Rindrianie's Blog

Hari Ibu : Karena Ibu adalah Perempuan

Apakah hari Ibu hanya bagi mereka yang telah menjadi seorang Ibu? tanyamu sendu. Kenapa? kataku. Bagaimana dengan mereka yang belum memiliki malaikat kecil dalam dekapannya? ucapmu murung. Atau mereka yang belum menemukan belahan jiwanya? katamu muram. Tidak berhak kah mereka menerima ucapan itu? keluhmu lagi. Aku memelukmu, erat.

Kau ingat foto itu? Itu adalah dirimu, saat hendak mendarat setelah ‘terbang’ di udara ber-parasailing di Tanjung Benoa. Aku ingat katamu sebelum terbang, “Bagaimana mungkin aku membiarkan seutas tali dan sebuah speedboat menarik tubuhku ke atas untuk terbang seperti itu? Aku belum gila ‘kan?”, begitu desahmu takut. Tapi tetap saja kau mencobanya, untuk kemudian berteriak panik saat badanmu ditarik tali tambang yang tersambung ke speedboat, lalu menahan nafas dengan jantung berdegup saat perlahan dirimu menaik terbang, lantas berpikir menduga begitukah rasanya saat jiwa melayang dari raga.

Dan kemudian saat telah berada di atas sana, sekian meter di permukaan tanah, melihat sekitarmu dari ketinggian, aku tahu hatimu berseru takjub “Subhanalloh…indahnyaaaa. Ugh, kenapa sih tidak boleh membawa kamera?” hahahaha. Ya, kamu memang gila :p

Hei, aku sedang sedih, kenapa kau malah menertawakan kegilaanku itu? kini kau merajuk. Membuatku kembali memelukmu, lebih erat.

Kau tahu tidak, kenapa Tuhan mengizinkan seorang perempuan menjadi Ibu? tanyaku perlahan. Kau menggeleng terdiam. Aku tersenyum kalut, karena aku pun sungguh tak tahu apa jawabnya, tapi aku ingin menghiburmu. Kenapa? Tanyamu lagi menunggu.

Karena butuh keberanian untuk menjadi seorang Ibu, jawabku ragu. Kau terdiam menyimakku. Berani mengasihi tanpa batas, berani terbebani oleh makhluk-makhluk kecil tak berdaya itu, berani berlelah-letih menjaga setiap saat, berani mengorbankan diri untuk melindungi, berani bersabar saat kau marah, berani peduli tanpa henti, berani tetap tersenyum saat hatimu berduka, berani memahami dunia yang mungkin tak lagi kau mengerti, berani… Kau menghentikanku tiba-tiba, “Aku tidak se-berani itu” katamu perlahan.

Tapi kau adalah perempuan, kataku, Tuhan mengilhamkan keberanianNYA dalam dirimu. Kau menatapku ragu. Mungkin kau belum menjadi ibu, mungkin teman-temanmu yang belum menikah itu pun belum menjadi ibu, tapi kalian adalah perempuan. Kau masih menatapku termangu. Berbahagialah, bersyukurlah, karena Ibu adalah perempuan, ulangku lagi.

“So, hari ini pun untukku walaupun aku bukan seorang Ibu?” tanyamu tak yakin. Aku mengangguk mantap. Dan kau pun tersenyum.

Potret ini di ikut sertakan dalam Kontes Perempuan dan Aktivitas yang di  selenggarakan  oleh  Ibu Fauzan dan  Mama Olive

*Note : Terinspirasi dari artikel berjudul On Mother’s day yang ditulis Becky Tumewu.

0 Comments

  1. Orin (Post author)

    Aarrggghhh…setelah dibaca lg ternyata sangat sangat aneh ya #_#
    Gpp Rin, namanya juga belajar *menepukpundaksendiri*

    Reply
    1. Puteriamirillis

      ah,,tetehhh peluk pelukkk..ini indah banget aku sampe berkaca2. aku juga mau nulis ttg ini ahhh…^^

      Orin : Asyikkk, dipeluk Pu^^

      Reply
    2. ^omman

      teh Orin, baru 2 th ber-RT … kakak ‘temanku hampir 10 th ber-RT belum juga memiliki si~kecil … berbagai uasaha n upaya ..akhirnya menepuh jalan ‘bayi tabung … 😉

      Orin : Oh? seperti cerita kakaknya om @brus 😉

      Reply
    3. titi esti

      iiih.. bagus kok…. anehnya disebelah mana (*sesama pembelajar gak bisa ngelihat jadinya)

      Reply
  2. yustha tt

    juga untukku meskipun aku belum menemukan belahan jiwa… 🙂
    Selamat hari Ibu untuk semua perempuan… 🙂

    #sukses ya teh

    Orin : Yup, untuk dirimu dan juga para perempuan pemberani di setiap penjuru bumi ya T 😉

    Reply
  3. Sofyan

    Ehm..Kak Orin juga calon Ibu kok hehehe, setuju Kak, karena Ibu adalah seorang perempuan,,semoga cepat dapat momongan nih,,salam juga untuk Mas Rahman heheh

    Orin : Aamiin… tengkyu Sof, salamnya insyaALLAH nanti disampaikan^^

    Reply
  4. Nchie

    Terima Kasih Neng Orin atas partisipasinya. Foto anda sudah tercatat sebagai peserta.

    Orin : Hatur nuhun Teh 😉

    Reply
  5. Lyliana Thia

    Ibu adalah perempuan… dan setiap perempuan akan menjadi Ibu pada waktunya… menjadi ibu bukan berarti mempunyai bayi mungil.. ataupun belahan jiwa, bukan..?

    setiap perempuan pasti mempunyai naluri dan sosok Ibu dalam diri mereka.. betul kah Rin?

    Selamat hari Ibu, Orin.. 🙂

    sukses kontesnya ya Rin 😀

    Orin : Begitulah mba Tia, karena ibu adalah perempuan ya^^. Met hari Ibuuu 😉

    Reply
  6. Lidya

    happy mother’s day. duh bingung posting foto apa ya

    Orin : Ayo Teeeh, msh ada waktu buat ikutan 😉

    Reply
  7. Masbro

    Saya selalu suka dengan gaya bahasa yang seperti ini.. Nggak kerasa bacanya, tiba tiba udah terlahap semua..

    Selamat menikmati hari ini ya Mbak Orin, semoga sukses..

    Reply
  8. lozz akbar

    selamat hari Ibu teh.. meski teteh Orin masih menjadi calon Ibu.. semoga secepatnya deh saya bisa panggil Bunda Orin 🙂 #aneh yo mbayangin saya panggil gitu

    Reply
  9. Falzart Plain

    saya gak ikut campur deh… saya bukan seorang ibu dan ‘GAKBAKALAN’ jadi ibu… 😆
    Yang jelas, selamat hari ibu… 🙂

    Reply
  10. Imelda

    Selamat Hari Perempuan Indonesia!

    Reply
    1. Imelda

      keren kok jalan ceritanya….. semoga beruntung ya

      Reply
  11. Yunda Hamasah

    Karena ibu adalah perempuan,

    Selamat hari Ibu Orin 😉

    Reply
  12. ais ariani

    mau nangis tahu gak sih Teh bacanya.. aku tersentuuh.. rasanya kek pengen bilang sama diri sendiri;
    ‘sabar ya… sabar… walau belum punya kesempatan untuk dipanggil Ibu tahun ini, Tuhan pasti punya rencana lain’

    huaaaaaaaaaaaa….. *menahan air mata*

    Reply
  13. Gaphe

    Wiiiyy…. ibu yang sporty abiiis.. hehehe… itu lagi main parasailing ya rin?

    tidak harus punya anak dulu untuk menjadi ibu kan?.. seperti ibu jari, yang tidak pernah punya anak jari *lah??

    Reply
  14. dey

    itu alasan utama kami, kenapa membuat kontes dengan judul potret PEREMPUAN, bukan potret ibu. Karena ibu adalah perempuan.

    Selamat hari ibu ya neng Orin ..

    Terima kasih sudah berpartisipasi di acara kami.

    Reply
  15. prih

    Neng Orin, bagus sekali pemaknaan kosakata ‘ibu’nya, senada istilah mbak EM hari perempuan. Senantiasa ada asa yang tak kunjung putus. Salam

    Reply
  16. Fahrie Sadah

    Selamat Hari Ibu .. ^^

    Reply
  17. bundadontworry

    keren kok Orin tulisan ini ….
    sukaaa banget dgn dialog terakhir itu ….
    “karena ibu adalah perempuan…….. ”

    semoga sukses ya Rin dikontes nya
    salam

    Reply
  18. catatan kecilku

    Selamat hari ibu buat para ibu dan calon ibu… 🙂

    BTW, aku gak akan berani mempraktekkan foto diatas… hehehe.
    Selamat berkontes, semoga menang ya.

    Reply
  19. nh18

    Jika kita melongok sejarah …
    sebetulnya tanggal 22 Desember … itu diambil dari hari pertama Kongres perempuan Indonesia … tahun 1928 kalau tidak salah …

    so … ini perayaan saya rasa bukan untuk mereka yang sudah jadi ibu saja …
    tetapi untuk seluruh perempuan Indonesia

    salam saya Orin

    Reply
  20. Jang

    Selamat hari ibu untuk calon ibu yang sedang terbang di foto itu 🙂 dan semoga menang…

    Reply
  21. apikecil

    Mbak, merinding aku bacanya
    semoga Allah memberikan karunia -Nya untukku
    menjadi seorang Ibu
    Makasih Mbak

    *sambil mewek*

    Reply
  22. Arman

    good luck buat kontesnya ya…

    very nice writing…
    selamat hari ibu!!!

    Reply
  23. Abi Sabila

    Dengan segala pengorbanan dan perjuangan seorang ibu yang dilandasi cinta, kasih sayang dan keikhlasan, maka sangat layak jika surga ditempatkan di bawah telapak kakinya.

    Muliakanlah ibumu, ibumu, ibumu kemudian ayahmu. Jangan sakiti hatinya karena ridho Allah ada pada mereka.

    Mother, how are you today?
    Semoga ridho Allah selalu ada padamu, bukan saja di hari ini, tapi di setiap waktu yang kau lewati.

    Reply
  24. yuniarinukti

    Santai aja Buu.. masih ada temannya kok, meski belum menimang buah hati tapi tetep dianggap Ibu.. 🙂

    Reply
  25. Dhenok Habibie

    ada banyak cara untuk menjadi ibu mbak, dan tidak harus dengan janin mungil di rahim kita bisa menjadi ibu.. karena perempuan mempunyai kasih yang luar biasa besar, dan itu bisa dibagi ke mereka yang bahkan tidak mempunyai hubungan darah sekalipun..

    selamat hari ibu mbak Yin.. jadilah ibu untuk diri sendiri, ibu untuk mereka yang membutuhkanmu sebagai ibu.. 🙂

    *komennya aneh yaa mbak?? dhe pun ngerasa gitu.. tapi yoweslah gpp.. hehe*

    Reply
  26. jiahaljafara

    blm ibu tapi calon ibu…amin…

    selamat hari ibu,telat 😀

    Reply
  27. choirul

    selamat hari ibu… penegn banget rasanya berada diatas udara kayak gitu

    Reply
  28. Baby Dija

    wuih, gak takut ya Tante?

    Reply
  29. Elsa

    Asyiknya parasailing
    aku inget, sekali pernah parasailing di tanjung benoa juga
    setelah selesai, pingin lagi dan lagi
    hehheheeee

    Reply
  30. nia/mama ina

    selamat hari ibu orin…..orin juga kan calon ibu……pasti koq tinggal nunggu waktu aja…….tetap berusaha dan berdoa…..sukses utk kontesnya…

    Reply
  31. nurlailazahra

    katanya bukan hari ibu ya, tapi hari perempuan. Jadi wanita manapun bs merayakan hari tersebut tanpa harus menjadi ibu terlebih dahulu 😀

    Reply
  32. bintangtimur

    Oriiiin, mata saya basa saat membaca kalimat-kalimat yang ditulis disini…ah, nggak tau mesti bilang apa…

    Jadi apapun itu, selalu butuh keberaniam Orin, dan keberanian akan datang kala kesempatan itu diberikan.

    Naik parasailing?
    Aduuuuuh…nggak kebayang berani, dan nggak janji banget deh!

    NB : posting in layak jadi salah satu pemenang, bagusssss pisan…

    Reply
  33. advertiyha

    inihhhhhhhhh keren geeelaaaaaa… 🙂
    seneng baca tulisanmu Rin cantik.. 🙂
    semoga dikau segera dititipi sicantik/si ganteng kecil yang siap membuatmu berani!

    luv U…
    sukses ye…

    Reply
  34. rina

    aaah mbak orin… tulisan yg menginspirasi saiah….

    Reply
  35. mechta

    Karena akupun perempuan (dan juga blm berkesempatan menjadi ibu -uu…sapa juga yg tanya ya? hehe…) sungguh merasa terwakili oleh tulisan ini… thx Orin…jadi Hari Ibu juga hariku ya.. 🙂

    Reply
  36. The-Netwerk

    nice 🙂
    saya senang mengikuti postingan anda
    postingan yang menarik .

    salam kenal yya dan sempatkan mampir ke
    website kami.

    Reply
  37. Mama Kinan

    hmmm…sabar mbak..belum saatnya…nanti kalo sudah saatnya akan begitu indah…:) menjadi seorang ibu..
    selamat hari ibu juga yah mbak 🙂

    Reply
  38. Pingback: Twilight Express » Blog Archive » 22-12-2011

  39. dmilano

    Saleum,

    Ibu memang perempuan mbak, dan yang laki laki bernama bapak… hehehe… hanya wanita yang berani yang pantas menjadi Ibu yg hebat dalam artian berani menjadi ibu bagi anaknya…

    saleum dmilano

    Reply
  40. muamdisini

    sosok ibu, meskipun lebih banyak diamnya…beliau adalah sosok paling berani yang pernah saya temukan…
    sukses untuk semua ibu di seluruh penjuru dunia yah teh orin…
    🙂

    Reply
  41. Susan Noerina

    Say, insya Allah waktnya akan datang, dimana Allah menitipkan malaikat kecilnya kepada dikau. Insya Allah, jika waktunya sudah tepat, menurut-Nya

    Semangath yah Say 🙂

    Hug from Miri. Luv u!! 🙂

    Reply
  42. Maya

    Teh Orin..Saya berkaca kaca membaca ini..bener2 menyentuh..Semoga kita diberi kepercayaan untuk mengandung, mengasuh dan atau membesarkan malaikat2 kecil itu ya..

    Salam Kenal..

    Reply

Leave a Reply

%d bloggers like this: