Rindrianie's Blog

Kisah Seorang Lelaki dan Bayangan di Belakangnya

Sambil bersiul-siul, lelaki itu terlihat gembira saat kayu-kayu -yang sengaja dia gergaji dari tangga di sebelahnya- itu akhirnya bisa menjelma api.

“Bodoh. Kamu lelaki paling dungu yang kukenal!” Bayangan yang sejak tadi berdiri di belakang Si Lelaki mengumpat kesal.

Si Lelaki hanya tertawa, seolah tak peduli umpatan yang dia tahu ditujukan untuknya. Dia mulai mendekatkan kedua telapak tangannya yang hampir membeku pada api unggun yang di matanya meliuk indah seolah mempersembahkan tarian surga.

“Semua orang yang lain menggunakan tangga itu untuk keluar dari sini! Kenapa…”

“Dan tak ada seorang pun dari mereka yang kembali,” tukas Si Lelaki cepat. Mulai tidak suka pada bayangan di belakangnya yang terasa begitu mengganggu kesenangannya menikmati sedikit kehangatan.

“Karena mereka sudah hidup lebih bahagia di luar sana daripada hidup kedinginan di negeri gelap membeku ini!”

“Atau mereka terlanjur mati di tempat baru karena tidak bisa beradaptasi.”

“Blah! Itu hanya ucapan para pesimis yang penakut.”

“Kata siapa aku penakut?” Si lelaki muntab, tak sudi dia menerima hinaan bayangan di belakangnya sedemikan rupa. “Kau pikir orang-orang nekat itu pemberani, ha?”

“Kalau kau bukan penakut pasti kau pengecut!”

Jeda yang menegangkan. Si Lelaki mengepalkan tangannya, rahangnya mengeras, napasnya memburu satu-satu. Lantas dia kembali duduk, bersiul serta mendekatkan tangannya ke arah api seperti sebelumnya, merasa tidak perlu menanggapi kekesalan bayangan di belakangnya. “Sudahlah, diam saja kamu!”

Tapi Si Bayangan ingin sekali melompat keluar tembok pembatas, meskipun bisa apa dia tanpa Si Lelaki dungu ini? Kesal, dia pun nekat. Mengendap pelan dan nyaris tanpa suara, dicekiknya Si Lelaki sekuat tenaga.

***

Note: 250 kata. Fiksi absurd, cuma karena saya kangen ngefiksi di blog ini hihihihi.

0 Comments

  1. akbar maulana

    cerpen menarik kak walau aku belum mengerti maksud dari cerpen ini hehehe

    Reply
  2. chocoVanilla

    Surealis! Untung kau gak di grupku hihihihi…. 😛

    Reply
  3. jampang

    sama bayangannya aja berantem 😀

    Reply
  4. Anggun

    Salam kenal mbak 🙂 flash fictionnya keren. Semoga sebelum tahun baru nanti udah akur lagi ya sama bayangannya.. ga boleh berantem lama-lama hehe

    Reply
  5. ysalma

    bayangan yang menakutkan, fiksinya keren lah Rin.

    Reply
  6. prih

    Kereeen Orin
    membeku saat kehangatan usai

    Reply
  7. Ummu Zukhrufa

    Waaw Teh, ini sih dapet banget sama interpretasi gambar itu. Keren!

    Reply
  8. aulia

    Wow. Great!

    Reply
  9. bintangtimur

    Hih, serem ah, Oriiiin…
    🙁

    Reply
  10. dani

    keren RIn penggambarannya. Sukak

    Reply
  11. Pingback: Semacam Kaleidoskop Fiksi 2014 | Rindrianie's Blog

Leave a Reply

%d bloggers like this: