Rindrianie's Blog

Habibie & Ainun

*Warning : Bukan review buku dan atau film!

Sudah lama saya membaca buku yang ditulis Pak Habibie untuk ibu Ainun itu, sebuah buku yang konon disarankan oleh dokter pada Pak Habibie, sebagai terapi untuk beliau, yang saat itu sedang dilanda kehilangan yang sangat atas kepergian ibu Ainun. Saking bagusnya buku tersebut, sampai-sampai saya berikan sebagai hadiah pemenang giveaway saya tempo hari, eh, 2011 lalu sudah lama sekali ternyata qiqiqiqi.

Nah, saat muncul kabar buku -dan cerita- ini akan difilmkan, sebetulnya saya biasa saja sih, tidak terlalu antusias gimanaa gituh. Dan berniat tidak ingin menonton filmnya, bukan apatis karena takut ‘kecewa’ karena sang film tidak sebagus bukunya (karena walau bagaimanapun buku dan film tidak sebanding untuk disamakan ya, IMHO :D), tapi lebih karena cerita ini adalah kisah nyata.

Lantas, kenapa kalau kisah nyata? Karena sudah dipastikan saya akan menangis saat menontonnya sodara-sodara 😛 Tapi serius lho, yang sudah jelas-jelas fiktif saja saya mewek, apalagi ini yang memang betul-betul terjadi kan? Aaaarghhh…membayangkannya saja saya bisa berkaca-kaca. Jadi saya tidak tertarik untuk ikut menonton saat issue pembuatan film ini pertama kali tersiar.

Tapi kemudian yang memerankan Pak Habibie adalah Reza Rahadian! Duh, si lelaki ini kan ngganteng banget yaa, dan menurut saya aktingnya keren, apalagi (rasanya) dia tidak bermain sinetron-sinetron yang tidak jelas itu ups. Intinya sih saya lumayan suka sama Reza Rahadian ini, jadi saya cukup penasaran dan kemudian memutuskan untuk menonton film Habibie & Ainun di bioskop. Walaupun sedikit merasa terganggu kenapa ibu Ainun-nya BCL sih?? abaikan.

dipinjam dari www.21cineplex.com

Jadilah tanggal 23 Desember lalu saya dan akang matahari nonton, sudah bisa ditebak lah ya saya nangis, kisah cinta Pak Habibie dan ibu Ainun kan memang manis sekali ya. Sangat mengharukan sekaligus ingin mencontoh mereka, sebuah kisah cinta abadi yang sebenarnya. Sebelum nonton saya sudah sedia tissue, tapi ya tetep saja mata bengkak + hidung merah pas keluar bioskop, hiks. Untungnya, ternyata suamiku tercintah juga nangis lho, jadi ya sedikit terhibur lah ya ada temennya qiqiqiqi.

Nah, berhubung postingan ini memang bukan review, silahkan saja nonton filmnya kalau penasaran ya, kemarin saya ke Blitz masih main kok filmnya di bioskop. Aktingnya Reza Rahadian semakin keren, cara berjalan, cara berbicara, bahkan hal sepele semisal cara melihat jam tangan pun seperti Pak Habibie betulan. Bahasa Jermannya ‘terdengar’ bagus, mungkin karena saya tidak bisa berbahasa Jerman ya, jadi ya kedengarannya sih fasih sekali hihihihi. (FYI, saya menonton film TestPack, yang juga dibintangi Reza Rahardian dan ada sedikit dialog berbasa sunda. Nah, aneh pisan kedengerannya basa sundanya dia di film ituh :P).

Sejak film ini tayang di bioskop, entah sumbernya dari mana, banyak teman-teman facebook yang memposting puisi Pak Habibie untuk ibu Ainun ini. Saya tampilkan di sini barangkali ada temans yang belum tahu.

sebenarnya ini bukan tentang kematianmu
bukan tentang itu
karena aku tahu bahwa semua yang ada
pasti tiada pada akhirnya
dan kematian adalah suatu yang pasti
 
dan kini adalah giliranmu untuk pergi
aku sangat tahu itu
 
tapi yang membuatku tersentak sedemikian hebat
adalah kenyataan bahwa kematian
dapat memutuskan dalam diri seseorang
sekejap saja
lalu rasanya mampu
membuatku menjadi nelangsa setengah mati
 
hatiku seperti tak ditempatnya
dan tubuhku serasa kosong melompong
hilang isi
kau tahu sayang ..
rasanya seperti angin
yang tiba tiba berganti kemarau gersang
ada air mata yang jatuh kali ini
aku selipkan salam perpisahan panjang
pada kesetiaan yang kau ukir
pada kenangan pahit manis selama kau ada
 
aku bukan hendak mengeluh
tapi rasanya terlalu sebentar kau disisiku
 
mereka mengira
akulah kekasih yang baik bagimu sayang
tanpa mereka sadari ..
bahwa kaulah
yang menjadikanku kekasih yang baik
mana mungkin aku setia
padahal kecenderunganku adalah mendua
tapi kau ajarkan aku kesetiaan hingga aku setia
kau ajarkan aku arti cinta
sehingga aku mampu mencintai seperti ini
 
selamat jalan
kau dariNYA dan kembali padaNYA
kau dulu tiada untukku
dan sekarang kembali tiada
selamat jalan sayang
cahaya mataku
penyejuk jiwaku
selamat jalan
calon bidadari surgaku
 
 
BJ HABIBIE

Puisi yang sangat menyentuh, bukan? Kita teladani kisah cinta Pak Habibie dan Ibu Ainun dengan pasangan masing-masing yuks, temans 😉

0 Comments

  1. nurlailazahra

    BELOM KESAMPEAN nonton pilemnya nih Teh. mudah2an kl ada kesempatan dan rejeki bs langsung meluncur ke bioskop utk segera nonton, ga sabar pengen nangis bombay di sana, hihihii
    ___
    InsyaALLAH wiken ini bisa nonton ya Sarah, dan selamat nangis bombay di sana hohohoho

    Reply
  2. mechtadeera

    mengingat membaca puisi itu saja kusudah berkaca-kaca… maka tak yakin harus membawa berapa kotak tisue kalau nonton filmnya.. hehe…
    ___
    Pulang nonton jadi pilek coz kebanyakan nangis auntie qiqiqiqi

    Reply
  3. LJ

    walaupun eMak belum nonton #biasa, krn gak ada bioskop. 😛
    tapi eMak tau pasti ini film bakal bikin eMak sesenggukan.

    teteup pingin nonton dvd-nya nanti.
    ___
    Kudu wajib harus nonton Mak, kalo DVD malah enak, bisa di-pause dulu biar sesenggukannya puas hihihihi

    Reply
  4. Yunda Hamasah

    Aku juga dah nonton lho Rin, bareng Aa’ku, keren ya bikin air mata berderai-derai 🙂
    ___
    Iyaaa… banjir deh air mata ya Ummi^^

    Reply
  5. Evan

    saya juga jadi ikutan nangis bombaayyy tuh nonton film ini.. Rasanya pengen disegerakan jg deh.. hahahhaa
    ___
    iya Van, ci Aa jg reumbay nonton pilem inih qiqiqiqi.
    Sok atuh disegerakan, bade iraha? 😉

    Reply
    1. Evan

      Kang Matahari reumbay?? sugan teh saya wae.. insya allah piduana akhir tahun ini atau awal tahu depan 😀

      Reply
  6. celoteh .:tt:.

    Pas berita kematian Bu Ainun disiarkan di TV, Bapakku ikut nangis… Karna ingat Ibu. Dan bener kata pak Habibie di puisinya, tiba-tiba ada yang tersentak hilang (begitu juga yang dibilang Bapak). Jadi memang benar ya Teh, suami istri itu pasangan jiwa, masing-masing adalah belahan jiwa bagi pasangannya. Jadi kalau satu pergi, maka hilanglah separuh juwanya.
    ___
    Iya Tt chan, jadi spt lagu Noah ya, separuh aku 😀

    Reply
  7. Zizy Damanik

    Aku belum sempet nonton nih, tapi kalau nonton takut sedih. Tak semua pasangan diberi cinta yang kuat seperti mereka. 🙂
    ___
    heuheu…gpp mba Zi, nonton aja walopun sedih 😀

    Reply
  8. rurimadani12

    kak, kirakira di tokobuku masih ada nggak ya bukunya? pengen belii pengen bacaaa T.T
    ___
    Banyaaaaak…gih beli, bukunya bagus. Terlihat sekali pak Habibie itu jenius, pikirannya selalu melompat-lompat, siap2 ya pas baca bukunya hihihihi

    Reply
  9. Esti Sulistyawan

    Saya sebenarnya tertarik nonton, tapi Mas gak mau je 🙁
    ___
    Ayo mbaaaa…dirayu mas-nya biar nonton bareeeeng *kompor meleduk dot com*

    Reply
  10. Arman

    baca2 dari blog yang mereview film ini emang pada bilang bagus ya…
    ___
    Menurutku bagus mas, drpd film hantu2an ga jelas itu mah jauuuuuuuuh he he

    Reply
  11. Ely Meyer

    kapan aku bisa nonton filmnya ya mbak
    ___
    Ayo pulang dulu mba El, sekalian liburan ke sini hehe

    Reply
  12. nh18

    Ya … film ini bagus …
    Akting dan pendalaman peran Reza juga bagus …
    Ya … cara melihat jam itu khas sekali …

    namun menurut pendapat saya … cara jalannya … mmm agak dipaksakan … 🙂

    Salam saya Orin

    (saya penasaran dengan tokoh Sumohadi yang diperankan oleh Hanung Bramantyo …)(siapa kah dia sebenarnya ???)
    ___
    mihihihi…kyk kesandung2 gitu ya Om jalannya 😀
    Wahhh…ci Om msh penasaran aj sm Suhomadi, Orin liat status fb Om bbrp waktu lalu soal Sumohadi ini hihihihi

    Reply
    1. smzahra

      Saya juga penasaran, Pak.. Memang seingat saya saat itu ada yg berkomentar serupa dengan yg disampaikan Sumohadi di televisi. Sayangnya saya lupa tokoh itu siapa,, krn saat kejadian itu saya masih anak sekolahan (smp).. :). Btw mba Orin inget nggak? 😀
      ___
      Rumornya sih Sofyan Wanandi Siti *entah itu siapa*, tapi yg jelas seingatku di bukunya pak Habibie ga ada tokoh itu, mgkn memang tokoh fiktif biar filmnya lebih ‘seru’ aja ya hehehehe

      Reply
      1. smzahra

        Klo siti liat,, filmnya ngambil informasi ga cuma di bukunya aja.. tapi juga mungkin di buku2 lainnya.. Mungkin dari situ ada tokoh si Sumohadi itu ya ^_^.
        Ohh gitu.. baru denger nama Sofyan Wanandi itu… mau search aaahhhh *hihihihihi

        Reply
      2. smzahra

        Di kaskus,, ada beberapa nama.. Sofyan Wanandi, Soemitro Djoyohadikusumo, Setyawan Djodi. Jadi tambah penasaran sama si tokohnya.. Kira2 di buku “Detik-Detik yg Menentukan” ada terselip namanya nggak ya di situ? hihihi 😀

        Reply
  13. danirachmat

    belom nonton dan belom baca bukunya coba Rin..
    Emang sedikit agak kejengkang gimana gitu sih pas tahu pemeran bu Ainunnya BCL. Hehehe
    Btw ada temen yang usil katanya si Reza Rahadian ini tiiiiiiiiit (sensor) gitu RIn, makanya akting mesranya bagus ga kelihatan risih. Hihihih
    *gosip abis kemudian dilempar bukunya yang masih baru*
    :”D
    ___
    hah? yg disensor teh maksudnya itu bukan Dan? *halah*. Aaahhh…ga rela eike cyiiin qiqiqiqiqi.

    Reply
  14. Melly Feyadin

    Aku belum nonton dan belum baca bukunya juga, teh..hehe
    kemarin wiken mo nonton malah hujan ga berenti2.hiks
    ___
    mudah2an wiken ini ga ujan ya Mel jd bisa nonton 😉

    Reply
  15. dea

    aku pengen banget nonton film ini ……… 🙁
    ___
    ayo nontooon, mumpung msh main filmnya 😉

    Reply
  16. yeye

    Gw dah nonton, bagusssssss tapi malesnya sama iklan nya itu lho, ganggu banget 😀
    ___
    iyaaa…betul…betul….iklannya ganggu banget ya *tepok jidat*

    Reply
  17. abi_gilang

    Orin harusnya judul postingan ini bukan Habibie & Ainun tapi “Matahari & Rembulan Nangis Berjama’ah” he he he
    ___
    matahari dan bumi kang, kalo rembulan mah kapan ketemunya atuh qiqiqiqi

    Reply
  18. BlogS of Hariyanto

    filmya memang bagus…walau ada beberapa hal yang sedikit mengganggu, yakni ibu Ainun kok seperti tidak dimakan usia…dari pertemuan kembali dengan habibie saat sedang menjahit hingga menjelang ajal…tak ada sedikitpun nampak guratan-guratan garis wajah orang yang sudah berumur
    ___
    cuma rambutnya aja yg memutih ya Bli heuheuheu

    Reply
  19. rinasusantiesaputrai

    setuju rin….saya juga agak mengerutkan kening kok bcl y yang jadi ainun, sosok ainun identik dengan intelektual, punya karisma dan wibawa, smart dsb….
    ___
    Iya Rin, aneh ya kenapa BCL yg dipilih heuheu

    Reply
  20. kakaakin

    Belum nontoonn 🙁
    Soalnya mikirin kalo nonton mesti rombongan, karena banyak yang pada mau ikutan. *ngelirik dompet yang gak bersahabat…
    ___
    Pas nobar aja Ka nontonnya, jadi ada diskonan hehehe

    Reply
  21. aritunsa

    haha… masa nggak mau nonton gara-gara takut nangis? qiqiqi
    kalo dibioskop kan gelap Teh, gak bkala orang tau klo kita nangis, qiqiqi. Abis film, lap deh.. pura2 makan popcorn kepedesan 😆
    ___
    aku kalo nangis mukaku merah bgt Ri, lama bgt untuk kembali normal hihihihi

    Reply
  22. yayats38

    Nonton film ini kok saya gagak melulu ya .. ada aja halangan … semoga besok terealisasi he he
    Nuhun Teh … 🙂

    Reply
    1. yayats38

      Salah nulis tuh .. gagal melulu maksudnya 😀

      Reply
      1. Orin (Post author)

        hueheuheu…sumuhun kang, teu sawios-wios 😉

        Reply
  23. BunDit

    Saya kalau nonton pasti juga nangis. Samaaa.. nonton yang fiktif aja beruarai air mata apalagi dr kisah nyata hehe. Hmm.. iya ya.. BCL kurang pas sbg bu Ainun *abaikan 😀
    ___
    Nonton aj Buuun, ajakin Dita gpp kok, ngga ada adegan yg aneh2 hehe

    Reply
  24. Mayya

    Huhuhu puisinya bagus banget paaaaak!
    Sebenarnya aneh juga ya ibu Ainunnya BCL, klo Reza mah, akting (dan gantengnya) udah gak diragukan lagi. Jadi pengen nontooooon >___<
    ___
    Ayo nonton Maaay, mumpung maish main filmnya 😉

    Reply
  25. della

    No, no, Reza itu berangkatnya dari sinetron. Orang kami kenalan pertama kali waktu ikut casting, kok *mulai delusi*
    Banyak juga sinetronnya, yang aku tau salah satunya Habibi dan Habibah, Cinta SMU 2, sama ABG (ketauan deh doyan sinetron, ahahahahha..)
    Dia juga nyanyi buat OST nya di film Broken Hearts, udah nonton blom? 😀
    ___
    Hoh? gitu ya Del? kalian bareng di casting sinetron apah? *ikutan delusi*.
    Film broken heart? errrr…ngga tau heuheeu

    Reply
  26. Ajhew

    pengen nangis kalo baca puisinya pak HABIBIE…
    ___
    Mengharukan puisinya ya..

    Reply
  27. fitrimelinda

    belom nonton baru baca buku nya doank aku teh..ntar deh semoga sempat nonton..

    puisinya,ngena banget deh..dalem…
    ___
    Jangan lupa sedia tissue ya Fit kalo mo nonton he he

    Reply
  28. cumakatakata

    Teteeeeeh… Saya udah liat teh.. Dan emang keren banget, terlebih lagi saya belum baca bukunya, jd saya gk tau alurnya gmana..

    akting Reza emang jempol dan saya setuju dgn teteh, akting ngeliat jamnya ngena banget..
    teh, boleh nanya? Boleh y teh…

    habis tissue brapa bungkus #uuppst 🙂 🙂
    ___
    bukunya lebih ‘melompat-lompat’, dan di film sudah dibumbui ini itu lah ya untuk kepentingan pemasaran he he.
    Yahh…si tissue travel pack itu habis banyak lah 😛

    Reply
  29. D I J A

    kata tante elsa :habibie ainun tuh rome juliet versi terbaru kali yaa…
    dija sih belom nonton tante

    😛

    Reply
  30. Miss Rochma

    udah nonton, tapi ditengah cerita melenceng jauh dari bukunya. menurut seh.. 🙂

    Reply

Leave a Reply

%d bloggers like this: