Rindrianie's Blog

Day#14 Ini Bukan Judul Terakhir

Rizal

Sungguh tak sabar aku ingin membaca email balasan dari Cleo. Tapi tetap saja, aku harus cukup bersabar menunggu Sarah tertidur untuk kemudian masuk ruang kerjaku diam-diam.

To : Ivan

Subject : Rindu

Hi Darl, miss you much.

Lebay ya, seperti ababil saja hihihi. Tapi begitulah Van, aku pun tidak mengerti perasaan ini. Bagaimana mungkin aku merindumu, jika kita berdua bahkan belum pernah bersua. Tapi jika bukan rindu, apa ini namanya? Rasa dimana aku selalu mengingatmu, dan kemudian menginginkanmu. Mungkinkan itu Van?

 With love,

Cleo

Aku termenung menatap layar laptop yang kini berpendar-pendar oleh screen saver. Aku, menjadi Ivan bagi Cleo, yang katanya merindukanku. Dan aku pun –entah sebagai Rizal ataupun Ivan- juga merindu wanita itu, wanita yang belum pernah kutemui, wanita yang jauh berada di Vienna sana, tak terjangkau imajiku. Aku merasa bagaikan Kahlil Gibran zaman millennium, mencinta May Ziadah yang tak pernah sekalipun ditemuinya, dan bercinta hanya lewat sekian ratus surat. Untukku –Ivan maksudku- dan Cleo, surat itu kini tergantikan email.

“Mas…ayo tidur” kudengar Sarah memanggilku dari kamar.

“Iya Dek…” jawabku cepat. Secepat aku menarikan jari-jariku di atas keyboard membalas email Cleo. Seraya berharap tak pernah aku menggumamkan namanya saat aku tertidur di sisi Sarah. Karena aku mencintai istriku, sangat.

-o-

Sarah

Pukul 4 pagi, aku terbangun tanpa alarm, seperti biasa. Memandang Rizal yang terlelap damai di sampingku. Lelaki yang Tuhan titipkan untuk menjadi suamiku. Lelaki yang aku cinta sepenuh jiwa.

Tanpa suara aku menghidupkan kembali laptop itu.

To : Cleo

Subject : Merindumu (juga)

Hi Dear, Miss you too, more than much.

Cleo sayang, cinta tak mengenal usia, begitu katanya. Maka tak apa kita bagai anak muda yang baru jatuh cinta. Karena ternyata aku pun begitu, merindukan sosokmu di sisiku. Mungkinkah kita berdua gila? 🙂

 Love you,

Ivan

Aku termenung di ruang kerja gelap itu. Suara pagi mulai terdengar, sayup. Aku yang memulai kegilaan ini, entah apa yang merasuki diriku saat itu, menciptakan seorang Cleo di kepalaku. Dan entah kenapa pula ada seorang Ivan yang rupanya dirimu mulai menyapaku. Kegilaan Cleo dan Ivan sudah terlalu gila buatku. Haruskah kubuka rahasia ini padamu? Bahwa Cleo adalah aku, dan aku tahu Ivan adalah dirimu? Dan cinta kita tak perlu terbagi pada seseorang yang tak pernah ada?

Tapi Cleo dalam diriku berbisik “ini bukan judul terakhir, Sarah!”, maka aku pun mengetik pelan membalas emailmu, dan mengirimkannya tepat sebelum kau terbangun.

“Pagi cantik.” sapamu memelukku.

“Sayang mau sarapan apa pagi ini?” tanyaku mesra balas memeluknya. Dan mentari pagi itu mulai menyapa hangat.

***

*Note : 409 kata, dan saya tidak menyukai tulisan ini, entah kenapa…

Well, happy Wednesday Pals 😉

0 Comments

  1. kakaakin

    Karena ada unsur secret love di dalamnya…
    Dirimu berharap hal itu takkan terjadi di dunia nyata… #soktau
    😀

    Aku baru nulis euy 😀

    Orin : huwaa…kaget ci Kaka udh komen aj hihihi… mungkin jg spt itu ya Ka 😛

    Ayo semangkaaaa^^

    Reply
  2. Lidya

    aku mau sarapan nasi kuning 🙂

    Orin : aku td sarapan nasi merah *halah*

    Reply
  3. nique

    saya suka tuh 😀
    semoga aja bukan pengalaman pribadi hahaha

    Orin : Ish…aku blm punya alter ego lho Kak :p

    Reply
  4. jiahaljafara

    wah~
    ada kelanjutannya ngga nih?? 😀

    Orin : ada ga yaaa hihihihi

    Reply
  5. rina s esaputra

    makin imajinatif aja nich Orin…semoga menang ya…

    Orin : eh…ini bukan kontes kok Rin, cuma iseng aja 😀

    Reply
    1. rina s esaputra

      wah kirain kontes smp 15 hari rin…

      Reply
  6. ~Amela~

    Wah, 1hari lagi teh! Semangteh! Hehe.. Mel trus ikutin lho, tapi lewat hape. Jadi silent reader ni ceritanya..

    Reply
  7. chocoVanilla

    Lhadalah, Orin San, nek ketahuan gimana itu? Apa gak jadi rusak suasana? Ck..ck…idemu oke juga 😀

    Reply
    1. yustha tt

      lha malah geli to Sist…
      Ngapain kita cinta2an di dunia maya… Wong di dunia nyata we wis hidup bersama.. Hmm…tapi ada masalah apa ya di kehidupan nyata mereka, sampai mrk harus mencari ‘seseorang’ di dunia maya? Gek ketemune bojone dw pula… Xixixixi…..
      Cuma kdg2 mmg gk perlu ada masalah apa2 ding ya.. Ketika komunikasi berlangsung terus menerus, rentan sekali untuk jadi tergantung satu sama lain. Kalau gk hati2, nenek bilang itu berbahaya…..

      Reply
  8. Asop

    Dahsyat. Gak suka dengan tema cerita ini tapi tetep aja bisa bikin sebanyak ini. 😀

    Cleo? Itu nama air minum dalam kemasan… :mrgreen:

    Reply
  9. Mabruri Sirampog

    cleo = sarah,
    ivan = rizal..
    wowww,, ada gak yah dalam kehidupan nyata yang seperti itu? 😀

    Reply
  10. Melissa

    Wah kemaren saya baru abis baca versi real life-nya: http://serbaneka.com/2012/suami-istri-ini-selingkuh-di-internet-ternyata-teman-selingkuh-mereka-adalah-pasangan-mereka-sendiri/

    :”( –> Dan cinta kita tak perlu terbagi pada seseorang yang tak pernah ada?

    Kalo ketauan gimana ya..

    Orin : Hah? di real life ada yg seperti itu??? omaigat, itu harusnya cuma ada di kepalaku aj kan ya… *shock*

    Reply
  11. tunsa

    waahhh…. cleo dan ivan itu seperti aku dan secangkir kopi.. halah..halah…
    cinta dalam cinta…

    Reply
  12. sweetdonath

    keren 🙂

    Reply
  13. rizalean

    Sial deh, ketauan. Bermain api. Gue banget, jadul tapi… 🙂

    Reply
  14. opiphost

    jadi, jadi..ini secret love sepihak yaa?
    ___
    Eh? coba dibaca lg hehehe

    Reply

Leave a Reply

%d bloggers like this: