Rindrianie's Blog

[FF250Kata]-Lain Kali

Tiba-tiba saja Dul teringat perkataan seorang Rene Descartes yang tersohor ke seantero semesta. Cogito ergo sum, konon kalimat aneh itu berarti ‘aku berpikir, maka aku ada’, sebuah kutipan yang diimani Dul saat muda.

Tapi kini, hampir dua dekade setelahnya, Dul hanya menganggapnya sebagai slogan kosong belaka. Descartes pasti sedang kekenyangan saat mencetuskan ide itu, pikir Dul suatu hari. Karena saat lapar –seperti Dul saat ini- yang ada di pikiran seorang manusia hanyalah makan. Sudah. Itu saja.

“Dik, enak ya kalau bisa makan nasi padang.” Si Sulung berceloteh seraya melompat-lompat kecil.

“Sama rendang ya, Kak. Uh…enaaak.” timpal Si Bungsu cepat.

“Pake kuah gulai, Dik. Nikmaaat.”

“Terus pake sayur nangka, lalap daun singkong dicocol sambal cabe ijo, Kak.”

“Lezaaat.” Keduanya tertawa-tawa. Dul ikut tersenyum, miris. Air liur mereka pasti sudah di ujung lidah, khayalan mereka sudah menyata bahkan saat masih di dalam kepala.

“Iya, Nak, nanti kita beli nasi padang,” ujar Dul singkat. Dia tau janjinya mungkin tak bisa dia tepati. Tapi kedua bocah itu terlanjur percaya, melompat lebih tinggi, bersorak lebih ramai.

Si Sulung dan Si Bungsu berhenti melompat. Ah, rupanya mereka telah tiba persis di depan sebuah warung makan padang. Aroma surga menguar menggelitik hidung, si Sulung dan si Bungsu menghirupnya dalam-dalam seraya memejamkan mata.

“Aahhh…enaknya,” ucap si Sulung lirih.

“Kenyaaaang,” sambung si Bungsu.

“Hayuk, Pak, kita jalan lagi.” SI Sulung ikut mendorong gerobak saat Dul hanya diam mematung.

“Lain kali saja kita beli makan di sana,” lanjut Si Bungsu ceria, “Kita kumpulkan dulu barang-barang bekas yang banyak untuk dijual ya.”

0 Comments

  1. nengwie

    Sedih bacanya….

    Reply
  2. chiemayindah

    Sedih, tapi itu realita…. Nice posting, Teh 🙁

    Reply
  3. jampang

    hiks…. sedih.

    Reply
  4. Esti Sulistyawan

    Mengingatkan ku sama film judulnya apa ya Teh, pokoknya yang pengen makan di warung padang gitu. Miris-miris gimana gitu, cita2 biasanya dokter dll ini makan di warung padang 🙁

    Reply
  5. dianryan

    sedih teh, 🙁

    Reply
  6. Lidya

    hiks kasihan sekali gak jadi makan

    Reply
  7. mandor

    Cerita penuh semangat khas mbak Orin. Seedih juga sih

    Reply
  8. prih

    kesaktian kata lain kali, memupuk semangat melangkah
    Khas Orin banget. salam

    Reply
  9. dani

    Dua kali baca FF duaduanya sedih. Huhuhu.

    Reply
  10. Anindita Hendra

    Yaaah sedih 🙁

    Reply
  11. ajenangelinaa

    Tanteee sedih bangett 🙁

    Reply
  12. junioranger

    Itu ada Jun? Mungkin maksudnya Dul? Hehe. Sedihhh. Menyayat hati

    Reply

Leave a Reply

%d bloggers like this: