Rindrianie's Blog

Jangan Salah Berdoa

Sebuah note dari seorang motivator bernama Bapak Mario Teguh berikut, sangat menarik hati saya.

Janganlah engkau membatasi

Apa yang dapat Tuhan lakukan untukmu

Apakah engkau berdoa ?

Karena doamu adalah permintaanmu

Bila engkau meyakini bahwa Tuhan kita adalah Yang Maha Mendengar, Yang Maha Kaya, dan Yang Maha Menjawab Permintaan,

Mengapakah engkau meminta yang kecil-kecil ?

Sadarkah engkau bahwa dengan menakar permintaanmu,

engkau sebenarnya telah bertindak seolah-olah membatasi kewenangan Tuhan ?

Sadarkah kau, bahwa engkau seolah melarang Tuhan untuk menyejahterakan dan

membahagiakanmu – lebih baik dari yang sedikit engkau takarkan bagimu

dalam permintaan kecilmu itu ?

Janganlah engkau membatasi apa yang dapat Tuhan lakukan untukmu.

Tugas mu adalah meminta, maka minta-lah.

Kemudian pantaskan dirimu bagi jawaban dari permintaanmu itu.

Note yang indah bukan?

Kalimat-kalimat indah itu mengingatkan saya dengan kejadian bertahun yang lalu.  Saat itu saya masih menjadi freelance teacher di sebuah kursus bahasa Inggris. Dengan penghasilan yang ‘sederhana’, jangankan menabung atau membantu keluarga, gaji saya tersebut hanya mampu mencukupi kebutuhan dasar hidup saya sehari-hari. Impian untuk bekerja di sebuah perusahaan besar dengan penghasilan yang jauh lebih baik selalu menjadi motivasi saya dalam mencari pekerjaan baru. Entah sudah berapa puluh surat lamaran yang saya kirimkan, entah berapa kali juga interview atau pun psikotest saya ikui, tapi rupanya upaya saya itu belum maksimal. Saya masih saja berpenghasilan ‘sederhana’.

Suatu hari, saya menginap dirumah seorang sahabat. Sahabat saya ini mengetahui dan selalu mendukung upaya saya mencari pekerjaan yang lebih baik. Sehingga langsung menyodorkan sebuah harian Minggu pagi yang belum dibacanya,

“Nih, barangkali ada lowongan yang bagus.” begitu katanya.

Saya menerimanya, membuka lembar demi lembar tanpa benar-benar membaca apalagi mencari.

Lantas saya berkata “Capek Teh,” (Saya memanggil Sahabat sSaya ini dengan sebutan Teteh), dan mengembalikan koran tersebut padanya.

“Sudah berkali-kali melamar, sering bisa lolos interview sampai ke user, tapi belum ada yang berhasil juga.” Ujar saya sedih.

Sahabat Saya berkata sambil tersenyum “Sabar dong Rin, segala sesuatu kan ada waktunya.”

Tetapi, saya sudah merasa lelah, memutuskan untuk fokus saja pada mengajar tanpa keinginan mencari pekerjaan baru, saya ingin menyerah pada nasib.

“Sabar kan ada batasnya Teh. Mungkin saya memang harus jadi guru seperti ini saja.” Jawab Saya.

Sahabat saya ini menatap tajam tepat dimata saya. Saya sudah menganggapnya sebagai kakak saya sendiri, saya bisa tahu bahwa beliau tidak sependapat dan akan ‘memarahi’ saya.

“Rin, kalau sabar itu ada batasnya, berarti kamu juga membatasi rahmat dan kasih sayang Tuhan !!” Ucapnya tegas.

Dan kalimat tersebut memang telah sanggup menyadarkan saya dari keputusasaan yang tidak seharusnya. Beberapa hari kemudian, sebuah panggilan telepon mengubah hidup saya dan meyakinkan saya bahwa kasih sayang BELIAU Yang Maha Penyayang adalah tiada berbatas, selama kita ikhlas untuk bersabar.

Lebih dari 1 bulan sebelumnya saya mengikuti test dan interview diperusahaan tersebut. Janji HRD yang akan menghubungi paling lambat 2 minggu untuk keputusan diterima atau tidak, membuat Saya tidak berharap lagi saat waktu tersebut dilampaui tanpa ada berita. Tapi bukankah BELIAU selalu memiliki cara misterius dalam menyayangi hambaNYA?

Sahabat, percayalah setiap doa yang teruntai tulus ke langit, akan didengarNYA, dan akan terjawab sepanjang kita memantaskan diri untuk harap yang kita pinta tersebut.

0 Comments

  1. botron7

    Komen utk note yg diatas:

    Oh iya yaaa,,,,

    Kenapa saya cuma minta yg kecil2 sih,,,

    Whew,,,,

    Reply
    1. Orin (Post author)

      Sok atuh mulai berdoa yang buesar 😀
      Thanx for the comment, Sir.

      Reply
  2. botron7

    Saya senang berteman dengan orang seperti Orin yg punya banyak inspirasi yg dibagi ke orang lain,,,

    Reply
  3. nadazahira

    “Rin, kalau sabar itu ada batasnya, berarti kamu juga membatasi rahmat dan kasih sayang Tuhan !!”
    **Kalimat yang menggugah mba Orin… Benar sekali itu :((

    Reply
  4. nadazahira

    Yah, salah tuh emotionnya :D, maksudnya tadi pengen nampilin emotion “menangis terharu gitu”, hehe

    Reply
    1. Orin (Post author)

      heuheuheu….gpp Siti, terima kasih untuk komen-nya ya, emoticonnya memang terbatas sepertinya 😀

      Reply

Leave a Reply

%d bloggers like this: