Rindrianie's Blog

Dear Angela

Dear Angela,

Aku tahu kau akan menertawakanku karena menulis surat -dengan tulisan tanganku yang kecil dan miring di atas kertas surat berwarna biru- seperti ini, tapi tentu kau pun tahu aku lebih bisa ‘berbicara’ dengan pena daripada lidahku. Maka bacalah surat ini hingga selesai, meski setelahnya kau mungkin akan membenciku, atau mengasihaniku, atau keduanya.

Sejujurnya aku tidak tahu aku harus memulainya dari mana. Terdengar klise ya? Tapi demikianlah adanya, aku betul-betul tidak tahu harus mulai bercerita dari titik mana, karena setiap sudut dalam kisah yang ingin kusampaikan ini tetaplah salah. Tapi bukahkah cinta tak pernah salah? Begitu kan para pujangga bilang? Iya, yang ingin aku sampaikan -melalui surat ini- adalah tentang cinta.

Angelaku sayang,

Setelah kupikirkan lagi beberapa saat, mungkin aku akan mengawalinya dengan mengatakan kalimat berikut padamu:

Aku mencintaimu.

Aku mencintaimu.

Aku mencintaimu.

Sengaja aku menuliskannya tiga kali berturut-turut. Aku bisa -dan ingin- menuliskannya seratus kali, atau bahkan seribu kali, tapi kau akan lelah membacanya, dan aku pun akan letih menuliskannya, dan akan diperlukan banyak kertas dan (mungkin) beberapa bolpoin karenanya. Maka semoga tiga kali sudah cukup jelas bagimu, bahwa aku mencintaimu. Ya, aku mencintaimu.

Sesederhana, dan kemudian, serumit itu.

Sederhana, karena cinta adalah cinta. Kau bisa mendefinisikannya menjadi ribuan kalimat yang berbeda, menunjukkannya dengan berjuta cara, hingga mengekspresikannya dengan sekian macam puisi-lagu-lukisan-istana atau apapun. Tapi cinta tetaplah cinta. Sejak dulu hingga kehidupan ini mati suatu saat nanti, cinta akan selalu cukup dengan menjadi dirinya sendiri.

Sesederhana itulah aku mencintaimu. Kau adalah aku, aku adalah kau. Lagi-lagi, ini klise. Tapi aku harus mengatakannya padamu di surat ini, bahwa kita -kau dan aku- memang satu. Atau, aku berharap kita adalah satu.

Rumit? Ah, rasanya aku tidak perlu menjelaskan lagi betapa rumitnya cinta itu. Terlebih cinta kita, atau lebih tepatnya, rasa cintaku padamu. Untuk kerumitan yang ini, aku bisa mengerti jika kau membenci sekaligus mengasihaniku detik ini.

Aku tahu, di luar sana banyak perempuan-perempuan yang bisa –dan mau- menjadi kekasihku. Aku juga tahu, tidak seharusnya cinta yang aku miliki kutujukan padamu, tapi sekali lagi aku katakan padamu, cinta tak pernah salah. Kau setuju, bukan?

Angela,

Suratku ini mendekati akhirnya. Sekali lagi, aku mencintaimu. Itulah yang ingin aku sampaikan. Aku ingin bersamamu selamanya, sebagai sepasang kekasih, bukan sekadar saudara kembar seperti sekarang ini. Ah, seandainya saja kita tak pernah mendekam di rahim hangat dari ibu yang sama, mungkin ceritanya akan sedikit berbeda. Mungkinkah kau juga mencintaiku seperti aku mencintaimu jikaΒ keadaannya tidak seperti sekarang, Angela?

Aku sepertinya sudah gila, Angela. Tapi tetap saja, aku mencintaimu.

-dari aku, lelaki yang terlanjur mencintaimu dengan sangat-


Note : 422 kata, ditulis untuk Monday Flash Fiction prompt #45: Ada Apa dengan Cinta?

0 Comments

  1. jampang

    cinta terlarang lagi…. sebelumnya baca anak sama ayah πŸ˜€

    Reply
  2. ysalma

    Cinta tak pernah salah,
    arah yang ditujunya kadang membuat ruet,
    Angela, aku juga πŸ™‚

    Reply
  3. RedCarra

    me likey πŸ˜€
    Mirip, karena kita sehati.
    Halah.

    Reply
  4. bemzkyyeye

    Cinta terlaranggggggg..

    Reply
  5. Dizz

    Aku lari ke hutan, kemudian menyanyiku:

    mengapa cinta ini terlarang…

    *malah nyanyi beneran*
    keren, kak. Rapi banget, jadi enak bacanya. πŸ˜€

    Reply
  6. Lidya

    weleh cinta saudara sendiri

    Reply
  7. danirachmat

    What are you feeling writing this Orin? I feel this letter is different.

    Reply
  8. Helda

    kembarannya Angelo dong πŸ˜€

    Reply
  9. yuniarinukti

    E ya ampuuun.. padahal pas baca ditengah sudah kepikir mo komen: Cinta emang rumit tapi asyik kalau dijalani..

    Dan begitu baca paragraf yang bawah.. gubrakkkk ini kenapa endingnya jauh dari perkiraan sih? haha..

    Asli endingnya bener-bener bikin makjleb! haha..

    Sayangnya nama cowok kembarannya Angela gak disebutin, terkepo lagi deh..
    “Mbak-mbak, nama pengirim suratnya siapa, kok gak dicantumin? πŸ˜€

    Reply
  10. Chrismana"bee"

    Pura-pura amnesia aja kalo sebenernya sodara’an sama angela *ditimpuk emaknya angela πŸ˜†

    Reply
  11. titi esti

    anak-anak… ayo main yang bener, nggak boleh main cinta-cintaan *emaknya Angela*

    Reply
  12. Baginda Ratu

    Aduuuhhh… kenapa sih Oriinnn cerpennya suka bikin shock..? πŸ˜†

    Reply
  13. idangpriadi

    Sukaaaaaaaaa πŸ˜€
    I’m one of your biggest fans lah pokoknya Teh Orin

    Reply
  14. bundadontworry

    Oriiiiin…..
    asli endingnya …berhasil bikin si bunda ini shock….
    weleh weleh…..anak kembar kok main cinta2 an segala…???
    main layangan aja sanah gih…… πŸ˜€

    salam

    Reply
  15. Arman

    seraaammm…

    tadi pagi di berita lagi ada ngomongin tentang sepasang kembar, dua2nya cewek sih. tapi mereka itu berasa 1 orang dengan 2 bodies. jadi ngapa2in bareng. even mereka cuma punya 1 cellphone. mereka kalo dating juga dating with 1 guy. dan mereka bilang gak akan married karena mereka udah punya soulmate, yaitu kembarannya itu. dan… mereka udah bilang ke Tuhan, kalo salah satu mati, yang satunya bakal mati juga. mati bareng gitu. creepy ya πŸ˜›

    Reply
  16. puteriamirillis

    mencintai saudaranya?
    gapapa…tapi…hihihi…jangan yang menjurus ke cinta lawan jenis gitu ya…
    soalnya aku inget waktu kecil umar pernah bilang mau menikah dg azkiya…
    tp aku buru2 meluruskannya…
    mereka blm mengerti cinta lawan jenis soalnya kan…

    Reply
  17. Idah Ceris

    Hyaaah, sodara kembar. Hiks
    Yang sabar ya lelakiii. πŸ˜›

    Reply
  18. monda

    wah…,
    makanya dulu ada kebiasaan orang yg punya anak kembar beda jenis untuk jual salah satunya, ktnya supaya nggak kejadian spt ini

    jual dalam arti harfiah, cuma dititip sebentar di saudara atau tetangga (nggak nyampe sehari) terus ditukar sama uang2an atau uang dg nilai kecil

    Reply
    1. monda

      hi..hi.., udah geer Monda Flash fiction, ternyata cuma kurang “y” aja
      lagi inget sama bunda ta Rin?

      Reply
  19. dey

    aihhh Orin, angger endingnya πŸ˜€

    Reply
  20. dey

    aihhh Orin, angger endingnya πŸ˜€

    Reply
  21. prih

    Stok ide neng Orin kagak ada abisnya ….
    Salam

    Reply
  22. myra anastasia

    eaaaaa, kalau saya jadi Angela bakal menghindar πŸ˜€

    Reply
  23. myra anastasia

    eaaaaa, kalau saya jadi Angela bakal menghindar πŸ˜€

    Reply
  24. Evi

    Ibu mereka pasti sedih kalau membaca surat ini hehehe

    Reply
  25. istiadzah

    si angela pasti langsung kabur dari rumah ini. —-

    Reply
  26. linda

    bukan cuma angela yg pusing bacanya, emak bapaknya juga..

    Reply
  27. Attar Arya

    duh, emaaakk….

    Reply
  28. Attar Arya

    duh, emaaakk….

    Reply
  29. Voucher pendidikan

    aduh ema bapa jangan jadikan cinta angela terlarang dong kasihan tuh si angela hehe πŸ™‚ ceritanya bagus .

    Reply

Leave a Reply

%d bloggers like this: