Rindrianie's Blog

Day#15 Mungkin (Takkan) Ada Lagi

Cerita sebelumnya, day#14

***

Aku Bundo Rahmi, atau setidaknya, begitulah orang-orang mengenalku.

Aku hanyalah seorang wanita biasa yang belum menjadi apa-apa dan bukan siapa-siapa. Tapi katanya, setiap makhluk ciptaanNYA adalah istimewa. Kalau begitu, wajar jika aku menganggap diriku juga istimewa, bukan?

Aku tahu, aku berawal dari tiada, untuk kemudian mengada, lantas kembali tak ada.  Maka aku ingin periode ‘mengada’ku tidak sia-sia, bahkan (kalau boleh) sedikit berharap keberadaanku itu -entah bagaimana- bisa bermakna.

Lantas, kenapa aku ‘menghilang’? Perlu berlembar-lembar halaman untuk menuliskan alasannya, dan itu akan membosankan siapapun yang membaca jurnal ini kelak. Maka, aku akan menceritakannya hanya dalam sebuah paragraf singkat.

Semuanya berawal dari sebuah vonis dokter spesialis yang mengultimatum hidupku bisa bertahan tak lebih dari 6 bulan saja. Ah, tak usahlah aku ceritakan penyakitku itu apa. Tapi kata om dokter yang berkacamata tebal tapi cukup tampan itu, penyakit kronisku yang sudah menjalar kemana-mana telah membuat organ-organ vitalku melemah, maka daya tubuhku akan terus menurun, bla…bla…bla… (penjelasan medis yang membuat kepalaku pening), kalimatnya berakhir dengan mengatakan akan berhentinya detak sang jantung di tubuhku.

Begitulah, menurutnya aku akan segera menjadi mayat karena sakitku. Rupanya om dokter lupa, sejak dilahirkan pun aku adalah calon jenazah, sakit atau tertabrak, suatu hari aku akan tetap kembali pulang. Sama sepertinya, dan juga semua makhluk yang menumpang hidup di kefanaan dunia ini, hanya waktunya saja yang membedakan. Begitu ‘kan? Menurutku sih begitu..

Jadi aku menerima saja vonis itu. Tidak pernah mudah pada awalnya, sempat menyerah dan pasrah, tapi kemudian aku memilih untuk berserah. Aku ingin berteman baik dengannya -si penyakitku itu, bahkan kemudian aku berterima kasih padanya, karena dia-lah yang akan mengantarkanku padaNYA. Dan sejak itulah aku ‘menghilang’.

Di sebuah pagi yang ceria, aku berpamitan pada semua orang di kampungku, meminta maaf pada mereka, memeluk mereka satu persatu, karena mungkin takkan ada lagi kesempatan untukku bisa melakukannya pada mereka. Tidak semua orang mengerti keputusanku itu, banyak yang mempertanyakan pilihanku, dan tak sedikit yang menangisiku. Aku tahu aku tidak akan pernah menyenangkan hati semua orang.

Dan, di sinilah aku sekarang. Di sebuah pulau kecil bernama Waigeo menikmati keindahan kepulauan Raja Ampat di depanku dalam kesendirian. Tentu saja aku bisa mengajak Jurgen, atau Rantau, atau Jingga, atau Arfan, atau Sarah, atau Lindu, atau Genta, atau siapapun yang aku kenal dan atau mengenalku. Tapi sendiri pun selalu tak apa-apa jika kau menikmatinya dengan segala rasa.

Hingga detik ini, aku masih hidup. Dan kematianku yang -kalau perkiraan om dokter akurat- tersisa 2 bulan lagi itu membuatku lebih mensyukuri dan menikmati hidup. Aku tidak lagi menjadi manusia golongan ‘orang kebanyakan’ (atau kebanyakan orang?) yang menjalani hari demi hari dengan begitu-begitu saja dan biasa-biasa saja. Sejak aku ‘menghilang’, aku menjalani hidupku sepenuhnya, sungguh-sungguh, dan pejal.

Entah besok aku akan ke mana atau ada di mana. Entah lusa aku bisa menulisi buku jurnalku ini atau tidak. Entah minggu depan aku masih diperbolehkan menyapa mentari atau harus berteman kesunyian abadi. Aku akan merayakan kehidupan yang terjadi di hari ini, sekarang, detik ini.

-Raja Ampat, sebuah senja di penghujung Juni 2012-

Note : 489 kata, tamat yeaayy 🙂


Maafkan jika endingnya tidak sesuai harapan ya. Dan terima kasih banyak untuk teman-teman yang telah bersedia membaca cerita geje saya menjura

Episode Bundo Rahmi (dianggap) selesai ya temans ^^

31 Comments

  1. nurlailazahra

    jadi intinya??????????????????
    hehehehe biar bagaimana pun, aku masih ngepens ama gaya bahasanya Teh Orin 😀
    ___
    hahahaha…namanya jg cerita geje tak berujung pangkal Sarah, ga ada intinya qiqiqiqi.
    thanks aeniwey yaa ^^

    Reply
  2. marsudiyanto

    Bundo Rahmi…
    Namanya mirip nama Kak Adel.
    Adelma Rahmi 😀

    Reply
  3. Lidya

    knapa menyepi di raja ampat? gak dibekasi aja? hehehe Rin besok dateng kan? si Aa ikut ga?

    Reply
  4. rurimadani12

    wihihi, selamat udah nyelesain #15HariNgeblogFF2 nya kaaak ! 😀

    #saya kapan? *plaaak

    Reply
  5. yustha tt

    akhirnya selesai. Sayanya masih utang 6! 🙁

    Reply
  6. Myra Anastasia

    pengen ketemu sm bundo rahmi.. tp jauh amat ya di raja ampat… hahha..

    Reply
  7. dea

    bundo rahmi nya jauhh !! penasaran pengen liat bundo rahmi xixixi 😀

    Reply
  8. vizon

    Menyendiri kok di Raja Ampat..?
    Bukan menyendiri kalau begitu..
    Melima itu namanya (Bundo Rahmi + Ampat Raja) (ikut-ikutan geje) 😀

    Reply
  9. mechtadeera

    Ah..rupanya si Bundo sedang menyepi tuk bersiap menghadap Illahi.. OK, eps Bundo selesai, tapi eps lain baru akan dimulai bukan? Eps lindu, Juergen, sarah, dll.. *ngarep*

    Reply
  10. Pingback: Kopdar Bekasi Senyum Berseri « chocoVanilla

  11. SanG BaYAnG

    Dengan keberanian tekad, kuberanikan untuk berkunjung, dan meninggalkan beberapa jejak sekedar berucap salam.
    Sebab.., cuma membaca yang mampu kuperbuat ketika segepok imajiku tak mampu menjangkau apa makna yang terkandung dalam tulisan di atas.. sungguh bodohnya aku yang tak mengerti arti keindahan dalam berkata.

    Salam kenal Bundo.. 😀

    Reply
  12. irmarahadian

    bundo rahmi y teh…
    pertama saya baca malah “bunga rampai”
    xixixiii…. efek kekenyangan teh

    Reply
  13. rizal

    15 hari ngeblog….selamat ya,,,,

    Reply
  14. monda

    komitmen tercapai juga ya Rin,
    menanti seri ke 3 , bundo Rahmi lagi nggak ya…

    Reply
  15. LJ

    Orin, eMak sudah kembali.. nyampe dr lampung tadi subuh..

    ternyata bundo rahmi suka ngider juga di jalur lintas sumatera..
    beberapakali ia tersenyum pada eMak.. saat kedapatan lagi numpang ngecas hape di rumah makan. #dia perlu ngecas hape buat baca tulisan ini mungkin.

    eMak suka ending ini..
    tinggal dibenahi dan dikembangkan sedikit
    jadilah novelet..!

    Reply
  16. Idah Ceris

    😳

    Reply
  17. jaka

    hehe.. yang penting selalu semangat terus nulisnya.. geje yang penting enak n santai,,

    Reply
  18. kontraktor bangunan

    menarik…sukses slalu yaaa…:)

    Reply
  19. Evi

    Ending yang terbuka, boleh jadi milik pembaca dunk ya Teh Rin..Jadi di raja ampat Bundo Rahmi meneruskan perjalanan ke Pulau Kuskus, sebuah pulau kecil di lautan Pacifik..Disana ada gelombang magnet yang memancar dari perut bumi,yang menyembuhkan segala penyakit dalam tubuh..Jangankan Cancer, bahkan orangpun tak bisa tua di zona gelombang tersebut. Ke sanalah Bunda Rahmi pergi, meneruskan sejenak kehidupan, menyelesaikan apa yang perlu di selesaikan..:)
    ___
    wow…pulau kuskus? terima kasih ya Uni infonya 😉

    Reply
  20. kakaakin

    Eh? udah 15 aja, tanpa sekalipun aku bisa turut serta 🙁

    Reply
  21. bintangtimur

    Merinding, Riiiin…ternyata Bundo rahmi sudah sampai di titik akhir perjalananya *mungkin*…Raja Ampat, itu kan tempat Orin pengen snorkeling?
    😉

    Reply
  22. danirachmat

    Hoo.. ini ya yang tadi disinggung FF Bundo Rahmi.

    Bagus cerita dan gaya bahasanya.. 😀

    Reply
    1. dani

      Akhirnya ketemu di akhir sini komen pertsmanya. Aselik Rin. Keren!!!

      Reply
  23. Pingback: yang tumbuh setelah mati « LJ.returns

  24. Pingback: yang tumbuh setelah mati « LJ.returns

  25. Pingback: CerBung – Cerita Bersambung | danikurniawan

  26. puteriamirillis

    Bagus riin. Gaya bahasamu indah, dan pu suka. Riin, terkadang pu bingung menciptakan sebuah ending. Tapi pu mau coba ah.

    Reply
  27. Maya

    Mb Riin…Baru mbaca ini..sukkaa banget .tapi penasaran sama kisahnya JM, Sarah, Lindu, Arfan..wkwkwk..ada lanjutannya kan yah…

    Reply
    1. Orin (Post author)

      heuheuheu…terima kasih Maya untuk apresiasinya 🙂

      Reply
  28. kenes_

    Hai mba orin… salam kenal…

    Aku baru baca ceritanya langsung lanjut sampai tamat…
    Suka sama gambaran kota-kotanya… Jadi pengen “menjelajah” Indonesia… 🙂

    Reply
    1. Orin (Post author)

      hai Asri, terima kasih banyak ya. Terharu saya masih ada yg baca heuheu

      Reply

Leave a Reply

%d bloggers like this: