Rindrianie's Blog

Fe

Putih. Hening. Luas.

Di mana aku?

“Hai, Fe.”

Aku menoleh, rupanya aku tidak sendirian, sesosok malaikat (?) tersenyum ke arahku.

“Hai,” jawabku ragu.

“Kau tahu sedang berada di mana?”

“Tidak.”

Sosok itu hanya mengangguk-angguk, senyumnya hilang, matanya terlihat sendu.

“Jadi? Dimana aku?”

“Kau sedang berada di ruang tunggu.”

“Ruang tunggu?”

“Iya.”

“Kenapa?”

“Apanya yang kenapa?”

“Kenapa aku berada di ruang tunggu?”

“Sebentar lagi kau masuk surga, aku akan menemanimu menunggu.”

“Surga? Kapan aku mati?”

“Baru saja.”

“Tapi… Tapi aku bahkan belum benar-benar hidup.”

“Begitulah. Aku tahu. Aku ikut menyesal.”

“Kenapa? Bukankah seharusnya aku masih bergelung hangat di dalam rahim ibuku yang nyaman?”

Sosok itu bergeming. Membuat ruangan putih luas ini bertambah hening.

“Siapa yang mengirimku ke sini?”

“Kurasa sebaiknya kau tidak perlu tahu tentang dia. Percayalah, kurasa betul-betul jangan.”

“Jadi? Jadi bukan Tuhan yang…”

“Sudahlah, itu tidak penting lagi. Mari, namamu sudah dipanggil.”

Aku bungkam, lantas berjalan di belakang sosok itu meski enggan. Tapi aku tahu, sosok itu tahu bahwa aku sudah tahu, perempuan yang seharusnya aku panggil ibu yang mengirimku ke sini. Tak apalah, mungkin kelak aku bisa menemui perempuan itu di neraka jika Tuhan mengizinkan.

***

*Note : 186 kata, FF geje ini ditulis khusus untuk MFF Prompt #54: Rahasia

*Note (lagi) : Fe dalam judul dan cerita adalah untuk ‘fetus’ (janin)

 

0 Comments

  1. Lidya

    duh serem amat mau menemui permepuan itu di neraka

    Reply
  2. kakaakin

    menurutku, ff ini perfecto. Hehe…

    Reply
  3. Ryan

    gugurin janin ya? 🙁

    Reply
  4. Attar Arya

    sejak kalimat ‘bahkan aku belum benar-benar hidup’, rasanya pembaca bisa langsung tahu cerita ini tentang apa dan ke mana akhirnya. syukurlah, kalimat penutup yang mantap menyelamatkan keseluruhan kisah.

    Salam. 🙂

    Reply
  5. Arman

    aborsi ya..

    Reply
  6. Baginda Ratu

    Aduh, pendek tapi bikin merinding….

    Reply
  7. bukanbocahbiasa

    FF teh Orin selalu membawa aura magisss…..

    Reply
  8. vera

    idenya bagus juga, dr sudut pandang fetus

    Reply
  9. bintangtimur

    Oriiiiin…
    Kenapa ini ceritanya serem?
    🙁
    Rin, saya sampe minder lo saking lamanya saya nggak pernah main kesini…
    Hihihihihi…penyakin minder saya itu ternyata masih betah aja ya!
    😀

    Reply
  10. bintangtimur

    Ini langsung dateng, takut Orin-nya keburu kerja lagi…istirahatnya sampe jam 1 kaaan?
    😉

    Reply
  11. De

    yampun Oriiinnn … crita mu ah

    Reply
  12. karina

    ini ide nya keren lho!

    Reply
  13. Bibi Titi Teliti

    Whoaaaaa….horor!!
    Mangkaning udah tengah malem giniiiih!

    Suka gitu ah Orin mah 🙁

    Reply
  14. jampang

    hwaaaaah…..

    Reply
  15. linda

    keren, bikin saya sedih hehehhehe

    Reply
  16. Ika Koentjoro

    Miris..sekarang banyak banget yang aborsi

    Reply
  17. myra anastasia

    ibunya tega, ih

    Reply
  18. ADF

    good idea… like it…. 🙂

    salam,
    anitadiahf.wordpress.com

    Reply
  19. diahdwiarti

    mantaps mbak. putihnya terasa.

    Reply
  20. momtraveler

    huaaaa… hororrrr

    Reply

Leave a Reply

%d bloggers like this: