Rindrianie's Blog

Hadiah Istimewa Untuk Budhe

“Kenapa Beib? Sepertinya ada yang dipikirkan.”

“Hari ini Budhe ulang tahun.”

“Oh ya? Biasanya kalian makan nasi tumpeng untuk makan malam ‘kan?”

“Iya.”

“Budhemu itu hebat ya. Merawatmu sejak kau kecil sekali.”

“Iya, Budhe seperti ibu sekaligus ayah buatku, bisa dibilang Budhe adalah segalanya, sudah pernah ku bilang Budhe tidak mau menikah karena aku ‘kan?”

“Alasan yang tidak bisa aku mengerti.”

“Aku juga, tapi aku pikir karena Budhe juga mencintai ayahku.”

“Ah… yang benar saja.”

“Konon anak kembar cenderung begitu.”

“Oh ya, mana hadiahmu untuk Budhe.”

“Ada, tapi bukan yang Budhe inginkan.

“Maksudnya?”

“Aku belum bisa memberikan yang Budhe minta kali ini.”

“Memangnya apa itu?”

“Budhe ingin… ah, nanti kau tanya sendiri lah ke Budhe ya.”

Dan Budhe memang sudah berdiri di depan pintu menyambut kami. Rupanya suara mobil mas Fajar sudah mulai terdengar khas bagi Budhe,

“Selamat ulang tahun Budhe, semoga panjang umur, sehat dan bahagia selalu.” Ucap mas Fajar tulus, aku pun mengucapkan hal yang sama, seraya berdoa pashmina yang sudah aku masukkan ke dalam kotak berpita cantik itu bisa menggantikan keinginan Budhe untuk melihatku segera menikah.

“Budhe, sebelum kita makan tumpeng, boleh saya mengatakan sesuatu?” tanya kekasihku itu lagi saat kami memasuki ruang tamu.”

“Monggo, kalau begitu kita duduk di sini dulu.” Jawab Budhe untuk menunggu apa yang ingin diucapkan mas Fajar. Apa ya yang akan mas Fajar sampaikan ke Budhe? Aku sendiri tidak tahu.

“Budhe…izinkan saya menikahi Rani, Budhe.” Suara mas Fajar terdengar entah di telingaku, benarkah? Bahagiaku tak terkira.

“Nak Fajar, Rani, ini adalah hadiah teristimewa yang pernah Budhe terima.” Ucap Budhe, tak kalah bahagia memelukku erat, yang sedang menatap mas Fajar dengan hati membuncah.

*Note : 271 kata

Artikel ini dikutsertakan dalam Kontes Menulis Cerita Mini

0 Comments

  1. dee

    Saleum,
    dengan jumlah kaya minimalis begitu sudah bisa membuat cerita yang romantis begini, hehehe…

    Orin : waduh? makasih ya bang, entah masuk kualifikasi atw ngga nih 😀

    Reply
  2. Lidya

    so sweet, jadi nikahnya kapan ?:)

    Orin : Bentar katanya Teh, nabung dulu hihihi

    Reply
  3. vizon

    Hadiah yg luar biasa untuk Budhe ya?
    Trus, kapan kita diundang nih..? Hehe..

    Selamat sudah menyelesaikan tantangan dari Pakde ya Rin.. Keren euy cermin-nya. Sayang, aku gak bisa ikutan, lagi di perjalanan soalnya.. 🙂

    Orin : Makasih Uda, nulisnya smbl nahan pipis tadi takut ga keburu hahaha

    Reply
  4. Mugniar

    Wah keren .. moga menang ya mbak 🙂

    Reply
  5. jayboana

    slamat ultah yah budhe

    Reply
  6. ~Amela~

    asiikk…untung aja mas fajarnya cepat tanggap yaaa.. hahaha
    hiks, aku ga bisa ikutan iniih. hiks

    Reply
  7. yuniarinukti

    Kado yang bener-bener istimewa..
    ternyata susah banget nulis beginian.. saya nyampe kantor aja jam 9.20, belum lagi buka komputer dan buka internet, lamanya minta ampun.. Alhamdulillah jadi sih, tapi singkat banget..

    Reply
  8. chocoVanilla

    Ouh, so sweet…..
    Sukses ya, Say kontesnya 😀

    Reply
  9. @yankmira

    Selalu suka dengan gaya penulisan orin, singkat dan ngena. trus kenapa budhe ga mau menikah?

    Orin : ceritanya, (Sepertinya) Budhe jg mencintai ayahnya Rani mba Mir hehehe… tersirat memang informasi ini 😀

    Reply
  10. Emak2Blogger

    Semoga setelah fajar menikahi Rani, mereka tetap membawa serta budhe dalam kehidupan mereka yaaa. Halo Mak orin, ikut ngontes juga bareng Emak yuk (Maap sekalian info) 😀

    Reply
  11. deydyah

    keren Rin .. sigana meunang yeuh .. 🙂

    Reply
  12. kakaakin

    Wah… hadiah yang sangat spesial 😀
    Gudlak ngontesnya ya 🙂

    Reply
  13. Mabruri Sirampog

    waaahhh, so sweet banget daahh, kadonya… hehehe

    smoga sukses kontesnya.. 😀

    Reply
  14. bunda kanaya

    mba orin ini selaluuu penuh ide.. sukses kontesnya yaa

    Reply
  15. Dewifatma

    Waah… keren…

    Aku masih menunggu novel pertama Orin nih… Ayoo… Mana? Mana? 😀

    Selamat ulang tahun buat Budhe……..!!

    Reply
  16. nia/mama ina

    ahh orin makin jago aja bikin cerita fiksi…ajarin dong hehehe….

    smoga beruntung di kontes ini…

    Reply
  17. Tebak ini siapa!

    Jadi budenya apa bapaknya itu sodara kembar? @_@

    Orin : hahaha…yg kembar ibu sm budhenya Na. makanya dia bilang mungkin si budhe itu suka sm ayahnya, coz (katanya) biasanya orang kembar suka sm orang yg sama kan? hihihihi

    Reply
  18. Pakde Cholik

    Wah….bude sampai gak nikah ya nduk.
    Masih ada ? ha ha ha ha
    Salam sayank selalu untukmu

    Reply
  19. Pakde Cholik

    Rani itu siapa ya ( telmi)

    Orin : Rani itu nama tokoh ‘aku’ Dhe hehehe

    Reply

Leave a Reply

%d bloggers like this: