Rindrianie's Blog

Introducing: EcoCash iSiaga!

Psssttt…ada yang punya sampah elektronik nggak sih di rumah?

Waktu kebanjiran kemarin, banyak banget tuh sampah eletronik di rumah saya hahaha. Printer, radio-tape, TV yang memang ikut-ikutan kecebur, sampai kamera saku yang ada di dalam laci pun terendam beberapa lama karena tidak ada orang di rumah yang bisa menyelamatkan mereka saat sang air itu datang. TV sih sempat diservice ya, meskipun akhirnya menyerah sajalah beli TV baru karena si TV tidak mungkin membaik seperti sedia kala. Tapi untuk barang-barang lainnya, terpaksa berakhir di abang-abang tukang rongsok yang sering kali berkeliling komplek.

Seandainya saat itu saya sudah mengenai www.iSiaga.com, mungkin membuang sampah elektronik akan lebih menyenangkan. Apa (atau siapa) mereka? Mari saya jelaskan temans.

Hari Senin lalu, bertempat di Pong me! Lounge di daerah Gunawarman, saya menghadiri acara “Media & Blogger Sharing: iSiaga ECOCASH – Turn Your e-Trash into cash”. Seperti tagline-nya the ultimate digital solution, iSiaga ini semacam one stop digital assistance gitulah ya. Komputer rusak atau ngaco? Telepon aja mereka, dan tim iSiaga akan segera datang ke rumah. Perlu website untuk bisnis online baru? Gampilll, bisa juga meminta bantuan mereka. Design dan printing juga sami mawon, mereka punya teknologi untuk bisa mencetak foto selfie kita di atas foam yang suka dijadikan topping di atas minuman itu lho hohoho.

webisiaga

Tapi dalam postingan ini, sesuai judul yang sudah saya tulis, kita akan membahas lebih lanjut tentang program Recycle mereka. Yang mengambil slogan turn your trash to cash dengan menggunakan layanan EcoCash yang mereka gagas. Buang sampah bisa dapet duit bok! langsung ijo hihihihi

iSiaga (sila stalk twitnya di @iSiaga), yang diwakili oleh Mas Amrit Gurbani mengatakan, dengan teknologi yang pergantiannya sangat cepat di zaman ini, maka timbul juga masalah baru: sampah elektronik yang tidak sedikit! Bayangin aja, itu si para produsen ponsel pintar, dalam satu tahun aja bisa mengeluarkan beberapa seri kan ya? heuheu. Maka EcoCash mencoba memberikan solusi dari permasalahan sampah elektronik ini. Mereka sudah punya pengepul sendiri, yang akan mendaur ulang sampah-sampah elektronik ini sehingga tidak akan mencemari lingkungan.

Tidak hanya ponsel tentu saja, sampah elektronik yang bisa mereka terima antara lain sebagai berikut, lengkap dengan daftar harga, tergantung merk dan jenis kerusakan tentunya yaa.

product we accept

Langkah berikutnya untuk EcoCash adalah sebagai berikut:

  1. Check Prices Online. Seperti dalam skrinsyut di atas, kita bisa tahu harga jual dari sampah elektronik yang kita miliki, meskipun nantinya pasti ada pengecekan ulang dari iSiaga ya. Selain via website seperti itu, EcoCash juga melayani via telpon kok, hubungi saja nomor 0812 900 900 69 atau kirimkan email di info@isiaga.com
  2. Confirm Items. Selanjutnya EcoCash akan menghubungi kita melalui telpon dan menjemput barang secepatnya. Jadi meskipun proses penjualan melalui online, untuk memastikan keadaan sampah elektronik serta lokasi pick up mereka akan menelepon lagi untuk konfirmasi ulang. Sejauh ini layanan ini baru di Jakarta dan Tangerang, lokasi lainnya akan dikenakan biaya penjemputan yang nominalnya akan langsung dideduksi dari harga sampah yang ditukar. *Semoga saja layanan ini akan lebih luas nantinya ya*.
  3. Get Paid or Donate. Setelah pemeriksaan sampah elektronik, EcoCash akan mentransfer sejumlah uang sesuai kesepakatan ke rekening kita. ATAU, kita bisa mendonasikan hasil penjualan ini. Yahh … katakanlah tukar dua buah henpon jadul yang bahkan udah nggak bisa dicharge, jumlahnya 100 ribu. Nggak berpengaruh banyak kayaknya sama jumlah saldo di rekening tabungan ya? Mendingan langsung didonasikan aja, yes?

Untuk masalah donasi inilah mas Farhan mengambil peran. Benar sekali sodara-sodara, iSiaga dengan layanan EcoCash ini bekerja sama dengan YCAB (Yayasan Cinta Anak Bangsa)-nya mas Farhan. Yayasan nirlaba yang berdiri sejak tahun 1999 ini fokusnya memang pada anak-anak Indonesia. Meskipun programnya banyak, dan hasil donasi dari EcoCash akan diperuntukkan bagi program HOPE, yaitu salah satu program @ycabfoundation bagi pengembangan wirausaha bagi perempuan daerah miskin kota.

 Jadi begitulah, selain kita bisa ikut ber-go green ria dengan me-recycle sampah-sampah elektronik, tapi juga bisa berdonasi. Ini semacam ditraktir makan bakso bonus es cincau gitu nggak sih? #eeaaa, ketauan lagi laper hihihihi.

Saya ingin mencoba sendiri nih temans, tapi 3 hari ini mencari-cari si sampah elektronik kok ya belum nemu. Mungkin harus minta ke tetangga ya hihihi. Nanti kalau sudah saya coba sendiri, mudah-mudahan akan ada postingan berikutnya agar lebih mudah step by stepnya si EcoCash ini ya.

Ya sudah, begitu dulu reportase ini sebelum terlalu panjang hehehe.

Have a nice day, Pals 😉

0 Comments

  1. dani

    Makasih Rin informasinya. Semakin beragam ya jenis usaha yang tumbuh. Keren!

    Reply
    1. Orin (Post author)

      He-eh, keren emang ide bisnisnya, Dan, cinta lingkungan pun.

      Reply
  2. nyonyasepatu

    Hua…ada di Medan gak yaaa…. mauu juga

    Reply
    1. Orin (Post author)

      Semoga ad pengepul di Medan yg baca postingan ini mbak Noooon, jadi iSiaga bisa kerja sama dg pengepul setempat hehehehe

      Reply
  3. Euisry Noor

    Wah, langkah yg baik nih buat alternatif solusi e-waste. Makasih infonya, Mak. Semoga ke depannya di Bandung & kota2 lain jg ada. Semoga e-waste berupa baterai, charger gak dipake, dll yg kecil2 jg bisa ya… Soalnya itu yg kategori B3, gak bisa dibuang sembarangan jg. Tapi masalahnya blm ada solusi kemana buangnya.

    Reply
    1. Orin (Post author)

      Aamiin, semoga Bandung segera menyusul. iyaa, batere kecil gitu jg suka bingung buangnya ya 🙁

      Reply
  4. MF Rosiy

    Solusi kreatif ya buat sampah elektronik yang terkadang bingung mau dikemanain, eh sekerang bisa dapaet duit dan berdonasi. Nice info!

    Reply
    1. Orin (Post author)

      Terima kasih sudah baca 🙂

      Reply
  5. Una

    Udah posting ajaaa Mbak… hihihi XD XD Sama nih aku lagi nyari-nyari barang elektronik apa yang ga kepake, kok ga adaaa T.T Praktiknya ntar gimana yah hihihi.

    Reply
    1. Orin (Post author)

      Biar ga ad utang, Na hihihi. Nah itu dia, aku kepengen lgsg praktik kok ya ga ada yg mau ditukerin >_<

      Reply
  6. rahmiaziza

    Kalo Semarang gimana, mau njemput ngga? Apa bisa dikirim gitu yak? Dari kemaren aku nyari yang kaya gini nih. Ada CPU ngga kepake di rumah. Hape juga banyak.

    Reply
    1. Orin (Post author)

      Belum sepertinya Mak, tapi semoga aja bisa meluas smp ke Semarang jg nantinya ya

      Reply
  7. abi_gilang

    Menarik juga nih ide-nya, langsung ikutan bongkar2 gudang 🙂

    Reply
    1. Orin (Post author)

      Hayuk atuh Kang bersih2 gudaaang hehehe

      Reply
  8. ALVI ALEVI

    Ide websitenya bagus. Thanks infonya..

    Reply
    1. Orin (Post author)

      Terima kasih sudah mampir 🙂

      Reply
  9. desweet26

    beneran deh ide dari ecocash ini keren banget…
    mencoba nangkep peluang dari barang2 eletronik yang ga kepake..dan yang pasti ditiap rumah pasti ada aja deh barang eletronik yang udah ga kepake kan.. 😉

    Reply
    1. Orin (Post author)

      Iya banget Mak, tapi di rumahku tumben2an kok lagi ga ada sampah elektronik, padahal kepengen bgt nyobain sendiri

      Reply
  10. nurlailazahra

    pas baca postingan ini, pikiran langsung melayang ke tab, kamera digital, dan printer yg udah rusak di rumah, hehehe

    Reply
    1. Orin (Post author)

      Wahhh kebetulan tuh Sarah, langsung tukerin ajaaah hehehehe

      Reply
  11. bukanbocahbiasa

    Haseeekkk… Moga2 segera menular ke Surabaya. Sudah waktunya kita sadar dan peduli planet inih!

    Reply
    1. Orin (Post author)

      Aamiin. Go green tuh kalo bukan sekarang kapan lagi cuba ya

      Reply
  12. Lidya

    jadi pingin hot chocolatenya lagi 🙂

    Reply
    1. Orin (Post author)

      hahaha…enak ya Teh coklatnya 😀

      Reply
  13. yos MO

    ide yang brilian untuk mengurangi dampak kerusakan lingkungan akibat sampah elektronik. Thanks infonya, aku juga mulai milah-milah e-trash di rumah buat dijual ke iSiaga

    Reply
  14. Pingback: Transaksi Mudah EcoCash iSiaga | Rindrianie's Blog

  15. Cicha

    Thanks yaaa udah Sharing tentang iSiaga 🙂

    Reply

Leave a Reply

%d bloggers like this: