Rindrianie's Blog

Insyaallah, #10TahunLagi Saya Berhaji

Apa sih yang teman-teman ingat dari kehidupan sepuluh tahun lalu?

2006 itu saya sudah bekerja di kantor lama, masuk tahun ke-2, tidak ada yang terlalu berkesan rasanya, kecuali pada saat itu saya sudah bisa melakukan banyak hal yang sebelumnya tidak bisa saya lakukan karena keterbatasan uang. Terbayang dong, sebagai guru freelance di sebuah tempat kursus dengan fee mengajar hanya 15 ribu rupiah per sesi, saya nyaris hanya mampu makan sekali sehari demi bisa membayar uang kost dan memiliki ongkos untuk pergi bekerja. Walaupun seringnya ya tetap terpaksa harus tutup lubang gali lubang, bagaimanalah menghemat uang yang terlampau sedikit ya? hihihhi.

Setelah menjadi karyawan ‘betulan’, Alhamdulillah saya merasa sangat tercukupi. Bisa makan di restoran-restoran yang sebelumnya hanya bisa saya idamkan diam-diam, membeli baju-sepatu-tas yang sebelumnya hanya mampu saya angankan, dan sebagainya dan seterusnya, melakukan banyak hal yang sebelumnya hanya berada dalam impian.

Sayangnya di tahun 2006 itu, saya belum berkenalan dengan investasi keuangan syariah. Iya, saya memang sudah menjadi nasabah di bank syariah, tapi saya sama sekali belum tahu bagaimana berinvestasi dengan baik, apalagi yang sesuai dengan syariah. Saat itu, saya ‘cuma’ punya tabungan berencana yang setiap bulannya terisi secara otomatis untuk jangka waktu tertentu, deposito yang jumlahnya tidak seberapa besar, dan bahkan terjebak membeli unit link nyengir hihihihi.

Mungkin, itulah kenapa saya nyaris ‘tidak punya apa-apa’. Di saat teman-teman sebaya saya sudah punya rumah dan mobil bahkan sebelum menikah, harta saya ‘cuma’ sebuah motor matic yang harus saya cicil satu tahun.

Baru sejak menikah, yaitu 2010 lalu, pak suami mengenalkan saya untuk berinvestasi, tidak sekadar menabung seperti yang saya lakukan sebelumnya. Meskipun kami pun tetap saja ‘terpeleset’ mencicil rumah Bekasi dengan KPR yang bukan syariah. Dan sempat membeli reksadana di Manajer Investasi konvensional. Tapi rumah itu sudah kami jual, Alhamdulillah cicilan riba sudah berkurang. Reksa dana konvensional pun sudah dicairkan dan ditutup. Target dalam tahun ini nih, cicilan KPR rumah Karawang ini harus segera kami lunasi, agar tak ada lagi riba di antara kita tsaaah.

Mobil penyok bin baret-baret yang saya ceritakan kemarin itu? Juga demi menghindari riba, sengaja kami beli cash. Bukaaaan, bukan mobil baru nan kinclong yang keluar dari dealer itu tentu saja. Uang yang kami miliki hanya cukup untuk membeli mobil second tahun 2014 yang mudah-mudahan masih berfungsi dengan baik mengantar saya ke kantor. Sebagian besar memang merupakan uang hasil menjual rumah Bekasi, tapi kalau hanya mengandalkan uang itu, mobil yang bisa terbeli adalah mobil-mobil di bawah tahun 2010, khawatir ke bengkel terus malah lebih mahal kan jadinya? Maka sekitar 20%-nya adalah hasil investasi reksadana selama ini.

Pilihan kami jatuh pada reksa dana saham di pasar modal syariah. Kenapa harus syariah? Kenapa tidak? halah hihihihi. Saya dan pak suami mungkin belum menjadi seorang muslim yang baik ya, masih jauhlah, masih banyak dosanya. Tapi nama pun usaha ya, dalam rangka menjadi manusia dengan iman Islam yang baik, kami berupaya untuk satu per satu, sedikit demi sedikit, mengikuti tuntunan hidup yang baik menurut Islam. Ibaratnya nih, kalau ada donat yang sudah berlabel halal, kenapa harus beli donat yang belum jelas kehalalannya? Meskipun mungkin lebih enak, toh sama-sama donat bukan? ini kenapa analoginya donat sih? Nggak bermaksud lho ya hihihihihi.

rd1

Kembali pada investasi di reksa dana syariah, beberapa tahun ini saya memercayakan dana saya pada PT. Ciptadana Asset Management, jenisnya Cipta Syariah Equity. Bagi teman-teman yang masih belum tahu apa itu reksadana, di postingan Karena Hidup Tak Selamanya Indah sudah saya bahas sedikit. Intinya, investasi reksadana itu murah, likuid, dan bisa dikendalikan. Atau, sekarang sudah baaanyak sekali info mengenai investasi kok, khususnya yang syariah, kalian bisa mengunjungi akucintakeuangansyariah.com yaa.

Kenapa sih harus memilih yang syariah? Ini tentunya khusus bagi teman-teman yang muslim yaa, setidaknya, alasannya adalah karena beberapa hal berikut:

1. Sesuai syariat

Yaiyalah ya, nama pun investasi syariah kan? Hehehe. Saya bukan Prita Gozie atau Ligwina Hananto atau Safir Senduk yang bisa menjelaskan detailnya seperti apa. Tapi dalam pemahaman sederhana saya sebagai orang awam, ketika saya memilih investasi reksadana saham syariah, saya tahu si MI-nya tidak akan memasukkan dana saya untuk saham perusahaan minuman keras atau rokok, misalnya. Dan tentu saja bebas riba (ini penting banget!).

2. Amanah

Amanah adalah istilah yang lebih kuat daripada profesional, setidaknya bagi saya ya. Logikanya, pengelolaan investasi syariah jauh lebih ketat dan jujur karena terikat ketentuan dan hukum agama yang jelas, dibandingkan investasi biasa yang hanya mengacu pada hukum yang dibuat oleh manusia.

Bahkan ada Dewan Pengawas Syariah-Dewan Syariah Nasional di bawah bendera MUI yang ikut mengawasi sistem manajemen investasi di luar pasar bursa efek dan BAPPEPAM.

3. Risiko lebih terkendali

Untuk masuk ke dalam Daftar Efek Syariah (DES), sebuah perusahaan harus memiliki rasio keuangan yang sehat dan likuid (perbandingan utang dan modal adalah 45% : 55%). Hal ini tentu saja akan berpengaruh positif pada kita sebagai investor, kalau perusahaannya stabil, insyaallahlan return kita aman kan ya hehehehe.

Dan serulah manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki, atau mengendarai unta yang kurus, mereka datang dari segenap penjuru yang jauh (Surat Al Hajj, ayat 27)

Di sana terdapat tanda-tanda yang jelas, (di antaranya) maqam Ibrahim. Barang siapa memasukinya (Baitullah) amanlah dia. Dan (di antara) kewajiban manusia terhadap Allah adalah melaksanakan ibadah haji ke Baitullah, yaitu bagi orang-orang yang mampu mengadakan perjalanan ke sana. Barang siapa mengingkari (kewajiban) haji, maka ketahuilah bahwa Allah Mahakaya (tidak memerlukan sesuatu) dari seluruh alam. (Surat Ali Imran: 97)

Betul, saya ingin menjadi satu dari “mereka datang dari segenap penjuru yang jauh” itu, dan semoga saya bisa termasuk pada “orang-orang yang mampu mengadakan perjalanan ke sana”. Kalau Tuhan mengizinkan, #10TahunLagi usia saya 45 tahun ya ampun, tua banget bok! Ha ha. Insyaallah masih sehat bugar, dan bisa berangkat menggenapkan rukun Islam.

Jika memiliki mobil (meskipun mobil bekas), tidak terbayangkan bagi si Orin di 10 tahun yang lalu. Maka saya yang hari ini, tidak ingin lagi takut bermimpi. Iya, Insyaallah, saya akan berhaji di tahun 2026!

Mimpi yang satu ini pulalah yang menjadi salah satu alasan kenapa saya kembali bekerja kantoran. Rencananya, si gaji yang saya terima tiap bulan itu, setengahnya akan saya masukkan ke reksadana untuk tujuan berhaji ini.

Konon, daftar tunggu Haji (yang reguler) di Karawang saat ini adalah 15 tahun. Ya sudah yang ONH plus saja kalau begitu kan ya? Sekalian ngebolang ke Turki kan seru banget pastinya, yes? ini apa sih hihihihi. Di-Amin-kan saja dululah ya, nama pun saya sedang bermimpi kan hehehe.

Tapi mudah-mudahan saja, upaya saya berinvestasi syariah, merupakan ikhtiar yang baik bagi niat baik saya ini. Yuk ah kita mulai berinvestasi syariah sama-sama, siapa tahu kita bisa bareng bertawaf dan sai dan ritual ibadah haji lainnya sama-sama nanti di Baitullah kan? Aamiin :).

***

Note: 6.313 karakter

18 Comments

  1. alrisblog

    Saya masih menabung di bank konvesional. Saya tak mengharapkan bunga bank itu. Jadi tabungan itu hanya penampung saja, begitu cukup dalam jumlah tertentu saya investasikan beli ternak, 🙂
    Sebelum uang saya masukkan ke bank untuk ditabung saya sudah keluarkan dulu zakatnya 2,5%.

    Reply
    1. Orin (Post author)

      sama mas, saya jg masih punya bbrp rekening bank konvensional, buat penampung numpang lewat hihihihi.
      Wah, investasi ternak bagus jg tuh mas

      Reply
  2. b r i z k i

    ibadah haji sekarang harus menunggu waktu selama itu ya 🙁

    Reply
    1. Orin (Post author)

      iya, tergantung daerah sih, berbeda-beda tiap tempat

      Reply
  3. nh18

    Aammiiinnn …
    Alhamdulillah …
    Sekarang kami sudah tenang dan nyaman.
    Sudah tidak ada lagi cicilan ataupun hutang.

    Mau berinvestasi masih takut. Akhirnya kami alihkan ke properti saja. (bikin kos-kosan buat adik-adik mahasiswi yang membutuhkan)

    Semoga berkah

    salam saya

    Reply
    1. Orin (Post author)

      Oooom, cita2 Orin jg tuh punya kos-kosan, mengikuti jejak almarhumah nenek di Bandung. masih belum bisa diproses hihihihi. Sukses ya om investasi propertinya 🙂

      Reply
  4. mastop

    Jadi pengen..

    Reply
    1. Orin (Post author)

      mari mas 🙂

      Reply
  5. dedy

    Aamiiinnn….

    Reply
    1. Orin (Post author)

      Aamiin, terima kasih doanya ^-^

      Reply
  6. Ceritaeka

    Amin, semoga terlaksana impiannya ya Mak.
    Btw jadi inget akun reksadana ama sahamku udah lama belom aku intip lagi >.<

    Reply
    1. Orin (Post author)

      Tengkyu doanya, Mak. hayuk atuh diintipin lg, shopping reksadana lagiii hehehehe

      Reply
  7. jampang

    aamiin semoga tercapai cita2nya, teh

    wah telat infonya nih lombanya 😀

    Reply
    1. Orin (Post author)

      Aamiin, makasih doanya bang.
      Heuheu…iya, itu Orin kmrn jg ngos-ngosan mepet DL bang *ngumpet*

      Reply
  8. nyonyasepatu

    lama banget ya skr untuk naik haji

    Reply
  9. evrinasp

    saya udah bikin investasi tapi masih belum syariah mbak, lagi menimbang-nimbang juga nih untuk bikin tabungan umroh dan haji di bank syariah, cuma lagi milih bank syariah mana yang cocok, bener ya riba itu gak baik, rekening ku masih yang biasa semua

    Reply
  10. NLP Surabaya

    Wah nunggunya lama juga ya ,

    Semoga diberi kesehatan saat berhaji

    Reply
  11. echaimutenan

    aamiin
    semoga segera dimudahkan jauh dari riba 🙂
    aku ya ndak punya apa2 tapi aku bahagia 🙂 alhamdulillah yang penting Allah sayang dan berkahi lindungi keluarga

    Reply

Leave a Reply

%d bloggers like this: