Rindrianie's Blog

Doa Senja

Anak perempuan itu duduk diam saat aku mendekatinya. Walaupun baru beberapa hari aku mengenalnya, tapi aku bisa segera tahu, saat sendiri, dia selalu murung, seringkali bersedih, bahkan tak jarang menangis. Tapi saat bersama teman-temannya yang lain, senyuman tak pernah pergi dari bibirnya. Seolah semesta harus mengenalnya sebagai seorang gadis kecil yang ceria. Kecuali pada saat-saat seperti ini, saat dia terduduk sendiri di sudut taman menatap matahari yang hampir tenggelam.

“Hai.” sapaku pelan, nyaris berbisik. Anak perempuan itu tergeragap, mungkin memang terkejut, membuatku sedikit menyesal mengganggunya. Tapi aku tidak punya pilihan lain, aku harus berbincang dengannya, sekarang.

“Hai…” ujarnya, juga pelan.

“Boleh aku duduk di sini bersamamu?” anak perempuan itu mengangguk, lantas memberi satu ruang kosong di sisinya untukku.

“Kamu suka senja?” tanyanya setelah jeda yang sedikit lama. Giliran aku yang menjawab tanya itu dengan sebuah anggukan. “Aku memiliki sebuah doa khusus saat senja seperti ini.”

“Oh ya?” aku sudah tahu apa pintanya di setiap senja seperti ini.

“Kamu mau mendengarnya?” tanyanya lagi, aku mengangguk cepat, aku ingin mendengar doa itu langsung dari bibirnya, “aku berdoa untuk kedua orang tuaku yang tidak aku ketahui siapa atau di mana. Aku rindu pada mereka berdua, maka aku berdoa, semoga kelak, entah kapan, aku bisa bertemu mereka, dan bahagia bersama.” pipinya seketika gerimis.

Detik demi detik berlalu saat kemudian anak perempuan itu berkata lagi, “Di sore seperti ini, aku juga berdoa supaya kelak, teman-temanku di panti asuhan ini, bisa memiliki orang tua asuh, seperti teman-teman kami yang lebih beruntung telah bersama keluarga-keluarga baru mereka.” Anak perempuan itu tersenyum dalam tangis tanpa isaknya. Sebuah doa yang mulia, bahkan untuk anak sekecil dia. Aku mengerti kenapa Tuhan begitu menyayangi gadis kecil ini.

“Apakah kamu pikir Tuhan mendengar doaku?”

“Tentu saja.”

“Benarkah?”

“Benar. Bahkan, Tuhan begitu menyayangimu, hingga menyuruhku menjemputmu.”

“Oh?” anak perempuanku itu menatapku beberapa detik tanpa berkedip. Aku hanya tersenyum menatap wajah tanpa dosanya. Di surga nanti, Senja tak perlu lagi menangis. Dia akan menjadi gadis kecil ceria yang bahagia, seperti seharusnya.

***

Note : 327 kata

Tulisan ini diikutsertakan dalam Giveaway Si Sulung

0 Comments

  1. 空キセノ

    Terus habis itu anak itu mati ya? Sedih… 🙁
    ___
    Begitulah 空キセノ 🙁

    Reply
  2. Rika Halida

    Aw…keren banget mbak. Sampe ngulang lg bacanya. Izrail nya so sweet banget yaaa 🙂
    ___
    terima kasih Rika^^

    Reply
  3. abi_gilang

    Kalo Orin udah ikutan GA-nya sulung selanjutnya bisa ditebak akang bakal melipir jadi penonton doank 🙂 (padahal biasa juga nggak pernah ikutan)
    ___
    hahahaha…hayuk atuh kang nge-fiksi lg 😉

    Reply
  4. prih

    Tuntasnya doa senja, luar biasa seperti biasanya bagian akhir mengejutkan… aku sang malaikat penjemput. Terus berkarya ya Neng Orin. Salam
    ___
    terima kasih banyak apreasiasinya ibu^^

    Reply
  5. cumakatakata

    Anak ituuuuuu… 🙁
    ___
    🙁

    Reply
  6. Lidya

    hiks sedih bacanya Rin
    ___
    *pukpuk Teh Lidya*

    Reply
  7. ryan

    kenapa anak itu meninggal mba?
    ___
    karena sudah waktunya saja mas 🙂

    Reply
  8. Arman

    wah ternyata malaikat penjemput maut ya… 😀
    ___
    heuheu…iya mas 🙂

    Reply
  9. Iksa

    Hm .. datang-datang baca anak dijemput …
    ___
    Hai Om, apa kabar? 🙂

    Reply
  10. yuniarinukti

    Wow, ending yang keren..
    Rupanya Senja gak sadar klo diperhatikan seseorang..

    Reply
  11. riga

    izrail at his best performance… penampilan maksudnya. *sok ngenggres padahal nggak ngerti 😀

    Reply
  12. rinasetyawati

    sedih euy bacanya

    Reply
  13. Lyliana Thia

    Ah Senja, semoga dirimu bahagia disana..

    Hiks..

    Reply
  14. susindra

    Met jalan senja….

    Moga sukses ya GA-nya
    ___
    makasih mba Sus^^

    Reply
  15. dey

    selalu suka dengan endingnya cerita2 Orin …. *kayaknya selalu komen sama deh .. hihihi
    ___
    iya ih, ibu mah komennya gitu terus #eh? qiqiqiqi. makasih ya Bu *ketjup*

    Reply
  16. Pingback: Pemenang Giveaway Si Sulung | Catatannya Sulung

Leave a Reply

%d bloggers like this: