Rindrianie's Blog

Karena Cinta itu Sempurna

Kalimat yang indah bukan? 🙂

Itu adalah judul novel kedua Indi. Belum kenal dengan beliau? Silahkan berkunjung ke dunia kecil-nya yang menakjubkan itu. ‘Perkenalan’ pertama saya dengannya adalah sebuah kebetulan, karena saya tertarik dengan buku tipis berkaver lucu berjudul “Waktu Aku Sama Mika” saat berpetualang di toko buku. Buku itu membuat saya bisa memaknai sebuah cinta tanpa syarat, buku kecil yang berdampak cukup besar, setidaknya bagi saya saat itu.

Dan, “Karena Cinta itu Sempurna” adalah novel kedua Indi yang masih sedang saya baca, ingin saya habiskan novel itu sekaligus malam tadi, tetapi apa daya suami tercinta itu meminta saya untuk segera tidur ups.

gambar diambil dari sini

Novel ini berbeda dengan novel pertama, tetapi tetap memiliki ke-khas-an seorang Indi yang menawan itu. Bahasanya ringan, tidak njelimet bin memusingkan, tetapi dalam dan sarat makna. Saya akan menghabiskannya malam ini, tidak bisa tidak! *sigh*

Kenapa Novel-novel itu istimewa? Karena Indi -yang juga memang istimewa- menulisnya dengan cinta yang sempurna. Saat banyak manusia biasa lainnya mengeluh-kecewa-marah-sakit hati-hancur dan sebagainya dan seterusnya menjalani kehidupan yang memang tidak selalu indah, Indi justru memaknai hidup (yang sempat dikiranya sebagai bencana)  ‘istimewa’nya dengan menemukan sebuah tujuan hidup yang begitu indah seperti Menjalani, Bersyukur, dan Menjadi bahagia.

Seorang Indi, yang jauh lebih muda dari seorang saya -yang bukan siapa-siapa dan belum menjadi apa-apa ini- telah mengajari saya banyak hal. Coba bayangkan ini teman. Indi divonis mengidap scoliosis di usia (belum sampai) 13 tahun, dan menjadi anak ‘aneh’ karena harus memakai ‘baju besi’ untuk scoliosisnya itu. Lantas, saat ada Mika -seorang pria berhati malaikat- jatuh cinta padanya, pria yang menjadikan Indi lebih ceria menjalani hidup, meninggal karena HIV/AIDS yang dideritanya, kepergian Mika sempat membuat Indi lebih hancur dari sebelumnya.

Aku tidak tahu kapan akan bangkit. Aku bahkan tidak mau tahu, sampai aku berhasil mengurutkan petunjuk-petunjuk Tuhan sebagai reaksi berantai untuk mengetahui tujuan hidupku. Scoliosis ternyata membuatku menjadi manusia yang kuat. Bisa bertoleransi dengan rasa sakit yang hampir datang setiap saat. Lalu kehadiran Mika membuatku melupakan kesakitanku dan menambah kekuatanku. Sedangkan AIDS membuatku mengerti bahwa manusia tidak memiliki otak yang seragam, terkadang berselisih meski hanya karena salah pengertian dan perbedaan sudut pandang. Menakutkan… Tapi aku mendapatkan pelajaran yang berharga dari sana. Bahkan dari kepergian Mika aku belajar bagaimana cara menikmati hidup, bersyukur, dan bangkit dengan perasaan yang lebih bahagia.

Begitu yang Indi tulis dalam pengantar Karena Cinta itu Sempurna.  Saya tidak tahu apakah saya bisa setegar Indi jika saya berada dalam posisi yang demikian. Dan membuat saya berpikir Tuhan memang tidak pernah salah menunjuk seseorang atas apa yang dikehendakiNYA. melalui seorang Indi, saya lebih mengerti ke-Maha Cinta-an Tuhan yang Sempurna. Seperti yang Indi berkali-kali katakan dalam novel itu, Karena Cinta itu Sempurna..

Have a perfect love, Pals!

***

Tulisan ini saya buat khusus untuk Indi dalam first giveaway-nya. Happy birthday Indi 😉

0 Comments

  1. Arif Bayu

    Wah semoga berhasil mbak ………..:)

    Orin : apanya yang berhasil Bay? he he

    Reply
  2. Ahmad

    wow,, what an amazing love story ya, mbak…

    Orin : Iyaa…coba baca deh mas, mengharukan he he

    Reply
  3. harestyafamily

    Mungkinkah tipe indi ini sama kayak Tere Liye?

    Orin : Hmm…mungkin ya, saya belum terlalu mengenal Tere Liye..

    Reply
  4. Mabruri Sirampog

    saya ga mau ah ngomongin cinta… hiihihi

    semoga sukses bun kontesnya.. 🙂

    Orin : Wew, tatut yaa hahahaha

    Reply
  5. nia/mama ina

    tadinya mau ikutan juga…cuma belum pernah baca novelnya….ngga jadi dechh

    iya Indi itu hebat yachh….masih muda tp sdh sarat prestasi

    Orin : Ups, saya jg belom kelar baca novel keduanya mba hihihihi…

    Reply
  6. bintangtimur

    Keren ulasannya, saya sampe merinding baca yang dicetak huruf biru itu, Orin…

    Orin : Novelnya memang bagus Bu Ir, kapan2 Orin pinjemin ya *plaaak* heuheu

    Reply
  7. alamendah

    Selamat memeriahkan first giveaway-nya Indi. Moga sukses

    Orin : Makasih mas Alam 😉

    Reply
  8. Mechta

    Menjalani, bersyukur dan bahagia… wow…itu2 kata2 dalem banget…

    Orin : Iya Auntie, Orin jg sependapat 🙂

    Reply
  9. Elsa

    ikutan juga yaaaa
    hehehee.. sip sip
    semoga Indi senang yaaaa

    Orin : Iyaa… gara2 baca postingannya mba El hihihihi….

    Reply
  10. vanilaeru

    Drop by Say Hello dan Salam kenal :))

    ketemu blog Mbak di lapaknya duniakecilindi 🙂

    Orin : Hallo Vanila, thankx for droping by 😉 Salam kenal yaa…

    Reply
  11. ais ariani

    aku waktu itu tertarik sama bukunya Teh, terus belon sempet aku baca [eh beli eh minjem.. ] aku BW, eh ketemu sama dia. dan ternyata dia blogger juga.
    kageet banget aku.
    dan aku tertarik sama novelnya karena sampulnya lucu [belon sempet baca [eh beli.. eh minjem…]
    sukses yah Teh buat giveawaynya
    🙂

    Orin : ehem… jadi kapan ini teh baca (beli atw minjem) bukunya Is?? hihihihi

    Reply
  12. monda

    oh ini ada giveaway lagi ya,
    kemarin nggak nyadar waktu bw ke teman lain,
    good luck Orin

    Orin : hihihi…iya nih Bun, giveaway lagiii 😀

    Reply
  13. Siti Mujahidah

    🙂

    Orin : yey…siti senyum2 sendiri hihihihi

    Reply
    1. Siti Mujahidah

      hihihihihi

      Reply
  14. arik

    CINTA MENGALAHKAN SEGALANYA……. cintailah cinta

    salm kenal…….klik web ku ya!!!!!

    Reply
  15. Imelda

    beuh 3 kata ajaib itu memang sederhana, tapi tanpa dijalani ya hanya slogan semata.
    Bagus sepertinya bukunya, tapi aku ngga janji deh mau baca yang sedih-sedih.
    Rasanya hidup di real saja sudah banyak yang menyedihkan. Ditambah dengan bacaan begitu… bisa banjir airmata deh hahaha.
    Tapi… aku ingin punya bukunya. Selain karena kagum pada penulisnya, Mika adalah nama adik cowokku hihihi

    EM

    Orin : Waaah…nama adiknya Mika jg ya, aku suka nama ini 😀

    Reply
  16. Asop

    Wow. Saya gak bisa komentar apa-apa tentang ini. 😀

    Orin : Lho? Kenapa begitu Sop? *kabur seblm ditimpuk Asop*

    Reply

Leave a Reply

%d bloggers like this: