Rindrianie's Blog

Filosofi Kopi The Movie

Siapa yang udah nonton film ini cung! :))

Mulai tayang persis tanggal 9 April ini sih, tapi kemarin lusa saya nonton premiernya lhoooo *kibas jilbab* hihihihi. Film yang diadaptasi dari cerpen Dewi Lestari ini dibintangi Chicco Jerikho (Ben), Rio Dewanto (Jody), Julie Estelle (El), hingga Slamet Rahardjo-Jajang.C.Noor-Tara Basro dan lain-lain dan lain-lain. Kalau yang sudah baca cerpennya, pasti ingat bahwa tokoh El tidak ada dalam cerita, tapi kehadiran cewek Perancis yang ceritanya sedang melakukan riset untuk menulis buku ini tidak mengganggu kok, malah bikin seru.

Barangkali ada yang belum tahu, mari saya ceritakan sedikit tentang plotnya.

Filosofi Kopi adalah sebuah kedai kopi milik Jody (dan Ben, secara tidak resmi), Ben adalah barista sang peracik kopi yang memiliki passion besar terhadap kopi. Sepanjang film, kalimat “gue nggak bercanda kalau soal kopi” akan banyak dia katakan. Konfliknya adalah, kedai kopi peninggalan almarhum ayah Jody itu terlilit utang, sehingga Jody dan Ben berupaya keras mencari cara untuk membayar utang itu.

Datanglah seorang pengusaha yang menantang Ben -sebagai seorang barista mumpuni menurut sebuah artikel di koran- untuk meracik kopi paling enak yang belum pernah ada *tsaaah*. Hadiah yang dijanjikan sang pengusaha adalah 1M! Masalah utang akan segera terselesaikan tanpa Jody dan Ben harus memecat karyawan atau pun menurunkan kualitas kopi yang dijual, jika Ben bisa menaklukkan tantangan si pang pengusaha.

Maka Ben berkonsentrasi penuh menciptakan racikan kopi enak itu, Perfecto pun lahir. Racikan kopi itu dijadikan signature coffee di Filosofi Kopi, hingga kemudian El datang dan mengatakan bahwa Perfecto tidaklah sesempurna namanya. Kenapa? Karena ada kopi Tiwus milik Pak Seno di Ijen yang lebih enak. Ben tersinggung berat lah ya, dan kemudian … kalian harus nonton sendiri filmnya *ups* qiqiqiqi.

Konon, dari sekian film yang mengadaptasi novel dan cerpennya, Film Filosofi Kopi ini menjadi favoritnya Dewi Lestari lho hohoho. Saya sendiri menikmati menonton film ini, setiap karakter memiliki konflik pribadinya sendiri (jadi karakter mereka lebih kuat dan menonjol). Dialog-dialognya ringan meskipun dalam, yahhh … nama pun ‘filosofi kopi’ yaa, jadi banyak falsafah kehidupan di dalamnya *halah*. Misalnya nih, ada quote (kurang lebih) seperti ini “sesempurna apa pun, kopi adalah kopi, yang tetap memiliki rasa pahit”, atau “hidup ini indah sebagaimana adanya”, ajib kan ya :D. Setiap scene –sekecil apa pun- memiliki maksud tersendiri, adegan semacam seorang anak lelaki yang mentraktir ayahnya minum kopi di kedai Filosofi Kopi misalnya, menjadi sangat penting karena berdampak pada konflik pribadi Jody dan Ben. 

Oh iya, baru kali ini saya menonton premier begini, banyak arteeeeees *yaiyalah yaaa :P*. Saya yang sudah kucel bin capek karena beraktifitas dari pagi (acaranya mulai jam 7 malam) benar-benar merasa seperti sebutir debu dalam remah peyek yang terinjak sepatu kotor lho hahahaha. Saya sih berharap bisa foto bareng sama Ibu Suri ya, tapi sepertinya beliau ngumpet mulu deh hihihi. Tapi bisa foto bareng Ibu Jajang, ramah ternyata orangnya yaa, suka deh 🙂

Ya sudah begitu dulu temans, nonton Filosofi Kopi gih, bagus kok filmnya ;).

0 Comments

  1. jampang

    sepertinya asyik filmnya, ya teh

    Reply
  2. belalang cerewet

    Belum nonton, duong. Pengeeen. Makasih ya infonya, Rin. Kirain dah difilmin dulu banget 😉

    Reply
  3. Ryan

    Akunya blm nonton. *komen balasan nih*
    Pengen ntn dr minggu lalu gak berhasil. Hiks.

    Reply
    1. Orin (Post author)

      Emang baru mulai sayang hari ini Mas kalo filkop hehehe

      Reply
      1. Ryan

        Kan Sabtu kmrn ada midnight shownya Mbak. Dah pengen gak jd. Hehehe.

        Reply
  4. bukanbocahbiasa

    Cu cu…. cu… curaaaaanggggg 🙂

    Reply
  5. Pamela Fitrah

    saya selama ini (krn punya anak balita) hanya nonton trailernya aja di yutub semua film2 adaptasi novelnya Dee kecuali perahu kertas saya nonton dr DVD (bajakan) hehehe. dan saya akui filosofi kopi keliatannya emg plg kuat karakternya. dr trailernya keliatan kok film itu plg bagus. saya punya bukunya. dan keliatannya filmnya emg perkembangan crita dr cerpennya yaa, kereeen. dibanding supernova kemarin liat trailernya malah kyk nonton sinetron hehehe

    Reply
  6. Ari Yudha Prasetyo

    Waktu itu sempet baca bukunya, tapi belum selesai. Di bukunya aja udah seru, jadi penasaran gimana filmnya.

    Reply
  7. Jade Ayu

    duhh, penasaran deh. okelah, bs jd film pilihan klo pas bocil dititip neneknya. hihi..

    Reply
  8. Arman

    Blm baca bukunya… Bagus kayaknya ya…

    Reply
  9. AA. Muizz

    Kedainya dirintis oleh Jodi (dan Ben) kan, Teh, bukan ayahnya? Sebagai usaha Jodi untuk ‘balas dendam’ ayahnya seperti yang dikatakannya kepada El di Ijen saat Ben dan Pak Seno pergi ke kebun kopi.

    Reply
    1. Orin (Post author)

      iya betul Am, sengaja aku tulis begitu biar ga terlalu spoiler sih tadinya hahahaha

      Reply
      1. AA. Muizz

        Tapi malah bohong namanya. Hahaha.

        Reply
        1. Orin (Post author)

          Tidaaak aku pembohooong *ngumpet* hihihihi

          Reply
  10. nengwie

    Terus teteh nontonna kumaha atuuuh…?? ????

    Reply
  11. Choirul Huda

    waduh, spoiler euy 🙂
    rencananya sabtu ini pengen nonton
    tertarik sama peran adik chaty sharon…

    Reply
  12. muhae

    jadi penngen nonton nih

    Reply
  13. desweet26

    Penasaran pengen nontooon ini… dari jalan ceritanya aja udah menarik banget..plus pemainnya cakep2.. 😀

    Reply
  14. myra anastasia

    saya beluuu.. Tapi, suka sama Chico Jericho :p

    Reply
  15. Lidya

    Kemarin di Net ada wawancara sama pemainnya nih Rn. Aku baru tahu kalau peracik kopi namanya barista

    Reply
  16. Dewi Dedew Rieka (@dewirieka)

    aiih mauu nonton premierenya…aku sudah nonton, apiikkk

    Reply

Leave a Reply

%d bloggers like this: