Rindrianie's Blog

Citra Rashmi

Postingan ini bukanlah review, hanya sekadar kesan saya setelah membaca novel Tasaro GK berjudul Citra Rashmi.

Saya lupa tepatnya kapan, saya menyukai karya Tasaro. Kalau tidak salah sih saya membaca cerpennya entah di mana. Lantas mulai mencari tulisannya yang lain, karena saya menyukai gaya bahasanya yang sederhana tapi seperti puisi *nah, bijimane tuh? hihihihi*.

Maka saya pun membaca Muhammad – Lelaki Penggenggam Hujan, buku pertama dari novel biografi Nabi Muhammad SAW yang konon katanya akan terdiri dari 4 buku (sekarang baru terbit 3 buku). Novel Muhammad – Lelaki Penggenggam Hujan belum sempat saya selesaikan, keburu rusak akibat banjir hiks. Sepertinya nanti saya beli setelah lengkap sajalah ya empat buku :D.

Novel berikutnya adalah Kinanthi (terlahir kembali). Biar tidak terlalu penasaran, saya tuliskan blurb novel ini yah:

Begini cara kerja sesuatu yang engkau sebut cinta. Engkau bertemu seseorang, lalu perlahan-lahan merasa nyaman berada di sekitarnya. Jika dia dekat, engkau akan merasa utuh, dan terbelah ketika dia menjauh. Keindahan adalah ketika engkau merasa ia memerhatikanmu tanpa engkau tahu. Sewaktu kemenyerahan itu meringkusmu, mendengar namanya disebut pun menggigilkan akalmu. Engkau mulai tersenyum dan menangis tanpa mau disebut gila. Berhati-hatilah ….

Gimana? Kalau buat saya sih diksinya keren bangeeet, terasa berlebihan tapi tidak lebay. Yah, nama pun kadung suka ya hahaha *abaikan*.

Nah, Novel Citra Rashmi – Konspirasi Putri Mahkota ini sudah lama sekali saya beli. Seperti biasalah ya, menunggu dengan manis di tumpukan buku-buku yang belum sempat terbaca *nyengir*. Hingga kemudian sekitar sebulan lalu saya bertekad ingin membacanya, karena saya kangen dengan gaya bahasa Tasaro itu.

SAMSUNG CAMERA PICTURES

Novel ini saya baca menjelang tidur. Kebiasaan (buruk) saya memang begitu sih, membaca 3-5 buku sekaligus, waktunya beda-beda tapi yaa *yakali eike robot bisa baca 3 buku di waktu yang sama qiqiqiqi*. Maka Citra Rashmi dibaca berbarengan dengan Eternal Flame (kakaknya si Yesterday in Bandung itu), Lelaki Harimau-nya Eka Kurniawan, The Silence of The Lambs-nya Thomas Harris dan Cala Ibi-nya Nukila Amal yang masih belum selesai sampai postingan ini dibuat (padahal Cala Ibi ini mulai saya baca sekitar bulan … September 2015! hihihihi) *ngumpet*.

Eniwey, Citra Rashmi baru saja saya selesaikan semalam, dan kisah di dalamnya masih saja terngiang di kepala saya. Untuk itulah kenapa saya merasa harus menuliskannya di sini.

Novel setebal 620 halaman ini bersetting di tanah pasundan tahun 1400-an Masehi. Novel ini memang berlatar sejarah yang ‘dibengkokkan’, menceritakan perang Bubat yang fenomenal itu. Nggak tahu Perang Bubat??? Gugling gih! hihihihi.

Tapi kisah dalam novel ini adalah peristiwa sebelum perang Bubat itu terjadi, dan berfokus pada sang Putri Mahkota (yang dalam novel ini bernama Citra Rashmi atau memakai nama Sannaha sebagai nama samaran), bagaimana dia bersikap, bagaimana dia belajar ilmu kanuragan, dan sebagainya dan seterusnya.

Selain Sannaha, ada juga Purandara atau Si Elang Merah, murid Yaksapurusa, seorang perampok dan pemberontak yang ingin menjatuhkan Linggabuana sebagai Raja Sunda. Saat Sannaha berusia sepuluh tahun, dia diculik oleh kawanan Yaksapurusa, dan Elang Merah yang menjaganya sebagai tawanan. Dan di situlah kisah cinta itu berawal *tsaaaah*.

Bagaimana kelanjutannya? Sila baca sendiri ya, temans hehehehe.

Di kepala saya, novel ini sudah menjelma sebagai sebuah film yang indah. Permainan pedang saat para tokoh bertarung, intrik dan konspirasi yang terjadi di istana antara selir dan permaisuri, hingga kisah dua manusia yang sama-sama tahu tak mungkin bersama tapi tetap saling jatuh cinta.

"Kau boleh meninggalkanku, tapi aku tak akan pernah meninggalkanmu." – hal.609 #CitraRashmi #TasaroGK

A post shared by Rinrin Indrianie (@neng_orin) on

Jadi, buat manteman pecinta Wiro Sableng dan Amore dan Historical story, Citra Rashmi ini paket lengkap yang menyenangkan.

4 Comments

  1. jampang

    wah… kalau wiro sableng…. saya dulu suka banget 😀

    Reply
  2. Jiah

    weee kayanya cerita lama dan tebalnya ituuu 600-an

    Reply
  3. lovelyristin

    Aku pun heran sekarang.. knp jd syusah mau baca novel, kyknya klo dah malam udah lowbat bgt saia inih… – _ –

    Reply
  4. adelinatampubolon

    Senang yach kalau sudah ketemu buku bacaan, rasanya semangat bangat pengen tau cerita sampai selesai.

    Reply

Leave a Reply

%d bloggers like this: