No, he doesn’t,’ said Buddha.
Later that afternoon, a third man asked the same question: β€˜Does God exist?’
β€˜That’s for you to decide,’ replied Buddha.

As soon as the man had gone, one of his disciples remarked angrily:
β€˜But that’s absurd, Master! How can you possibly give such different answers to the same question?’
β€˜Because they are all different people, and each one of them will reach God by his own path. The first man will believe what I say. The second will do everything he can to prove me wrong. The third will only believe in what he is allowed to choose for himself.’

0 Comments

  1. Lyliana Thia

    Niceeee… Individu memang unik… dan kita gak bisa bersikap sama rata kepada semua orang ya… But… statement Buddha bertolak belakang sama prinsip, “semua orang sama”… hehehe…

    Orin : “Semua orang sama”, sama2 unik maksudnya kan mba Thia? hihihihi

    Reply
    1. Ikkyu_san

      sama hati nya tapi tidak sama otaknya kaliiii hahaha

      Orin : Ups… hihihihi

      Reply
      1. n3ki

        otaknya sama…tapi bedanya penggunaannya…ada yg mau pake sepenuh hati ada yg setengah hati ada yg ga mau pake….hehehehe

        Orin : nah, yg ga mau pake itu keknya lumayan banyak ya mas hahahaha…

        Reply
  2. Sofyan

    Alhamdulillah tadi sudah saya translate hehehe

    mungkin sang guru memberikan jawaban yang berbedaΒ² supaya ketiga muridnya berfikir Kak,,

    Orin : heuheue..kira2 begitu Sof πŸ˜‰

    Reply
  3. niQue

    πŸ™‚ mirip ya seperti orang tua menghadapi anak2nya …
    atau seperti kita menghadapi para sahabat yang juga unik2 sifatnya?

    nice post sist πŸ™‚

    Orin : hehehe…begitulah Kak

    Reply
  4. Mas Jier

    Daya pikir dan daya tangkap setiap orang memang berbeda – beda. Jika sebagian orang bisa mengamalkan ilmu yang didapatnya, sebagian yang lain justru baru berusaha memahaminya.

    Orin : Sepakat mas, itulah sulitnya jadi guru ya, harus paham kapasitas muridnya..

    Reply
  5. Masbro

    Pesan moral yang bisa saya tangkap, untuk menghadapi tiga orang kita harus menggunakan tiga cara yang berbeda..

    Eh Mbak, jangan bilang sapa2 ya. Saya baru ngerti postingan ini setelah membuka google translate, hiyahaha…

    Orin : hehehe….100 buat Masbro :p
    Pssstt…rahasia aman terjamin mas πŸ˜‰ hohohoho

    Reply
    1. lozz akbar

      podo Bro.. saya juga mbuka Google translate

      saya bantu yang lain ah artine biar mereka engga repot-repot.. permisi ya mbak Orin

      ————————————
      Buddha berkumpul bersama-sama dengan murid-muridnya suatu pagi, ketika seorang pria datang kepadanya:
      “Apakah Allah ada?” Tanyanya.
      “Dia ada,” jawab Buddha.
      Setelah makan siang, seorang pria lain datang kepadanya.
      Apakah Allah ada? “Tanyanya.
      “Tidak, dia tidak ada,” kata Buddha.
      Sore itu, orang ketiga ditanya pertanyaan yang sama: “Apakah Allah ada?”
      “Itu tergantung Anda untuk memutuskan,” jawab Buddha.

      Begitu pria itu pergi, seorang murid-nya berkata dengan marah:
      “Tapi itu tidak masuk akal, Guru! Bagaimana mungkin Anda bisa memberikan jawaban yang berbeda untuk pertanyaan yang sama? ”
      “Karena mereka semua orang yang berbeda, dan masing-masing dari mereka akan mencapai Allah dengan jalan sendiri. Orang pertama akan percaya apa yang saya katakan. Yang kedua akan melakukan semua yang dia bisa untuk membuktikan saya salah. Yang ketiga hanya akan percaya pada apa yang dia diperbolehkan untuk memilih bagi dirinya sendiri. ”

      Orin : Whuaa…kesuwun mas sampe ditranslate-in begitu… saya edit sedikit gpp yaa πŸ˜‰

      Reply
  6. hilsya

    nice posting… *keciri ga punya ide untuk komen*

    Orin : hahaha…teu nanaon atuh Teh ga komen jg :p

    Reply
  7. Mabruri Sirampog

    saya bingung bun isi pesan dari cerita itu apa ya?? hehe
    apakah tentang keyakinan terhadap TUhan?? bahwa urusan kpercayaan terhadap Tuhan adalah antara keyakinan diri sendiri kepada Tuhannya, dan tidak boleh dipaksakan… *garuk2 kepala

    Orin : Heuheu…iya, kurang lebih begitu Mab. Tuh, ada terjemahan dari mas Lozz πŸ˜‰

    Reply
  8. Ann

    Singkat tapi kalau mau dibahas lebih jauh, seharian juga bisa gak selesai.

    Orin : Iya bener bgt mas…bisa berhari2 malah ya hehehe

    Reply
  9. gerhanacoklat

    Buddha was always cool as he is

    Orin : Indeed πŸ˜‰

    Reply
  10. nia/mama ina

    Lain orang lain isi kepalanya ehhehe…buktinya di sekolah, ulangan soal yang sama, tapi nilainya beda-beda ehhehe…..

    Orin : hihihi….betul sekali mba Nia πŸ˜‰

    Reply
  11. Lidya Fitrian

    hahaha sudah di translate sama mas Lozz ya

    Orin : heueheu…iya Teh, mas Lozz baik pisan mpe nerjemahin πŸ˜€

    Reply
  12. melly

    Mantep.
    aku baru ngerti stelah membaca comment mas akbar πŸ™‚

    Orin : hehehe…thanks to mas Lozz πŸ˜‰

    Reply
  13. BunDit

    Sangat mencerahkan mbak πŸ™‚

    Orin : Alhamdulillah kalo begitu Bun πŸ˜€

    Reply
  14. omiyan

    Ada tatkala kita mengingat dan tak ada tatkala kita lupa…

    Orin : Betul jg tuh Om πŸ˜‰

    Reply
  15. giewahyudi

    Wah harus buka google translate nih, Mbak.. :((((((

    Orin : masa sih mas Giiieee ^^

    Reply
  16. ahmad

    So God is back to the perception of each individual. Hmmm… Interesting..

    Orin : I thought so ^^

    Reply
  17. Writing Tips

    What was the lesson did you take from this story ?

    Orin : every man is unique, so you have to treat each person differently *eh…betul ga sih Pakde bahasa english-nya? hohohoho*

    Reply
  18. fitrimelinda

    tiap org itu berbeda2 ya mbak..jadi cara ngadepinnya juga mesti beda-beda.. πŸ™‚

    Orin : Yup, sepakat Fit πŸ˜‰

    Reply
  19. journey

    sama seperti punya anak 3….bapak ibunya sama…tapi hasil ke-3nya ga sama semuanya. Masing2 pribadi punya karakter yg unik

    Orin : Betul sekali, analogi yg tepat πŸ˜‰

    Reply
  20. tunsa

    penting nih buat pengajaran anak, hehe..
    bisa aja si mbak ini.
    nice post!
    salam

    Orin : mudah2an bermanfaat ya mas Ri πŸ˜‰

    Reply
  21. bintangtimur

    Numpang baca komen temen-temen aja deh, Orin…hehehe πŸ˜›

    Orin : heuheue…mangga silahkan Bu Ir πŸ˜€

    Reply
  22. Kakaakin

    Semoga ketiganya bisa menemukan Allah πŸ™‚

    Orin : Semoga Ka πŸ˜€

    Reply
  23. Pendar Bintang

    Adalah bagaimana menyampaikan pesan kepada karakter-karakter yang berbeda…

    Orin : Kurang lebih begitu Han ^^

    Reply
  24. Bibi Titi Teliti

    weit…
    daleeeeeem…
    susah emang kalo baca filsuf punya tulisan mah…hihihi…

    *aku termasuk kategori mana yak?*

    Orin : Eh? kok aku jg jd kepikiran Bi, aku masuk kategori mana ya? *mikir mode : ON*

    Reply
  25. advertiyha

    Cara memperlakukan setiap orang adalah berbeda, karena setiap kita adalah individu yang tidak pernah sama. Dan, keyakinan, sumbernya dari hati (jadi jangan percaya kata-kata orang 100 %) hehe… *iyha sok tau*

    Orin : Sepakat mba Iyhaaa πŸ˜‰

    Reply
  26. Miss. Indi

    nice πŸ™‚ dari cerita singkat ini ada “sesuatu” yg bisa diambil πŸ˜€

    Orin : semoga “sesuatu”-nya bermanfaat ya Indi πŸ˜‰

    Reply
  27. dewifatma

    Rin, 3 kali nulis komen 3 kali error..hiks..hiks…

    Yo wis lah.. Komenku uda diwakili teman2 diatas kok..hihihi..

    Orin : Eh?? kok bisa begitu ya mba Dew? maafkaaann…

    Reply
  28. ceritabudi

    memperlakukan orang itu harus mempunyai seni ya mbak…dan tidak bisa disamaratakan, karena rambut boleh saja sama hitam, tetapi bentuk kepala dan isinya berbeda

    Orin : Sepakat Bli…tidak ada yg persis sama ya ^^

    Reply
  29. Red

    this is why i love buddhism. no b.s about heaven or hell :mrgreen:

    Reply

Leave a Reply

%d bloggers like this: