Rindrianie's Blog

Day#8 Aku Benci Kamu Hari Ini

Di hari ke-8 ini, ada yang sedikit berbeda, karena saya berkolaborasi tsaaahhh…meni gaya ๐Ÿ˜› dengan Kak Niq. Jadi cerita berikut merupakan kelanjutan cerita Aku Benci Kamu Hari Ini versi kak Niq. Tapi tenang saja, kedua cerita masih bisa dinikmati sendiri-sendiri kok ๐Ÿ™‚

***

Aku benci kamu hari ini, begitu katamu di parkiran tadi. Dan sepertinya kau akan membenciku selamanya untuk apa yang aku lakukan, Dikโ€ฆ


โ€œMaaassโ€ฆ. Ini romantis bangeeeettโ€ pipimu merona, aku masih bisa melihatnya jelas dalam keremangan di meja kecil kita. Candle light dinner. Kado terakhirku untukmu.

โ€œIni mas pesan khusus untuk merayakan ulang tahun Dik Ning, jadi ngambeknya udahan yaaโ€ฆโ€ bujukku tulus, kau tersenyum memandangku malu.

โ€œMakasih ya mas. akuuuuโ€ฆhoalaah, speechless aku mas.โ€ Kami tergelak terbahak.

Aku mencintaimu Dik, bisik hatiku lirih. Aku ingin selalu melihatmu tertawa lepas seperti itu. Aku ingin kau bahagia. Tapiโ€ฆ

โ€œJadi mas-mu ini udah dimaafin kan ya?โ€ godaku, yang kau jawab dengan mengangguk cepat. Lantas kau bercerita ini itu Dan aku pun berkisah tentang ini itu. Seolah detik berhenti berdetak. Seakan waktu mengkristal beku. Seandainya saja malam ini tak perlu berakhir Dik, pikirku kalut.

Tapi bumi terus berputar dan aku โ€“siap ataupun tidak- ikut berputar dengannya. Kau pasti membenciku, aku tahu itu. Tapi aku juga tahu akan lebih menyakitkan bagiku melihatmu bersedih.

โ€œSekali lagi, makasih ya mas.โ€ Ucapmu saat kita sudah berada di depan pintu rumahmu. Kau menatapku dengan cinta. Dan aku hanya membalas tatapan itu dengan mendekapmu erat, pelukan terakhir yang bisa aku berikan untukmu, Dik..

โ€œMaafkan mas ya Dik,โ€

โ€œMaaf kenapa mas?โ€ tanyamu masih dalam dekapanku, membuatku lebih membeku.

โ€œBaik-baik kamu ya, kalo mas ngga ada.โ€

โ€œEmang mas mau ke mana?โ€

โ€œAda deeeeh.โ€ Candaku. Kau merengut, melepaskan pelukanku, menatapku tajam. Ah, betapa aku akan merindukan mata bening itu. โ€œJanji sama mas, kamu akan selalu berbahagia, walaupun apapun.โ€ Kau menatapku tak mengerti.

โ€œJanji macam apa itu mas?โ€

โ€œGa mau ya janji seperti itu? Please Dik?โ€ Lantas kau pun mengangguk. Aku mendekapmu sekali lagi. Menyimpan momen ini untuk sewaktu-waktu bisa aku putar kembali dalam imajiku.


Aku benci kamu hari ini, kalimatmu itu masih bergema di hatiku. Aku tahu aku pengecut Dik, tapi biarkan mas-mu ini pergi dari kehidupanmu. Karena mas sakit, karena mas akan segera mati. Dan mas tak ingin kau bersedih karena itu. Biarlah kau membenci mas karena pergi tanpa pamit seperti ini, tapi kau akan mengingat malam ini kan? Tapi kau akan menepati janjimu untuk berbahagia,kan?

Kutatap sekali lagi rumah itu sebelum tancap gas. Berbahagialah Dik, pagi tetap akan menjelang, hidup akan tetap terus berjalan, dengan atau tanpa aku di dalamnya.

***

*Note : 380 kata

0 Comments

  1. nique

    suka saya endingnya hihiihih
    kurleb seperti yg saya inginkan juga kejutannya
    ah Orin T.O.P
    bisa tau keinginanku tanpa perlu diungkapkan melalui kata2 hiihihih

    thanks ya Ni eh Ning eh Neeng … besok lagi hahahaha

    Reply
  2. dmilano

    Saleum,
    Endingnya pasti menyedihkan ya?

    saleum

    Orin : heuheu…maaf ya bang, endingnya sedih mulu, coz yg happy ending udh banyaaak, biar ga bosen aja ๐Ÿ˜€

    Reply
  3. Bang Aswi

    TOP lah!

    Reply
  4. Gaphe

    ciee kolaborasi nih yee… ehem, akhir yang indah ๐Ÿ™‚

    semoga tetep konsisten yaa… udah hari kedelapan ini.

    Reply
    1. nique

      indah? Gaphe indahnya di mana klo si mas nya bakal meninggal? Aaaa … gapheeee

      Reply
      1. Orin (Post author)

        hahaha…definisi indah-nya mas Phe ternyata ajaib ya :p

        Reply
  5. ~Amela~

    huaaah.. keren teh.. bisa aja sih si teteh ngelanjutin

    Reply
  6. achoey el haris

    romantis abiez ๐Ÿ™‚

    Reply
  7. Nchie

    Hiks..ya udah kalo benci aku hari ini..
    aku pulang aja..
    ga mau komen..

    Reply
  8. lidya

    hiks tadi komen di mbak nique, benci aku…ternyata baca kelanjutannya bener2 benci ๐Ÿ™‚
    naha bisa pas ya padahal belum baca kelanjutannya disini

    Reply
  9. anny

    Naha bet benci2an atuh rin:D

    Reply
  10. Pakde Cholik

    Aku juga akan pergi
    Semoa dik Orin bahagia selalu

    Reply
    1. umar azkiya

      pakdhe mau kemana? pu ikut doong. teteeehhh kereeen deeehhh…pu lagi ga bisa ber ini itu nih..lagi mati gaya…hehehe…

      Reply
  11. jiahaljafara

    hadeh~
    lanjutannya seperti ini…..

    Reply
  12. Mabruri Sirampog

    walopun aku dibenci, tapi aku tetep suka cerita ini…. ๐Ÿ˜€ ๐Ÿ˜€

    makin keren deh pokoknya…

    cuma, masih seperti kata mb Amel kemarin, antara “mu” dan “nya” masih ada di situ,,, *halaaah,, sok ngerti apa aku ini… hahah

    pd kalimat ini contohnya:
    โ€œGau mau ya janji seperti itu? Please Dik?โ€ Lantas kau pun mengangguk. Aku mendekapnya sekali lagi. Menyimpan momen ini untuk sewaktu-waktu bisa aku putar kembali dalam imajiku.

    Mendekapnya, harusnya mendekapmu…. ๐Ÿ˜€ ๐Ÿ˜€

    Orin : hoalaaahh… pdhl kali ini aku baca bolak balik lho Mab, teteeeep aja ya ada yg terskip. tengkyu ya editnya? ๐Ÿ˜‰

    Reply
    1. tunsa

      itu narasinya kan mbak? mulai dari “lantas…imajiku”?
      (gau=gak) bukan ya?

      tapi kalo aku lebih nyaman begini:

      “Lantas dia pun mengangguk. Aku mendekapnya sekali lagi. Menyimpan momen ini untuk sewaktu-waktu bisa aku putar kembali dalam imajiku”

      hanya pendapat pribadi :mrgreen:
      #aku sih masih ingusan, hehe..

      salam saya
      Semangat ngefiksi! ๐Ÿ˜€

      Orin : Iyaa…typo maning hehehe..
      Tengkyu masukannya Ri, tapi aku lebih suka begitu, coz itu inner monolog-nya si mas, bukan narasi ๐Ÿ™‚

      Reply
      1. tunsa

        oohh.. kalo begitu benar kata mabruri ๐Ÿ˜€

        Reply
  13. jarwadi

    awww awwww, so sweeeet mbak orin ๐Ÿ˜‰

    Reply
  14. melly

    Teh.. berceritanya sebagai cowok ya?
    pinter bgt sih bikin cerita..

    ajariiin

    Orin : haiyaaa…wong ini aj msh belajar jeee ๐Ÿ˜› iya Mel, aku lebih suka jd ‘cowo’ kalo bikin fiksi hohohoho

    Reply
    1. tunsa

      hahaha…kalo aku lebih suka jadi cewek, mbak.. ๐Ÿ˜†
      kita kebalikan yak? hehe

      Reply
  15. Dhenok Habibie

    jadi kayak nonton FTV mbak Yin, dimana sang cowok pergi karena sakit.. hix, sedih.. ๐Ÿ˜ฅ

    Reply
  16. gerhanacoklat

    nyampe sini udah hari ke8 trus dibenci pulak aku
    hadoooooh
    *balikpulangnentengselop*

    Reply
  17. kakaakin

    Selalu terkagum2 dengan pilihan kata yang dipakai Orin ๐Ÿ™‚

    Aku tau kau membenciku hari ini… karena ku belum nemu ide juga untuk FF #8
    *sigh…

    Reply
  18. riez

    Aku juga benci kamu hari ini

    #komenFiksi

    Reply
  19. jasmineamira

    tisu mana tisu T.T

    Reply
  20. prih

    Orin sudah berada di koridor ke’penulis’an, maju terus. salam

    Reply
  21. yustha tt

    jadi ingat cerpenku Teh… Kutag yah… ๐Ÿ˜€

    Reply
  22. ^omman

    tEh Orin, kamu benci padaku hari ini … ๐Ÿ™‚
    mau benci hari ini? besok or lusa ?
    terserah … EGP ajjaaahhhh …:(

    Reply
  23. Lyliana Thia

    hiks.. kok endingnya sedih lagi sih Rin? ๐Ÿ™

    Reply
  24. @brus

    tEh Orin , kamu benci padaku hari ini?
    why? apa salah dan dosaku? hiksss ๐Ÿ™

    Reply
  25. yisha

    ya ya ya semangat!!!

    Reply
  26. della

    Pengen deh bilang sama si aku, “Mengapa malah pergi? Jalan apa pun yang akan kamu pilih, akhirnya toh akan tetap sama. Jadi, kenapa tak kau izinkan aku menemanimu hingga akhir?” ^___^

    Reply
  27. Bibi Titi Teliti

    duh…duh…
    kenapa gak hepi ending sih Oriiiiiiiin…
    aku pengen yang hepi endiiiiiiing…hiks….

    *penggemar fanatik hepi ending*

    Reply
  28. Pakde Cholik

    Selamat siang sahabat tercinta,
    Saya datang lagi untuk mengokoh-kuatkan tali silaturahmi sambil menyerap ilmu yang bermanfaat disini.
    Selain itu saya sampaikan kabar gembira bahwa sahabat mendapatkan tali asih
    dari Komandan BlogCamp Group karena menjadi salah satu pemenang dalam kuis .
    Selamat ya, silahkan cek pengumuman pemenang
    di http://abdulcholik.com/2012/01/20/liza-fathiariani-dokter-dan-blogger/
    Salam hangat dari Surabaya

    Reply
  29. ethie

    DUdudududu… Sayang yaaaaa… ๐Ÿ˜€

    Reply
  30. stupid monkey

    “Karena mas sakit, karena mas akan segera mati. ”

    kalimat ini mengganggu saya teh, maaf saya pindahin aja kesini, okeh yah ๐Ÿ˜‰

    Reply
  31. mylitleusagi

    iyee cyinnn
    mana bagian happy endingnya
    kirain si masnya ternyta suami orang..
    trus mau balik ke istri pertamanya..
    (*kbanyakan nonton sinetron

    Reply
  32. rizalean

    hari ini berasa ada yang aneh deh teh Orin… si mas ‘terbaca’ terlalu sehat untuk mati. andai aja saat candle light dinner itu si mas sedang menahan sakit yang terperikan. ginjalnya yang tinggal satu mulai mogok kerja lagi, misalnya. sure I belive besok-besok si mas bisa mati ๐Ÿ™‚

    Reply

Leave a Reply

%d bloggers like this: