Rindrianie's Blog

Konfirmasi

Seorang teman berpamitan keluar kantor beberapa menit setelah jam makan siang, salah satu bos Jepang kami ingin memperpanjang kontrak apartemen, dan mereka memiliki janji bertemu dengan agen apartemen pada jam 2 siang. Menghindari kemacetan hari ini, sang teman memilih segera berangkat untuk mengejar janji pertemuan tersebut.

Beberapa menit setelah jam makan siang berakhir, masuklah Pak expat yang akan memperpanjang kontrak apartemen yang ditinggalinya ini. Saya dan seorang teman lain terheran-heran melihatnya. “Beliau tidak ikut ketemu agen itu, ya?” Begitu pertanyaan kami masing-masing. Tapi karena memang yang bertugas adalah sang teman yang sudah berangkat tadi itu, kami kembali disibukkan dengan pekerjaan masing-masing dengan asumsi segala sesuatunya tentang apartemen pasti sudah diketahui oleh teman kami dan Pak expat.

Lantas, beberapa menit sebelum jam 2, pak expat menghampiri kami, kemudian bertanya kemana sang teman pergi? Beliau bilang ada janji untuk pergi jam 2 ke apartemen untuk bertemu dengan agen bersama sang teman ini. Hah????

Antara miris, tidak percaya, dan bingung, kami menjelaskan pada Pak expat bahwa teman kami itu sudah pergi dari jam 12 tadi, dan pertemuannya adalah jam 2 siang ini. Sementara Pak expat bersikukuh jam 2 itu adalah waktu untuk pergi ke apartemen, bukan waktu pertemuan. Hufft…

Kesalahan waktu pertemuan ini menyebabkan jadwal meeting kami jam 4 sore ini dibatalkan, karena meeting tersebut tidak bisa diadakan jika sang teman tidak hadir. Seandainya saja, ada konfirmasi dari sang teman, Pak expat, dan juga agen apartemen, tentunya hal seperti ini tidak perlu terjadi kan?

Moral of the story : Jangan malas untuk mengkonfirmasi ulang ! 🙂

 

 

0 Comments

  1. Dian

    walah… Apalagi di kota dengan sejuta titik kemacetan ini ya.. Fiuh, ampun ampun deh

    Reply
    1. Orin (Post author)

      Whoaa….seorang Mba Dian Purnomo mampir dan membuat jejak di blog saya?? *terharugapercaya*
      Makasih ya Mba 😀

      Reply
  2. Bibi Titi Teliti

    ehm…kadang kalo ngomong sama expat kita emang harus lebih komunikatif ya Rin..Soalnya mungkin otak nya suka rada lemot nangkap sesuatu yang bukan bahasanya dia…hihihi…

    usulku kalo bisa sih semua instruksi serba tertulis atau sms aja…jadi ada buktinya…dan langsung ketauan siapa yang salah dan gak perlu ngotot ngototan..hihihi…*berdasarkan pengalaman pribadi jaman kerja dulu*

    Reply
    1. Orin (Post author)

      Iyaaa…. sok teu nyararambung kalo sm mereka mah ya Bi 😀

      Reply
  3. bintangtimur

    Bener…kadang-kadang saya juga suka terkesan cerewet karena bolak-balik memastikan segala sesuatu, hehe, kejadian ini membuat saya bertekad buat tambah cerewet…*loooo*
    😛

    Reply
    1. Orin (Post author)

      Hidup cerewet!!! hihihihi… Makasih udh mampir mba 😉

      Reply
  4. Nchie

    hai orin kunjunguan balik..
    salam kenal yah..

    Kurangnya komunikasi jadi aja ..
    Bener2 kalo kita mo ngadain meeting,ato acara harus cerewet mempastikan bisa ato ga..
    Setuju ma Mba Irma tuh..
    tambah2 predikat emak2 emang cerewet n bawel yah Rin..heheh..

    Reply
    1. Orin (Post author)

      Hai hai… terima kasih sudah berkunjung yaa…
      Hihihihi…baiklah, berhubung saya calon emak2, mau cerewet bin bawel jg. Semangaaat 😀

      Reply

Leave a Reply

%d bloggers like this: