Rindrianie's Blog

Kenapa Urang Sunda Begitu?

Melanjutkan postingan sebelumnya tentang Pitnah. Saya jadi semakin menyadari ternyata perkara mengucapkan huruf ‘F’ dan ‘V’ yang cenderung menjadi ‘P’ bagi Sundanese ini cukup menarik. Kenapa ya bisa begitu? tsaaah…gayya fisan euy

Maka, saya pun terpanggil untuk melakukan sebuah analisa terhadap fenomena ini. Analisa iseng tentu saja, jadi mohon jangan terlalu dianggap serius ya teman-teman he he.

Nama Panggilan

Panggilan adik pertama saya adalah ‘Ipan‘, nama aslinya adalah Irfan. Mungkin karena huruf ‘R’ memang cenderung sulit diucapkan saat dia kecil ya, tetap pelesapan namanya itu entah kenapa menjadi huruf ‘P’ πŸ˜›

Banyak sekali nama panggilan yang berubah seperti ini. Adik perempuan saya satu-satunya yang pernah saya ceritakan disini, namanya Nofisha, panggilannya ‘Mpi‘. Teman ngaji saya waktu kecil yang bernama Fitri panggilannya ‘Pipit‘. Sementara Effendi teman SD saya, dipanggil beramai-ramai dengan sebutan ‘Epe‘. Sepupu saya Rafiq, panggilannya ‘Apik‘. Keponakan saya Silvia pun panggilan sayangnya ‘Ipi‘. hehehehe

Begitulah…mungkin hal ini menjadi salah satu penyebab teman Sunda Anda akan berteriak “Bang, minta Panta satu ga pake es ya!”

Tidak ada kosa kata berinisial F dan V dalam basa sunda

Mau buktinya? Silahkan kunjungi web site berikut (hasil saya bertanya ke Om gugel) : http://www.indonesiaindonesia.com/f/63465-kamus-bahasa-sunda-indo-indo-sunda/Β Β  Β Β 

Betul seperti dugaan saya, kesulitan tersebut dipacu juga oleh kenyataan ini. Sejak kemarin saya mencoba mengingat apa saja kata yang asli bahasa Sunda yang berawalan ‘F’ atau ‘V’. Fitnah, Fiktif, dan Filosofi jelas bukan berasal dari Bahasa Sunda. Kata semacam Virus apalagi Verifikasi jelas tidak dikenal para pecipta bahasa Sunda, bukan?

Seperti juga orang Jepang yang kesulitan mengucapkan huruf ‘L’ dan huruf konsonan di akhir kata, itu karena dalam Hiragana maupun Katakana, tidak terdapat huruf ‘L’, maupun huruf konsonan yang berdiri sendiri kecuali huruf ‘N’ (jadi huruf Jepang itu KA-KI-KU-KE-KO, SA-SHI-TSU-TE-TO, de es te). Dengan analogi yang kurang lebih sama, rasanya bisa lah ya hal ini dijadikan faktor lain penyebab orang Sunda sangat P-minded πŸ˜€

Jadi, maafkan saja jika teman orang Sunda Anda yang mengatakan “Data yang Anda kemukakan kurang palid” itu. Karena, mungkin saja beliau sedang teringat masa kecil saat berenang di sungai dan berteriak-teriak “urang papalidan yuuuu…..” dengan teman-temannya saat meeting dengan Anda.

(FYI, palid = hanyut, maksud kalimat tersebut adalah “kita main hanyut-hanyutan yuuuu”, maafkan jika kurang bisa dipahami. Ini adalah permainan saya waktu kecil. Bermain ‘seolah-olah’ hanyut di sungai hihihihihi)

Terlepas dari kedua faktor di atas, saya pribadi tidak merasa kesulitan mengucapkan ‘F’ ataupun ‘V’ ini. Mmm… nanti bisa sama-sama kita buktikan jika suatu saat Kopdar ya halah

Saat belajar mengaji dulu, ada seorang teman yang selalu harus diulang bacaannya karena tidak betul mengucap ‘FA’. Setiap hafalan Surat Al-Falaq, atau bertemu dengan ayat yang mengandung huruf ‘FA’, tidak bisa tidak selalu saja rotan guru mengaji saya terdengar mengetuk meja tanda bacaan itu salah. Kembali sang guru mengajari mahkroj huruf, dan mencontohkan bagaimana lidah-mulut-gigi berkolaborasi menghasilkan huruf ‘FA’, dan kembali sang teman mengucapkannya dengan bunyi ‘PA’. (- -‘)

Begitu juga saat kuliah. Semester-semester awal seperti biasa mempelajari kotoba (kosa kata) baru, saat itu yang berawalan ‘FU’. FUE, FUDE, FUTON, FURUI. Dan teman saya dengan logat sunda yang kental pun membaca kata-kata itu dengan ‘P’ yang medok. Jadilah bahasa Jepang beraksen Sumedang hihihihihi…

Well, begitulah hasil analisa asal saya inih. Semoga berkenan yaa.

Happy Saturday, Pals πŸ˜‰

0 Comments

  1. choirul

    waduh komentar-komentar nya langsung pake bahasa sunda…

    semua daerah punya ciri-ciri yang unik ya, seperti yang adri lampung ini, dia juga unik

    Orin : Betul mas, setiap individu adalah seorang yg unik, darimana pun dia berasal πŸ˜‰

    Reply
  2. hilsya

    sakali deui.. pokona ai lop biying a sundanis lah, wat..eper
    *menghancurkan kosakata dan kalimat yang seharusnya*

    haha.. hapunten barayaa…

    Orin : whuahahaha…. Ai lap yu pul lah Teh qiqiqiqi

    Reply
  3. lidya

    nu sok palid di cai naon cing?:)

    Orin : Ey, teu nyangki Mama Cal-Vin resep nu palid di cai geuning. hihihihi

    Reply
  4. guru rusydi

    pelisanan kosakata emang berbeda2 di tiap daerah. itulah uniknya

    Orin : Sepakat Pak Guru πŸ˜‰

    Reply
  5. tunsa

    kopdar=kofdar
    jawa juga ada, kalo masalah nama mah…banyak banget contohnya atuh di jawa. Cuma ngawur, bukan “f” diganti “P”
    tapi smuanya diganti, hehe..
    contoh:
    nama: abdur Rozaq dipanggil: prenjak.
    hehe

    Orin : Hoh? Prenjak itu bukannya nama jenis burung ya Mas? πŸ˜€

    Reply
  6. mbak Orin orang Sunda ya?

    Orin : Leres pisan Mba Er, USA aka Urang Sunda Aseli. hehehehe

    Reply
  7. giewahyudi

    Aduh saya paling enggak bisa pakai bahasa Sunda,,
    *memantau

    Orin : Roaming ya mas Gie hihihi…Maafkan yaa…

    Reply
  8. Cahya

    Semakin orang banyak berinteraksi dengan pelbagai jenis bahasa di luar sana, saya rasa gaya bahasanya sendiri akan semakin fleksibel, tentunya dengan melihat kepribadian orang yang bersangkutan juga :).

    Orin : Waah, terima kasih sudah mampir Bli ;). Sepakat, menjadi gaya bahasa INDONESIA ya harusnya πŸ˜€

    Reply
  9. Asop

    Iya, memang benar itu, saya pernah baca di koran PIKIRAN RAKYAT, ada seorang tokoh sunda yang menjelaskan mengapa orang sunda cenderung gak bisa ngomong ‘F’. Ternyata benar, gak ada F atau V di kosakata sunda. πŸ˜€

    Orin : Hah? Serius Sop? ada analisa kek gini dari seorang tokoh sunda?? *terharu*

    Reply
  10. monda

    kalau di bahasa daerahku tak ada struktur kata yang KVK = konsonan vokal konsonan
    jadi nyebut mesjid itu jadi masojid, kertas jadi karotes he..he..
    nama tempat seperti Socotra jadi sikutoro :P

    Orin : Wah, mirip2 bahasa Jepang tuh Bund, jadi mereka mengucapkan Jakarta menjadi Ja-ka-ru-ta, McDonald jadi ma-ku-do-na-ru-do. Jangan-jangan dulu orang Jepang banyak yg menetap di tempatnya Bunda hehehe

    Reply
  11. Nufri L

    hahahaahaaaaaaaaaa >> Tidak ada kosa kata berinisial F dan V dalam basa sunda ….<< emang bener ya?…

    πŸ™‚

    Orin : Betul mas, bisa dilihat di link kamus basa Sunda itu, dan kata Asop sudah pernah dikemukakan juga oleh tokoh Sunda di koran Pikiran Rakyat πŸ˜€ *keukeuh pisan*

    Reply
  12. Prima

    hihihiihhi… Saya kuliah di pakultas fertanian! πŸ˜›
    Tau gak mbak, eh teh, orang banjar sini, entah semua atau beberapa daerah saja, juga gak bisa ngucapin F, semua jadi P, mungkin ada kesamaan background dan sejarah bahasa… hihihihihi…

    Orin : Ih, Vrima suka gitu deh πŸ˜› hahahaha. Waah, sepertinya zaman dahulu kala banyak terjadi pernikahan antara orang Banjar dan Sunda Prim, sehingga terjadi asimilasi bahasa seperti demikian *halah*

    Reply
  13. IndRa SP

    sebaeknya langsung aja ditanya ma org sundanya biar lbh jelas…ckkck

    Orin : Saya juga orang sunda mas πŸ˜€

    Reply
  14. Susan Noerina

    Neng Orin, maap Bu Bunting baru mampir. Princess lai sakit neh jadi kaga bisa namu2 ke tetangga πŸ™‚

    Aih aih tos ganti tempalte deui πŸ™‚

    Yuukkss aaahhh urang papalidan. Huehehe, hidup P! Temen gw, yang dari berojol ampe SMA di BAndung, suka ngajak gw “San, urang ka kape yuks”. Huahahaa. Kape ato cafe?? πŸ™‚

    Ta[i apapun ituh, secara gw orang Sunda gadungan, gw bangga atuh dengan palid dan cape πŸ™‚

    Orin : Teu sawios-wios Bu Bunting, sasalsena we πŸ˜‰ Princess udah sembuh tapi kan?
    Huahahaha…. hayu lah urang papalidan di kape Teh Susan.. qiqiqiqiqiq

    Reply
  15. Gaphe

    iye teh, kumaha damang?
    urang sunda mah juga bisa dikenali dari nada bahasanya, sama kalo jawa medhok. hahaha.

    nggak cuman karena f atau V aja ternyata, ckckck..
    salut sampe nyari kamus bahasa sunda segala ^_^

    Orin : Alhamdulillah sae mas Gaphe *semoga ngerti maksudnya apa he he*
    hihihi…itu karena lg iseng aja nanya Om Gugel, ternyata ada yg bikin kamusnya ^^

    Reply
  16. ceritabudi

    Heee…memang susah juga yach…tersalah sedikit artinya beda heeee….semoga kita bisa menerima dan memahaminya yach heee

    Orin : Betul sekali Bli, inilah kenapa toleransi itu sangat penting ya πŸ˜€

    Reply
  17. ais ariani

    ahahahahhah.. teteh ampe menganalisa, ini pembelaan diri yak?huahahahaha piss teh,
    tapi karena ini juga teh, jadinya orang sunda itu unik
    πŸ™‚

    Orin : Iya ya Is, jadi kyk pembelaan diri yak? hihihihi…
    Oh iya dunk, selain unik para wanita sunda pasti cantik *halah…berlebihan* πŸ˜›

    Reply
  18. imajinasi gila seorang icen

    sebagai orang sunda aku kesindir banget baca vostingan ini!

    ah, jadi ararisin yeueueueueueueuhhhh…

    Orin : Ey, piraku Icen isinan πŸ˜›

    Reply
  19. jasmineamira

    hahhahahha *hoyong seuri heula ah macana*
    sebagai orang sunda, saya bangga sama budaya sunda. meski dibilang ga bisa bilang huruf F dan V gpplah, tp saya bisa kok. malah saya ga bisa ngomong bahasa sunda, ahh memalukan! *curhat*

    Orin : Emh… ini nih, berarti Putri orang Sunda murtad *ups* hihihihihi

    Reply
  20. adib mahdy

    wa merek memiliki ciri khas masing” sesama warga indo kita jg hormati

    Orin : Sepakat mas Adib, Bhineka Tunggal Ika yaa πŸ˜‰

    Reply
  21. tutinonka

    Wah … jadi orang Sunda kalau belajar melafalkan ayat Al Qur’an lidahnya bisa keseleo ya?
    Kalau lidah orang Jawa, cenderung mengucapkan ‘ (ain dalam konsonan arab) menjadi ‘ng’. Jadi kata ‘alamin diucapkan ‘ngalamin’ … πŸ™‚

    Orin : Wow… jadi begitu ya Bu Tuti? Saya baru tau nih ‘ain jadi ngain begitu πŸ˜€ Belajar bahasa memang selalu menyenangkan ya πŸ˜‰

    Reply
  22. phiy

    aku keturunan sunda, sering ngedenger keluarga yg ngaji pake huruf “pa” kek di postingan itu. Aku sendiri ga kentel sudanya, jadi masih bisa ngomong ep :mrgreen:

    Orin : Soal mengaji itu agak ‘serius’ sih mba kalo menurutku, kan jadi beda makna ya kalo ga bisa ngomong ep πŸ™

    Reply
  23. smzahra

    Urang Banjar gin kada kawa mamakai hufup “F” lawan “V” (Orang Banjar juga ga bisa make huruf “F” dan “V”). Hehehe, kalo gitu kita berasal dari suku yg sama2 ga bisa melafalkan “F” & “V” ya.. xixi.
    Jadi tuh ya mba Orin, di banjarmasin selain huruf F & V itu, huruf “E” & “O” juga ga ada dalam pelafalannya.. So, kalo ada yg namanya Efendi maka ketika diucapkan akan menjadi Ipindi. Trus kalo kata “sekolah” maka akan menjadi “sakulah”. Hihihi.. yah seperti itulah bahasa Banjar πŸ˜€

    Orin : Toss ah sama Siti. huahahhaa…lucu jg ya jadi Ipindi (LOL)

    Reply
    1. smzahra

      Hahahahahaha, gitu deeh.. xixixi

      Reply
    2. fajar(pake ep)

      Punten ngiringan wios?…pas sy iseng” baca artikel ttg “pe” ny org sunda,sy baca ad ksmaan Susah ucap f dan v dgn org banjar (klmntan?).trus ad yg komen ad kmngkinan persamaan asal usul,sy jd trngat bbrp tahun lalu sy prnah baca satu buku sejarah yg mnybtkan klrga mahasin dari tanah pasundan(nama kerajaan ny sy lupa) brimigrasi ke banjar.benar atau ga ny sy ga tau jg.tpi cba aj d cari tau….
      O y…nepangken ah..wasta Sim kuring fajar (ngange ep ny)..kasaean(kaleresan meureun) padamelan janten guru b.inggris.waktu sy kuliah dulu,maaf bkn ny sombong(cuma legeg ajahh he…), diantara temen” kuliah,sy yg paling jelas ngucapin dan membedakan f dan v.contoh nya driver….tapi bgtu ngbrol sundanese lgi, y….draiper deui we hehehe…..

      Reply
  24. nia/mama ina

    hihhi….sunda pisan….aku juga dulu pernah posting masalah ef dan p ini, tapi udah lupa postingan th berapa hehehe…..

    yg lucunya…abang kue pancong yg suka mangkal di depan rumah, nulis gerobaknya dengan “kue Fancong” dan abang ayam goreng nulis gerobaknya dengan “Pried Chicken” hehehe….

    Orin : masalah klasik memang ya mba soal ef dan pe inih. Huahahaha… sigana raos kue fancong rasa pried chicken nya.

    Reply
  25. bundamahes

    huahahahaha… :ups:

    *peace Teh! numpang ketawa juga πŸ˜†

    Orin : Silahkaaaannn… yg mau numpang ketawa monggoooo…mumpung gratis tis tis *sigh*

    Reply
  26. Nchie

    Ahh..pokoknamah da begitu orang sunda teh..
    mamaolive juga jadi mamaolip beu..
    aku bangga sebagai orang sunda lah..
    *padahal ga ngerti banget bahasa sunda lemes mah*
    komo undak unduk basana,tidaakk>>!!

    Orin : hihihihi… turut berbelasungkawa ya mamaolip πŸ˜€

    Reply
  27. paluhlimbuy

    saya orang banjar πŸ™‚

    Orin : Selamat datang πŸ˜‰

    Reply
  28. sedjatee

    lain ladang lain belalang
    lain orang lain bahasanya
    indah aja…

    sedj

    Orin : Pasti indah ya mas Sedj πŸ˜‰

    Reply
  29. chocoVanilla

    Oriiiin, aku boncengin naik pesva yuuuk, trus pulangnya beli es kelafa muda yaaa……

    Orin : Asyiiikk.. jalan2 sama mba Cokopanila hihihihi πŸ˜€ πŸ˜€

    Reply
  30. niQue

    setelah saya membaca postingan ini dengan seksama, sepertinya sy harus mengakui bahwa orang Karo pun tidak mengenal huruf F. contoh konkritnya nanti saya buat postingan sendiri aja πŸ˜€

    Tq Orin inspirasinya hehehe

    Orin : Oh ya?? seru tuh, ditunggu postingannya mba Niq πŸ˜‰

    Reply
  31. a2i3s

    Pasti gara-gara peuyeum hehehe…

    btw, salam kenal nya. πŸ™‚

    Orin : Waah…suka peuyeum yah? he he. Salam kenal jugaa, terima kasih sudah mampir πŸ˜‰

    Reply
  32. bintangtimur

    Hihihi, ternyata begito to ceritanya…jadi penasaran dengan bahasa Jepang beraksen Sumedang itu tadi, tahu-nya nggak berubah jadi tofu kan, Rin?
    πŸ˜›

    Orin : Tofu-nya topu Bu Ir hihihihi

    Reply
  33. kang ian dot com

    jiakaka mani sok ngabongkar rahasiah urang sunda ihh xixi ngerakeun jadi weh pada tauuu πŸ˜€

    Orin : hihihi..teu nanaon lah Kang πŸ˜›

    Reply
  34. maminx

    tapi kayaknya meski ada huruf f/v, saya tetap paksakan jangan sampai jadi ‘p’ di ucapkannya, hehe. tapi tetep kalau soal logat itu yang tetap medok upami bahasa jawa na mah, kental pisan kitu.

    hehe harus di syukuri tapi, jadi orang yang ngobrol udah langsung tau kalau lawan bicaranya orang sunda.

    sae pisan atuh nya, πŸ˜€

    Orin ” Leres pisan Minx, kebanyakan lgsg tau sayah urang sunda walopun bisa ngomong f/v, terlalu medok sundanya hihihihi

    Reply
  35. kyubynetz

    Hu’um,
    diriku juga org Sumedang.
    Skrng kuliah di Jawa Tengah, sering diledek gara” gbsa ngomong ‘F’ sma ‘V’ euy πŸ˜›
    akhirx pasrah aja di ketawain.
    Tpi da bner nyah, klo di kamus kosa kata sunda mah gda kata pke hurup ‘F’ dan ‘V’ πŸ™‚
    Lanjutkan terus ,,

    Nb: Jgn lupa mampir di blog ku *baru belajar*

    Orin : hehehe….iya dinikmati aja lah ya. Hidup urang sunda *halah* he he
    Nuhun ah udh mampir πŸ˜‰

    Reply
  36. tehimas456

    waktu ngobrol ama temen.. saya keceplosan “waktu ke lampung naek kapal peri”.. dijawab sama temen-temen.. Feri bukan peri
    lah sebodo amat haha.. perasaan emak saya ngomongnya peri dah ahahaha

    Reply
  37. Muhammad Hidayat

    Di Maluku Utara, tempat kami berasal, justru lain. Huruf ‘f’ justru bisa dikenali dan dibedakan dengan ‘p’. Maklum, my native language in there memang begitu, kosa kata yang mengandung ‘f’ cukup banyak, kebanyakan dari bahasa daerah lokalnya, jadi sudah terbiasa membedakan ‘f’ dan ‘p’. Bahkan. ada kosakata yang di bahasa Indonesia adalah ‘p’, di bahasa kami justru ‘f’.
    Contohnya saja:
    kofi = kopi;
    fikir = pikir, memikirkan;
    dan ini sebagian kosa kata bahasa kami:
    foya = bohong;
    fuma = bodoh;
    laΓ©f /la’ef/ = gila, pelupa;
    fofoki = terung;
    dan masih banyak lagi.

    Reply
  38. prabu_padjajaran

    Dulu kala indonesia dikenal dengan kepulauan sunda

    Sunda besar terdiri dari sumatera, jawa, kalimantan dan sulawesi
    Sunda kecil terdiri dari bali ,ntt, ntb, maluku

    Dari dulu sunda udah jadi bangsa besar dan suku besar yang disegani banyak negara dan kerajaan

    Jadi orang jawa koek jangan belagu, orang katro, orang norak, orang pelit, orang pemalas, orang autis aja asal orang jawa dimasukin kerja sama orang jawa yang berhasil, picik dasar

    Reply
  39. Adi

    Yah, mau pegimana lagih atuh neng. Mamang mah orang Sunda, senajan udah lama di Batapia tetep ajah ngga bisa nyebut hurup Ep.

    Reply
  40. Abdul

    Raffi Achmad ge jadi Rapo Ahmad ku orang sunda mah diucapkeunna

    Reply

Leave a Reply

%d bloggers like this: