Rindrianie's Blog

Keajaiban Pepes tahu & Sayur Gudeg

Libur akhir tahun yang lalu, saya membaginya menjadi 3 bagian sebagai berikut :

Tahap pertama : Tanggal 24-26 Desember, berpetualang ke Sukabumi dengan suami dan seorang sahabat. Menikmati pantai Ujung Genteng yang masih bersih, menatap curug Cikaso yang memukau, dan mengalami perjalanan pulang pergi ke sana sebagai backpaker yang seru.

Tahap kedua : Tanggal 27-29 Desember, menjadi seorang ibu Rumah Tangga yang baik. Betul-betul merasakan betapa pekerjaan rumah itu -entah kenapa- seolah tak ada habisnya. Menjadi istri yang baik menunggu manis suami pulang dari kantor. Keseruan yang berbeda rasa.

Tahap ketiga : Tanggal 30 Desember – 2 Januari : Pulang ke rumah di Majalengka. Hari Kamis tanggal 30 saya nebeng ke Bandung bersama beberapa teman, bermain-main di the Peak hingga kemalaman, dan harus menginap semalam di Bandung. Baru besok paginya saya berangkat ke Majalengka, sendirian, karena kantor misua tidak ada libur akhir tahun, dan baru menjemput hari Sabtu untuk kembali ke Jakarta hari Minggu pagi-nya.

Hmmm… informasi yang tidak penting ya. hihihi… Maaf.

Yang ingin saya ceritakan adalah, saya mengalami sebuah ‘kebetulan’ yang ajaib. Peristiwa disaat Mamah saya seperti paranormal yang bisa membaca apa yang saya pikirkan.

Seperti biasa, setiap kali saya akan pulang, pertanyaan dari Mamah saat menelepon/sms adalah “Mau dimasakin apa, Teh?”. Dan seperti biasa juga, jawaban saya adalah “Apa aja Mah, ga usah repot-repot, pasti dimakan”. Secara ya, saya pemakan segala, apalagi ini masakan Mamah yang jarang sekali bisa dinikmati akhir-akhir ini, maka semua yang terhidang pasti akan saya lahap 🙂

Dalam perjalanan menuju rumah, saya berpikir “kayaknya enak nih makan pepes tahu dibungkus daun pisang, yang dicampur usus ayam, pake kemangi plus cabe rawit utuh”. Saya sering memasak pepes tahu, tapi hanya dikukus di ricecooker dengan mangkok tahan panas, tidak berdaun pisang (karena harus dibeli satu bundel, terlalu banyak), tanpa kemangi atau usus ayam atau cabe rawit utuh (karena terlalu ribet :P).

Dan sesaat setelah tiba di rumah, Mamah langsung menyuruh saya makan dengan kalimat “Ada pepes tahu campur usus ayam tuh, Teh. Hati-hati makannya, ada ‘ranjau’ cabe rawit.” Whoaa… terkaget-kaget saya mendengarnya!

Lantas, saat saya berada di kamar sebelum mulai makan, terdengar seruan adik kecil saya yang meminta makan “Mah, mau maem sama sayur”. Di dalam kamar, saya berpikir bahwa akan sangat menyenangkan sekali kalau sayurnya adalah sayur gudeg a la Mamah (berisi nangka muda bersantan dengan potongan-potongan kecil daging, bukan gudeg Jawa yang -bagi saya- sedikit aneh itu he he). Tapi ‘sayur’ yang dimaksud si dede tentu bisa bermacam-macam, apapun itu tetap akan menarik.

Keajaiban itu terjadi saat saya membuka tudung saji untuk memulai makan siang saya. Tadaaa….sayurnya memang sayur gudeg! Nyam..nyamm…nyammm… Dan takjub berkali-kali.

Saya tidak tahu kalau Mamah saya ternyata berbakat menjadi paranormal (hihihi… bohong lah ya :P). Saya bertanya-tanya apakah fenomena tersebut adalah kebetulan belaka yang memang ajaib, atau bukti nyata kasih sayang seorang ibu terhadap anaknya? Saya berpendapat peristiwa tersebut adalah ‘jalan’ bagi saya untuk semakin memahami bahwa selalu ada ‘ikatan’ khusus dari seorang ibu terhadap anak-anaknya, sehingga beliau-beliau itu seolah bisa tahu-melihat-mendengar apa keinginan terdalam anak-anak mereka. Dalam kasus saya, pilihan menu makan siang.

Menu yang sederhana, tetapi makan siang saya hari itu terasa begitu nikmat. Hatur nuhun Mah..

PS : sayang sekali saya terlanjur kalap saat itu, sehingga tidak ada barang bukti berupa foto dari sayur gudeg & pepes tahu yang ajaib tersebut 😛

0 Comments

  1. ilmaffectional

    wow.. magiiiic!! 😀

    jadi laper… *lho?!* :p

    Reply

Leave a Reply

%d bloggers like this: