Rindrianie's Blog

C’est la vie, ma cherie

Itu adalah status YM seorang sahabat saya pagi tadi. Entah bagaimana mengucapkannya dengan baik dan benar, tapi konon artinya adalah “It’s life, my dear”, bagus ya 🙂 Dan kalimat tersebut mengantarkan saya untuk sedikit berkhayal, pada saat seperti apa saya akan menerima pernyataan tersebut. Mmm… berikut yang berhasil saya imajinasikan dalam waktu 1 menit :

  • saat disalip dalam antrian panjang

  • saat patah hati diputusin pacar tanpa alasan yang jelas

  • saat uang terakhir di dompet raib dicopet

  • saat atasan marah tanpa sebab dan menyalahkan semua orang kecuali dirinya

  • saat keduluan hamil sama temen yang baru menikah (halah :P)

  • saat dikhianati sahabat terdekat

  • saat ide terpakai tapi diakui bukan sebagai ide saya

  • saat menabung dengan giat demi membeli sesuatu, dan barang tersebut sudah terjual begitu uang terkumpul

  • saat menerima buku yang telah dipinjam sekian lama dalam keadaan rusak

  • saat masakan saya rasanya aneh bin ajaib 😛

  • saat belajar semalaman untuk ujian, dan teman-teman menyontek berjamaah waktu ujian berlangsung

  • saat lapar malam-malam dan makanan terakhir yang tersisa ternyata sudah expired

  • saat mendapat ‘warisan’ pekerjaan yang tidak tahu ujung pangkalnya seperti apa

  • saat terjebak macet dan tiba-tiba hujan turun

Hehehe…imajinasinya tidak terlalu liar ternyata ya. Tapi yang jelas, saya merasa bahwa ungkapan seperti itu terucap saat segala sesuatu tidak atau belum sesuai dengan keinginan atau harapan kita. Lantas si ‘hidup’ ini lah yang dijadikan semacam kambing hitam, sebagai media ngeles, atau penyebab semua akibat sekaligus akibat segala sebab (halah… :P). Bahkan mungkin hanya sekedar menghibur diri atas kekecewaan dan amarah yang terlanjur muncul itu.

Tapi rasanya kok hambar juga ya, jika hidup selalu lurus-datar-sempurna, layaknya kita hidup tapi tidak hidup. Mungkin point pentingnya adalah menikmati dan mensyukuri setiap momen dalam episode hidup itu sendiri, sehingga hidup dan kehidupan yang sedang dijalani ini indah. Mmm… sulit mungkin, tapi bukan berarti tidak bisa kan? 🙂

Have a beautiful life, Pals..

0 Comments

  1. ilmaffectional

    saat patah hati diputusin pacar yang penuh janji2 dan harapan namun ternyata palsu.. kampreeeeeeettttt :p

    Reply
    1. Orin (Post author)

      Ehem…yg lagi patah hati 😛 Sabaaaaarr, Alhamdulillah kan batal punya suami kampret? hihihihi

      Reply
  2. nadazahira

    Itulah hidup.. 🙂
    Iya mbak Orin, setuju dengan paragraf terakhir.. kalau datar2 aja kayaknya bukan hidup deh namanya ^^

    Reply
    1. Orin (Post author)

      Eh…ada Siti 🙂 Iya Siti, ga seru ya kalo hidup datar2 aja ^^

      Reply

Leave a Reply

%d bloggers like this: