Rindrianie's Blog

Karena Hidup Tak Selamanya Indah

Maafkan judulnya, temans, itulah akibat nulis sambil mendengarkan radio ya, sepintas terdengar lagu Sudahlah milik Padi, sebaris liriknya dijadikan judul postingan deh hihihihi.

IMG_20160123_111416

Sabtu lalu, saya beruntung bisa mendengarkan langsung mas Farhan (yang penyiar radio dan artis ituh), mbak Prita Ghozie (salah satu financial planner favorit saya), dan Pak Wiko  H. Tanata dari Danareksa, dipandu oleh MC nan kece mas Prabu Revolusi yang ering banget di TV ituh. Dan selama acara yang didahului dengan beryoga ria itu (iyaaaa, tahu aja saya sudah sering skip latihan yoga di rumah hihihihi), saya kembali belajar tentang investasi.

Mari saya ceritakan sedikit.

Acara dimulai dengan financial check up, hasil check up ini untuk menentukan apakah kita sudah bisa merencanakan liburan, pendidikan anak dan pensiun yang tepat. Simuasinya bisa memberitahu kita berapa dan bagaiman investasi yang kita perlukan.

Investasi itu alat untuk mencapai tujuan lho ya, temans, jadi mindset-nya diubah dulu. Ibaratnya, investasi itu kendaraan yang akan membawa kita ke suatu tempat. Sudah terbayang dong ya, kalau mau ke Phuket ya nggak mungkin naik bajaj, dan kalau mau ke Bandung dari Jakarta pake gojek ya gapapa sih, tahu diri aja resikonya seperti apa hihihihi *abaikan*. Tapi sudah terbayang kan ya, ‘investasi sebagai alat’ ini?

Oke lanjut.

Salah satu jenis investasi adalah reksadana. Sudah sering dengar pasti ya. Tapi sudah paham belum? Belum? Baiklaaah, mari kita bahas sedikit.

Jadi, reksadana itu apa sih?

Menurut penjelasan di buku Membangun Personal Wealth yang ditulis Pak Wiko H. Tanata, Reksa dana adalah kumpulan dana dari para investor yang kemudian diputar atau diinvestasikan oleh para pengelola dana ptofesional (atau MI, Manajer Investasi) yang tergabung dalam sebuah perusahaan investasi.

Bingung? Ah, sudahlah, definisinya tidak perlu dipikirkan terlalu serius ya hihihihi. Sekarang sudah banyak MI yang terpercaya, salah satunya Danareksa ini. Apa cirinya sebuah Manajer Investasi profesional atau tidak? Cek apakah MI tersebut sudah berada di bawah Otoritas Jasa Keuangan (OJK), OJK ini semacam MUI untuk makanan halal gitulah ya, FYI.

Pertanyaan selanjutnya adalah, kenapa berinvetasi reksadana ini konon katanya lebih menguntungkan? Dari pembicaraan Mas Farhan, Mbak Prita Ghozie dan Pak Wiko di acara tersebut, setidaknya reksadana memiliki beberapa kelebihan sebagai berikut:

  1. MURAH

Duh, sebagai emak-emak sejati kata yang satu ini sudah pasti memiliki daya hipnotis tinggi, yes? Memangnya semurah apakah? Well, kita bisa membuka akun reksadana hanya dengan uang 100 ribu rupiah saja kakaaak! Berarti libur ngebakso beberapa kali aja udah bisa punya reksadana. Dan adik-adik kece yang –katakanlah- belum punya income sendiri pun sudah bisa berinvestasi.

  1. LIKUID

Alias mudah dicairkan kembali. Dalam arti, kita bisa menjual reksadana yang kita miliki jika sewaktu-waktu memerlukannya. Pencairan reksadana idealnya hanya memerlukan 7 hari kerja untuk dikembalikan dari MI ke rekening yang kita pilih. Serius lho, saya saksi hidup bahwa penjualan reksadana ini jauuuuh lebih mudah (dan cepat), apalagi jika dibandingkan dengan menjual rumah *curcol* hihihihi.

Mas Farhan sendiri bercerita, dia sulit sekali menjual tanah yang dimilikinya, sejak 2013, tanah itu masih belum bisa terjual juga hingga sekarang.

  1. BISA DIKENDALIKAN

Maksudnya pengendalian di jangka waktu berinvestasi ya. Misalnya nih, kita pengen naik haji sepuluh tahun lagi, ya berarti bisa dipilih reksadana saham yang memang paling cocok untuk investasi jangka panjang. Tapi untuk tujuan biaya sekolah anak 3 tahun lagi, maka reksadana pendapatan tetap lebih cocok. Analoginya miriplah dengan jenis kendaraan dan destinasi yang kita tuju di atas.

*

Masih banyak sih manfaat lainnya, misalnya saja konsep auto collection yang akan ‘memaksa’ kita untuk berinvestasi. Tapi kita juga menyesuaikan jumlah nominal investasi tergantung situasi, misalnya bulan ini kita bisa menyisihkan 500 ribu, tapi saat bulan depan menerima bonus, bisa-bisa saja membeli reksadana senilai 1 juta. Jadi lebih fleksibel.

Meskipun tentu saja, yang namanya investasi ya pasti ada resikonya. Mbak Prita menjelaskan, ibarat menanam 3 buah bibit, bisa saja dia tumbuh menjadi 3 tunas seperti seharusnya, bisa jadi cuma 1 yang bertahan, tapi tidak menutup kemungkinan akan menjadi 5! Resiko ini faktornya banyaaak, kondisi politik negara kita tercinta misalnya.

Kunci penting dalam berinvestasi menurut Pak Wiko adalah KONSISTEN, tak apa membeli reksadana cuma lima ratus ribu sebulan, misalnya, kalau konsisten dilakukan selama 5 tahun, ya lumayan juga bukan returnnya :).

Sementara Mbak Prita memberikan salah satu tipsnya yaitu “pahamilah yang anda beli, belilah yang anda pahami”, jadi kalau belum pahami penjelasan singkat saya di postingan ini, sok atuh main-main ke www.reksadana.danareksaonline.com atau portal investasi lainnya yah.

Terakhir, kenapa kita harus riweuh berinvestasi segala, adalah demi masa depan yang aman. Mau dong saat usia pensiun kita tinggal traveling sana sini atau hidup tenang sentosa bahagia tanpa harus pusing memikirkan biaya hidup? Tidak menyusahkan orang lain (anak atau orang tua) saat kita sudah tidak bekerja. Dan terlatih untuk mengendalikan hidup, yaitu bisa memisahkan kebutuhan (need) dan keinginan (want) demi tujuan yang lebih besar.

Kalau mesti investasi mulu terus nikmatin hidupnya kapaaaan? Ish, ini pertanyaannya pengen saya jitak deh hahahaha. Lah pan tujuan investasinya buat bersenang-senang, Ceu. Hihihihi. Maksud saya nih, kita tidak tahu kapan pak bos memecat kita, atau perusahaan bangkrut, atau anak/orang tua tiba-tiba sakit keras, atau ini atau itu dan sebagainya dan seterusnya.

Itulah kenapa, investasi justru harus dilakukan sekarang, sesegera mungkin, saat masih produktif dan bisa menghasilkan banyak uang. Kenapa? Karena hidup tak selamanya indah, kawan.

10 Comments

  1. nh18

    Saya itu paling takut invest-invest an …
    saya memilih untuk membeli properti saja … plus di kos-kosin … hahaha
    http://theordinarytrainer.com/artikel/wirausaha-kipas-kipas

    jiah numpang ngelink …

    salam saya Orin

    Reply
  2. Phie

    Alhamdulillah sudah mulai invest RD sejak dua tahun lalu, Teh. Tahun ini semoga bisa nambah nominal autoinvest per bulannya. Aamiin. 😀

    Reply
  3. rahmattrans

    Wah… mantap tuh mbak udh mulai memikirkan investasi. Karena saya juga seorang trader forex yang berkecimpung di bidang beginian, kalau buleh saran, jadilah investor yang pintar. Hehehe 😀 mksdnya, sebelum memutuskan untuk invest di bidang tertentu, apakh RD, saham, forex, option dan lainnya, selalu dapatkan kepastian resikonya sebesar apa. Itu sangat penting sekali.

    Beberapa waktu yang lalu, saya mendaftar untuk menjadi salah satu nasabah asuransi. Waktu itu, si agen nya tanya apakah saya mau ikut juga memplot sebagian nya untuk investasi? Saya bilang, kalau untuk investasi saya katakan tidak. Karena alhamdulilah juga saya punya kemampuan di bidang trading forex dan saya melakukan investasi sendiri dengan trading sendiri. Jd, waktu itu saya hanya mengambil jasa proteksi saja pada asuransi tsb.

    Jadi, untuk investasi RD sperti postingan ini, bagus juga. Tapi pelajari lebih banyak lagi tentang resikonya. Kalau profit ya sudah pasti bila market bagus. namun, pahami juga berapa kehilang dana kita bila marketnya tdk bagus. tolerasi loss berapa. Jadi, pilihlah produk investsi yang sesuai dengan tolerasi resiko kita sendiri. 😀

    Wah, kali ini kepanjangan saya kasih komentnya.. hehehe 😀
    mg brmanfaat, mbak…chayoo… chayooo.. hehe 😀

    Reply
  4. De

    investasi kan part of ikhtiar … walo kita gak tau apa yang akan terjadi nanti dan yakin pada Sang Maha Pemberi rizki, gak ada salahnya kita investasi utk proteksi diri

    Reply
  5. cloud computing indonesia

    wah mantap invest nya..tapi aku cenderung invest di rumah atau tanah 🙂

    Reply
  6. Wulan Dalu

    Sering denger ttg RD tapi belum banyak belajar, pengen belajar RD syariah, katanya ada juga ya mbak?

    Saya juga jual rumah dari 2014 belum laku ?*ikutan curcol*

    Reply
  7. Nchie Hanie

    alhamdulillah udah mulai sih dr jaman kerja dulu, emang kerasa banget manfaatnya.
    hidup tak selamanya indah bener oriin, ada kalanya bencana melanda eeaa 😀

    Reply
  8. vera

    salut nih ama yg muda2 udah mikir panjang ke depan

    Reply
  9. adelinatampubolon

    Penjelasannya ringan dan gampang bangat aku mengerti. Jadi tertarik ikutan reksadana padahal selama ini selalu menghindari dari yang namanya RD, hehehe

    Reply
  10. Pingback: Insyaallah, #10TahunLagi Saya Berhaji | Rindrianie's Blog

Leave a Reply

%d bloggers like this: