Rindrianie's Blog

Kado Untuk Sahabat

Semalam, saya menghadiri farewell party seorang teman kantor –sekaligus sahabat saya- yang resign dan akan melanjutkan S2-nya dengan mendapatkan beasiswa di Belanda.

Sungguh, saya berbahagia untuknya. Walaupun, tentu setiap perpisahan menyisakan sekeping kesedihan, merasa kehilangan dia, menduga-duga akan seperti apa suasana kantor tanpa kehadirannya. Tapi saya sadar kepergiannya itu adalah sesuatu yang sangat bagus bukan?

2 tahun dari sekarang, dia akan pulang dengan mengantongi gelar master-nya.

2 tahun dari sekarang, dia akan bisa berbahasa belanda dengan pasih, menambah ‘kepintaran’nya berbahasa setelah Nihongo dan English yang dimilikinya.

2 tahun dari sekarang, dia akan bisa bercerita tentang kincir angin, bunga tulip, dan kehidupan di kota kecil bernama Delft di belanda sana.

2 tahun dari sekarang, dia juga akan ‘bertumbuh’ menjadi seorang pribadi yang telah mengalami berbagai pengalaman hidup yang sebelumnya tak terbayangkan.

Dalam farewell speech-nya, sahabat saya ini berkata bahwa keputusan yang diambilnya bukanlah hal yang mudah, tapi yang menguatkannya untuk tetap melangkah adalah karena dia ingin mewujudkan impiannya.

“世界を見たい、いろいろなことを経験したい”

Keinginannya untuk ‘melihat dunia, dan mengalami berbagai hal’ sanggup menggerakkan hati, pikiran dan langkahnya meninggalkan ‘zona nyaman’ yang sudah diakrabinya dalam episode kehidupannya sekarang.

Wow, it’s amazing !!

Lantas saya berpikir, apa impian terbesar saya ?

Akan menjadi seperti apa diri ini 2 tahun mendatang ??

Adakah sesuatu yang mampu ‘menggerakkan’ saya dalam perubahan menuju kebaikan ?

Percaya atau tidak, pikiran tersebut membuat saya baru terlelap jam 3 pagi !

Bukan, saya bukan marah atau sekedar cemburu padanya. Saya tidak sedang membandingkan ‘keberuntungan’nya dengan kehidupan saya yang ‘biasa-biasa saja’ ini. Saya tetap mensyukuri sekecil apapun yang sudah dan sedang saya terima dariNYA yang Maha Pemurah.

Saya hanya merasa sedang menyiakan waktu. Saya baru ‘tersadar’ bahwa ternyata masih belum banyak yang saya lakukan dalam perjalanan hidup saya. Dan bagaimana saya bisa menunggu hingga usia saya sekian, jika besok mungkin adalah hari terakhir saya di dunia?

Akhirnya saya paham maksud sebuah nasehat bahwa “deadline itu dibuat untuk memulai “, karena tanpa ada tujuan yang pasti, jalan apapun yang kita pilih akan selalu salah.

Terima kasih sahabat, keputusanmu sungguh menginspirasiku. Walaupun hingga detik ini saya masih belum tahu apa sesungguhnya impian terbesar saya, tapi setidaknya saya tahu apa yang harus saya cari.

Mungkin saya bukanlah sahabat yang baik untukmu, tapi doa ini tulus teruntai untuk kesuksesanmu.

Good Luck !!

August 8th, 2008

Persembahan untuk Jepun…

*******

Fiuh… and here I am, 2 tahun kemudian!

Dan rasanya masih belum ‘menjadi siapa-siapa’ ataupun ‘memiliki apa-apa’. Tetap bersyukur tentunya dengan semua hal yang saya alami, tetapi dibandingkan sahabat saya ini, yang akan segera kembali ke Indonesia dengan berbagai macam ilmu, pengalaman, dan sebagainya dan sebagainya, ugh…masih jauh rasanya. Bayangkan, totally the new her!!

Anyway, saya tidak akan pernah berhenti bermimpi 🙂

Photo Note : Jepun’s farewell party @ Celcius – Rawamangun

0 Comments

  1. puteriamirillis

    pyuuuh…sama riin, kali ini pu mengalami hal yang sama dengan orin akan ditinggalkan dua sahabat yg akan s2 beasiswa. tapi membaca 2 tahun 2 tahun di atas jadi semangat lagi deeh…

    Reply
    1. puteriamirillis

      hayuh aku ajak hamilll..hamiiill yuuuk riiin, biar barengan kita…

      Reply

Leave a Reply

%d bloggers like this: